
Derap langkah wanita cantik yang kini masih terlihat pucat itu terdengar nyaring, hari ini Ghealova memutuskan untuk pulang paksa dari rumah sakit, dia ingin pulang ke pulau pribadi nya, tempat itu adalah salah satu tempat untuk mengasingkan diri.
sementara Adam masih berada di perjamuan makan siang bersama rekan bisnis nya di sebuah ballroom hotel, setelah menghadiri acara seminar.
para pengusaha sukses semua ikut bergabung termasuk para pengusaha menengah dan yang baru memulai karir nya saat ini.
sementara itu Ghealova sudah bersiap dengan dua koper besar, dia bahkan sudah meminta asisten nya untuk menjemput sebelum dia keluar dari rumah sakit tersebut, dan sebuah helikopter sudah mendarat di atap gedung perusahaan milik Ghealova.
sampai saat wanita cantik itu pergi dengan helikopter tersebut, tiba-tiba Adam langsung mengakhiri acara makan siang nya itu dan pamit pergi untuk menyusul sang istri.
Adam tidak habis pikir bagaimana bisa dengan keadaan seperti itu, istri nya itu malah mengasingkan diri.
Adam langsung bergegas menuju helikopter yang juga sudah bersiap untuk membawa nya pergi menyusul wanita itu.
hingga tiba di pulau Ghealova sudah di sambut oleh pelayan saat dia turun dari helikopter tersebut, karena para pelayan tau wanita itu saat ini tengah kurang sehat.
sesampainya di dalam kamar nya, kedua asisten wanita itu membantunya untuk berbaring karena sang majikan langsung meminta nya setelah itu dia meminta mereka membawa kan , minum hangat dan mengambil obat di laci nakas, tidak lama setelah itu Ghealova langsung meminum obat tersebut dia langsung memejamkan mata nya,dia bahkan berpesan bahwa tidak boleh ada yang membangunkan nya.
hingga satu jam berlalu Adam datang dengan asisten pribadi nya, dia juga disambut oleh para pelayan,di ambang pintu tapi dia langsung memberitahu tuannya agar tidak membangunkan Ghealova hingga, wanita itu bangun dengan sendirinya, Ghealova tidak bisa, di ganggu.
Adam pun mulai aktifitas nya seperti biasa, dia mandi dan berganti pakaian dengan pakaian santai di kamar tamu agar tidak menggangu waktu istirahat Ghealova.
Adam pun kini tengah duduk di sofa enggan untuk beranjak.
sementara itu di kediaman Gavin, saat ini bumil sedang marah , karena mereka tidak jadi makan seblakk seperti yang waktu itu dia makan ditemani oleh Ghealova dan saat ini dia ingin itu tapi setelah tiba di tempat itu Gavin tiba-tiba mengajak dia pergi dengan alasan tidak sehat makan-makanan seperti itu, apalagi itu di pinggir jalan dan banyak polusi udara.
Gavin memang laki-laki yang didik keras sedari kecil, tapi untuk urusan makanan dia tidak pernah asal makan pria itu selalu memilih yang sempurna, seperti saat ini alhasil, Juni merajuk hingga saat berada di rumah.
"Ayolah Honey, jika perlu aku bisa buat tapi please jangan minta yang di sana dan bahan nya aku pilih kualitas terbaik bagaimana"ucap Gavin membujuk istrinya yang bahkan sudah menitikkan air mata, Juni tidak akan seperti ini jika tidak terlalu menyakitkan, dan akhirnya Gavin mengerti apa? arti dari ngidam yang sesungguhnya.
"Sayang bagaimana kalau kamu ikut aku ke supermarket depan kita buat makanan itu kamu pilih bahan nya selain ayam kan sudah ada gimana kalau buat dari makaroni dan sayuran ok"ucap nya membujuk sang istri.
"Aku mau terima beres aku tidak mau lihat proses nya"ujar Juni.
"Baiklah my Queen, tunggu di sini"ucap Gavin yang langsung mengambil handphone, dia pun langsung masuk dapur sambil melihat bahan apa saja yang ada dan harus ia beli , setelah itu dia ternyata tidak perlu beli apapun karena di dalam kulkas semua sudah ada tinggal cabai rawit dan kencur dia langsung meminta pelayan memberi semua itu di supermarket di komplek perumahan elit itu ada mini market juga super market.
Gavin menunggu sambil memotong ayam sementara di atas kompor Air untuk merebus ayam sudah siap dan sudah mendidih tapi dia masih sibuk memotong ayam menjadi beberapa bagian.
setelah selesai dia langsung kembali mencuci nya hingga bersih, setelah itu dia langsung merebus ayam tersebut, hingga benar-benar lunak dan air kaldu nya keluar, Gavin pun merebus pasta dan dua jenis kerupuk yang kadang selalu menjadi pelengkap bubur dengan kualitas terbaik, setelah itu Gavin pun memotong sayuran seperti brokoli dan sawi juga beberapa lembar kangkung.
tidak sampai beberapa menit setelah itu Gavin pun memutuskan ayam dan juga kerupuk dia mengambil air kaldu ayam tersebut dan langsung meracik bumbu yang sudah datang dibawa oleh pelayan, dia menambahkan kencur bawah putih kemiri dan sedikit black pepper, agar tambah menggoda bau wangi nya tidak lupa juga daun jeruk segar.
setelah komplit dia pun langsung menghaluskan bubu tersebut dengan ulekan seperti ide dari pelayan tersebut.
