
Adam memeluk erat Ghealova di ujung kapal pesiar itu, seperti film Titanic, Ghealova memejamkan mata nya yang kini tengah meneteskan air mata, sementara Adam pria itu bahkan tidak pernah membiarkan wanita itu menitikkan air mata sedikitpun, mungkin karena angin yang bertiup sedikit kencang Adam mengira tetesan air itu adalah air hujan yang turun perlahan membasahi mereka padahal itu adalah air mata Ghealova yang membasahi teman tangan nya.
Adam membalikkan tubuh Ghealova, karena melihat punggung Ghealova yang bergetar hebat,Adam melihat air mata itu, dia lalu memukul besi pembatas di atas kapal tersebut.
"Seharusnya tadi aku membunuhnya saja, agar kamu tidak bersedih seperti ini"ucap Adam.
"Tidak Adam jangan lakukan itu, aku hanya sedang rindu Mommy, yang dulu sering membawa ku berlayar di lautan seperti yang kamu lakukan, tidak ada hubungan nya dengan itu"bohong Ghealova.
"Aku tidak ingin melihat kamu bersedih lagi Honey, aku mohon jangan seperti ini lagi, jika kamu rindu Mommy mu, kita bisa berlayar hingga tiba di tempat terakhir kalian berlayar Ok" ucap Adam.
"Aku ingin pulang dan istirahat saja, mungkin perjalanan tadi membuat ku lelah"ucap Ghealova.
"Baiklah kita kembali ke pulau ku saja"ucap nya.
"Tidak aku ingin kita pulang ke pulau ku"ucap Ghealova.
"Baiklah tapi aku mohon hentikan dulu tangis mu itu"ucap Adam.
"Aku sudah coba tapi angin' membuat mataku terus berair"ucap Ghealova beralasan.
Ghealova pun berusaha menghentikan tangisnya, wanita itu membenamkan wajahnya di dada bidang Adam yang langsung disambut Adam, dengan pelukan dan kecupan hangat di puncak kepala Ghealova.
hingga akhirnya tiba di pulau tersebut Ghealova pun langsung bergegas menuju kamar nya untuk membersihkan diri diikuti oleh Adam yang kini duduk menunggu Ghealova di sofa, Ghealova pun masuk kedalam kamar mandi dan berendam, Air mata nya kembali menetes, bayang-bayang masa lalu membuat tangis nya semakin pecah jika saat itu dia yang tersakiti,maka saat ini adalah kebalikan nya, tapi saat ini tetap dia yang tersakiti.
cinta yang menyakitkan, karena Ghealova selalu menjadi korban keegoisan dari pasangan nya itu.
Adam merasa aneh dengan Ghealova, yang saat ini masih berada di dalam kamar mandi nya.
"Honey, kamu jangan terlalu lama berendam nanti masuk angin"ujar Adam sambil mengetuk pintu kamar mandi.
"Honey"ucap Adam lagi.
"Iya sebentar"jawab Ghealova yang langsung masuk ke dalam ruangan shower.
setelah selesai mandi dia langsung keluar dari dalam kamar mandi, dan terlihat wajah sembab calon istri nya itu, Adam tidak memikirkan Ghealova yang masih menggunakan bathrobe, Adam langsung memeluk Ghealova dan memberikan kecupan hangat di bibir Ghealova.
"Adam, aku baru selesai mandi"ucap Ghealova.
"Sayang aku gak mau lihat kamu seperti ini"ucap Adam.
"Adam aku manusia normal bisa merasakan sakit, jadi wajar saja, aku menangis"ucap Ghealova.
Adam semakin mendekap erat tubuh Ghealova.
