Jerat Cinta Sang Duda Tampan

Jerat Cinta Sang Duda Tampan
#Ego#


__ADS_3

"Edgar, apa??...yang kamu lakukan heuuhh"ucap Juli yang kini menghampiri pria yang tengah berdiri menatap ke arah nya dengan darah yang menetes ke lantai dari tangan nya.


"Apa?..... pergi saja aku tidak ingin bicara saat ini"ucap Edgar.


"Tapi sayang tangan mu terluka"ucap Juli dibuat selembut mungkin, dia tau Edgar, tidak bisa di ajak bicara baik-baik di saat seperti ini Juli akan mencoba bersabar untuk menghadapi nya.


"Apa?.. perduli mu, pergi dari sini"ucap Edgar.


"Baiklah sayang aku akan pergi tapi please biarkan aku membersihkan luka mu terlebih dahulu, kamu bisa mengusir ku nanti setelah selesai bahkan aku akan pergi jauh jika kamu mau"ucapan Juli, sontak menyulut emosi Edgar.


"Apa?..kau bilang akan pergi jauh...ya aku lupa itu memang keinginan mu sejak dulu,kau membenciku hingga saat ini, tapi kenapa?..


kau mempertahankan anak ku selama ini jika kau membenciku"ujar Edgar sedikit berteriak.


"Karena aku punya hati Ed, aku bahkan rela menderita disaat aku terbuang karena putra ku Jerry, hadir di sini, aku lebih baik kehilangan semua nya, dari pada aku kehilangan anak ku, meski saat itu aku tidak pernah tau siapa Daddy nya,tapi dia tumbuh di rahim ku, dia juga darah daging ku, itulah kenapa, aku mempertahankan nya, karena aku punya hati"ucap Juli.


"Jika kamu benar-benar punya hati lalu kenapa, kamu tidak pernah bisa menerima ku di sisi mu, selama ini, bahkan kau pergi tanpa pamit saat itu"ucap Edgar.


"Karena kamu memiliki dia, yang jauh lebih baik dari ku, aku tidak tega jika harus merusak kebahagiaan sesama wanita, tolong mengertilah Ed, aku sudah berusaha untuk tidak kembali, meski aku kembali memiliki buah hati dari mu saat itu, tapi kamu selalu memaksa, itulah kenapa?... aku mengulur waktu pernikahan kita, aku hanya ingin membuktikan jika aku tidak merenggut kebahagiaan orang lain"ucap Juli yang kini mencoba meraih tangan Edgar, dengan lembut.


"Itu bukan alasan Juli,kau tahu sendiri aku dan dia sudah lama berpisah, karena dia selingkuh"ucap Edgar.


"Dari mana aku tau itu, jika kamu sendiri tidak pernah berterus terang tentang semua nya itu, dan satu lagi aku masih melihat cinta untuk nya di sini"ucap Juli sambil menunjuk mata Edgar.


"I itu hanya pikiran mu saja Juli, jangan pernah mencari-cari alasan, untuk menghindari pernikahan, kamu itu egois, hanya mementingkan perasaan mu sendiri, tidak pernah berpikir untuk kebaikan ketiga anak kita"ucap Edgar sedikit tergagap tapi dia mencoba berbicara senormal mungkin.


"Kau tidak bisa membohongi ku, Ed... kamu masih ingin mengelak dengan kembali menuduh ku"ujar Juli.


Juli berjalan mengambil kotak p3k yang ada di laci nakas tersebut.


Juli, masih menatap Edgar, sambil kembali mendekat ke arah tangan yang hendak ia obati.


namun Edgar, langsung menjauhkan tangan nya dari Juli .


"Ed aku mohon ijinkan aku untuk mengobati nya, setelah itu terserah jika aku benar-benar sudah tidak di harapkan lagi di sini aku akan"ucapan Juli, langsung di hentikan oleh Juli bibir nya di bungkam oleh Edgar, dengan ciuman kasar karena rasa sesak di dada nya saat mendengar kata-kata keramat, yang di ucapkan oleh Juli.


kata pergi, yang Juli ucap kan adalah kata yang paling di benci oleh Edgar, karena Juli sudah pergi dari nya selama dua tahun.


