Jerat Cinta Sang Duda Tampan

Jerat Cinta Sang Duda Tampan
#kalian bisa kembali#


__ADS_3

"Kau tidak bersalah Juli, awal nya aku mengira kau adalah perusak hubungan ku dengan nya, dengan melihat Jerry, yang saat itu tengah kau gendong wajah nya benar-benar mirip dengan Daddy nya, andaikan saja dia terlahir dari rahim ku mungkin saat ini aku adalah wanita yang paling beruntung di dunia, tapi tuhan memiliki rencana lain, aku tidak berjodoh dengan Edgar, sampai akhir hayat, dan kini kami sudah lama memutuskan untuk berpisah, Edgar, sebetulnya adalah pria yang paling baik tapi setelah kejadian itu dia seperti kehilangan separuh jiwa nya dia bahkan seperti kapal yang terombang-ambing di laut, aku merasa sangat bersalah, tapi lebih bersalah lagi jika aku terus bersama dengan nya dia tidak akan pernah memiliki keturunan, sedang dia butuh penerus untuk kerajaan bisnis nya itu itulah alasan utama kenapa aku melakukan hal yang membuat dia membenciku, sebenarnya tidak ada perselingkuhan di antara kami itu hanya alibi agar Edgar mau menceraikan ku meski dengan membuat nya membenci ku untuk seumur hidup ku"ucap Angela.


"Kalian bisa kembali lagi bersama kak, aku tidak akan pernah melarang nya, karena mungkin ini adalah hari terakhir aku bersama nya, kembalikan lah Edgar yang dulu sekarang dia sudah memiliki anak, aku akan pergi jauh"


"Siapa yang mengijinkan mu pergi,ayo pulang dan jangan buat aku kehabisan kesabaran, dimana mereka"ucap Edgar, yang tiba-tiba muncul, Edgar mengetahui keberadaan Juli, dari cincin yang Juli kenakan, dia tidak tau kalau Edgar, memasang alat pelacak di cincin tersebut agar istrinya mudah untuk di cari jika dia tiba-tiba menghilang.


"Aku akan kembali ke rumah orang tua ku, dan kamu harus kembali lagi bersama kak Angela, dia tidak bersalah sama sekali dia melakukan hal itu demi mewujudkan impian mu dia tidak pernah berselingkuh, sekarang kamu sudah memiliki Jerry dan tiga anak lainnya, aku akan pergi dengan dia yang masih berada di dalam rahim ku, kalian berdua bisa kembali bahagia"ucap Juli lantang.


"Siapa yang memberi mu keberanian untuk meninggalkan ku, dan satu hal yang harus kamu tahu, kembali atau tidak nya aku dengan dia , hanya aku yang bisa memutuskan dan kau tidak berhak untuk mengatur semua nya"ucap Edgar tegas dia langsung meminta orang-orang untuk membawa ketiga anaknya.


sementara Edgar,kini menatap ke arah Angela, saat ini tatapan tersebut entah apa artinya, yang pasti saat ini Edgar ingin pergi membawa Juli terlebih dahulu.


"Ad... lepas aku tidak ingin kembali jika kamu tidak akan pernah bisa berubah, aku ikhlas jika kamu harus kembali dengan nya, karena hanya dia yang bisa membuat mu kembali menjadi seorang Edgar, yang dulu Edgar yang baik dan sangat setia, karena cinta mu hanya untuk kak, Angela, bukan aku atau wanita manapun"ucap Juli, sementara Edgar, tidak merespon dia masih tetap dingin dan tidak memperdulikan Juli yang kini memberontak saat sedang di gendong oleh nya ala bridal style.


"Kau yakin ingin aku kembali padanya??.... baik'lah, tapi ada satu syarat yang harus kamu penuhi, yang pertama kau tidak akan mendapatkan hak asuh ke empat anak kita, dan kamu juga tidak bisa lagi mengunjungi makam putri kita, karena aku akan membuat larangan untuk mu menginjakkan kaki mu di sana, dan satu lagi sampai kapan pun kamu tidak akan pernah lagi bertemu dengan mereka, bagaimana??...."ucap Edgar ,tegas.


