Jerat Cinta Sang Duda Tampan

Jerat Cinta Sang Duda Tampan
#Aku tidak ingin mendengar#


__ADS_3

Dengan tubuh keduanya yang basah kuyup, mereka berdua berjalan memasuki mobil Arjuna, yang kini tengah menutup pintu mobil, setelah membersihkan jas miliknya Arjuna langsung mengemudi kan mobil tersebut menuju apartemen milik nya, dia sempat berhenti di sebuah butik untuk membeli beberapa pakaian ganti untuk Juni setelah itu dia kembali melajukan mobilnya.


sesampainya di basement apartemen akhirnya Juni turun dengan langkah gontai karena sedari tadi dia tidak fokus dengan keadaan sekitar Arjuna langsung mengikuti langkah nya sambil membawa beberapa paper bag berisi pakaian untuk Juni.


hingga saat di dalam lift Juni masih setia dengan lamunannya, hingga saat dia masuk ke dalam unit apartemen dia baru sadar tempat itu bukan tempat nya.


"Juna ini dimana"ucap Juni.


"Ini apartemen pemberian Bunda ku"ucap Arjuna menunjukkan apartemen mewah nya.


"Hebat kamu ya, punya tempat mengadu ada aunty Jane juga ada bunda mu kalau aku hanya ada satu Mommy, yang dikendalikan oleh dia"ucap Juni yang menyebutkan Jerry sebagai dia.


Juni tidak lagi merasa bahwa Daddy nya bukan ayah nya yang dulu lagi Jerry sudah banyak berubah setelah Sajira datang dalam kehidupan nya, sementara itu entah bagaimana kabar wanita licik dan ibunya itu, saat ini.


"Sudah lah jangan terlalu banyak pikiran, lebih baik sekarang bersihkan diri mu dan setelah itu kita makan malam bersama"ucap Arjuna yang sudah mengantar Juni ke kamar tamu sementara dirinya di kamar utama milik nya, yang sudah terisi barang-barang baru yang bundanya belikan untuk nya.


mereka berdua pun mandi di kamar mandi yang terpisah setelah selesai mereka berdua pun keluar dari kamar masing-masing dalam keadaan fresh.


"Apartment nya sangat nyaman bagaimana jika aunty tau putra nya sudah memiliki rumah kedua"ucap Juni.


"Aku belum sempat memberitahu Mommy"ucap Arjuna.


"Apa? kau takut membuat aunty marah"ucap Juni.


"Tidak hanya aku takut Mommy sedih"ucap Arjuna.


"Ya semua selalu menjadi dilema tapi lebih cepat kamu memberi tahu aunty akan lebih baik"ucap Juni.


Juni duduk di sofa sambil menunggu pesanan datang karena Arjuna memesan makanan dari restaurant yang tak jauh dari apartemen nya.


setelah beberapa menit menunggu akhirnya bel pintu apartemen berbunyi Arjuna langsung berjalan menuju pintu, untuk mengambil paket makanan.


tidak lama Arjuna sudah datang sambil menenteng keresek berisi makanan.


"Sampai juga yang kita tunggu sayang"ucap Arjuna sambil tersenyum manis.


"Aku sudah sangat laper"ucap Juni sambil membalas senyuman Arjuna.


"Duduk lah sayang biar aku ambil kan piring dan yang lain nya"ucap Arjuna yang langsung berjalan menuju pantry.


tidak lama dia kembali setelah mengambil beberapa piring dan dua buah gelas berisi air putih juga sendok dan garpu yang ada di atas nampan kayu yang sedikit lebih lebar itu, yang ia gunakan untuk memba semua yang dia perlukan saat ini.


Juni langsung membantu Arjuna menuangkan makanan nya kedalam piring dan mangkuk karena di sana juga terdapat makanan berkuah.


"Sudah selesai mari makan"ucap Arjuna.


mereka pun makan bersama dengan sangat nikmat hingga tandas karena keduanya sama-sama laper dan porsi makanan tersebut hanya porsi kecil.


setelah selesai makan keduanya duduk berhadapan, ada tatapan mata yang tidak biasa terjadi pada kedua nya, Arjuna perlahan mendekat ke arah Juni, dan Juni hanya diam saja tapi saat Arjuna hendak mencium bibir Juni, tiba-tiba suara dering ponsel membuyarkan semuanya.


