
Jerry membawa Jane duduk di atas mobil mereka sambil memandangi sekeliling area kastil tersebut.
sampai pada saat Jane ingin membuka pembicaraan nya saat itu Jerry juga ikut bicara.
"Kak"
"Jane"
ucap kedua nya berbarengan.
"Kakak aku duluan"
"Kakak yang duluan "ucap Jerry tidak mau kalah.
"Aku "
"Kakak Jane"ucap Jerry.
"Tapi janji jangan bicara sembarangan"ucap Jerry.
"Aku hanya ingin mengatakan bahwa aku akan menetap di Jakarta"ucap Jane.
"memang nya kamu tau Jakarta itu seperti apa??..."ucap Jerry.
"Tau dari google "ucap Jane sambil me nyengir kuda.
"Jane sayang kalau kita bukan saudara kandung, apa??... Jane mau menikah dengan kakak"tanya Jerry.
sontak Jane, membulat kan mata nya tak percaya dengan apa yang kakak nya katakan.
"Maksud kakak apa??..."tanya balik Jane.
"kakak bilang kalau"ucap Jerry.
"Aku tidak tau yang pasti aku lebih ingin kau menjadi kakak ku, karena hubungan kita akan abadi tidak akan terpisahkan"jawab Jane.
"Kamu bohong "ujar Jerry.
"Aku tidak pernah bohong kak, hanya saja"ucapan Jane ,menggantung .
"Hanya saja, apa??..."tanya Jerry lagi.
"Aku tidak bohong kakak"ucap Jane.
"Buktinya kamu ingin menjauh dari ku" ucap Jerry sedikit meninggi kan suaranya.
"Kak... kita akan memilih jalan hidup kita masing-masing tidak akan selamanya kakak ada di sisiku dan tidak selamanya pula kakak menyendiri karena kamu butuh pewaris tahta tidak seperti ku aku tidak dibutuhkan disini"ucap Jane.
"Aku bilang jangan bicara sembarangan siapa yang bilang kamu tidak dibutuhkan, justru kamu adalah orang yang paling kakak butuh kan selama ini kamu adalah adikku yang paling baik dan paling ku sayang di antara kalian bertiga kau adalah penyemangat hidup ku, setelah kedua orang tua kita, karena mereka berdua lebih memilih orang lain ketimbang keluarga nya sendiri, kamu adalah obat dari rasa lelah ku"ucap Jerry sambil mendekap erat Jane.
"Kak tetap saja itu hanya sementara sampai dia resmi menjadi istri kakak"ucap Jane.
Jerry menatap wajah adiknya itu yang kini terlihat tengah berusaha menyembunyikan sesuatunya.
"Jane tolong jujur sama kakak, kamu sayang nggak sama kakak"ucap Jerry.
"Aku tentu saja s sayang sama kakak, aku juga sayang Jordan dan Jeny, kalian semua begitu berharga bagi ku selain mommy dan Daddy"ucap Jane, yang sengaja mengelak.
"Yang kakak tanya itu kakak Jane bukan yang lain"ucap Jerry tapi Jane hanya bisa diam tak menjawab dia bahkan mencoba mengalihkan perhatian Jerry.
"Kak...ada bintang jatuh "ucap nya yang langsung menunjuk ke arah langit padahal tidak ada apa-apa di sana.
Jerry langsung menggenggam tangan Jane saat itu juga Jane menoleh kearah genggaman tangan tersebut.
"kak... pulang sudah terlalu larut aku lembur di butik"ucap Jane.
"Tidak kita pulang kamu hanya boleh bekerja siang hari lebih dari itu kakak akan tutup butik itu"ucap Jerry tegas.
__ADS_1
"Ya... baiklah"ucap Jane.
Jerry langsung menuntun adiknya itu masuk kedalam mobil, dia tidak lagi bertanya kepada Jane, dari tatapan nya, selama ini ia sudah tau adiknya memiliki rasa sayang yang berlebih hingga dia tidak rela kalau dirinya pergi dari sisinya.
