Jerat Cinta Sang Duda Tampan

Jerat Cinta Sang Duda Tampan
#Dendam#


__ADS_3

"Kak... kamu itu sangat keterlaluan bagaimana jika dia membatalkan perjanjian kerja sama nya,aku tidak akan punya kesempatan baik lagi"ucap Vamela.


"Tidak masalah uangku banyak jadi kamu tidak perlu lagi bekerja keras"ucap Jordan.


Vamela hanya bisa mengusap wajah nya kasar setelah itu dia langsung bergegas pergi menemui klien nya.


"Apa?... ada masalah ucap Jeje" tidak ada.


"Tidak tuan maaf tadi hanya kecoa nakal silahkan dilanjutkan anda bisa melihat nya jika anda suka saya bisa memberikan desain yang lebih bagus lagi, seperti J&V "ucap Vamela.


"Saya pernah membeli nya dan ingin sekali bekerja sama dengan kalian tapi sepertinya lebih baik jika saya langsung bekerja sama dengan anda"ucap Jeje.


"Apa?... anda bisa punya bahan baku yang lebih baik dari J&V "ucap Vamela.


"Nona Vamela... saya memiliki beberapa bahan baku, yang lumayan bagus meskipun tidak seperti milik kalian tapi saya jamin semua nya akan sukses"ucap Jeje lagi.


"Yang putra kita manggil-manggil kamu terus"ucap Jordan kembali membuat gangguan.


"Sebentar kak... tanggung titip saja dulu"ucap Vamela, yang kini mengeratkan gigi nya karena kesal.


"Maaf kan saya dirumah memang bukan tempat yang tepat untuk membahas pekerjaan"ucap Vamela.


"Tidak apa-apa nona, saya sudah cocok dengan persentasi anda, saya akan langsung saja menandatangani kontrak kerja sama kita"ucap Jeje.


"Baiklah saya sudah siapkan kontrak tertulis langsung, karena niat saya juga akan menemui anda lain waktu"ucap Vamela.


"Wah berarti kita jodoh "ucap Jeje.


"Jordan yang mendengar kata itu dia semakin mengeratkan genggaman tangan nya, karena cemburu dengan keakraban mereka, meskipun Jordan sangat faham dengan cara bersosialisasi dengan rekan bisnis atau pun lingkup pekerjaan.


"Sayang lihat Vio, turun sambil nangis"ucap Jordan lagi, dan sontak itu membuat Vamela, kaget dan berlari ke arah Jordan untuk melihat apa yang pria itu katakan benar atau tidak.


Jordan langsung menarik tangan Vamela untuk pergi meninggalkan pria yang sedang celingukan itu.


"Kak.... kamu itu sudah sangat keterlaluan, sebaiknya kamu diam atau aku tidak akan segan-segan untuk mengusir kakak dari sini"ucap Vamela geram.


"Ya lakukan saja agar, aku langsung membawa kalian berdua pergi ke Paris"ucap Jordan mengancam.


"Aku akan membakar paspor ku,agar aku tidak bisa pergi"ucap Vamela.


"Vamela...aku bisa membuat itu dengan mudah jika kamu lupa itu"ucap Jordan yang marah.


saat mereka berdebat, tiba-tiba saja ada seseorang yang datang tanpa di undang.


"Sayang kamu dimana"ucap pria yang pernah menjadi bagian dari hidup Vamela.


Andre datang setelah mendengar kabar bahwa vamela akan segera menikah dengan pengusaha sukses anak dari J6 Grup.


"Apa?... yang kau lakukan disini"ucap Jordan yang tiba-tiba saja terbakar emosi.


"Aku punya hak untuk datang karena aku, adalah ayah dari Vio, dan dia masih istri sah ku secara negara kami belum resmi bercerai"ucap Andre.


"Apa?...aku tidak salah dengar, heuhhhhh keputusan pengadilan sudah keluar perceraian kalian sah di mata hukum dan negara"ucap Jordan tegas.


"Darimana kau tau"ucap Andre.