"Aku terima semua nya,asal kamu kembali menjadi Edgar yang dulu, menjadi kebanggaan kedua orang tua mu yang menjadi panutan bagi adik-adik mu dan menjadi suami yang setia untuk kak, Angela, dia sudah terlalu lama berkorban untuk mu"ucap Juli, sambil menatap lurus ke depan.


"Lalu bagaimana jika aku malah semakin menggila saat setelah kita berpisah dan aku kembali pada nya, dan aku pastikan itu semua akan terjadi"ucap Edgar.


"Aku tidak menyangka, bahwa selama ini aku hidup dengan pria egois seperti dirimu Edgar, andaikan waktu bisa di putar, aku lebih baik menjual harga diri ku pada pria hidung belang yang ada di luar sana, untuk biyaya pengobatan Jerry, dari pada harus em m mm "ucapan Juli terhenti saat Edgar, langsung membungkam bibir Juli dengan ciuman kasar dan tak hanya itu Edgar menggigit bibir Juli, hingga mengeluarkan darah segar, walaupun luka nya tak terlalu besar.


"Aku tidak ingin mendengar lagi kata-kata itu keluar dari bibir ini"ucap Edgar yang langsung menyesap darah itu tanpa rasa jijik dia menelan nya, sementara Juli masih mematung dengan linangan air mata nya.


"Husen, mulai saat ini perketat penjagaan agar tidak sedikit pun ada celah untuk istri ku melarikan diri"ucap Edgar, tegas.


"Turunkan aku,di sini aku akan pulang ke rumah orang tua ku"ucap Juli .


Edgar, hanya mengepalkan tangannya saat ini dia tidak lagi melakukan pergerakan sama sekali pria itu malah memejamkan mata nya, menahan emosi nya yang yang sengaja ia tahan agar tidak menyakiti Juli.


Juli, memaksa untuk membuka pintu, dia benar-benar ingin pergi Edgar, yang tidak lagi bisa membendung kemarahan nya, dia langsung meninjau jendela kaca mobil itu hingga pecah seribu, tatapan tajam itu mengarah ke hadapan Juli.


"Baiklah jika itu yang kamu inginkan, aku akan kembali bersama dengan Angela, dan kita akan hidup bersama selama nya"ujar Edgar.


"Itu lebih baik Edgar, setelah ini kamu bisa cerai kan aku sekarang juga"ucap Juli.


"dalam agama ku, di haramkan untuk menceraikan istri yang sedang hamil"ucap Edgar tegas.

__ADS_1


"Kalau begitu, aku akan menunggu untuk itu, tapi aku akan pergi dari rumah, hingga kita bisa bercerai"ucap Juli lagi.


"Tidak, sampai kita resmi bercerai aku putuskan kamu akan tetap di rumah bersama dengan ku, dan wanita itu.


Juli pun akhirnya terdiam, dia sudah terlanjur, kecewa dengan pria itu.


Juli turun sendiri setelah sampai di Mension milik Edgar, sementara Edgar, menatap tajam kearah punggung wanita itu dia sudah kehabisan kata untuk bisa menahan Juli Edgar pun berjalan mengikuti Juli saat itu juga. Edgar langsung masuk kedalam kamar mereka.


malam semakin larut Juli duduk di sofa, dia bahkan tidak menghiraukan Edgar, yang kini tengah menatap nya.


"Tidur lah ini sudah hampir menjelang pagi"ucap Edgar, kemudian tapi Juli,sama sekali tidak bergeming.


Edgar langsung mengangkat tubuh Juli,lalu membaringkan nya di atas ranjang.


"Tidur lah besok kita bicarakan semua nya baik-baik"ucap nya.


