Jerat Cinta Sang Duda Tampan

Jerat Cinta Sang Duda Tampan
#Keputusan#


__ADS_3

Jordan terus menatap wanita yang sangat ia cintai, yang kini tengah mengobrol dengan kedua sahabatnya yang juga adik dan kakak ipar nya itu.


"Aku ngantuk besok kita bicara lagi"ucap Vamela yang langsung berjalan menuju kamar kedua orang tua nya, dan Jordan melihat itu.


"Kak... apa kakak tidak malu bermesraan didepan istri kakak yang lainnya dimana hati nurani kakak"ucap Jane yang sudah tidak tahan dengan semua itu.


"Aku sudah berusaha bicara baik-baik dengan nya, tapi dia tidak juga mau mengerti, dia sendiri malah mengambil keputusan sendiri,ya sudah itu yang dia mau"ucap Jordan, yang tampak terlihat kesal.


"Besok aku akan pulang "ucap Jerry.


"Aku juga"ucap Sky.


"Dady juga, Daddy merasa malu berada di tengah orang egois seperti dirimu Jordan.


"Aku juga "ucap Jordan.


"Tidak ,kak Jordan sudah tidak boleh melakukan itu kakak harus menyelesaikan masalah"ucap Jeny.


semua orang memutuskan untuk menyuruh Jordan tetap tinggal karena dia harus menyelesaikan semua masalah dengan Vamela.


keesokan paginya setelah sarapan pagi bersama Edgar dan Juli meminta bicara secara pribadi pada Vamela.


pria itu ingin memberikan apa yang seharusnya ia berikan sejak kemarin.


setelah mereka selesai bicara semua orang pun pamit pulang begitu juga dengan Chaterine karena Edgar yang meminta nya kembali.


Vamela pun kembali ke dalam dia melihat pria yang sedari tadi menatap kepergian istri pertama nya itu.


"Kenapa?... tidak sekalian ikut pulang saja jika kamu merasa kesepian"ucap Vamela yang langsung pergi begitu saja.


"Vio, ayo ikut mommy, hari ini mommy mengantar mu ke sekolah sekalian mommy mau membuka butik mommy"ucap Vamela yang sudah membawa tas nya.


"Mel biar Vio,diantar oleh sopir ku, kita harus bicara"ucap Vamela.


"Aku sibuk"jawab Vamela singkat.


"Mel... maaf"ucap Jordan.


"Aku akan memaafkan mu, setelah kita resmi bercerai"ucap Vamela.


"Tidak sayang itu tidak benar , aku tidak akan pernah melepaskan mu"ucap Jordan tegas.


"Jangan egois, kak kamu sudah punya dia, dan aku tidak ingin terus menyaksikan kemesraan kalian,kak aku bukan robot, aku masih punya hati"ucap Vamela.


"Mel aku janji akan menjadikan mu wanita satu-satunya dalam hidup ku, tapi aku mohon bersabar sebentar lagi"ucap Vamela.


"Tidak kak sudah cukup, dari awal seharusnya aku tidak seharusnya percaya pada mu,aku memang bodoh dan sekarang aku ingin kita berpisah ingat tepati janji mu"ucap Vamela.


Jordan langsung menarik Vamela kedalam dekapannya meskipun kini Vamela tidak berontak dan hanya bisa menangis semua itu karena dia tidak ingin luka Jordan kembali berdarah seperti waktu itu.


"Aku mohon honey please maaf kan aku"ucap Jordan.


"Kakak, aku minta maaf jika hubungan kita harus selesai sampai di sini, kamu bukan tercipta untukku dan kamu hanya ditakdirkan untuk bertemu dengan ku, tapi tidak untuk memiliki ku"ucap Vamela lirih.


"Tidak honey aku mohon jangan lakukan itu,aku mencintaimu apa?...aku harus mati dulu baru kamu tau dengan cinta ini"ucap Jordan.


Vamela pun pergi meninggalkan Jordan yang terus memanggil nama nya.


