
Setelah selesai makan semua orang kembali ke ruang keluarga, sementara Vamela, tetap tinggal di pantry ,sambil menunggu orang yang akan datang sore ini.
"Mel... apa yang kamu lakukan disini"ucap Juli.
"Sedang menunggu orang mom..."ucap Vamela.
"Kan bisa menunggu disana sayang"ucap Juli.
"Tidak mom... disini saja biar tidak menggangu"ucap Vamela.
Juli langsung memeluk Vamela, dia pernah merasakan hal yang sama tapi kenapa?... karma ini terjadi pada putranya itu.
"Kamu yang kuat ya Mel, mommy berharap ini hanya sementara"ucap Juli.
"Mommy benar lagi pula ini cuma formalitas untuk legalitas putra ku"ucap Vamela.
"Bukan itu sayang... mommy berharap kamu tetap bertahan dengan ini , karena Jordan akan sadar mana yang terbaik"ucap Juli.
"Dialah yang terbaik mom...aku hanya orang ketiga"ucap Vamela.
Jordan mengeratkan genggaman tangan nya, hingga jahitan itu kembali berdarah.
Jordan terpaksa melakukan itu, tapi Vamela tidak mau mengerti, tiba-tiba keduanya menoleh saat Chaterine , berteriak heboh melihat darah Jordan yang kembali mengucur.
"Jordan! aku bilang kamu tidak usah pergi sendiri Honey, tapi kenapa? kamu maksa"ucap Chaterine.
Juli juga langsung bergegas menghampiri Jordan namun Vamela pura-pura sibuk dengan ponselnya.
"lepas mom... tolong bawa Chaterine pergi aku ingin bicara empat mata dengan nya"ucap Jordan yang kini melihat Vamela, menelpon seseorang.
"Yang"
"Oke dok"ucap Vamela.
"Chaterine tunggu tolong bawa suamimu dokter sedang menuju kemari"ucap Vamela.
"Aku tidak butuh dokter! kalian tidak perlu mengurus ku, biarkan aku mati saja lagian juga sudah tidak ada yang peduli"ucap Jordan yang bahkan mencabut jarum infus nya dengan kasar, sontak darah berceceran di lantai yang terlihat kinclong itu.
sementara Vamela, tetap fokus pada ponsel nya, lagi-lagi Vamela berbicara di sebrang telpon, Juli langsung meraih tangan putra nya.
"Jordan sayang, kamu itu sudah dewasa bukan begini cara untuk menyelesaikan masalah, duduk lah dan jangan mengedepankan emosi"ucap Juli sementara itu Edgar langsung ikut bergabung
"Kalian masih betah disini"ujar nya.
"Daddy sebaiknya Daddy urus putra mu yang keras kepala seperti mu ini"ucap Juli dengan ketus nya.
"Ada apa lagi ini Jo"ucap Edgar tidak habis pikir jika menurut dia sang istri sudah sangat marah berarti ada yang lebih serius.
"Tidak ada apa-apa tuan hanya saja sesuai perjanjian dia akan meresmikan pernikahan, hanya untuk membuat legalitas kedua putranya , dan setelah itu berpisah atau bercerai tidak akan ada lagi pertemuan"ucap Vamela.
"Mel! aku tidak pernah bilang begitu!"ucap Jordan teriak-teriak , dia benar-benar sangat kecewa dengan sikap istrinya itu.
"Ingat kak J ,aku menyetujui ini karena aku terpaksa, jika tidak kamu menjanjikan sesuatu, kamu pasti ingat"ucap Vamela yang langsung pergi.
sementara Jordan mengamuk dia menarik taplak meja hingga semua hancur Edgar langsung menampar pipi Jordan saat ini.
mereka pun ribut besar sementara Chaterine anteng-saja dengan keadaan dirumah itu.
Vamela berada di dalam kamar utama milik ayah dan ibu nya dulu dia sedang menunduk sambil , memeluk lututnya.
wanita itu berderai air mata dan, saat ini dia tengah memikirkan langkah yang akan ia ambil.
sementara itu di bawah Jordan kembali ditangani oleh dokter karena ada luka yang kembali terbuka.
ditemani sang mommy yang tengah menggendong putra nya itu.
