
Akhirnya Vamela pun pergi setelah acara itu berakhir tapi Jordan tidak sempat ikut.
Jordan masih berada di Mension bersama dengan kedua orang tua nya sedang membahas rencana Jordan, kedepannya bersama Chaterine.
sementara Vamela, tengah menyetir mobil nya, dia pergi bersama dengan Vio, sementara pengasuh Vio, tidak bersedia ikut, dan akhirnya Vamela, merekomendasikan untuk menjadi pengasuh di rumah costumer nya, agar dia mendapatkan gaji yang sama besarnya dengan gaji yang Vamela berikan.
setengah perjalanan mereka pun berhenti di restaurant, karena sudah waktunya makan siang, Vamela membangunkan Vio,agar dia juga ikut turun dan makan.
"Vio sayang bangun.... kita makan dulu"ucap Vamela.
"Mom... ngantuk"ucap Vio.
"Tapi kamu harus makan dulu sayang"ucap Vamela lagi.
Vamela pun langsung mengangkat tubuh putra nya, dia pun menutup pintu mobil dan mengunci mobil nya, lalu berjalan menuju kedalam restaurant, dengan putra nya yang kini masih terpejam.
Vamela, berjalan menuju meja yang ditujukan oleh pelayan, Vamela pun duduk di kursi masih memangku putra nya itu.
"Vio sayang mommy tidak bisa makan jika Vio masih Bobo diperlukan mommy"ucap Vamela.
"Bu biar saya yang membantu memangku putra ibu, kebetulan saya senggang"ucap seorang gadis cantik yang ternyata pelayan restaurant itu.
"Terimakasih, tapi putra saya tidak mudah dekat dengan orang asing, jadi bakalan sulit untuk meminta dia pindah"ucap Vamela.
"Owh baik'lah, jika begitu biar saya yang bantu ibu memilih menu"ucap wanita itu yang langsung membuka buku menu.
"Terimakasih"ucap Vamela.
sepuluh menit kemudian makanan yang di pesan pun datang Vamela, membetulkan posisi duduk putra nya.
"Sayang makan dulu ya sayang.... setelah ini kamu bisa bobo lagi"ucap Vamela.
"Mom... ngantuk"ucap Vio.
"Baiklah kamu bobo ya, mommy makan sendirian saja"ucap Vamela.
Vio pun memicingkan mata nya, dia melihat ibunya menyuapkan makanan tersebut sambil berekspresi seakan, begitu nikmatnya.
"Mom...mau tapi Vio, sambil bobo ya..."ucap Vio.
"Heummm....baik"ucap Vamela, langsung menyendok makanan nya dan menyodorkan sendok berisi makanan itu kedepan bibir Vio.
anak itu pun makan tetap setia dengan mata terpejam karena Vio, benar-benar ngantuk.
sementara Jordan, yang sudah bersitegang dengan Jerry, karena dia menolak menikah dengan Chaterine, Jordan tidak mau menikahi wanita itu, wanita yang bisa tidur dengan siapa saja.
sementara Jerry, meminta agar tetap menikahi nya.
"Aku tidak mencintai dia aku mencintai wanita lain"ucap Jordan.
"Vamela, seorang janda beranak satu, apa kamu bisa membina rumah tangga dengan status nya saat ini"ucap Jerry.
perkataan Jerry, sontak membuat Rara, murka.
"Kak, Jerry jika kakak dan keluarga tidak setuju dengan hubungan Jordan dengan Vamela , lebih baik katakan langsung jangan pernah membahas status nya, jika kakak tau menjadi janda itu bukan pilihan, Vamela, juga ingin bahagia dengan pria yang menjadi suaminya, tapi takdir berkata lain, bahkan Vamela,baru tau bahwa dirinya ditipu, dan jika kamu benar-benar keberatan dengan itu, lebih baik kamu juga ceraikan aku sekalian karena aku juga saudara nya"ucap Rara sambil berkali-kali menepis tangan Rara, dia langsung mengejar istrinya yang langsung pergi meninggalkan semua orang.
