
Saat Vio tengah berbahagia, Vivian juga tengah dibuat geleng-geleng kepala oleh tingkah laku Andra, yang datang menggunakan kostum badut Tedy bear berwarna putih dengan karangan bunga di tangan nya, saat ini hingga akhirnya ia berlari kesana-kemari mengikuti Vivian, yang sedang mengurus kiriman barang yang datang tepat di belakang restaurant melalui pintu khusus, dan Vivian mengawasi para pegawai yang mengecek kondisi barang dan juga jumlah dengan data yang tertulis.
hingga badut besar itu menghampiri nya dan mencium pipi Vivian, sontak Vivian menoleh dan badut itu kembali mencium pipi nya yang sebelah lagi, akhirnya Vivian berdiri menatap badut tadi dan langsung bergegas membuka kepala Tedy bear tersebut dan tampak lah pria tampan yang terlihat sangat kepanasan sambil menyodorkan buket bunga yang begitu besar berisi sebulan ratusan sembilan puluh sembilan mawar utuh berwarna merah marun.
"Andra"ucap Vivian yang tiba-tiba mencium bibir Vivian, dihadapan semua orang.
"Sayang aku sangat mencintaimu dan sangat merindukan mu calon istri ku"ucap Andra yang langsung melepaskan kostum tersebut dibantu oleh dua orang asisten Andra.
setelah selesai dia langsung berhambur memeluk Vivian, dan pegawainya sontak bertepuk tangan.
"Andra, jangan begini malu dilihat banyak orang"ucap Vivian.
"Biarkan saja, toh yang rindu kamu cuma aku seorang dan aku juga cinta kamu sendirian"ucap Andra yang langsung mendapat ekspresi tepok jidat, dari Vivian.
"Oke, kangen Ok, tapi tidak begini dan tidak disini juga nanti orang lain salah faham mengira aku Tante cabul"ucap Vivian, yang masih tetap merasa minder, meskipun postur tubuh mereka sangat cocok, Vivian yang memiliki tinggi badan 165 cm dan tubuh ramping berpasangan dengan Andra, yang memiliki tinggi 172 cm, kedua begitu serasi meskipun wajah Andra, lebih terlihat empat tahun lebih muda dari usia nya.
Kecocokan diantara keduanya terlihat dari sudut manapun, hanya saja Vivian, butuh sifat Andra yang lebih dewasa dari nya, tapi Vivian yakin semua akan sesuai takdir dari sang pencipta.
Vivian pun mengajak Andra, masuk ke dalam ruangan nya yang super nyaman, saat dia tengah bekerja atau malas untuk pulang dia akan menginap di ruangan yang disulap sebagai ruangan kerja dan juga ruang tidur tersebut.
Andra berjalan masuk dia langsung memeluk wanita yang baru saja menyimpan buket bunga besar itu.
"Andra, tadi kamu sudah peluk berapa kali"ucap Vivian, sekedar mengingatkan.
"Sayang aku kangen"ucap Andra, sambil mengecup puncak kepala nya.
"Arkana Narendra Georgio, aku tau kamu kangen, tapi kamu bisa lihat-lihat posisi kita sedang dimana"ucap Vivian yang langsung memencet remote control untuk gorden ruangan pribadi nya, bukan berarti Vivian, mendukung perbuatan Arkana, tapi wanita itu tidak ingin hubungan mereka, yang baru dimulai itu, menjadi konsumsi publik, dan dijadikan gunjingan oleh orang iri.
hingga Vivian duduk di sofa di samping Arkana, dia sempat mengambil minuman dari bawah meja, yang terbuat dari kaca dan ternyata itu adalah lemari pendingin sekaligus menjada yang di desain khusus oleh Vivian.
"Wah kamu itu pintar sulap ya sayang,di meja ini terdapat banyak minuman yang tidak tembus pandang sama sekali, dari sini"ucap nya sambil mengecup pipi Vivian.
"Arkana boleh? aku bicara serius"ucap Vivian yang langsung membuat Arkana tiba-tiba bersikap formal.