"Ponsel mu berbunyi"ucap Juni yang sedikit gelagapan karena grogi.


"Ya tunggu sebentar aku angkat telepon nya"ucap Arjuna.


📱(.....)


📱"Ya mom...ada disini"ucap Arjuna.


📱(.....)


📱"Baiklah kami akan segera kesana"ucap Arjuna.


"Siapa yang menelpon"ucap Juni.


"Mommy Vierra, dia akan berangkat sekarang ke Norwegia karena Viona sudah akan melahirkan"ucap Arjuna.


"Heummm Baiklah"ucap Juni.


rencananya Jerry akan berangkat satu Minggu lagi, tapi berhubung Vero menghubungi nya dan mengabarkan bahwa Viona sudah dibawa ke rumah sakit saat ini dia tidak bisa membiarkan putra nya sendirian menghadapi proses itu.


hingga akhirnya ia pun harus segera pergi dia ingin bertemu dengan putri nya Juni karena Vivian dan suami akan ikut ke sana ingin melihat keponakan nya yang pertama.

__ADS_1


begitu juga dengan Jessi yang akan tinggal bersama dengan kedua orang tua nya disana.


dan tidak lupa dengan keluarga Jordan yang akan melihat cucu kedua mereka, karena Vio sudah lebih dulu memberikan cucu pada Vamela.


Juni pun pergi bersama dengan Arjuna ,menuju bandara Arjuna juga akan ikut pergi bersama dengan Jane menuju Paris.


sementara Juni akan pulang sendiri ke apartemen nya setelah melakukan salam perpisahan dengan keluarga nya, sesampainya di bandara Juni langsung mencari keberadaan kedua orang tua nya di ruang tunggu bandara terlihat Jessi terus menempel pada Daddy nya, sementara Vierra langsung memeluk putri nya yang saat ini akan dia tinggalkan entah sampai kapan.


"Baik-baik di sini sayang jika ada waktu kunjungi Mommy"ucap Vierra.


"Iya Mommy, Juni akan baik-baik saja, Mommy tidak usah khawatir"ucap Juni.


"Tenang saja Jun, kakak akan segera pulang"ucap Vivian.


"Tidak masalah jika kalian menetap pun kita masih bisa video call juga"ucap Juni.


"kakak tidak mungkin disana sementara kakak mu Arkana harus bekerja disini"ucap Vivian.


Vivian langsung memeluk suaminya dia memang selalu bersikap manja pada Arkana, begitu juga suaminya yang selalu menyayangi nya sepanjang masa, Arkana selalu over protective.


hingga Jerry memeluk putri nya itu"Hati-hati disini sayang jaga dirimu baik-baik"ucap Jerry sambil mengusap lembut puncak kepala putri nya itu dan meninggalkan kecupan sayang di puncak kepala Juni yang hanya bisa mengangguk, sementara Jessi hanya cuek aja.


Juni pun pulang setelah memastikan bahwa mereka semua sudah berangkat dengan jet pribadi yang mereka gunakan.


Juni pun berjalan menuju parkiran mobil dia tidak sengaja melihat Ghealova bersama seorang pria dan wanita lain nya.


Juni langsung menghampiri nya.


"kak Ghea!"teriak Juni memanggil


Ghealova pun menoleh saat itu juga.


"Juni sedang apa? disini" ucap Ghealova.


"Mommy J&V 2 pergi ke Norwegia"ucap Juni.


"Terus kenapa? kamu tidak ikut"ucap Ghealova.


"Semoga keduanya selamat, kakak akan pulang dulu kamu jaga diri baik-baik"ucap Ghealova.


"Boleh aku ikut"ucap Juni yang merasa sangat kesepian.


"Boleh tapi tidak sekarang karena kakak sedang ada urusan lain, nanti setelah kamu libur kuliah kunjungi kakak"ucap Ghealova.