Vamela menangis sesenggukan di dalam kamar tersebut.

__ADS_1


Jordan duduk termenung di sofa dia sadar dengan semua kesalahannya saat ini, tapi hatinya tidak rela untuk kehilangan Vamela.


"Mel... maaf "ucap Jordan.


pria itu melangkah pergi menuju lantai atas dia ingin bertemu dengan kedua putranya yang kini tengah berada di kamar nya mereka.


Jordan mencium keduanya setelah itu mengelus puncak kepala keduanya.


"Maaf kan Daddy sayang Daddy sangat sayang dengan kalian berdua tapi tuhan tidak memberi Restu untuk Daddy dan mommy bersatu, tapi Daddy janji tidak akan pernah membiarkan kalian kekurangan, Daddy akan selalu berusaha untuk menjadi ayah yang baik untuk kalian berdua"ucap Jordan lirih dengan derai air mata nya, membuat kedua orang susternya ikut menitikkan air mata.


"Tolong jaga mereka berdua dengan baik, saya yang akan membayar gaji kalian semua dan jaga ibu, jika ada apa-apa laporkan ke saya , dan catat nomor saya "ucap Jordan yang memberikan nomor ponsel nya.


Jordan pun masuk ke dalam kamar Vamela dia membereskan barang-barang nya dengan tangan satunya kedalam koper setelah itu dia langsung menggunakan jaket nya dan pergi membawa koper nya.


sesampainya di bawah dia melihat Vamela yang berderai air mata.


"Kak kamu tidak usah khawatir dengan mereka berdua aku masih sanggup membiayai hidup nya, meskipun aku harus kerja serabutan banting tulang seperti dulu, semoga kamu hidup bahagia seterusnya selamanya dengan dia"ucap Vamela yang langsung berlari meninggalkan Jordan menuju lantai atas wanita itu langsung masuk kedalam kamar nya yang Jordan tempati selama di sana, wanita itu terduduk di lantai bersandar di pintu dan menangis sejadi-jadinya.


"Oh tuhan kenapa rasanya sesakit ini apa? salah ku apa? aku tidak berhak untuk bahagia, aku mencintai dia tapi aku tidak ingin merebut milik orang"ucap Vamela lirih.


Air mata nya terus mengalir deras hingga dia pun tak sadarkan diri.


Sementara itu Jordan sudah berangkat meninggalkan anak dan istri nya, dengan hati yang luka .


Jordan bahkan menangis dalam diam, sementara sopir terus melajukan mobilnya


di kediaman Jerry, saat ini Vierra tengah duduk di atas ranjang bersandar di dada bidang suaminya tepat pas jam makan siang mereka tiba di Mension, semua orang kini sudah beristirahat setelah perjalanan jauh yang sangat melelahkan, sementara Jordan langsung meminta sopir untuk mengantar nya ke bandara dia tidak ingin berlama-lama tinggal di Jakarta, cukup untuk nya rasa sakit yang ia dapatkan dari mencintai ibu kedua anak nya itu saat ini.


Jordan ingin pergi sejauh mungkin karena Vamela, sudah tidak ingin melihat nya lagi.


sementara itu Chaterine yang mendapat telpon dari Jordan dia langsung pergi ke bandara mereka akan langsung pulang ke Paris.


Vamela sendiri kini sudah sadar setelah hampir seharian penuh pingsan di kamar nya.


pergolakan batin yang cukup menguras tenaga, membuat wanita tiga anak itu, saat ini tengah merenung di dalam kamar mandi sambil berendam dia ingin merilekskan otot tubuh yang terasa kaku.


setelah tiga puluh menit berendam akhirnya Vamela pun bangkit dan langsung membersihkan sisa sabun kini dia sudah kembali fresh, rileks.