"Aku tau semua tentang kebejatan mu, dan apa?... kamu pikir... putra mu akan tetap menganggap mu, sebagai ayah nya, sementara kau sendiri sudah membuang nya"ucap Jordan.


Vamela sendiri kini kembali mengobrol dengan Jeje masalah pekerjaan mereka pun akhirnya selesai, Jeje pamit pulang setelah Vamela mengatakan kesepakatan mereka.


"Andre... sebaiknya kamu pergi dari sini sebelum aku panggil kan satpam"ucap Vamela.


"Mel... sayang aku menyesal maka dari itu aku ingin rujuk dengan mu"ucap Andra.


"Tidak ada lagi kesempatan untuk mu, seperti yang pernah aku ucapkan saat itu,kau bahkan sudah membuang putra mu, ingat Andre, pembalasan "ucap Vamela sambil menunjuk-nunjuk dada pria itu.

__ADS_1


"Mel...aku menyesal aku mohon kembali lah aku janji mulai saat ini tidak akan membiarkan mu hidup dalam kekurangan lagi Mel"ucap Andre.


"Aku tidak akan pernah mengulangi kesalahan yang sama, siapa pun orangnya yang sudah membuat ku kecewa atau mereka yang akan hadir di hidup ku nanti, aku tidak ingin percaya siapapun lagi, sudah cukup sekarang kamu bisa pergi"ucap Vamela yang langsung pergi meninggalkan Andre di depan pintu.


"Sudah tau kan... sebaiknya kamu pergi"ucap Jordan.


Jordan langsung menutup pintu saat itu juga, pria itu menyusul ke lantai atas, terlihat Vamela, tengah mengusap air mata nya yang tumpah begitu saja.


"Honey... kemarilah menangis lah jika kamu ingin menangis setidaknya itu akan membuat hati mu, sedikit merasa lega"ujar Jordan.


"Kak...aku tidak bisa... jika aku lemah bagaimana dengan Vio"ucap Vamela.


"Mel kamu tidak usah khawatir, mulai saat ini aku tidak akan membiarkan mu hidup menderita lagi, dan apapun yang terjadi kita akan selalu bersama, aku sangat mencintaimu"ucap Jordan.


"Terimakasih kak... tapi jika keluarga mu tidak mengijinkan kita untuk terus bersama aku tidak ingin meneruskan nya, lebih baik kita tidak usah meneruskan rencana pernikahan itu, kita jalan"ucapan Vamela, terhenti saat Jordan langsung mencium bibir nya dengan kasar, lagi-lagi dia tidak terima jika Vamela, mengatakan itu.


Jordan yakin semua akan baik-baik saja.


"Aku tidak ingin lagi mendengar kata perpisahan dari bibir mu, kita akan segera menikah apapun yang akan terjadi"ujar Jordan yang langsung pergi.


"Mom...aku mendengar suara Daddy... apa?... dia datang"ucap Vio.


"T tidak sayang kamu dengar ya... mulai saat ini hanya ada kita berdua sayang tidak ada Daddy, dan kita akan tetap baik-baik saja ok... Vio dengan mommy akan selalu bahagia mommy janji mommy akan bekerja lebih keras untuk Vio"ucap Vamela.


"Tapi mom... kenapa?.. Daddy tidak mau tinggal bersama dengan kita, apa dia tidak sayang Vio"ucap anak kecil itu, sedang menembak-nebak.


"Tidak sayang bukan begitu Vio, tidak usah memikirkan semua itu saat ini Vio tidak akan pernah bisa mengerti, tapi mommy yakin setelah Vio,besar nanti Vio.. akan mengerti ucap Vamela.


"Baik mom..."jawab Vio, terdengar lirih.