Juni pun mengangguk pelan.


setelah itu mereka pun kembali berpisah, Juni pergi ke Mension yang teramat sepi baginya, saat ini semua orang, tengah sudah tidak ada lagi di sana, ada Air mata yang mengalir deras di pipi nya, Juni berjalan gontai menuju kamar nya.


🌹💖💖💖🌹


Setelah hampir tiga puluh menit dia menangis sendiri kini dia berjalan menuju ranjang dan berbaring di ranjang nya, hingga pagi menjelang Juni enggan untuk membuka mata, gadis itu terus menyembunyikan wajahnya di balik selimut.


hingga suara ketukan pintu berbunyi nyaring, seorang pelayan memanggil nya"Nona ada tamu yang ingin bertemu dengan anda"ucap wanita paruh baya itu.


"Aku masih ngantuk suruh pergi saja!" teriak Juni tapi tiba-tiba seseorang menerobos masuk, dia marah karena Juni malah meminta dia di usir.


"Juni kamu kenapa? heuuh"ucap Gavin sambil menyibak selimut tebal tersebut seketika Juni menjerit dan meraih selimut itu kembali karena dia tidur hanya menggunakan pakaian dalam saja.


"Ahhhhhh kamu itu apa-apaan sih kak, keterlaluan banget, lagi pula untuk apa? kesini sepagi ini memang nya tidak ada kerjaan lain apa"ucap Juni.


wanita itu langsung menutupi tubuh nya dengan selimut, sementara Gavin masih mematung saat melihat tato Juni yang berada di perut bawah melingkar ke pinggang yang memperlihatkan betapa cantiknya lukisan tersebut, dan sangat menggoda.


"Kak, kamu ke sambet ya, ko malah bengong keluar dulu aku mau mandi dulu"ucap Juni.


"Aku tunggu di sini"jawab Gavin cepat sambil duduk di sofa.


"Terserah"ucap Juni yang langsung berjalan menuju kamar mandi dan tidak lupa mengunci pintu kamar mandi tersebut.


Juni berendam hingga hampir tiga puluh menit, dan yang menunggu sudah sangat kesal, hingga dia menggedor pintu kamar mandi, meminta Juni menyudahi mandi nya.


"Juni ayo buruan honey lama sekali di dalam"ucap Gavin.

__ADS_1


"Sebentar"jawab Juni.


hingga saat Juni keluar dengan menggunakan bathrobe dan lilitan handuk di kepala nya dia terlihat feminim dan Gavin terus menatap nya tanpa henti.


Juni pun masuk kedalam walk-in closed, tidak lama dia keluar dengan celana jeans panjang berwarna hitam dengan t-shirt kegedean berwarna putih seketika itu Gavin menarik nafas panjang lalu ia hembuskan karena melihat penampilan Juni yang kembali terlihat tomboi .


Juni bahkan hanya menggunakan pelembab wajah dan parfum, setelah itu dia duduk di hadapan Gavin dengan rambut yang terlihat setengah basah dan hanya di sisir menggunakan jari, dengan cueknya dia duduk di hadapan Gavin.


"Yang kamu tidak dandan"ucap Gavin.


"untuk apa? bukan hari spesial juga"ucap Juni yang melirik ke arah meja rias yang tampak kosong tidak ada satupun terlihat make up atau yang lainnya di atas meja rias tersebut.


"Yang kamu itu wanita seharusnya minimal kamu pakai bedak dan lainnya"ucap Gavin lagi.


"Aku tidak suka, kecuali jika ada acara besar dan Mommy meminta ku untuk berdandan"ucap Juni.


"Mulai besok biasakan perawatan wajah"ucap Gavin.


"Memang nya wajah ku menjijikkan ya, hingga ya hingga kakak meminta ku untuk perawatan"ucap nya.


"Kamu itu cantik sayang tapi bukan nya kecantikan itu harus dijaga"ucap Gavin.


"Aku bisa menjaga nya meskipun tidak dandan, lagi pula tidak ada waktu, untuk semua itu, sudah lah ada apa? kakak kemari tidak kapok di pergoki istri tercinta mu"ucap Juni.