"Ya apa? ada yang bisa dibantu"ucap Arkana serius.
Vivian, seketika dibuat terpana dengan sikap Arkana saat ini.
"Aku suka sikap mu yang sekarang"ucap Vivian.
"Heummm, maaf jika selama ini aku terlihat berlebihan tapi, aku hanya ingin kamu merasa terhibur dengan kehadiran ku, karena selama ini aku sering melihat gadis yang sangat ku cintai sering diam-diam menangis, dan terakhir di bandara, aku tidak ingin itu terus berulang, aku ingin mulai saat ini hanya akan ada senyuman, mungkin aku tidak pernah tau apa? masalah nya, tapi aku ingin, setelah kita bersama kamu akan berbahagia"ucap nya lembut.
"Terimakasih Arkana, tapi ada satu hal tidak mungkin aku cerita sama kamu, terutama masalah keluarga ku, tapi aku akan memberitahu sedikit padamu, Arkana, aku sempat membenci pria karena Daddy ku sudah menghianati mommy, ku satu-satunya yang terbaik di dunia ini, jadi aku pernah bersumpah untuk hidup menyendiri selamanya jika tidak pernah bisa menemukan pria, yang benar-benar tepat dalam hidup ku" ucap Vivian jujur.
"Vivian aku mungkin tak bisa sesempurna seperti yang kamu harapkan, tapi aku akan berusaha untuk tetap bisa membuat mu bahagia"ucap Arkana.
"Terimakasih, tapi aku takut jika nanti aku di ejek oleh orang-orang mengatai ku Tante gatel"ucap Vivian.
"Aku akan menutup mulut mereka hingga tidak bisa lagi bicara"ucap nya begitu tenang.
"Terimakasih banyak Arkana, aku akan mencoba untuk melanjutkan hubungan ini"ucap Vivian.
"Bukan mencoba sayang , tapi harus menjalani nya"ucap pria tampan itu.
dia langsung mengeluarkan, sebuah kotak kecil berwarna merah marun tersebut lalu membuka kotak tersebut dan terlihat sebuah cincin yang sangat cantik, bertahta berlian berwarna kuning yang sangat berkilauan.
__ADS_1
"Aku dengan ini, aku resmi mengikat mu, dengan cincin ini, sebagai calon istri ku"ucap pria itu.
"Terimakasih, tapi sebelum kamu mendapatkan restu mommy, kamu akan tetap menganggap ini belum resmi"ucap Vivian.
"Baiklah, saat habis dari sini kita akan temui mama mertuaku dan meminta izin kepada nya"ucap Andra serius.
Vivian tersenyum bahagia ternyata, pria yang selama ini mengejar nya, adalah pria yang benar-benar dewasa dari yang paling dewasa.. dan benar-benar dewasa.
Vivian yakin, dengan hatinya, hingga mampu menerima perlakuan Andra.
"Vi ,sayang aku boleh gak numpang istirahat sebentar saja, sedari kemarin aku benar-benar belum sempat istirahat dengan benar"ucap Andra.
"Pergilah itu ruangan istirahat ku, aku masih harus mengurus semua yang tadi sempat terhenti"ucap Vivian.
"Biarkan asisten ku yang melakukan semua nya, kamu berikan saja semua daftar yang sudah kamu catat biar dia yang mengecek nya"ucap Andra lembut.
"Tapi aku tidak enak dengan mereka Ar..."ucap Vivian.
"Tidak apa-apa, percayalah mereka bisa"ucap Arkana.
"Baiklah, aku juga sudah sangat lelah dan mungkin tidak akan pulang malam ini"ucap Vivian.
"Tidak boleh princess kamu harus segera pulang karena kamu adalah wanita, tidak baik menginap di tempat kerja"ucap Arkana dengan lembut.
"Aku sudah sering menginap di sini Ar, aku bingung jika pulang di waktu yang sudah larut sementara keluarga ku, saat ini sudah pada terlelap, kasihan mommy, yang mungkin baru bisa memejamkan mata, tapi dia selalu terbangun hanya untuk menyambut ku pulang"ucap Vivian.