Juli hanya bisa pasrah saat ini demi meredam ego pria yang teramat keras kepala menurut nya, padahal jelas-jelas Juli tahu bahwa Edgar masih mencintainya, mencintai mantan istri nya.


Juli ingin membuktikan bahwa dirinya benar dengan mengulur waktu sebenarnya dia ingin sekali bertemu dengan Angela, dan berbicara dari hati ke hati.


Juli ingin Angela sendiri yang memberikan ijin untuk mereka menikah biar bagaimanapun mereka berpisah berawal dari keinginan mereka untuk memiliki keturunan .


akibatnya Edgar secara diam-diam menjalani prosedur tanam benih di rahim seorang wanita bayaran , tapi saat itu terjadi kesalahan yang mengakibatkan Juli mengandung Jerry .


perdebatan itu berakhir di ranjang, mungkin itu yang sudah menjadi kebiasaan bagi mereka berdua, terutama Edgar, dia tidak ingin banyak berdebat yang dia lakukan adalah cara efektif untuk menghadapi Juli.


sementara dulu Angela, lebih banyak diam dari pada berdebat hebat dengan nya, dan itu sering membuat Edgar uring-uringan.

__ADS_1


Edgar sudah mulai tenang, setelah menyalurkan hasrat nya, saat ini Juli pun perlahan mendudukkan dirinya dan bersandar di kepala ranjang sambil meraih kotak p3k di atas nakas tersebut.


Juli kemudian meraih tangan Edgar, dan membawa nya kepangkuan nya, saat itu juga, Edgar hanya diam menatap lekat wajah cantik itu.


"Sayang besok kita menikah"ujar Edgar lagi.


"Aku ..."ucapan nya menggantung.


"Aku apa??... masih belum siap,ia gitu"ucap Edgar.


"Ed, sayang boleh aku tau mantan istri mu dimana??..."ucap Juli.


"Untuk apa??.."ucap Edgar, sambil melotot tajam.


"Edgar, sayang bisa bicara baik-baik, aku cape jika harus terus begini"ucap Juli.


"Jika bisa bicara baik-baik kenapa?... saat itu kau pergi aku tidak akan pernah memberikan kesempatan untuk mu, pergi kemana pun sebelum kita menikah"ucap Edgar tegas.


Juli tidak bisa membantah lagi, dan akhirnya ke esokan pagi nya semua orang sudah sibuk mempersiapkan pernikahan mereka Edgar dan Juli menikah di saksikan oleh Ardi dan Elena, mereka begitu kaget saat mengetahui kenyataan bahwa Edgar, sudah bercerai lama dengan Angela, yang selama ini mereka kira pernikahan nya baik-baik saja, Edgardo hadir terlambat dengan keluarga lainnya setelah keesokan harinya mereka begitu bahagia menyambut istri dan ketiga anak Edgar, akhirnya Edgar memiliki penerus nya.


Edgar, Elena dan Edgardo, berfoto bersama Ardi, Ardan, Alisa dan Anisa dengan orang tua mereka yaitu Edward dan Soraya, setelah itu anak-anak mereka ,lalu pemotretan keluarga besar, hanya Kenzo yang tidak ikut karena sedang berada di Eropa, untuk perjalanan bisnis.


mereka begitu bahagia saat ini, sementara Juli sedari tadi tidak hentinya menangis teringat janji Daddy nya yang pernah bilang akan mendampingi nya ketika dia menikah, tapi itu hanya angan-angan saja, tidak satupun keluarga Juli yang hadir, meski Edgar secara langsung mengundang mereka satu Minggu sebelum nya.


