
Saat tiba di Paris, tepat pukul sebelas malam vamela, turun dari pesawat diikuti oleh Jordan yang kini menggendong Vio, yang tengah terlelap.
sementara di belakang Jordan satu orang asisten bersama dengan pramugari cantik membawa koper tersebut ke mobil jemputan.
vamela pun dipersilahkan untuk masuk oleh sopir ke dalam mobil.
Jordan membaringkan Vio dipangkuan vamela, sementara itu dia duduk di samping sopir.
tibalah di basement apartemen, Jerry dan vamela yang kini membawa Vio dibantu oleh asisten nya yang membawa koper menuju pintu lift, sebelum masuk lift Jerry berkata .
"Mel kamu masuk duluan ke tempat mu kita bersebelahan,aku minta maaf jika belum bisa menemani mu untuk malam ini menjaga Vio, karena tunangan ku belum tau semua nya,aku takut dia salah paham"ucap Jordan lembut.
"Tidak apa-apa kak, aku ngerti ko maaf sudah merepotkan mu"ucap Vamela, dengan hati yang pedih, bagaimana tidak saat ini dia tengah berada di negeri orang bersama anak nya ,sedang kurang baik keadaan nya mungkin bisa dibayangkan , betapa sedihnya dia saat ini .
orang yang ia ikuti, dan menjadi pegangan nya seakan merasa terbebani.
"Aku tidak merasa direpotkan Mel, hanya saja aku butuh waktu"ucap Jordan merasa bersalah.
"Tidak apa...kak aku mengerti ko, seharusnya"ucapan vamela, terhenti saat pintu lift kembali terbuka tanda sudah sampai di lantai yang di tuju.
Jordan menunjukkan hunian tersebut dengan ibu jari nya, setelah itu dia melangkah pergi menuju hunian nya yang bersebelahan itu, saat vamela, hendak masuk dia kaget melihat Jordan yang langsung memeluk dan mencium bibir seorang wanita yang membuka kan pintu di saat yang bersamaan vamela langsung masuk bersama dengan Vio.
Vio, masih tertidur pulas, saat ini dan seorang baby sitter yang sudah Jerry siapkan membantu vamela, untuk memasuki kamar nya.
dia melihat sekeliling ruangan yang teramat megah untuk seorang Vamela, yang jelas bukan siapa-siapa, di sana juga sama seperti apartemen milik Jane yang memiliki teknologi canggih dengan segala peralatan bersih-bersih menggunakan robot dan sensor suara untuk menghidupkan lampu atau membuka gorden, selain juga dengan menggunakan remote.
Tapi wanita itu tidak pernah bisa menikmati semua itu, karena dia di sana hanya orang yang menumpang hidup dari kebaikan para sahabatnya.
vamela mengirim kan pesan pada Jane dengan beberapa foto yang dia ambil.
untuk memberitahu bahwa ia sudah tiba dengan selamat, setelah itu dia langsung berbaring di samping Vio yang masih anteng tertidur pulas.
Vamela pun terlelap saking lelahnya fisik dan batin nya , dia pun ikut terlelap.
hingga menjelang siang hari Jordan yang dan kekasih nya,belum juga bangun karena pagi tadi mereka baru selesai dengan percintaan mereka, gaya hidup bebas yang dianut oleh Jordan, mungkin adalah karma atas perbuatan Edgar yang menjadikan Juli sebagai wanita nya sebelum dia resmi menikahi nya.
karena hanya Jane, anak hasil pernikahan resmi mereka yang tiga adalah anak diluar nikah Edgar dan Juli.
mereka bahkan tidak pernah malu dengan pelayan yang membersihkan kamar mandi nya seperti biasa saat ini, karena mereka tidak menerapkan batas dan pegawai tersebut sudah tidak asing dengan urusan making love tersebut.