Juli langsung mengikuti keduanya, dia tidak ingin terjadi sesuatu pada Rara yang kini tengah mengandung.
Jordan pun pergi meninggalkan semua nya dan pergi hendak ke rumah Vamela,tapi Jordan tidak menemukan nya.
Vamela benar-benar pergi.
sementara itu di restaurant Vamela,baru selesai makan bersama Vio, yang kini sudah terlihat tidak mengantuk lagi.
"Ayo sayang kita lanjutkan perjalanan nya"ucap Vamela.
"Baiklah"ucap Vio.
Vio masih di gendong oleh Vamela menuju mobilnya.
__ADS_1
sesampainya di sana dia langsung memasukkan Vio, kedalam mobil dan memasang sabuk pengaman terlebih dahulu setelah itu giliran Vamela, dan dia pun mulai melaju kan mobilnya.
setelah berjam-jam mengemudi mobil dengan sangat hati-hati, akhirnya Vamela, tiba di luar kota, wanita itu kini tengah menatap rumah bekas peninggalan kedua orang tua nya, yang sudah lama Vamela, renovasi, bahkan dia juga mengisi berbagai perabotan pribadi nya yang sudah datang lebih awal.
sementara itu Vamela,dibantu oleh salah seorang warga yang begitu baik, tetangga komplek nya itu sudah tinggal sedari jaman kedua orang tua Vamela, masih hidup hingga saat ini dia bahkan masih mengenali Vamela bayi.
mereka berdua pun membantu Vamela, mengangkat angkat barang, Vamela, seperti merasakan kehadiran kedua orang tua nya saat ini, lewat kebaikan mereka berdua.
hingga akhirnya letak semua barang-barang besar itu terletak di tempat yang Vamela, kehendaki, wanita paruh baya dan sang suami pun masih setia membantu merapihkan semua nya, kecuali pakaian dan barang-barang berharga lainnya.
sementara Vio,kini tengah bermain di atas ranjang yang sudah sangat rapih.
"Bu sebentar lagi sudah mau magrib, sebaiknya kita sudahi dulu, besok bisa diteruskan"ucap Vamela.
"Kamu betul neng ya sudah ibu pergi dulu, besok sebelum acara syukuran semua pasti sudah beres"ucap ibu Ning.
"Iya Bu terimakasih"ujar Vamela.
wanita itu pun langsung bergegas menuju kamar mandi setelah mengunci pintu di lantai bawah, saat ini Vamela, hendak pergi mandi, Vio masih sibuk baring di atas ranjang sambil menonton film.
saat Vamela mandi tiba-tiba seseorang menelpon, dan Vio langsung mengangkat telepon tersebut.
"Halo"ujar Vio.
"Halo sayang kamu dimana sekarang,coba kirim alamat nya"ucap seseorang di sebrang telpon sambil membimbing vio untuk mengirimkan alamat tersebut dan orang itu benar-benar bahagia saat ini.
siapa lagi kalau bukan Jordan yang langsung meluncur ke lokasi, malam itu juga.
sementara Vamela tidak pernah mengecek ponselnya dan putra nya tidak bilang apa-apa pada vamela, akhirnya mereka pun tertidur hingga pagi menjelang, malam pertama mereka menginap dirumahnya itu.
satu hal yang membuat Vamela, merasa nyaman, saat ini hidup nya akan dimulai dengan suasana baru, meskipun rumah yang ia tempati tidak sebesar miliknya yang dulu tapi di sana sangat lah sejuk.
Vamela, menggeliat sambil membuka pintu saat itu, juga dia hendak pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah nya dia berniat untuk pergi ke pasar tradisional untuk membeli bahan makanan untuk nya dengan Vio.
setelah selesai membersihkan diri dia langsung bergegas membuka koper saat ini dia belum sempat membereskan barang-barang pribadi nya.
setelah selesai berpakaian, dia turun untuk membuka jendela rumah nya agar udara pagi hari bisa masuk tepat, dengan kedatangan seseorang yang kini tengah mengetuk pintu.