🌹💖💖💖🌹


Lima tahun berlalu semenjak hari itu Vamela tidak pernah lagi bertemu dengan Jordan meskipun kedua putranya selalu dibawa oleh Jeny, untuk bertemu dengan Daddy nya, setidaknya setiap bulan mereka akan bertemu di Jakarta.


sementara Vamela, hanya membiarkan itu terjadi, karena biar bagaimanapun mereka punya hak untuk tau siapa Daddy mereka saat ini.


kedua putranya tumbuh kembang dengan sangat baik, dan di usia nya yang sudah menginjak lima tahun, mereka lebih tinggi dan besar dari anak seusianya.


mereka pun sudah memasuki sekolah pendidikan usia dini.


mereka adalah murid yang sangat cerdas tidak jarang mereka berdua dikagumi oleh banyak orang tua siswa.


sesekali Edgar akan mewakili putra nya, jika ada acara yang mengharuskan mereka untuk membawa kedua orang tua hadir di sekolah karena saat ini, Juli dan Edgar memutuskan untuk menetap di Indonesia, tepat nya di Jakarta .


setiap hari Vamela akan mengantar jemput ketiga putra nya, Vio, sudah masuk kelas satu SMP, saat ini tubuhnya juga jangkung meskipun sudah suspek seperti pria dewasa kebanyakan .


Vio, sangat rajin berolah raga, dia bilang dia harus memiliki tubuh yang sehat dan kuat, agar bisa melindungi mommy dan kedua adik nya.


setiap hari Vio selalu pulang lebih awal untuk bisa bermain dengan kedua adik nya itu.


Jayden adalah anak yang sangat asik jika diajak bermain sementara Hayden sedikit pendiam dia lebih suka belajar tentang apapun yang dia temui di rumah atau pun di luar, anak ini sedikit jenius , tidak jarang membuat guru yang mengajar dia dikelas kebingungan karena yang dia tanyakan adalah hal diluar pelajaran, dan untuk pelajaran itu sendiri sudah ia kerjakan dengan cepat dan sangat rapi.

__ADS_1


Seperti saat ini, Vamela bertanya pada Jayden waktu ketemu dengan Daddy nya dia senang atau tidak.


"Jay... kemarin kamu bertemu dengan Daddy?"ucap Vamela .


Jayden hanya diam, tapi kemudian Hayden langsung menjawab pertanyaan Vamela yang ditujukan untuk kakak nya itu.


"Kami bertemu dengan Daddy, tapi Daddy sedang fokus dengan adik bayi yang ada di perut mommy Chaterine"ucap Hayden, sontak membuat Vamela terdiam, ada rasa sakit yang teramat yang ia rasakan saat ini.


"Kamu kenapa?... bilang mommy, Daddy bilang jangan bilang-bilang kalau mommy Chaterine punya adik bayi, karena Daddy bilang sayang mommy Mel"ucap Jayden.


"Kata-kata Jayden, membuat Vamela, semakin tersakiti bagaimana tidak anak sebesar itu diminta merahasiakan sesuatu, Vamela pun pamit sama mereka berdua.


"Jay dan Hay ,main dulu sama kakak Vio ya mommy ada pekerjaan di atas"ucap Vamela.


"Mommy pergi saja biar Vio, jaga mereka berdua.


"Tidak usah dijagain kak, Hay kan sudah dewasa"ucap bocah berusia lima tahun yang kini sudah merasa dewasa itu.


"Tidak bisa, kalian berdua pasti bekerja sama untuk pergi keluar gerbang dan memalak tukang eskrim"ujar Vio, yang tau dengan tingkah adiknya itu.


"Flashback on"


suatu hari Vamela dan Vio tengah berada di ruangan mereka masing-masing, dan kedua bocah kembar itu, sedang tertidur saat Vio tinggal, tapi tiba-tiba ada ibu-ibu yang mengetuk pintu lebih keras, dan membuat Vio dan Vamela berlari membuka pintu.


"Ada apa ? Bu"ucap Vamela.