sementara vamela, saat ini wanita itu,baru selesai makan siang, bersama putranya yang ia suapi karena dia hanya memerlukan baby sitter saat dia sedang bekerja itupun sebelum Vio, sembuh.
tadinya vamela, tidak ingin menunda, untuk pengobatan Vio, tapi dia tidak tau rumah sakit yang Jerry, rekomendasi kan dan juga dia tidak tau jalanan di sana.
apalagi saat ini dia harus lebih ekstra hati-hati untuk menjaga keselamatan putra semata wayangnya itu, Vamela ingin sekali secepatnya pergi dari kehidupan semua orang yang ada di sekeliling nya, karena dia tidak ingin merepotkan orang lain lagi.
vamela, yang kini tengah menunggu Jordan datang ke tempat nya, dia terus gelisah, dia takut Jordan tidak akan mau menemani nya hingga vamela memutuskan untuk pergi ke sebuah rumah sakit, berdua saja bersama dengan Vio saat ini walaupun tidak ada orang yang mengantar mereka.
vio, sempat tidak bisa diam dan menangis jujur, putra nya tidak terbiasa dengan lingkungan yang asing menurut nya, vamela mencoba memberikan penjelasan yang mungkin sulit untuk dipahami oleh anak seusianya.
__ADS_1
vamela keluar dari apartemen sambil menggendong Vio, dan membawa tas punggung kecil berisi keperluan Vio, wanita itu tidak ingin putra nya, kekurangan apapun, apa lagi ini di negri orang dia ingin langsung bergegas diikuti oleh baby sitter nya yang kebetulan orang Paris asli, wanita yang seusia nya itu langsung membantu nya mencari taksi dan akhirnya dapat setelah itu mereka bertiga naik taksi tersebut.
setibanya di rumah sakit terbesar di kota itu, vamela langsung masuk menuju resepsionis, dia bertanya dokter spesialis yang biasa menangani kebutaan pada anak ada diruangan mana.
setelah diberitahu letak ruangan dokter tersebut vamela pun mengurus pendaftaran nya dan masuk kesebuah ruangan dimana orang-orang sedang menunggu antrian, dan Vio, masih setia di dalam gendongan nya sedari tadi, lelah sudah pasti, tapi dia tidak boleh mengeluh demi sang buah hati.
vamela, sempat menitikkan air mata, dia benar-benar merasa sendiri, andaikan saja dia tau penyebab Vio buta , dan tidak ada konflik dengan suami dan cinta istri pertama nya saat ini, mungkin dia akan mengobati Vio,di negeri nya sendiri.
hingga pukul tiga sore, antrian belum juga usai dia masih harus menunggu sekitar sepuluh orang lagi, vamela kembali memupuk semangat dalam diri nya, setelah dia meminum air mineral, dan memakan roti kesukaan Vio, juga dia kembali menyuapi putra nya itu untuk makan, hingga antrian itu tiba, dirinya langsung masuk ke dalam.
seorang pria tampan yang berprofesi sebagai dokter tersebut, mempersilahkan vamela untuk duduk, vamela berbicara menggunakan bahasa Inggris, dan dokter itupun menggunakan bahasa yang sama, karena banyak pasien dari luar negeri mau tidak mau, dokter itu harus pandai menggunakan berbagai macam bahasa.
setelah melakukan konsultasi akhirnya dokter pun memeriksa Vio, dengan semua alat yang diperlukan termasuk pemeriksaan seluruh tubuh nya, dengan alat yang ada.
setelah pemeriksaan tersebut, vamela, memiliki secercah harapan, bahwa putranya itu tidak perlu mengganti bola mata nya, karena keduanya masih bagus dan hanya ad sedikit gangguan pada syaraf mata dan itu bisa disembuhkan melalui proses operasi dan itu bisa dilakukan saat itu juga karena kebetulan dokter bedah syaraf yang terbaik sedang berkunjung ke rumah sakit tersebut.