🌹💖💖💖🌹
sudah sudah hampir dua menit Vamela mematung saat seseorang yang dia hindari sudah menerobos masuk ke dalam rumah nya dan duduk di sofa yang baru di bersihkan kemarin.
"Mau sampai kapan?... kamu terus berdiri di situ"ucap Jordan yang kini menatap lekat wajah wanita yang terlihat pucat itu.
"Kak.... kamu dari mana tau kalau aku disini"ucap Vamela.
"Itu soal mudah, sekarang lebih baik kamu tunjukkan dimana kamar kita"ucap Jordan.
"Maksud nya"ucap Vamela lagi.
"Aku ingin istirahat Mel, lelah rasanya setelah menyetir mobil sendiri semalam"ucap Jordan.
"Siapa suruh datang kemari"ucap Vamela.
wanita itu langsung pergi ke dapur, dia hendak membuat kan minum untuk Jordan beruntung dapur adalah yang pertama kali di rapihkan kemarin.
"Mau kemana?..."ucap Jordan.
"Diam saja disitu "ucap Vamela, tidak kalah datar.
"Aku kesini untuk mencari calon istri ku yang kabur"ucap Jordan.
"Keterlaluan"ucap Vamela yang langsung pergi.
"Mel"ucap Jordan.
tapi wanita itu tidak menggubris nya, saat ini dia lebih memilih untuk pergi ke dapur, sesampainya di dapur, Vamela, langsung memasak air dari keran karena galon air belum sempat di tukar.
setelah air matang dia langsung menyeduh coklat panas untuk Jordan dan beberapa potong sandwich sengaja dibuat sekalian untuk dia sarapan pagi bersama dengan kedua pria itu, yang tak lain adalah Jordan dan Vio, karena Vamela, tidak bisa mengabaikan keberadaan Jordan , pria yang telah membantu nya selama dia di Paris.
__ADS_1
"Kemarilah, isi perut dulu setelah itu Kakak boleh tidur di kamar ku, karena aku belum selesai beres-beres, lagi pula bukan nya, hanya tinggal sehari kan jadi malam nya kakak bisa kembali pulang"ucap Vamela.
"Jangan mimpi....aku kesini untuk membawa mu pulang ke Paris"ucap Jordan.
"Tidak, aku tidak akan pergi dari sini,ini rumah ku"ucap Vamela.
Jordan langsung mendekat .
"Kamu adalah calon istri ku, tidak ada yang mengijinkan mu tinggal di sini"ucap Jordan dengan santai sambil mengambil gelas yang berisi coklat panas dengan sandwich itu.
Jordan menikmati sarapan pagi nya yang dibuat oleh Vamela.
"Ini bukan kisah novel kak, yang dimana kamu bisa memaksa seseorang untuk menjadi istri mu, tapi ini dunia nyata, aku seorang janda dan aku bahkan punya anak, jadi aku cukup tau diri dimana posisi ku"ucap Vamela.
"Vamela"ucap Jordan yang kini menatap nya ia berhenti makan karena kesal dengan wanita yang berada di hadapan nya.
"Lanjutkan sarapan nya, aku akan membangunkan Vio"ucap Vamela.
Jordan terus menatap wanita yang kini berjalan menuju lantai dua.
"Vio, sayang sudah bangun belum mommy mau kepasar kamu mau ikut gak"ucap Vamela.
"Mau mom... tunggu"ucap Vio yang langsung bergegas menuju kamar mandi, putra nya sudah bisa mandi sendiri meskipun tetap harus ia bantu agar lebih bersih.
"Sini mommy bantu"ucap Vamela.
semua interaksi mereka masih bisa Jordan dengar karena tidak ada ruangan kedap suara di rumah itu.
Jordan pun selesai memakan makanan nya, saat ini dia langsung berjalan membawa ransel miliknya dan berjalan menuju kamar Vamela.