Jerry pun berniat untuk menunda keinginan nya untuk segera menikah dengan kekasihnya yang selalu ia sembunyikan selama ini.
sampai Jane dewasa dan bisa berpikir lebih baik lagi, dari saat ini.
dia tidak ingin adiknya merasa terbuang saat dia menikah nanti.
Jane hanya diam membisu sambil menatap kearah jendela, dia tidak bicara sepatah kata pun hingga akhirnya ia tertidur pulas di dalam mobil Jerry menghentikan laju kendaraan nya sesaat lalu mengatur posisi jok mobil yang kini ditempati oleh Jane agar Jane nyaman untuk rebahan.
dia menatap lekat wajah cantik itu, Edgar memang keturunan bule dan Juli pun bule Amerika asal kota new York, tapi wajah Jane lebih mirip mendiang Soraya grand mother nya.
kecantikan alami perpaduan wajah Indonesia dan Amerika,Jane lebih cantik dari Jeny yang kecantikan nya asli bule dia lebih mirip Juli Jeny cantik seperti umum nya kecantikan wanita bule, tapi Jane lebih cantik lagi karena mewarisi wajah nenek nya yang juga sangat cantik alami putri dari kota kembang itu mampu membuat kedua pria tampan yang sangat sukses dan kaya raya, mencintai nya sampai mati, bahkan mereka tetap setia pada wanita itu hingga akhir hayat nya.
Edward, meninggal dengan seratus suami Soraya begitu juga Aditya lelaki pertama yang membuat Soraya jatuh cinta.
"Andai grand mother masih ada dia akan kembar dengan mu"ucap Jerry.
sesampainya di basement apartemen, Jerry langsung mengangkat tubuh Jane membawa nya masuk ke dalam lift hingga sampai di hunian milik nya.
Jane masih tetap setia tertidur pulas di gendongan Jerry hingga saat ini, hingga sampai di kamar Jerry, barulah Jane membuka mata saat, mendengar pintu tertutup sedikit lebih keras karena Jerry menutup pintu menggunakan kaki.
"Kak... kenapa??... tidak bangunkan aku, aku kan berat"ucap Jane.
"Kamu masih seperti Jane nya Kakak, yang dulu yang selalu ingin tahu dan masih sangat kecil dan sangat cantik"ucap Jerry sambil tersenyum manis.
"Aku ngantuk kak, aku kembali ke kamar"ucap Jane berpamitan.
"memang nya sudah berani tidur sendiri"ucap Jerry.
"Kenapa??... enggak disana juga aku akan tidur sendiri"ucap Jane.
"Sayang kakak tidak suka kamu bicara seperti itu lagi"ucap Jerry.
"Aku pergi ke kamar dulu"ucap Jane yang langsung berjalan tanpa menghiraukan Jerry yang kini mengacak rambut nya karena kesal.
hingga selesai membersihkan diri Jane langsung menggunakan piayma tidur nya dan merebahkan diri nya di atas ranjang nya ini sudah pukul tiga pagi, dan beberapa jam lagi matahari akan bersinar cerah.
Jerry pun memejamkan mata nya saat itu juga keduanya terlelap dalam mimpi indah nya,kali ini Jane masih bermimpi dengan mimpi yang sama tapi dia berusaha menguatkan hati untuk melawan rasa takut nya sendiri.
sementara itu di Mension, Jeny kini sudah tertidur pulas di kamar nya, begitu juga dengan Jordan keduanya baru terbebas dari hukuman yang Jerry berikan mereka akan memulai menjalani hukum.
menjadi seorang office boy,itu tidak lah mudah,maka dari itu Jerry, ingin mendisiplinkan mereka berdua mulai besok, bahwa selama ini di mereka benar-benar kurang bersyukur.