Edgar, yang melihat istri nya terus berlinang air mata, dia mendekap erat istri itu diciumnya puncak kepala sang istri kini Juli sudah menjadi mualaf, mengikuti keyakinan Edgar,sang suami.


setelah seluruh keluarga bubar kembali ke negara nya masing-masing, hanya Anisa yang tinggal, karena Kenzo berjanji akan menjemput nya setelah selesai urusan pekerjaan nya.


Anisa, selalu memberikan wejangan kepada Juli, dalam menjalankan tugas nya sebagai istri yang mendampingi s suami yang memiliki kesibukan tinggi , Juli harus kuat dengan cobaan yang menerpa kehidupan rumah tangga nya nanti,biar bagaimanapun menjadi pengusaha besar tidak luput dari golongan selain plakor, juga masih banyak godaan lain nya tapi Anisa menyarankan untuk tetap mendampingi suami nya apa pun yang terjadi nanti.


🌹💖💖💖🌹


satu bulan pernikahan mereka masih belum berubah kebiasaan Edgar, yang selalu posesif terhadap Juli, hingga saat dia berada di rumah tidak ada yang boleh mengganggu Juli, selain dirinya, saat ini Juli tengah duduk santai bersama dengan Edgar, tepat nya atas permintaan Edgar, mereka duduk sambil mengawasi ketiga anaknya yang kini tengah bermain di ruangan khusus yang berdinding kaca tebal menjulang tinggi.


sehingga Edgar dan Juli, bisa melihat mereka yang kini di dampingi oleh pengasuh nya.


sementara Edgar, sedari tadi sedang bergerilya di tubuh Juli bagian paforit nya saat ini yaitu bibir dan tengkuk leher Juli.


Juli hanya membiarkan itu semua karena percuma saja bila dia protes Edgar tidak akan bisa di bantah.


"Honey, kenapa??.... kamu tidak pernah berbelanja, seperti wanita lain nya"ucap Edgar,disela kegiatan nya.


"Mau belanja apa??...toh semua sudah tersedia, lagian untuk apa menghambur-hamburkan uang untuk yang tidak penting, lebih baik digunakan untuk yang bermanfaat"ucap Juli.


"Sayang uang suamimu ini, sudah menumpuk sayang jika tidak digunakan"ucap Edgar, sambil mengelus pipi.


"Kalau sudah menumpuk sebaiknya kamu berhenti bekerja, saja bantu aku mengurus mereka honey"ucap Juli.


"Tapi masih terlalu banyak yang harus aku urus"ucap Edgar.

__ADS_1


"Apa lagi, kamu punya asisten sebanyak itu apa gunanya, lagian tinggal pantau dari rumah beres bukan, aku tidak ingin mereka kekurangan kasih sayang dan perhatian dari Daddy nya, dan kau akan menyesal nanti"ujar Juli.


"Aku sangat mencintaimu dan juga mereka aku juga bekerja keras untuk kalian, jadi aku ingin semua harta yang kini aku miliki, bisa membahagiakan kalian semua dan menjadi bekal untuk mereka nanti"ucap Edgar.


"Tapi sayang mereka juga butuh perhatian mu"ucap Juli lagi.


"Baiklah sayang akan aku usahakan agar aku punya waktu untuk mereka, nanti bagaimana?.. jika kita berlibur ke Bali"ucap Edgar.


"Aku belum ingin kemanapun Daddy, rasanya akhir-akhir ini tubuh ku,lemas dan kurang bertenaga"ucap Juli.


"Owh,ya ampun sayang , apa kamu sakit"ucap Edgar yang kini menatap meminta jawaban.


"Seperti nya aku hamil lagi Daddy"ucap Juli.


"Serius sayang owh aku sangat bahagia jika itu benar terjadi, setidaknya tuhan memberikan ku kesempatan untuk aku menebus dosa, karena setiap kali kamu mengandung aku tidak pernah ada di samping mu"ucap Edgar, antusias.


"sayang jangan gembira dulu itu baru perkiraan ku, bisa saja kan hasil nya lain"ucap Juli .


sambil mengelus puncak kepala istrinya Edgar pun berkata "sayang tidak masalah biar Jeny memiliki adik lagi Jojo juga pasti suka"ucap Edgar antusias.