"Mel ini kamar kita"ucap Jordan sambil duduk di tepi ranjang dan menyimpan ransel kecilnya di atas nakas yang memanjang itu.
"Tidur lah, aku akan pergi bersama Vio, ke pasar dan hari ini akan ada syukuran rumah ini, jadi akan sedikit bising tapi mungkin saat itu kakak sudah kembali pulang"ucap Vamela.
"Kau mengusir ku honey"ucap Jordan.
"Aku tidak mengusir mu kak, aku hanya...ah sudahlah, aku mau menyiapkan Vio untuk kepasar "ucap Vamela.
"Vio akan disini bersama ku, untuk apa?...dibawa ke tempat kotor gitu"ucap Jordan yang tau kalau pasar tradisional itu suka ada yang becek dan kotor, dari TV.
"Siapa bilang, pasar kotor, orang pasar yang aku kunjungi saat ini sama bersihnya dengan swalayan"ucap Vamela, ya karena memang pasar disana di kelola dengan baik dan tidak berlantai kan tanah layaknya swalayan, semua serba bersih.
Vamela pun memakaikan baju pada Vio, setelah selesai dia langsung mengambil tas nya yang sudah dia siapkan sedari tadi.
"Vio disini saja dengan Daddy, tidak usah ikut mommy"ucap Jordan.
"Kak!!..."seru Vamela yang sangat kesal, karena Jordan sudah berani membuat Vio bingung dengan sebutan yang Jordan ucapkan.
"Kenapa?...aku tidak salah dia adalah putra ku mulai saat ini"ucap Jordan.
Vamela, hanya menghela nafas panjang setelah itu dia langsung pergi menuju lantai bawah bersama Vio.
"Yang Vio, jangan dibawa, dia itu masih kecil nanti kasihan jika harus berdesakan, lagian kenapa?... tidak cari pembantu saja sih buat ngurus semuanya"Jordan terus menggerutu sambil mengikuti langkah Vamela dan Vio.
"Aku tau yang terbaik untuk ku, saat ini kak jadi tidak perlu repot-repot memikirkan semua itu"ucap Vamela.
"Mel....aku hanya ingin yang terbaik untuk mu"ucap Jordan.
"Dan inilah yang terbaik untuk ku dan putra ku, dari pada hidup di ibukota menjadi pengemis, karena tidak bisa memenuhi biyaya hidup, ataupun menjadi pelakor karena tidak ingin capek bekerja, lebih baik aku disini"ucap Vamela.
"Wanita itu langsung mendudukkan Vio di kursi dan memberikan potongan sandwich itu,agar lebih mudah untuk putra nya mengunyah makanan tersebut.
"Aku akan mencari orang untuk mengurus semua pekerjaan rumah, disini kamu cukup diam dan menikmati hidup aku yang membayar mereka"ucap Jordan.
"Kak...stop ya, aku tidak ingin berdebat lagi, lagi pula rumah ini terlalu kecil untuk menggunakan jasa pembantu dan tidak ada kamar untuk mereka"ucap Vamela berbohong.
karena rumah itu masih luas kebelakang yang ia tempati saat ini hanya setengah nya ruangan itu dia sekat agar tidak terlalu cape bersih-bersih dan ruangan lain nya, bisa dibersihkan dua hari sekali.
"Jangan membohongi ku, Mel rumah ini cukup besar dan kamu ingin aku membuktikan nya"ucap Jordan sambil berjalan menuju rak dinding yang menjulang tinggi itu di tengah nya ada semacam pintu Jordan langsung membuka itu dan ternyata benar tampak ruangan yang begitu mewah dengan ruangan yang cukup luas.
__ADS_1
orang tuanya bukan hanya meninggalkan rumah itu, tapi karena ibu angkat nya butuh biyaya untuk membesarkan Vamela, jadi mereka menjual sebagian aset berharga meski ada beberapa yang masih dibawa oleh mereka.
"Aku sengaja menyekat ini karena kami hanya akan tinggal berdua saja jadi ruangan itu tidak akan terlalu berpungsi sementara ini"ucap Vamela.