Adam melepaskan Ghealova, saat Ghealova minta izin untuk memakai pakaian dulu.
setelah beberapa saat Adam pun kembali fokus pada laptop nya yang sengaja ia simpan di kamar Ghealova, tidak hanya laptop disana juga ada pakaian milik Adam, kadang juga mereka tidur bersama, meskipun tidak melakukan apapun, karena seperti yang Ghealova ingin dia tidak ingin melakukan dosa yang lebih jauh lagi, sementara saat ini dia tengah menunggu Adam menikah terlebih dahulu dengan tunangan nya, setelah itu barulah ia mau menikah dengan Adam, agar tau bagaimana rasanya menjadi pelakor dan Adam mengabulkan semua keinginan Ghealova.
Ghealova pun selesai menggunakan skincare dan juga menyisir rambut panjang nya yang begitu hitam legam dan bergelombang di bagian bawah nya.
Ghealova pun berbalik dan duduk di samping Adam yang kini tersenyum manis pada wanita itu itu.
"Sayang tunggu aku mandi dulu"ucap Adam.
"Dimana?Widia"tanya Ghealova.
"Tidak tahu mungkin tertinggal di kapal, sudah lah biarkan dia bersenang-senang"ucap Adam.
"Dia pasti menangis jika tau aku sudah pergi dari kapal"ucap Ghealova.
"Dia bukan anak kecil"ucap Adam yang menghilang di balik pintu kamar mandi.
Ghealova pun turun untuk mencari Widia, tapi sebelum itu dia menyiapkan baju santai untuk Adam dia letakkan di tempat biasa di walk in closed.
__ADS_1
setelah Ghealova tiba di depan pintu kamar Widia, dia langsung mengetuk pintu tapi Ghealova tidak mendapatkan jawaban, hingga dia benar-benar berlari menuju teras rumah besar itu dan melihat ke arah kapal dan juga ke sekeliling rumah nya.
"Widia!.... Widia! kamu dimana"ucap nya Panik.
Adam pun langsung turun setelah mendengar suara teriakan Ghealova.
wanita itu benar-benar panik karena Widia benar-benar tidak ada di pulau nya.
"Widia!!!.... kamu dimana hiks hiks hiks jangan buat aku takut kamu bahkan belum tau daerah ini dan kau juga tidak pandai berenang"ucap Ghealova sambil menangis, mengusap wajah nya dengan kasar.
Adam langsung memeluk Ghealova dari belakang karena ingin menenangkan Ghealova.
"Honey, jangan panik wanita itu ada di kapal mungkin saat ini sedang bersenang-senang, aku akan minta anak buah ku untuk mengantar dia kesini"ucap Adam.
Ghealova mulai sedikit lebih tenang karena saat itu Adam menggendong Ghealova membawa nya ke lantai teratas untuk menikmati sunset.
"Adam, kapan kalian menikah"ucap Ghealova.
"Kenapa? selalu mempertanyakan hal itu, aku tidak mencintai nya sayang, aku sangat mencintaimu dan aku tidak ingin ada wanita lain yang hadir di antara kita, cukup satu kali kamu merasa tersakiti"ucap Adam sambil menatap lekat wajah Ghealova yang terlihat sembab karena menangis.
"Adam, bukan kah kamu bilang akan segera menikah dengan nya tapi apa"ucap Ghealova.
"Aku tidak ingin menjadikan bidadari ku, menjadi wanita hina, seperti itu, kita bisa mengobati rasa sakit mu pelan-pelan apa lagi setelah kita menikah dan memiliki anak, percayalah"ucap Adam dengan lembut.
"Tapi Adam"
"Tidak ada pernikahan lain, selain dengan mu"potong Adam.
"Kamu sudah berjanji"ucap Ghealova.
"Aku mengingkari nya, untuk kebaikan"ucap Adam.
"Adam"
"Honey"
"Adam"
Ghealova langsung bergegas pergi menuju kamar, dia sangat kecewa pada Adam, tapi ada juga rasa yang tidak bisa diungkapkan Adam adalah pria yang berperinsif , pria itu akan melakukan hal yang positif dan bisa membalikkan keadaan jika semua tidak sesuai dengan yang ia inginkan.