"Aku yang tidak siap untuk itu honey, karena mengandung dan melahirkan itu tidak semudah yang dibayangkan, banyak hal yang harus di pertimbangkan sayang"ucap Juli.


"Baik lah honey jika kamu kembali mengandung buah hati kita, aku janji aku akan mengurangi kegiatan ku"ucap Edgar.


"Janji"ucap Juli.


"Janji sayang, muachh"kecupan itu ia kembali berikan di bibir istri nya yang sudah menjadi candu untuk nya.


Edgar merasa sangat bahagia, setelah mengetahui bahwa Juli kini kembali mengandung anak mereka namun bedanya kali ini tunggal Juli pun menikmati masa ngidam nya yang dirasakan begitu berat mulai dari morning sicknes, lalu ngidam berbagai macam hal yang menurut nya unik dan itu membuat ayah si bayi kewalahan tapi meskipun begitu Edgar, tidak pernah mengeluh dia juga menikmati itu sebagai penebusan dosa nya saat tak bisa mendampingi Juli di waktu kehamilan ketiga anaknya.


Jerry, sangat antusias saat ini karena dia akan memiliki adik kecil lagi, Jerry, adalah anak yang penyayang Edgar dan Juli sangat bersyukur untuk itu.


hingga kehamilan Juli berusia enam bulan, Edgar, kembali disibukkan dengan pekerjaan nya yang, sedikit terbengkalai saat ini dia bahkan tidak sempat pulang ke rumah saking sibuknya di kantor.


Juli sering memberikan pesan singkat, seperti permintaan Edgar, dikala ia tengah sibuk, atau melakukan video call, di jam tertentu, setiap malam Juli, selalu menanti kedatangan Edgar, yang kadang tidak bisa ditentukan kepulangan nya, seperti saat ini dia sampai ketiduran di sofa, depan ruang keluarga, karena Edgar, akan melewati tepat itu jika dia pulang.


Edgar, tiba di rumah, setelah jam tiga pagi, dan itu artinya Juli tidur selama lima jam di atas sofa.


karena Juli menunggu dari pukul sebelas malam, Edgar, sungguh sedih melihat bakti istrinya terhadap nya, dia rela menunggu kepulangan nya, dengan jadwal yang bahkan tidak bisa di tentukan, bagaimana jika ia tidak pernah kembali,ada rasa sakit di hati Edgar membayangkan saat tersulit yang dulu Juli lewati.


Edgar langsung membawa Juli menggendong nya ala bridal style memindahkan istrinya yang sudah semakin berisi karena kandungan nya sudah semakin membesar, tapi Edgar, tidak mengeluh menurut nya rasa lelahnya tidak sebanding dengan pengorbanan Juli, selama ini.


Edgar , membaringkan tubuh istri nya itu dengan sangat hati-hati, saat ini lalu menyelimuti nya dan mencium kening nya, setelah itu dia langsung masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan diri dengan air hangat.


tidak lama Edgar pun, keluar dari kamar mandi dia langsung masuk ke dalam walk in closed, dan tiba-tiba Juli me ngerjapkan mata nya dia melihat sekeliling ruangan, saat ini dia sudah bisa menebak bahwa Edgar, sudah kembali.


"Daddy, apa kamu disini"ujar Juli, sambil mencari kesana kemari.


"Aku di sini Honey, tidur lah ini masih jam empat pagi"ucap Edgar.

__ADS_1


"Aku merindukan mu Daddy"ucap Juli, sambil memeluk Edgar dari belakang yang baru selesai memakai piyama tidur nya.


"Aku tau honey, Maaf kan aku, akhir-akhir ini terlalu banyak pekerjaan yang membutuhkan penanganan khusus dari ku"ucap Edgar sambil berbalik dan menghadap lalu mengecup bibir istri nya itu.


__ADS_2