Gavin langsung menumis bumbu tersebut, dengan sedikit margarin hingga bumbu benar-benar wangi dan Gavin langsung memasukkan kuah kaldu ayam tersebut dan sayuran disusul dengan kerupuk dan juga telur ayam yang sudah ia kocok lepas sebelum nya tidak sampai Beberapa detik semua sudah matang dan Gavin langsung menghidangkan makanan tersebut, paling teristimewa karena dia buat dengan cinta .
__ADS_1
setelah dihidangkan di atas mangkuk yang sangat cantik dan sangat menggugah selera Gavin pun langsung bergegas menuju ruang santai dimana sang istri berada.
sesampainya di sana Gavin menggeleng kan kepala nya, karena sang pujaan hati, sudah tertidur, tapi Gavin langsung menyimpan seblakk yang telah dia buat di atas meja depan sofa yang Juni gunakan untuk tidur.
"Honey, bangun sayang ini"
"uemm... seperti nya bau nya lezat aku sudah tidak sabar ingin mencoba seblakk buatan suami orang"ucap Juni yang membuat Gavin mendelik tajam karena ucapan Juni yang sudah membuat nya tersinggung.
laki-laki itu tidak jadi marah karena melihat senyuman sang istri, setelah itu dia pun langsung mengambil sendok dan memberikan nya pada sang istri .
"Silahkan my Queen coba, jika tidak enak aku akan minta koki untuk membuat nya"ucap Gavin.
"Heumm baiklah-baiklah kita coba buatan kak, Gavin dulu"ucap Juni.
"Tentu saja Sayang ku"ujar Gavin.
yang Juni coba terlebih dahulu adalah kuah nya yang sangat menggugah selera, dia cicipi kuah yang ada diujung sendok dan tiba-tiba Juni memejamkan mata nya.
"Kenapa? sayang apa itu tidak enak"ujar Gavin harap-harap cemas.
"Wah ini sih lebih dari enak!"teriak Juni yang langsung memeluk Gavin, yang kini tersenyum bahagia.
"Thank you honey, jika kamu suka"
🌹💖💖💖🌹
"Owh ya ampun kalian sudah benar-benar kenyang kan boy, Daddy jadi tenang"ucap Gavin.
pria itu jadi bicara sendiri seakan kedua calon putra nya itu sudah bisa bicara, Gavin mengelus perut buncit sang istri yang kini sudah berusia enam bulan tersebut.
Gavin pun membetulkan letak posisi Juni yang kini tidur menyamping, setelah dirasa nyaman pria itu meraih laptop nya untuk memeriksa pekerjaan nya, hingga dua jam kemudian sang istri terbangun, dia pun meletakkan laptop nya itu.
"Sayang sudah bangun, mau lanjut lagi bobo ya, atau pindah ke kamar ya"ucap Gavin.
"Aku laper, mau makan steak Wagyu"ucap Juni, dan itu tidak heran untuk Gavin karena dia sudah sering browsing internet, tentang wanita hamil, apalagi ini hamil anak kembar.
"Ok tunggu sebentar ya honey"ucap Gavin yang langsung berjalan menuju dapur, dia langsung mengambil stok Wagyu yang ada di freezer, dan setelah itu dia keluarkan beruntung tidak beku karena penyimpanan khusus itu tidak dirancang seperti freezer yang biasa berada di pasaran.
Gavin langsung memanggang steak Wagyu tersebut di atas grill pan.
hingga steak dan saos nya sudah jadi dia langsung menyajikan nya di piring khusus yang juga sudah di panaskan sedari tadi alhasil steak yang sudah dilumuri saus barbeque tersebut , ter hindang sempurna di atas meja.
"Terimakasih Daddy"ucap Juni refleks hingga membuat Gavin mematung sejenak, dan saat dia sadar dia langsung mengecup pipi Juni yang kini bersemu merah.
Juni pun menyuapi Gavin yang langsung menerima nya dengan senang hati.
__ADS_1
"Terimakasih sayang"ucap Gavin.
"Sama-sama, sudah dua hari kakak disini apa? istrinya tidak mencari"ucap Juni.
"Yang jangan mulai, itu tidak penting ok"ucap Gavin.
Juni pun kembali terdiam, dia hanya ingin bertanya karena tidak ingin menyakiti siapapun meskipun dia tidak pernah rela untuk berbagi suami, tapi istri pertama nya Gavin lebih berhak dari dirinya, dia hanya tidak ingin Gavin berbuat tidak adil jika memang ini sudah jalan takdir yang harus ditempuh nya dia akan menjalani nya, meskipun berat.
hingga Juni selesai memakan steak yang dia inginkan, kini Juni bangkit dan hendak pergi ke arah tangga, tapi Gavin menghentikan langkahnya .