Adam pun mencoba membujuk Ghealova, tapi tiba-tiba Widia datang sambil menangis meraung-raung, karena keasikan nya terganggu dia sedang menikmati semua pasilitas yang ada di kapal tersebut.
🌹💖💖💖🌹
sementara itu di Jakarta, Juni tengah berada di tempat perkumpulan para pengusaha, wanita yang memegang saham terbesar di perusahaan tersebut, dia datang dengan Gavin tapi pria itu lebih memilih sibuk berinteraksi dengan para pebisnis lain karena saat ini, istri pertama Gavin berada di sana.
hingga acara selesai Juni tetap diam di tempat santai , dia menunggu Gavin pergi bersama dengan istrinya, dia akan menginap di hotel tersebut sendirian.
hingga sebuah tangan kekar memeluk pinggang ramping nya yang sudah akan pergi ke kamar hotel tersebut, tapi Gavin menarik nya untuk kembali ke rumah nya.
"Sayang kita kembali ke rumah"ucap Gavin.
"Tidak aku ke apartemen saja, kamu bisa pergi dengan istri mu kak"ucap Juni.
"Kau juga istri ku, ayo honey jangan buat aku marah"ucap Gavin.
akhirnya dengan malas nya Juni mengikuti langkah Gavin yang merangkul pinggang nya dengan posesif.
sesampainya di rumah Juni langsung di gendong ala bridal style berjalan melewati tangga hingga sampai ke kamar, Gavin baru menurunkan Juni di tepi ranjang tidak hanya itu dia juga melepaskan alas kaki yang terpasang di kaki mulus Juni.
Juni hendak menolak tapi kemudian Gavin langsung berkata"Sayang biarkan aku yang melayani mu saat ini"ucap Gavin.
Gavin sendiri saat ini terus membantu Juni melepaskan semua yang melekat di tubuh nya dan mengganti nya dengan kimono tidur yang tersedia di sana.
__ADS_1
"Tidurlah sayang, kamu pasti lelah dan se lelah apapun disini adalah rumah mu, dan rumah kita maka kembalilah setelah kamu pergi beraktifitas"ucap Gavin lembut.
Juni pun merebahkan diri dan saat itu juga dia langsung memejamkan mata setelah Gavin membantunya membersihkan makeup dan menyeka wajah nya dengan air hangat.
ada tetes air mata yang keluar dari sudut mata nya karena baru kali ini, wanita itu merasa ada laki-laki se perhatian itu pada nya, meskipun selama ini Arjuna dan yang lainnya bersikap baik kepada nya, tapi Gavin, selalu ada untuk nya, saat dia sedih saat dia sakit bahkan disaat dia dalam bahaya.
Juni kemudian berbalik dan melihat ke arah pria yang kini berbaring menyamping menghadap dirinya.
"Maafkan aku kak, jika selama ini aku selalu berbuat semauku aku hanya ingin hidup bebas tanpa aturan dari siapapun, termasuk keluarga ku sendiri aku sudah terlanjur kecewa dengan pria yang menjadi Daddy ku hingga aku berontak, aku tidak percaya dengan pria manapun selain dirimu, tapi kepercayaan ku pun pudar karena kakak dan Daddy ku menghianati aku, tapi tidak ada gunanya, aku terus berusaha untuk melepaskan diri dari mu, karena aku juga tidak punya tempat lain untuk ku mengadu"ucap Juni.
"Percayalah sayangku, aku adalah tempat terbaik untuk mu mengadu"ucap Gavin.
Gavin pun mengecup kening Juni, sedikit lebih lama dan wanita itu pun memejamkan mata nya, dia merasakan rasa ternyaman saat ini dia langsung membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya.
Juni pun menutup mata nya, ingin tidur dalam dekapan hangat suaminya itu.
hingga pagi menjelang, Gavin masih enggan untuk bangun, karena masih betah tidur sambil berpelukan dengan Juni.
Juni sendiri seakan enggan untuk membuka mata, karena saking nyaman nya dekapan Gavin.