"Apalagi jika kamu tidak pulang sayang mungkin saja mommy tidak tidur sama sekali"ucap nya, yang memang ada betul nya, dan semua itu tidak terpikirkan oleh Vivian.
🌹💖💖💖🌹
hingga pukul tiga dini hari, mungkin satu setengah jam, mereka sama-sama tertidur dan akhirnya membuka mata hampir berbarengan dan keduanya kini terlihat sedikit lebih bertenaga lagi.
sudah pukul tiga, aku siap-siap dulu mau pulang , kamu bisa pulang duluan"ucap Vivian.
"Tidak usah bersiap-siap lagi pula, kita juga bakalan balik lagi ke sini siang'hari, sekarang Cuci wajah saja yang bersih biar segar"ucap Arkana sambil terkekeh.
Arkana langsung berdiri menuju wastafel dan langsung membasuh wajah, begitu juga dengan Vivian, yang juga hanya membasuh wajah setelah itu dia mengikat asal rambutnya yang di Cepol di atas dan sebagian anak rambutnya melambai-lambai terlihat menggoda karena menambah kesan kecantikan Vivian, yang sangat alami.
Arkana langsung mendekat dan mengecup bibir Vivian, setelah itu dia tersenyum lalu merangkul pinggang Vivian lalu meraih tasnya Vivian, dan langsung bergegas pergi menuju parkiran mobil mereka, Vivian tidak diperbolehkan membawa mobil sendiri,selain sopir Arkana seperti saat ini pria itu benar-benar mengantar Vivian, hingga sampai di rumah nya, tapi untuk bertamu dia sudah tau tidak mungkin, jadi pria itu langsung pulang, setelah berpamitan pada Vivian.
Vivian masuk dengan langkah gontai hingga dia masuk kedalam lift, menuju kamar nya, dan setelah itu langsung berbaring di ranjang empuk nya tanpa berganti pakaian.
hingga keesokan harinya nya, kali ini Vivian, tidak datang ke restaurant seperti biasanya, tapi wanita itu tengah terbaring, dan menangis, karena dia merasakan sakit yang teramat dari seluruh tubuhnya, dan dokter yang sudah memeriksa kondisi nya, mengatakan bahwa Vivian harus, segera melakukan pemeriksaan, sesegera mungkin karena seperti dugaan dokter bahwa ada penyakit yang hanya bisa dipastikan dengan alat laboratorium dan pemeriksaan menyeluruh untuk tubuh Vivian.
Vierra, yang mendengar itu dia begitu panik dan langsung meminta bantuan Vio, meminta Jordan datang, untuk membantu dia membawa Vivian ke rumah sakit, tapi saat sedang, menelpon tiba-tiba ponsel Vivian bunyi, Juni langsung mengambil alih ponsel kakanya yang kini tengah menangis kesakitan.
📱"Halo"Juni
📱"Kak Vivian mana "ucap nya.
📱"Dia lagi sakit sekarang juga mau dibawa ke rumah sakit " ucap Juni yang mengarahkan layar pada Vivian yang tengah berguling-guling kesakitan saat ini , Arkana langsung mematikan sambungan telepon nya pria itu langsung meraih jas dan ponsel nya, dia tidak ingin terlambat datang ke Mension kekasih nya itu.
sepanjang perjalanan Arkana, terus mengumpat karena terjebak macet, hingga berkali-kali ponselnya berdering pun dia tidak tau.
hingga dering terakhir Arkana langsung menerima panggilan tersebut.
__ADS_1
"Halo kak, kak Vivian sudah di bawa ke rumah sakit, jadi kakak nyusul saja"ucap Juni.
"Baiklah"ucap Arkana.
Arkana, langsung putar arah menuju rumah sakit, internasional yang ada di ibukota.
sesampainya di sana tidak ada satu orangpun yang diperbolehkan, masuk selama proses pemeriksaan berlangsung dokter masih menanganinya.
sampai dua jam berlalu setelah mengambil darah dan pemeriksaan menyeluruh akhirnya dokter pun keluar.