🌹💖💖💖🌹


keesokan harinya, Edgar bangun agak siang dia sengaja tidak pergi ke kantor, sementara Juli, yang sudah bangun sedari tadi pagi, dia langsung bergegas menuju kamar putra-putri nya, dia sengaja ingin menghabiskan waktu bersama ketiga nya, sebelum ia pergi jauh meninggalkan mereka, seperti yang telah Edgar ucapkan kemarin malam.


"maaf kan mommy nak, mommy sebenarnya tidak tega meninggalkan kalian di sini, tapi mommy hanya ingin yang terbaik untuk kalian, kalian anak mommy yang paling mommy cintai, mommy mohon maaf jika keputusan mommy membuat kalian terluka, mommy ingin setelah mommy pergi nanti kalian bisa hidup dengan baik bersama dengan Daddy, dan mommy Angela, mereka pasti sangat menyayangi kalian semua"ucap Juli.


"Sungguh egois"ucap Edgar, yang sedari tadi mematung di tempatnya.


Juli langsung menghapus air mata nya


dan berbalik melihat ke arah Edgar.


Juli, langsung bangkit dan hendak pergi meninggalkan kamar tersebut tapi Edgar, menahan lengan Juli.


"kita tunggu Jerry bangun dan tanya dia apa ??.... mommy nya boleh pergi atau tidak"ucap Edgar.


"Tidak akan ada seorang anak pun yang mengijinkan ibunya pergi"ucap Juli terjeda"semua itu aku lakukan karena Daddy, mereka lebih memilih wanita cantik dan seksi di luaran sana, untuk menjadi teman hidup nya,lalu apa gunanya aku ada, dan untuk apa menahan mereka bersama dengan mu, jika nyatanya mereka tidak pernah kau berikan kasih sayang, mereka juga tidak hanya butuh materi, tapi butuh kasih sayang dari Daddy nya, bukan hanya butuh seratus"ucap Juli,pelan tapi penuh penekanan.


"Aku sudah memenuhi semua kebutuhan mereka selama ini, dan itu juga bukti kasih sayang ku pada mereka, jika aku tidak bekerja mereka punya apa??... nanti nya"ucap Edgar,tak kalah bicara.


"Kau menyamakan putra-putri mu dengan wanita penghibur mu, dengan materi yang kamu berikan kepada mereka, urusan selesai, ia begitu??..... tidak Edgar,asal kamu tahu Jerry, dan kedua adik nya, lebih memilih hidup serba kekurangan tapi bahagia bisa merasakan perhatian dan kasih sayang dari ku, sementara di sini , mungkin kamu bisa memberikan materi yang berlimpah, tapi percayalah hati mereka kosong"ucap Juli, sambil menatap lekat wajah pria yang kini juga tengah menatap nya.

__ADS_1


"Kalau begitu kenapa??... mommy mereka ingin pergi meninggalkan mereka di sini, sementara dia hidup bebas di luar sana"ucap Edgar, menyindir Juli.


"Karena Daddy nya, tidak pernah mengijinkan mereka untuk ikut mommy nya yang miskin ini"ucap Juli, sambil berjalan pergi meninggalkan kamar tersebut, Edgar, langsung menyusul Juli, yang kini menangis sesenggukan di depan pembatas lantai teratas.


"Aku sudah pernah minta maaf, sudah berusaha untuk menjadi yang terbaik untuk mu tapi sepertinya itu tidak cukup untuk mu, aku tidak tahu harus bagaimana lagi"ucap Edgar.


"Bukan materi yang ku harapkan dari mu tapi aku hanya ingin kamu setia dan selalu bersikap jujur, tapi sepertinya itu hanya berlaku untuk Angela, saja semua kebaikan mu hanya berlaku saat bersama dengan nya, sementara siapa aku yang telah lancang menginginkan itu semua dari seseorang yang sungguh bukan jangkauan ku"ucap Juli lirih.