"Naik lift sayang bahaya itu"ucap Gavin yang langsung merangkul pinggang istri nya dan sambil menggenggam tangan Juni.
hingga wanita itu menolak, ke samping sambil berpikir andaikan saja Gavin hanya milik dia sendiri pasti dia akan menjadi, wanita paling berbahagia.
"Aku hanya milikmu sayang ku, jadi tidak perlu dipikirkan"ujar Gavin, sambil mengecup bibir Juni.
seakan tau apa? yang tengah Juni pikirkan saat ini dia bahkan langsung mengangkat tubuh Juni, Gavin saat ini, memindahkan istrinya itu ke Amerika, agar Juni tidak perlu lagi berpikir yang macam-macam karena Gavin tidak ingin kehamilan Juni terganggu, sementara itu, anak pertama Gavin, sudah lahir di Amerika satu Minggu lalu, tapi keluarga nya tidak memberikan izin untuk membawa serta bayi tersebut, dia dibesarkan oleh orang tua istrinya atas perintah sang Mommy.
sementara Gavin, dia diminta fokus pada perkembangan janin kembar yang kini sudah besar sudah menjadi bayi yang tumbuh dengan sehat di rahim wanita yang sangat ia cintai itu.
sementara itu di pulau pribadi milik Ghealova, gadis itu baru bangun setelah sehari semalam tertidur tanpa membuka mata sedikit pun,kini dia sudah terlihat tidak pucat lagi, dia bangun dan membersihkan tubuh nya yang terasa sangat lengket karena tidak sadarkan diri, tanpa sepengetahuan semua nya, itu adalah obat khusus untuk mengistirahatkan tubuh dari stresss yang berlebihan tersebut.
sementara Adam sudah tidak ada di sana Ghealova pun hanya mendengar kabar dia datang, setelah itu dia pergi lagi.
akhirnya Ghealova pun turun untuk mengisi perut nya yang sudah terasa sangat keroncongan.
Ghealova bahkan terburu-buru berjalan menuju ruang makan, hingga dia tidak memperhatikan siapa yang datang saat itu dia hanya peduli dengan perutnya yang sudah sangat laper.
hingga suara seseorang yang dia kenal menyapa nya.
"Sayang apa kabar?, aku datang untuk mengurus proses perceraian mu, karena Daddy ku sedang sangat sibuk, tapi aku pastikan bahwa semua tidak akan pernah bisa bisa berkutik karena sudah menyakiti adikku"ucap Piero, putra sang asisten yang merupakan salah satu pengacara terkenal di negara Thailand.
"Duduk lah dan makanlah dulu, setelah itu kita bahas semuanya, karena aku sedang malas berpikir disaat sedang lapar"ucap Ghealova setelah cipika cipiki.
setelah itu dia langsung kembali fokus pada makanan nya, bahkan jika ada yang melempar dia dengan kata-kata makian pun tidak akan dia gubris.
hingga saat selesai makan keduanya duduk di balkon sambil menikmati senja.
saat mereka tengah mengobrol dengan serius tentang rencana perceraian tiba-tiba seseorang langsung bergabung dengan santai nya sambil membawa Ghealova kedalam dekapannya.
"Bagaimana? kabar mu saat ini sayang"ujar Adam yang membuat Ghealova mematung sejenak lalu kembali menetralkan perasaan nya dan tersenyum dipaksakan pada adalah.
"Piero dia adalah Adam, yang akan aku gugat"ucap Ghealova tanpa rasa bersalah.
"Apa-apaan ini Ghea, aku tidak akan menceraikan mu sampai maut memisahkan pun, aku tak akan pernah melakukan itu"tegas Adam pria itu langsung pergi membawa Ghealova ke dalam kamar nya.
__ADS_1
"Mas hubungan kita sudah tidak sehat untuk apa? dipertahankan"ujar Ghealova.
"Aku yang akan menentukan semua nya, kamu hanya perlu mengikuti apa yang aku katakan bukan nya itu adalah kewajiban seorang istri, patuh pada suamimu tapi kamu selalu selalu saja mengungkit yang tidak seharusnya kamu ungkit oke disini aku salah karena telah memaksa mu untuk menikah dengan ku, tapi apa? aku salah jika aku melakukan itu demi rasa cinta ku yang begitu dalam untuk mu Ghea, kamu bisa selidiki tentang pernikahan pertama ku dan kedua dengan nya, tidak pernah aku jatuh cinta pada mereka, karena seperti yang aku bilang mereka tidak tulus mencintai ku, tapi mereka mencintai uang ku dan jika aku menunaikan kewajiban ku dengan nya itu hanya sebagai nafkah batin yang harus aku penuhi dan tidak ada cinta didalam, berbeda saat aku bersama dengan mu, aku melakukan itu selain karena kewajiban tapi selain itu aku juga sangat mencintai mu, Ghealova aku sangat mencintaimu"