🌹💖💖💖🌹
sementara itu di Indonesia pasangan suami istri itu tengah menghabiskan makan malam romantis sebelum mereka kembali ke Paris.
"Honey... kamu harus banyak makan sayuran sehat ini, karena butuh banyak energi yang kita butuhkan untuk kita berbulan madu nanti"ucap pria yang kini tengah tersenyum pada wanita cantik teman hidupnya selama ini.
"Mas.... kita sudah tua, harus nya lebih banyak bersantai karena sudah ada yang muda yang menggantikan kita"ucap Juli.
"Siapa bilang sayang kita itu masih kuat untuk memberikan Jane,adik"ucap Edgar pria tampan itu tertawa terbahak-bahak seakan hilang beban kehidupan yang ia tanggung selama ini.
"Aku bahagia di hari tua ini kita bisa habis kan berdua"ucap nya sambil tersenyum manis.
"Aku juga Daddy"jawab Juli mereka saling menggenggam tangan dan sesekali mendarat kecupan manis di punggung tangan tersebut.
Juli dan Edgar, sudah menyiapkan tempat tinggal untuk Jane, putri bungsu nya,di Jakarta bahkan dia juga sudah mencari kan kampus yang bagus untuk putri nya itu.
Juli ingin yang terbaik untuk putri nya itu, setelah sekian lama membiarkan nya terbebani oleh sikap Jeny dan Jordan yang selama ini selalu menyalakan nya , atas kepergian Juli dulu.
"Putri kecil ku kali ini mommy tidak akan lagi membiarkan kamu tersakiti dan kamu bisa bebas memilih apapun yang kamu mau"gumam Juli.
keesokan harinya di Paris Jane tengah sibuk berkutat dengan pensil dan buku sketsa rancangan gaun pengantin dan jas untuk orang yang kemaren ia temui di hotel.
__ADS_1
Jerry yang sudah selesai dengan pekerjaan Jerry ingin mengajak Jane jalan-jalan tapi saat ini Jane terlihat sangat sibuk.
Jerry pun mengurungkan niatnya dan pergi menuju ruang makan karena merasa perutnya minta di isi saat dia hendak makan handpone nya berbunyi sebuah panggilan masuk
📱"Ya honey...ada apa??... heumm "ucap nya lembut.
📱"Aku ke tempat kamu ya"ujar wanita di sebrang telpon.
📱"Tidak sayang jangan sekarang, adikku masih ada disini"ujar Jerry tanpa iya sadari bahwa Jane sudah berada di belakang nya.
📱"Aku ingin lihat rancangan gaun yang adik mu buat "ucap nya lagi.
📱"Tidak sayang aku mohon mengertilah aku tidak ingin adikku"
"Datang lah, rancangan nya sudah selesai ko, tinggal di rapihkan sedikit"ucap Jane, sontak membuat Jerry terperanjat kaget.
"Sayang, kamu"ucap Jerry terhenti.
"Kenapa??..... aku benar bukan, tiga hari lagi aku wisuda dan mommy sedang dalam perjalanan bersama Daddy, aku juga harus segera menyelesaikan tugas ku disini, aku ingin melihat kakak, dan calon istri kakak tunangan dulu sebelum aku pergi"ucap Jane yang langsung duduk di kursi samping dan mengambil mengambil piring miliknya lalu mengisi nya dengan penuh dengan berbagai macam menu yang ada di atas meja.
kebetulan kalau weekend, pelayan Mension, selalu datang untuk menyiapkan kebutuhan mereka berdua dengan cueknya Jane memakan semua itu .
"Sayang berhenti kamu nanti sakit perut makan kaya orang kesurupan gitu"ucap Jerry sambil menghentakkan tangan Jane, yang kini hendak menyuap kan makanan tersebut ke dalam mulutnya.
"Aku sangat lapar jadi tolong biarkan aku makan dengan tenang"ucap Jane sedikit ketus.