"Mom... bagaimana jika mommy saja yang merawat kedua cucu mommy, aku tidak bisa jauh dari mereka"ucap Jordan.
"mommy nya yang lebih berhak memutuskan dimana mereka akan tinggal"ucap Juli.
"Tapi mom..."ucap Jordan.
"Jordan lebih baik kamu perbaiki hidup mu dari pada meributkan masalah anak, karena Vamela lebih tau apa yang terbaik untuk anak nya"ucap Jerry.
"Tapi kak.. dia menolak hidup bersama dengan ku"ucap Jordan.
"Aku dukung itu, karena siapapun tidak akan pernah mau hidup dimadu"ucap Jane Rara dan Jeny serempak.
"Jane"ucap Jordan lirih.
"Kakak tidak bisa tegas dalam mengambil keputusan jadi jangan menyalakan Vamela sudahi saja hubungan yang tidak sehat ini"ucap Jeny.
__ADS_1
"Kalian tidak ada yang mau mengerti"
"Bukan tidak ada yang mengerti tapi kamu yang egois, lepaskan Vamela biarkan dia hidup bahagia"ucap Rara.
"Apa? dia bisa bahagia tanpa aku"ujar Jordan lagi.
"Aku sudah lebih bahagia, biarpun hidup berempat dengan ketiga putra ku, jadi tidak usah khawatir dengan itu"ucap Vamela yang kini berada di anak tangga.
"Mel..."ucap Juli lirih.
"Mommy dan tuan Edgar juga kak Jerry dan semuanya jika ingin istirahat semua sudah siap sebelum jam makan malam tiba"ucap Vamela.
"Baiklah sayang kami istirahat dulu"ucap semuanya.
"Mel... kamu panggil mertua mu dengan sebutan tuan"ucap Jordan dengan sengaja .
"Bukan nya sebentar lagi hubungan kita juga sudah berakhir tuan Jordan yang terhormat"ucap Vamela tegas.
"Tidak ada yang akan mengakhiri hubungan diantara kita, anak kita akan selalu mengikat hubungan kita semua"ucap Jordan.
"Sudah lah"ucap Vamela sambil membawa kedua putranya dengan keranjang khusus bayi kembar.
"Mel kamu masih belum pulih sepenuhnya biarkan mommy yang mengantar mereka"ucap Juli yang langsung mengambil alih keranjang tersebut.
"Tapi mom..."ucap Vamela.
"Sudah mommy masih kuat kok"ucap Juli.
mereka pun meniti tangga Rara hanya menatap kepergian Vamela, dia tidak banyak bicara karena saat ini bukan waktu yang tepat, Jerry pun membawa kedua anak nya dalam gendongan nya, sementara para suster tidur di kamar pegawai di belakang dan semua sudah masuk kamar, kecuali Chaterine dan Jordan karena Jordan masih menunggu keputusan dari Vamela, dia akan tidur dimana.
tidak lama Vamela kembali karena asisten baru nya sudah menunggu di teras rumah saat dia menuruni tangga Jordan bertanya.
"Mel... kita tidur di mana"ucap Jordan.
"Tuan Jordan lupa kamar bekas kalian bercinta tadi pagi, masih kosong jadi kalian bisa tinggal di sana"ucap Vamela.
nyesek...
itu yang Jordan rasakan saat ini, melihat Vamela benar-benar terluka karena nya.
"Itu kamar kita Mel"ucap Jordan.
"Iya dan mulai sekarang itu kamar sepasang suami istri , aku sudah ada kamar sendiri, jika tidak ada perlu aku akan menyambut para pegawai baru"ucap Vamela yang langsung pergi menuju teras rumah.
"Kalian bertiga sudah datang ya ayo masuk ikut saya.
"Iya Nyona"ucap, mereka.
sesampainya di dapur Vamela langsung mempersilahkan mereka untuk duduk di kursi meja makan khusus asisten rumah tangga.
"Duduk lah, saya ingin bicara"ucap Vamela.
"Baik Nyona"ucap ketiganya.