dan itu artinya vamela dan Vio, harus menginap di rumah sakit itu hingga waktu yang belum bisa ditentukan.
untuk sementara vamela, menemani putra nya di sebuah ruangan rawat inap, saat ini Vio, tengah di persiapkan untuk menjalani operasi, itulah kenapa, Vamela, meminta baby sitter nya pulang dulu ke apartemen, untuk mengambil dompet nya yang satu lagi yang berisi beberapa kartu ATM milik nya, dan yang lain nya.
biyaya operasi Vio saat ini mencapai biyaya yang sangat besar, hingga Vamela, terpaksa akan menggunakan kartu milik Jane, untuk sementara, sebelum rumah nya laku di jual.
tepat pukul satu dini hari, Vio dibawa masuk ke dalam ruangan operasi, Vamela, menunggu sendirian di depan pintu ruang operasi tersebut, Air mata nya terus berlinang saat ini, do'a terbaik terus ia panjatkan kepada Tuhan, semoga putra nya selamat dan akan segera bisa melihat dunia ini lagi.
satu jam, dua jam, tiga jam , wanita itu masih menunggu sendiri, bahkan vamela sudah berjalan terus duduk, berjalan lagi duduk lagi, itulah yang dia lakukan sementara tetesan air mata terus jatuh, dan sesekali ia menyeka nya.
hingga tanpa sadar seseorang yang sedari tadi memperhatikan nya dia mendekat ke arah nya.
"Terimakasih"ucap Vamela, pada dokter yang tadi memeriksa kondisi putra nya.
hingga operasi selesai dilakukan, Vamela, langsung bergegas menghampiri dokter yang kini keluar dari ruang operasi tersebut.
"Dokter bagaimana keadaan putra saya"ucap Vamela tidak sabar.
"Operasi berhasil sebentar lagi, pasien akan segera dipindahkan ke ruang rawat inap"ucap sang dokter.
Vamela langsung bersujud di lantai yang super dingin itu, dia tidak peduli dengan itu yang dia pedulikan saat ini adalah ia benar-benar berterimakasih kepada Allah, yang sudah menjawab doa nya.
hingga keesokan harinya, vamela masih berada di rumah sakit, bersama dengan suster yang menjadi baby sitter nya itu, namun orang yang dia ikuti kemarin tidak kunjung datang.
vamela, tidak kunjung menghubungi siapapun, saat ini melihat putranya sudah selamat dari meja operasi pun, dia sudah sangat bahagia.
Vio, mulai sadar saat petang tapi dokter belum memperbolehkan perban itu di buka hingga waktu yang ia tentukan, beruntung Vio, anaknya tidak rewel.
hingga waktu perban yang itu dibuka Vamela, adalah orang pertama yang dilihat oleh putra nya itu.
"mommy"ucap Vio, sambil tersenyum.
"Owh sayang mommy, syukur lah kamu sudah bisa melihat, ya tuhan terimakasih hiks hiks hiks, terimakasih"ucap Vamela, yang lagi-lagi bersujud di lantai.
__ADS_1
sementara suster mengucapkan selamat pada kedua nya.
meskipun Vio, masih harus di pantau hingga bekas operasi nya mengering dan benar-benar sembuh.
Vamela, pun membantu putra untuk berbaring di ranjang, dengan penuh kehati-hatian.
sementara itu Jordan hanya bisa pasrah , saat Jerry , benar-benar marah terhadap dirinya, karena orang yang Jerry, berbicara dengan nya.
Jordan yang sibuk dengan perusahaan dan kekasih nya.
Iya baru tahu bahwa Vamela, dan Vio kini berada di rumah sakit
Jordan langsung pergi menuju rumah sakit, sesampainya di sana pria itu langsung menghampiri resepsionis dan mengecek keberadaan pasien dengan nama itu .