"Stop, honey apa?? ... kamu tidak puas menyudutkan ku selama ini, aku tau aku salah mungkin untuk mu hidup tidak akan serumit itu, tapi tidak bagiku kehidupan pengusaha di luar sana banyak yang lebih buruk dari ku, hampir setiap waktu mereka selalu di kelilingi wanita termasuk diriku, tapi kalau hanya dikelilingi saja itu bukan masalah besar, tapi yang menjadi masalah nya, adalah sebuah jebakan dari rekan bisnis, seperti yang aku alami kemarin, aku hanya tidak ingin menyakiti mu, karena pengaruh obat sialan itu, membuat ku menjadi brutal, aku sudah berusaha menahan itu, tapi nyawa ku taruhan nya, jika aku tidak mendapatkan penawar nya, dan jika aku melakukan itu dengan mu maka anak kita akan menjadi korban, dan aku tidak mau itu terjadi sayang"ucap Edgar.


"Alasan yang klise"ucap Juli.


"Maksud nya apa??... sayang"tanya Edgar.


"Sebelum itu kau sudah sering bermain perempuan, bahkan aku adalah salah satu nya, dan kamu mencari wanita lain sebagai pengganti ku, saat aku pergi, sungguh miris melihat wanita-wanita yang suka mencari kepuasan tanpa ikatan"ucap Juli, sambil menggelengkan kepala lalu pergi dari tempat itu berjalan menuju kamar nya.


"Honey, aku harus bagaimana sekarang,agar kamu bisa memaafkan ku"ucap Edgar sendu.


"Tidak ada hanya perlu ikuti apa yang aku ucapkan kemarin malam, aku akan pergi dengan tenang"ucap Juli.


perdebatan itu terus berlanjut hingga mereka melupakan sarapan pagi mereka saat ini, Edgar, yang kekeuh tidak ingin berpisah dan Juli yang terlanjur terluka, meminta Edgar, untuk melakukan penebusan dosa, dengan kembali rujuk dengan Angela.


tapi Edgar, tidak ingin itu terjadi sekalipun Angela tidak pernah berkhianat kepada nya, dia sudah mencintai Juli, dan untuk Angela, dia memilih untuk berdamai dengan cara saling memaafkan dan menjadikan nya, sebagai adik angkat nya, agar Angela bisa leluasa untuk melihat keempat anak Edgar dan Juli, tapi Juli tetap kekeuh meminta Edgar, untuk menikah dengan nya lagi.


"Tidak, Juli, sayang aku lebih baik mati saja dari pada harus melepaskan mu, dan jika kamu ingin aku berubah aku akan berusaha melakukan apa yang kamu mau, aku akan berubah,asal jangan meminta aku untuk kembali pada nya"ucap Edgar.


"Mas.... jika mas benar-benar ingin berubah, maka berubah lah untuk diri sendiri bukan demi orang lain "ucap Juli, yang kini memanggil Edgar, seperti yang sering di lakukan oleh Angela dulu, Edgar terdiam mematung sejenak lalu.


"Dari mana??... kamu tau bahasa itu"ucap Edgar heran.


"kenapa??... apa aku tidak pantas memanggil mu dengan sebutan mas, seperti kak Angela"ujar Juli yang kini tengah merasa pusing.


Edgar, kembali diam tapi dia begitu kaget saat Juli jatuh pingsan beruntung Juli tidak langsung terjatuh ke lantai melainkan ke atas ranjang dengan posisi terlentang, meski sama-sama berbahaya, tapi setidaknya resiko itu sedikit berkurang.


Edgar langsung membawa Juli turun ke lantai bawah dia akan membawa istri nya itu ke rumah sakit.


dua jam sudah Edgar menunggu di ruangan rawat inap VVIP, karena Juli, sempat mengalami pendarahan walaupun tidak banyak tapi demi menjaga keselamatan ibu dan bayi dokter menyarankan untuk menjalani perawatan.

__ADS_1


__ADS_2