"Begini, perkenalkan nama saya Vamela, kalian bisa panggil Ibu saja jangan Nyonya karena terlalu formal, dan saat ini ada keluarga besar dari kedua Putra ku yang masih bayi itu, yang akan kalian berdua asuh, dan bibi bisa memasak dan bersih-bersih yang lain karena sebagian pekerjaan dilakukan oleh robot , dan satu lagi kalian tidak hanya bertiga di sini ada asisten Vio putra saya yang pertama, dan asisten pribadi saya beda kamar dengan kalian, tapi kalian bisa bekerja sama, saat saya berada di butik untuk mengurus putra saya atau rumah ini, semua tidak ada yang dibedakan hanya tugas kalian yang berbeda, dan tidak boleh ada yang memerintah satu sama lain dikerjakan masing-masing kecuali kalau salah satunya sakit baru kalian bisa bekerja sama, bukan memerintah, apa kalian sudah faham"ucap Vamela.
"Faham Nyona"ucap ketiganya.
"Sekarang kalian silahkan makan dan setelah itu bisa istirahat dulu sebelum nanti membantu saya menyiapkan makan malam karena besok kalian berdua baru bisa mengurus kedua putra saya"ucap, Vamela.
🌹💖💖💖🌹
Vamela pun pergi meninggalkan mereka menuju kamar milik kedua orang tua nya, wanita itu duduk di samping ranjang sambil menatap buku diary, nya selama ini.
Vamela selalu menulis semua nya di sana termasuk rangkaian kejadian saat insiden kecelakaan itu terjadi.
Vamela menangis dalam diam, andaikan waktu bisa diputar kembali, dia lebih memilih hidup sendiri, setelah lulus kuliah waktu itu, tapi takdir tak bisa diubah Vamela hanya bisa menangis dalam diam.
wanita itu pun berbaring setelah memastikan ketiga putra nya baik-baik saja.
mata lelah itu terpejam hingga jam makan malam tiba alaram ponsel Vamela berbunyi
menandakan sudah waktunya dia bangun, dia pun bergegas membersihkan diri terlebih dahulu setelah selesai Vamela keluar dari kamar nya.
wanita itu berjalan menuju dapur, disana ketiga asisten nya sudah menunggu.
"Kalian sudah istirahat"ucap Vamela, dan ketiganya membalas dengan anggukan.
"Baiklah ayo kita mulai memasak.
malam ini Vamela membuat steak untuk semua orang dan salad tidak lupa juga membuat jus kesukaan setiap orang.
__ADS_1
saat Vamela tengah mengiris beberapa bahan sayuran Juli datang menghampiri.
"Maaf sayang mommy telat"ucap Juli.
"Tidak apa-apa mom, mommy duduk saja ini sudah hampir selesai kok"ucap Vamela yang menunjuk ke arah jajaran steak yang masih mengeluarkan uap panas ditambah piring khusus untuk itu, yang tahan panas.
wanita itu hanya tersenyum lalu mengambil alih pembuatan salad.
"Mel mereka asisten baru?"tanya Juli.
"Iya mom.."jawab Vamela.
"Kalian harus baik-baik jaga cucu dan menantu saya disini"ucap Juli.
"Mereka hanya mengangguk karena Juli berbicara dalam bahasa Inggris, wanita itu tidak bisa menggunakan bahasa Indonesia.
"Kalian mengerti "canda Vamela.
mereka serempak menggeleng.
"Dia bilang kalian harus baik-baik disini menjaga cucu menantunya, jadi ini adalah ibu mertua saya"ujar Vamela.
"Mom... biar aku yang selesaikan mommy panggil mereka saja"ucap Vamela.
"Baiklah mommy, akan bangunkan mereka semua"ucap Juli yang langsung mencuci tangan nya.
setelah selesai menyiapkan semua Vamela dibantu oleh asisten rumah menghidangkan semua itu dimeja.
setelah itu dia pergi ke atas untuk melihat kedua putranya, tepat saat di depan pintu kamar putra nya, Jordan hendak keluar bersama dengan Chaterine.