"Yang kamu mau nggak ada kegiatan hari ini"ucap Gavin penuh kelembutan.
"Bentar lagi masih ngantuk"ucap nya sambil merengek manja.
"Baiklah sayang ku, tidur lah dan tunggu aku akan membuat sarapan pagi untuk mu honey"ucap Gavin.
"Jangan aku mohon tetap lah seperti ini, aku tidak mau sarapan aku mau tidur di sini bersama dengan mu suamiku"ucap Juni.
"Heummm istri ku yang jagoan ini ternyata sifat manjanya belum juga hilang"ucap Gavin.
Gavin pun mengecup puncak kepala istrinya itu dan akhirnya Gavin pun mengeratkan pelukannya.
sementara itu di Paris, Arjuna menjadi pria yang sangat dingin bahkan Jane, seakan tak mengenali putra semata wayangnya itu, Arjuna sudah tidak sehangat dulu, pemuda itu bahkan menjadi seorang Casanova, tanpa sepengetahuan keluarga nya, hampir tiap malam, pria itu mencari kepuasan lewat wanita-wanita yang selalu mendekat ke arah nya setiap waktu.
Arjuna sering pergi ke club malam, setelah pulang dari kantor, hanya untuk melepaskan nafsu sesaatnya.
Arjuna bahkan sering bermain perempuan di ruangan kerja nya, dia tidak pernah mengeluarkan uang untuk bisa mendapatkan kepuasan, karena semua wanita itu, adalah wanita yang sangat mengidolakan Arjuna.
pria itu cukup menyeleksi wanita yang akan menghabiskan waktu dengan nya.
semua yang ia lakukan semata-mata untuk bisa melupakan Juni dari pikiran nya, tapi wanita itu tidak pernah bisa ia lupakan, wanita itu bahkan semakin bertahan di relung hati terdalam nya.
Juni adalah perempuan teristimewa di dalam hidup nya, selain Jane ibu angkat nya.
kali ini Arjuna tengah berada di sebuah kamar hotel dengan wanita yang lain lagi, pria itu seakan tak pernah memiliki rasa lelah atau pun rasa bersalah, setiap malam setiap waktu pasti ada yang akan membuat dia melepaskan segala hasrat yang dipenuhi oleh rasa kecewanya, Arjuna bahkan tidak pernah berpikir bahwa dia sedang menyakiti dirinya sendiri.
Jane pun sudah hampir kehilangan putra nya yang selalu hangat dan penyayang, tidak ada lagi senyum Arjuna, tidak ada lagi perhatian yang sering Juna berikan.
hingga Edgar ikut turun tangan untuk menyelidiki apa? yang sebenarnya terjadi pada cucu angkat nya.
sementara itu di Norwegia, Vierra tengah melamun di kamar nya, dia teringat dengan putri nya Juni, dia tau Juni saat ini pasti sangat kecewa dengan dirinya.
Vierra bahkan tidak pernah bisa menghubungi putri nya itu.
Juni benar-benar memutus sambungan telepon atau pun internet dari keluarga inti nya, saat ini karena saat ini dia terlalu kecewa dengan keluarga nya sendiri, dirinya seakan dibuang dari keluarga nya sendiri.
Juni mungkin akan terima jika mereka memberitahu semua nya, sedari awal bahkan mungkin dia akan mencoba melakukan pendekatan dengan cara seperti pasangan normal nya, dan dia tidak akan pernah seperti saat ini terseret pada dilema.
Juni bahkan tidak akan pernah membenci Jerry, berlebihan selain kesalahan Jerry yang sudah berhianat pada sang Mommy hingga saat itu.
Juni hanya benci takdir hidup nya yang, seperti sekarang ini disaat dia mencintai pria yang dia tolak, ternyata dia juga harus rela menjadi istri kedua, wanita itu bahkan saat ini harus bermain kucing-kucingan dengan istri pertama nya Gavin.
Gavin bahkan selalu memberikan perhatian lebih.
__ADS_1