Vamela tau tidak mudah untuk Vio, bisa menerima kenyataan ini, tapi bukan hanya Vio, yang merasakan itu, bahkan Vamela sendiri pun, sungguh tidak kuat jika dia tidak mengingat tentang keberadaan putra semata wayangnya itu, karena wanita manapun ingin menikah satu kali seumur hidup, jika bisa dan hanya kematian yang akan menjadi pemisah nya, bukan seperti Vamela, yang bahkan harus terusir dari rumah sendiri dan disaat yang bersamaan kedua orang tua nya memutuskan hubungan, ditambah lagi kemunculan wanita lain dalam rumah nya, hingga memberikan kejutan yang sangat dahsyat... menyatakan bahwa dia adalah istri pertama nya yang sah di mata hukum dan negara.


🌹💖💖💖🌹


hingga jam makan malam tiba wanita itu bahkan tidak mau mengisi perut nya, dia hanya terus mengurung diri di kamar galeri itu, Jordan bahkan sudah membeli makanan untuk makan malam mereka, tapi wanita itu tidak kunjung mau keluar.


Jordan langsung pergi meminta vio untuk membujuk ibunya.


"Vio Daddy minta tolong, tolong bujuk mommy agar mau makan"ucap Jordan.


"Vio akan coba"ucap Vio.


Vio pun berjalan menuju kamar yang ada di lantai bawah, dia mengetuk pintu dengan jemari kecil nya .


"Mom... Vio mau makan"ucap Vio bukan menyuruh ibunya untuk makan tapi dia sendiri yang ingin makan.


tidak lama Vamela langsung membuka pintu, dia terlihat senyum di paksakan "Maaf sayang mommy tidak perhatikan Vio, sedari tadi"ucap Vamela.


"Mel... makan lah aku sudah menyiapkan semua nya, Vio juga sudah makan bersama ku tadi tinggal kamu yang belum"ucap Jordan yang kini merangkul pinggang wanita itu,sambil memberikan kode pada Vio,agar putra nya itu mengiyakan ucapan nya.


"Iya mommy... sebaiknya mommy makan dulu besok setelah itu aku ingin jalan-jalan sama mommy dan Daddy Jordan"ucap Vio, yang membuat hati Vamela, semakin terasa sakit.


"Ini sudah larut sayang, sebaiknya kita istirahat setelah mommy makan, kita bisa dirumah sambil menonton film kesukaan Vio"ucap Vamela yang kini berjalan menuju meja makan mereka bertiga pun akhirnya duduk di kursi meja makan tersebut, Vamela makan sambil sesekali menyuapi putra nya makan lagi, dan juga Jordan yang meminta hak sama dengan Vio.


"Mommy sudah kenyang, kalian bisa lanjut makan"ujar Vamela, yang langsung menghentikan makannya dan minum air putih lalu mengusap bibirnya dengan tisu.


"Sayang kamu baru makan lima suap, dan bahkan sendok itu tidak penuh sama sekali "ucap Jordan.


"Aku sedang tidak enak badan kak, ingin tidur terlebih dahulu"ucap Vamela, yang langsung membuat Jordan langsung meraba kening Vamela.


"Tidak panas honey... tapi kamu bisa istirahat sambil menemani Vio, nonton kamu bisa tidur di ranjang"ucap Jordan yang langsung menggendong Vio dan menggandeng Vamela .


mereka pun naik ke atas, menuju kamar Vamela sesampainya di sana Vamela langsung berbaring di ranjang di tengah ada Vio dan di samping kanan ada Jordan yang mulai mengatur film kesukaan Vio dari ponselnya yang langsung terhubung ke layar TV yang besar itu.


"Sayang kamu suka yang ini"ucap Vamela pada putranya.

__ADS_1


"Iya mom...aku sering menonton nya dengan Daddy saat di Paris"ucap Vio jujur.


Jordan memang lebih banyak bersama Vio, yang waktu itu baru saja operasi di bagian syaraf mata nya.


"Heummm... baik'lah mommy tidur dulu kamu bisa bersama Daddy"ucap Vamela yang tiba-tiba membuat Jordan merasakan kehangatan sebuah keluarga dan itu membuat tekadnya semakin kuat untuk segera menikahi Vamela apapun yang terjadi nanti nya.


"Good night honey, happy nice dream"ucap Jordan.