"Nyonya Vierra, putri anda sudah sedikit membaik, tinggal nunggu hasil nya keluar mungkin hasil pemeriksaan laboratorium masih agak lama tapi keseluruhan Ogan tubuh masih sehat, tinggal pemeriksaan laboratorium yang masih belum bisa di pastikan, tapi berdoalah semoga semua nya baik-baik saja"ucap Dokter, sambil membungkuk lalu pergi.
rumah sakit ini milik Jerry, tapi karena Jerry harus kembali ke Paris, saat itu, akhirnya dia mempercayakan semua pada asisten pribadi yang mengurus semua nya, karena keempat anak Jerry, tidak ada yang mau mengurus perusahaan miliknya, karena mereka marah pada Daddy nya itu yang telah mengkhianati cinta mommy nya.
Andra, sudah tiba di rumah sakit tersebut, dia langsung menyalami Vierra, dan dua gadis muda adik dari calon istri nya.
"Hay Tante, bagaimana dengan Vivi"ucap Andra.
"Mommy mertua kak, Andra"ucap Juni mencairkan suasana.
" Heummm ya, mommy mertua"ucap Andra sambil tersenyum kikuk.
"Juni"ucap Vierra lirih.
akhirnya Juni hanya nyengir kuda.
"Vivi, masih didalam"ucap Vierra.
"Owh boleh aku melihatnya?"tanya Andra.
"Belum boleh dijenguk, Vivi masih harus beristirahat"ucap Vierra yang masih duduk di kursi tunggu, dia sengaja menunggu karena sebentar lagi gadis itu akan dipindahkan ke ruang rawat VVIP.
sementara Jessi, sibuk menghubungi Jerry tanpa izin terlebih pada Vierra, dan dia juga menghubungi Vero, yang juga sama-sama baru berangkat tiga hari satu Minggu yang lalu.
hingga Vivian, di bawa menuju ruang rawat VVIP, Vierra dan keempat anak muda itu mengikuti nya dari belakang, Vio, yang baru sampai bersama dengan Ghealova, karena Vamela tinggal di kampung halaman nya sedari dulu, jadi dia belum sempat ke sana mungkin besok baru tiba.
sementara Jane, yang dekat saja baru datang pas malam hari bersama dengan Arjuna, Karena, dia juga memiliki kesibukan yang padat di perusahaan nya.
Vierra duduk di sebelah Vivian setelah mencium puncak kepala putri nya itu dengan Sayang, dia berharap tidak ada penyakit yang serius, pada Vivian karena Vivian anak nya dengan Jerry yang sama-sama pernah terkena kanker darah akhirnya, wanita itu pun kembali ketakutan akan hal itu, karena melihat rasa sakit yang putri nya derita.
akhirnya, Vivian pun membuka mata, di dalam ruangan tersebut ada beberapa orang keluarga, yang kini tengah menunggu nya.
terlihat Arda, yang sama-sama terlihat khawatir, dia langsung mendekat dan memeluk Vivian dari samping, karena kemudian mengecup puncak kepala nya.
"Cepat sembuh sayang jangan buat aku khawatir"ucap Arkana.
"Heummm"ucap Vivian yang mengangguk pelan.
"Aku yang akan menjaga mu disini, kamu mau makan apa sayang aku akan belikan"ucap Andra.
Vivian hanya menggelengkan kepalanya.
setelah itu semua orang menunggu giliran, hingga sebagian pamit pulang dan Vierra pergi ke ruangan dokter, karena dokter menunggu nya untuk memberitahu tentang hasil pemeriksaan.
sementara di ruangan hanya ada tiga orang termasuk Andra.
__ADS_1
keluarga yang lainnya pada pulang, sambil menunggu hasil pemeriksaan, jika sesuatu yang serius pada Vivian, maka mereka akan bersiap membawa Vivian ke luar negeri untuk berobat seperti Jerry dan Vierra dulu.