"Sayang!!"ucap Jerry sambil melempar handphone nya Jerry marah mendapat ucapan dengan nada ketus.
Jane bangkit berdiri dari kursinya dan langsung bergegas pergi.
"Jane kakak tidak akan menikah jika kamu tidak setuju"ucap Jerry.
tapi Jane tidak menggubris perkataan Jerry dia pergi masuk ke dalam kamar nya dan menutup pintu rapat-rapat setelah itu dia langsung mengambil mantel dan tas selempang nya kebetulan di luar sedang musim salju.
Jerry yang melihat adiknya pergi dia langsung menyusul tapi Jane sudah pergi jauh , Jerry mengacak rambut nya frustasi, dia menitikkan air mata.
dia bingung harus bagaimana di satu sisi dia mencintai kekasihnya sisi lain juga terlalu sayang dengan adiknya itu, dia tidak ingin Jane merasa kehilangan.
sementara Jane saat ini sudah tiba di butiknya dia langsung menuju keruangan nya, saat itu juga dia melihat gaun yang menjuntai indah dengan jas yang akan Jerry kenakan nanti .
"Selamat tinggal kak, semoga kalian berbahagia untuk selamanya"ucap Jane lirih dia langsung mengambil aksesoris terakhir yang di pasangkan di boneka cantik itu .
setelah itu dia juga meminta seseorang untuk mengantar pesanan gaun yang di pesan oleh Alex,ke hotel tersebut, pengerjaan cukup cepat karena Jane tidak ingin menunda untuk secepatnya bisa pergi ke Indonesia.
tepat pukul tujuh malam Juli dan Edgar tiba di Mension utama, disana sudah ada Jerry dan kedua adik nya.
sementara Jane masih belum kembali Edgar terus bertanya dimana putri kecilnya itu,ya bagi mereka bertiga Jane adalah putri kecil yang sangat mereka sayangi.
Edgar juga melepas rindu pada ketiga anak nya yang berada di Mension, sambil makan malam bersama.
sementara Jane tengah duduk termenung di rumah lama nya dia bahkan tidak bernafsu untuk makan malam.
Jane pun membereskan barang-barang apa saja yang akan ia bawa nanti, saat kepergian nya ke Indonesia.
setelah selesai Jane langsung keluar dari rumah dia menuju ke rumah Morin, beruntung Morin, tengah berada di rumah nya bersama dengan putra nya Hansel dan istrinya yang tengah mengandung pria yang hampir seumuran dengan Daddy nya itu baru menikah dua tahun yang lalu.
"Malam semua apa kabar??..."ucap Jane.
"Owh gadis kecil ku kau datang .... kemana saja kau selamanya ini, bahkan kau tak pernah mengingat aku lagi"ucap Morin yang kini duduk di kursi roda, maklum wanita itu sudah sangat tua tapi beruntung tuhan tidak mematikan daya ingat nya mungkin karena karena dia adalah orang baik.
"Aku merindukan kalian semua, tiga hari lagi aku akan pergi ke Indonesia, dan satu hari lagi aku wisuda, aku ingin Morin datang bersama uncle"ucap Jane.
"Tentu saja aku akan datang untuk mu bukan kah sedari kau masuk TK aku selalu jadi yang pertama menghadiri kelulusan mu"ucap Morin sambil tersenyum.
"Iya Morin,kau adalah ibu kedua ku"ucap Jane sambil memeluk wanita tua renta itu.
setelah pukul sepuluh malam Jane memutuskan untuk kembali ke rumah nya Jane langsung masuk kedalam kamar nya, tanpa mengisi perut nya terlebih dahulu, padahal dia hanya makan siang itu pun hanya beberapa suap .
__ADS_1
Juli tau putri nya sedang butuh waktu saat ini hingga dia tidak kembali ke Mension utama untuk menyambut nya.
ke esokan pagi nya Juli bersama dengan Edgar sudah bersiap untuk pergi mencari Jane.