"Atau aku minta saja dia kesini"ucap Juni.


"Silahkan panggil karena setelah dia datang dia akan melihat adegan 21+ antara aku dan kamu"tantang Gavin.


"Kak!"teriak Juni kesal gadis itu bangkit dari tempat duduknya dan berjalan meninggalkan Gavin di dalam kamar nya yang tersenyum puas karena sudah berhasil menggoda Juni.


"Juni sayang ayo pulang"ucap Gavin.


"Pulang kemana ini rumah ku"ucap Juni.


"kita sudah punya rumah sendiri"ucap Gavin.


"Kita?"tanya Juni tidak percaya.


"Keluarga mu tidak memberitahu mu, kemarin malam seharusnya adalah malam pernikahan kita, tapi karena kamu tidak ada, aku hanya melakukan ijab qobul dengan Daddy mu"ucap Gavin.


Juni terperanjat kaget, karena Gavin membeber kan sebuah fakta mengejutkan bagaimana tidak, keluarga nya tega melakukan itu pada nya, Juni berteriak histeris dia memaki semua nya termasuk Gavin, dia langsung meninggalkan Gavin sendirian dan hendak pergi tapi tangan Gavin dengan sigap menahan tangan Juni.


"Jangan macam-macam kamu harus tau bahwa aku sudah resmi menjadi suamimu, dan kamu tidak bisa mengelak lagi.


Gavin pun langsung mengambil sesuatu dari saku celana nya sebuah kotak kecil berisi cincin pernikahan, awalnya Gavin ingin menjebak Juni saat itu tapi Juni malah pergi saat mereka kepergok tengah berada di salon.


"Sayang ini cincin pernikahan kita, kamu bisa memasang kan ini di jari ku dan ini milik mu ayolah jangan menangisi yang sudah terjadi hari ini kita akan pergi berbulan madu"ucap Gavin.


"Kamu memutuskan semua ini secara diam-diam kak kamu sungguh sangat kejam"ucap Gavin.


"Sayang semua karena cinta"ucap Gavin yang mendekat ke arah Juni.


"Cinta?? cinta yang bagaimana yang bisa membuat mu seperti ini kamu menjadikan ku sebagai istri kedua mu ,ini katakan jika semua ini hanya kebohongan katakan kak, ayo katakan!... katakan jika kakak hanya berbohong atau aku akan bunuh diri"ucap Juni.


"Juni!... apa? aku terlihat begitu buruk hingga kamu, begitu tidak ingin bersama dengan ku" ucap Gavin.


"Kamu tidak tau kak, kamu tidak tahu satu hal yang selama ini aku sembunyikan, kamu tidak akan tahan bersama dengan ku, karena aku adalah musuh keluarga besar mu,aku yang memimpin "ucap Juni.


"Aku tau jauh sebelum itu, tapi kita sudah terlanjur berjodoh, tidak ada masalah untuk hal itu karena yang terpenting aku tau hati mu utuh untuk ku, dan aku pun begitu"ucap Gavin.


"Kenapa? kalian tega melakukan semua ini padaku kenapa? kenapa?" ucap Juni.


"sudah lah kita bisa merahasiakan semua ini dari mereka, jika kamu mau"ucap Gavin.


"Aku tidak tahu harus apa? tapi tolong berikan aku waktu untuk sendiri aku mohon tolong tinggalkan aku"ucap Juni


"Tapi yang, aku mohon pikirkan dengan kepala dingin, setelah itu temui aku di bawah"ucap Gavin.


pria itu terpaksa pergi meninggalkan Juni yang terlihat masih sangat syok hingga dia tidak bisa berpikir jernih bagaimana bisa orang tua nya mengorbankan diri nya saat ini.


"Aku benci kalian!!!... kalian tega korbankan diriku"teriak Juni yang kini menggenggam pisau belati tajam di tangan nya yang hendak di goresan ke lehernya tapi tiba-tiba sebuah tangan mengambil alih pisau tersebut.

__ADS_1


__ADS_2