Jordan tau ruangan itu dia langsung pergi setelah seorang suster menyebutkan nya.
sesampainya di sana Jordan, tidak langsung masuk dia berdiri di depan pintu masuk hingga baby sitter yang hendak masuk ke dalam ruangan tersebut setelah mencari makan siang untuk Vamela, akhirnya Jordan mau tidak mau dia masuk dengan rasa bersalah nya yang begitu besar.
"Mel maaf kan aku mel karena baru kali ini aku tau kalau kamu bersama dengan Vio, berada di sini, aku bukan nya tidak perduli tapi aku sibuk dengan pekerjaan ku"ucap Jordan.
"Tidak apa-apa ko,kami memang sangat merepotkan jadi wajar saja jika kakak, tidak mau peduli juga"ucap Vamela.
"Mel sumpah bukan itu dan aku tidak merasa direpotkan oleh kalian, waktu itu aku memang minta kamu untuk mengerti aku, tapi selain itu tidak ada yang perlu di khawatir kan aku benar-benar sibuk dengan pekerjaan ku sumpah Mel"ucap Jordan.
"Sudah lah kak, tidak perlu lagi di bahas kami masih baik-baik saja ko, sebaiknya kakak kembali saja, aku tau saat ini pun pasti kamu sedang sibuk, dan dua hari lagi Vio, sudah bisa pulang kami akan langsung kembali ke Indonesia"ucap Vamela.
"Mel, sumpah Mel aku sibuk dan aku tidak bohong, aku tidak pernah merasa terbebani oleh kalian please jangan salah paham"ucap Jordan sambil mengatupkan kedua tangannya memohon maaf.
Vamela, pun diam seribu bahasa dia tidak ingin berdebat lagi, lagi pula dia tidak punya hak menghakimi orang lain, hanya karena rasa sakit yang ia derita.
"Mel... maaf kan aku"ucap Jordan lembut.
"Tidak ada yang perlu dimaafkan,kak Jordan tidak bersalah yang salah adalah aku yang terlalu berharap pada manusia, aku ucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan selama tiga hari itu, mungkin aku tidak bisa membalas dengan apapun, semoga tuhan membalas kebaikan kak Jordan, sekarang kakak bisa pulang jangan sampai istri kakak salah paham"ucap Vamela.
Jordan terdiam dia tau dia salah dia bahkan lebih mementingkan calon istri nya, dari pada fokus dengan niatnya untuk membantu Vamela.
"Aku salah Mel, aku minta maaf"ucap Jordan.
"Sudah lah aku mau makan siang jika kak Jordan mau silahkan"ucap Vamela, yang kini terlihat sangat memprihatikan dia hendak makan siang dengan mie instan , entah dapat dari mana.
"Mel, stop jangan makan makanan itu tidak baik untuk kesehatan"ucap Jordan.
"Kenapa?...kak, aku harus bisa menyesuaikan diri ku,di keadaan seperti ini, mungkin dulu aku adalah seorang nona kaya, tapi saat ini tidak ada bedanya dengan orang yang tinggal di bawah kolong jembatan jadi harus mulai terbiasa"ucap Vamela, yang kini tengah memakan makanan tersebut.
sontak Jordan merebut itu dari Vamela, dan menarik tangan wanita itu.
"Suster titip Vio, saya dan Nyona mau makan siang dulu"ucap Jordan yang langsung menarik tangan Vamela, dengan genggaman tangan yang begitu erat hingga vamela tidak bisa melepaskan diri.
"Kak, lepas aku sudah kenyang, jadi tidak perlu lagi cari makan"ucap Vamela.
__ADS_1
"Vamela, aku tau kamu tengah marah pada ku, tapi tidak baik menahan lapar"ucap Jordan.
"Marah hahaha... kakak ini ada-ada saja aku tidak ada alasan untuk marah pada kakak, karena kita tidak punya hubungan apapun dan, kakak tidak pernah berbuat salah"ucap Vamela, berusaha menutupi rasa kecewa terhadap dirinya sendiri.