"Maaf mengganggu tapi itu kedua putra anda sudah menghabiskan sepuluh Kotak eskrim, dan tidak mau membayar sudah gitu, tukang eskrim nya tidak diperbolehkan untuk pergi, mereka mengancam akan memblokir jalan masuk kompleks jika Daddy nya tau , mereka tidak diberikan eskrim"ucap ibu tersebut.


Vamela, langsung geleng-geleng kepala, setelah itu dia berlari kedalam mengambil dompet, sementara Vio, pergi menemui adiknya yang sedang membuat tukang eskrim ketakutan karena disana adalah tempat ia mencari Rizki, seperti yang mereka tau ayah mereka adalah orang yang super kaya, jadi tukang jualan itu takut.


Jay dan Hay mengakui Vincent sebagai Daddy nya, yang selalu mereka banggakan selain Jordan.


sesampainya di sana Vio langsung menjewer kuping kedua nya dan dibawa pulang.


"Kalian sudah bikin malu mommy, jadi kalian harus dihukum"ujar Vio.


"Tapi kami benarkan Daddy Vincent akan memblokir jalan buat mereka yang pelit pada kita"ucap Jayden.


"Kamu pikir Daddy, akan melakukan itu jika tau putra nya sudah merugikan orang lain, dan membuat mommy malu"ucap Vio mengancam.


"Ampun kak,aku janji tidak akan mengulangi nya, lagi aku dan Hay, hanya bercanda"ucap Jayden.


mereka sibuk meminta ampunan pada sang kakak yang kini menghukum nya untuk berdiri dengan tegak di depan pintu hingga Vio memberikan maaf untuk mereka meskipun tidak lama tapi mereka sungguh tidak menyukai saat-saat itu.


sementara Vio yang sudah membayar eskrim tersebut beserta uang kompensasi atas kerugian waktu , meskipun Abang tukang eskrim keliling itu sempat menolak karena segan dengan kebaikan Vamela, akhirnya terpaksa menerima itu, kart Vamela memaksa.


akhirnya mereka tidak melakukan itu lagi setelah hari itu, tapi setiap hari ada saja yang dibuat oleh keduanya hingga para tetangga kadang merasa terganggu jika kedua bocah itu sedang bermain di kompleks perumahan tersebut.


karena tidak jarang mereka membuat anak sekitar kompleks menangis karena sikap dingin kedua nya, dan bahkan tidak jarang mereka bersikap seperti orang dewasa memberikan hukuman pada anak-anak komplek tersebut.


Vamela bahkan sempat berpikir, bahwa keduanya, bukan keturunan pria biasa mereka seperti titisan mafia.


"Flashback off"


"Jangan banyak tingkah atau kakak kirim kalian kerumah Daddy Jordan di Paris, dan jauh dari mommy, juga Daddy Vincent"ucap Vio.


"Ampun kak, tidak lagi kami janji iyakan Hay"ujar Jayden yang langsung mendapat anggukan kepala dari Jay.


📱"Apa? maksud mu, meminta mereka untuk merahasiakan kehamilan nya Chaterine dari ku, kamu pikir aku monster yang akan mencelakai istri tercinta mu itu,atau kamu pikir aku akan cemburu iya begitu, jangan khawatir tentang itu, aku bahkan sudah tidak perduli lagi dengan kalian berdua, jika aku mau aku bisa dapat yang lebih dari mu, tapi aku bukan wanita yang haus dengan semua itu, dengar ya tuan Jordan yang terhormat, mulai sekarang atau selama nya, tidak usah lagi temui putra ku, mereka akan hidup dengan baik dan bahagia meskipun tanpa uang yang kau berikan selama ini, aku menyesal sudah memberikan mu akses untuk bertemu mereka, sekarang jangan salahkan aku, aku akan menutup nya"ucap Vamela.

__ADS_1


sementara itu Jordan di sebrang sana tidak diberikan kesempatan untuk bicara, Jordan ingin memberikan klarifikasi soal itu semua tapi Vamela tidak ingin mendengar dia sudah terlanjur sakit hati .


__ADS_2