"Thanks...kak"ucap Vamela yang langsung memejamkan mata nya yang benar-benar sangat lelah.


Jordan pun akhirnya tidur di ranjang yang sama dengan mereka berdua hingga pagi menjelang.


sementara itu di Mension, setelah dinyatakan sehat dan boleh pulang pasca operasi Jerry membawa serta kedua anak kembar nya dengan dua tabung incubator saat ini dia memutuskan untuk merawat ketiga nya si rumah tersebut karena Jerry ingin setiap pagi dan malam, saat pulang atau pun berangkat bekerja.


Jerry ingin istirahat di temani oleh sang istri meskipun Rara tidak berbuat apa-apa untuk membantu dia bersiap seperti biasanya, Jerry hanya ingin melihat wajah istri nya, saat ia akan tidur dan bangun tidur,itu adalah satu hal yang selalu membuat nya lebih bersemangat.


Rara sendiri belum menyiapkan nama untuk kedua anak nya, dia ingin nama keduanya ada inisial nama Daddy dan dirinya.


"Vivian dan Jeremy" ucap Rara.


"Apa sayang"tanya Jerry yang lagi fokus dengan laptop yang kini dipangku oleh nya .


"Nama anak kita kak... perempuan ikut nama ku yang laki-laki ikut kakak ucap "ucap Rara


Jerry, tersenyum "Jeremy dan Jesi"ucap Jerry.


"Tidak aku yang mengandung dan melahirkan anak-anak jadi aku yang menentukan nama mereka Vivian dan Vero titik "ucap Vierra.


"Aku juga bapak nya anak-anak"ucap Jerry tidak mau kalah.


"Iya tapi hanya enak nya doang, tidak pernah merasakan sakit"ucap Vierra tegas.


"Tetap saja kalau tidak ada bapak nya, mereka tidak akan hadir ke dunia ini"ucap Jerry masih tidak mau kalah.


"Kalau begitu kau saja yang mengandung"ucap Vierra, yang membuat Jerry tidak berkutik istrinya sedang sangat marah sulit untuk membujuk nya.


"Celaka Vierra sudah sangat marah" batin Jerry.


pria itu langsung bangkit dari duduknya dan menghampiri istrinya lalu memberikan pelukan dan ciuman, namun Rara lagi-lagi tidak mau.


Jerry kembali harus mau mengalah" Oke... cinta oke keduanya ikut inisial nama mu honey tapi harus ada nama belakang ku"ucap Jerry.


"Vivian Ester dan Vero Ester dari mana nama Ester itu, bukan kah Daddy bersama Edgar Anderson"ucap Rara.


"Tidak yang benar itu Edgar Anderson Smith, nama Anderson itu dari Daddy om Adri, Daddy sambung Daddy Edgar yang baik hati, dan nama grand pa adalah Edward Smith, sementara Ester adalah nama belakang mommy... karena saat aku lahir tidak memiliki Daddy"ucap Jerry.


"Terus Jordan dan Jeny"ucap Rara lagi.


"Mereka pun sama Jordan Ester Smith dan Jeny Ester Smith, begitu juga dengan Jane Ester, seperti aku padahal dia adalah anak resmi Daddy dan mommy tapi seperti aku tapi akhirnya Daddy membuat kartu keluarga dan akta kelahiran yang baru untuk kami semua.


"Vivian Ester Smith dan Vero Ester Smith"ucap Rara nama yang bagus"ucap Vierra.


"Istri ku memang pintar, tapi keduanya tidak ada inisial nama ku"ucap Jerry sedih.


"Nama belakang mu semua ikut apa masih kurang kak..."ucap Vierra.


"Daddy momm..."ucap Jerry.


"Baiklah Daddy, kalau didepan mereka"ucap Rara yang belum terbiasa.


"Tidak boleh harus terbiasa"ucap Jerry tegas.


"Ya baiklah-baiklah Daddy"ucap Vierra .


"Begitu dong sayang mommy"ucap Jerry.

__ADS_1


"I love you"


__ADS_2