"Kalian sudah ditunggu di bawah"ucap Vamela datar lalu masuk ke dalam kamar kedua putra kembar nya, sementara Vio sudah turun dengan susternya.
mereka tengah minum susu dari botol plastik.
"Owh sayang mommy, Jayden dan Hayden yang sangat pintar mommy bangga kalian berdua begitu pintar, nanti mommy pompa asi yang banyak ya untuk kalian"ucap Vamela.
"Turun lah kamu makan bersama mereka,biar saya yang jaga mereka"ucap Vamela.
"Tapi Nyona, seharusnya anda yang makan bersama mereka"ucap sang asisten yang merasa iba terhadap Vamela.
"Saya akan makan nanti setelah kedua nya selesai minum asi dan tidur"ucap nya sambil tersenyum.
"Baiklah"ucap sang asisten sambil berjalan keluar kamar untuk turun dan bergabung dengan mereka.
"Vamela mana?..."ucap Rara
"Nyonya sedang memberikan ASI pada kedua tuan muda"ucap nya.
Rara langsung diam dia sudah mengerti dengan sikap saudara nya itu.
Jordan yang mendengar itu dia hanya bergumam dalam hati.
"mau sampai kapan kamu terus menghindar Mel,aku tidak ingin ini tapi kamu selalu memaksaku andaikan saja setelah selamat kamu memberikan ku kabar mungkin ini tidak akan pernah terjadi" gumam Jordan.
"Sayang maafkan jika mommy tidak bisa memberikan yang terbaik untuk kalian, mommy janji meskipun bukan yang terbaik mommy akan tetap berusaha untuk memberikan kehidupan yang baik untuk kalian berdua jadi kita akan tetap bersama dengan kakak Vio, kalian tidak boleh protes, karena ini batas kemampuan mommy"ucap Vamela lirih.
"Kamu tenang saja Mel, aku tidak akan membiarkan kalian sendirian, aku akan selalu ada untuk kalian"ucap Vierra yang kini memeluk Vamela yang tengah duduk di kursi sambil memegangi botol susu keduanya, yang sudah tertidur dan melepaskan nya dari mulut nya.
"Aku tau itu Ra, tapi lebih baik kamu patuhi suamimu, jangan terlalu dekat dengan ku,aku tidak pantas berteman lagi dengan mu, derajat kita terlalu jauh"ucapan Vamela terhenti.
"Sekali lagi kamu bilang seperti itu, aku akan bercerai dengan kak Jerry, karena kita lebih dulu saling mengenal dari pada dia"ucap Vierra mengancam.
"Aku rasa kamu tidak waras Ra, jika kamu menceraikan pria yang jelas-jelas berjuang untuk mendapatkan cinta mu, dia lebih berharga dari apapun, sedang kan aku hanya teman yang mungkin tidak ada harganya"ucap Vamela.
"Tidak Mel... kamu itu keluarga ku"ucap Rara.
Vamela hanya meneteskan air mata, ternyata masih ada yang rela berkorban untuk nya saat ini.
"Terimakasih Ra"ucap Vamela yang tercekat di tenggorokan nya dia tidak bisa melanjutkan kata-katanya saat ini hanya tangis dan pelukan dari sahabat terbaik nya, yang selalu bersama-sama dengan nya selama bertahun-tahun sebelum mereka bertemu dengan Jane.
Vamela turun bersama dengan Vierra, setelah semua orang berkumpul di ruang keluarga tidak jauh dari meja makan, Vierra menemani Vamela makan saat ini diikuti oleh Jane yang berjalan dengan bantuan tongkat.
"Apa?.. kalian melupakan ku"ucap Jane.
"Owh Nyona Sky, masih ingat kita rupanya"ucap keduanya kompak.
"Tentu saja, kalian adalah hidup ku"ucap Jane.
Vamela lalu berdiri menarik kursi untuk sahabat nya itu.
"Hati-hati Nyonya Sky, jangan terlalu buru-buru nanti kamu kenapa-napa, dunia kita akan kembali sepi"ucap Vamela.
__ADS_1
"Ya kakak ipar"ucap Jane yang langsung membuat Vamela terdiam.