
"Apa-apaan!! kamu honey, kamu tidak bisa melawan hukum alam, kamu sudah ditakdirkan untuk menikah dengan ku dan tidak ada seorang pun yang bisa menentang nya, leluhur kita sudah memastikan semua nya"ujar Gavin sambil membuang belati tersebut hingga memecah kaca jendela kamar tersebut.
"Lepas kak, aku tidak ingin hidup lagi, aku sudah menjadi penghianat untuk organisasi yang aku bentuk sendiri, apa? jadinya nanti"ucap Juni.
"Hey Honey, masa bodoh dengan semua yang terjadi, aku sendiri bahkan tidak pernah mengerti apa? yang sebenarnya kamu lakukan ya aku akui keluarga ku adalah keluarga mafia tapi kamu harus tahu bahwa tidak semua kegiatan mereka itu buruk, tidak semua mafia itu jahat kamu bisa menilai selama keluarga mu bekerja sama dengan keluarga ku, apa? pernah keluarga ku membuat keluarga mu bermasalah atau memberikan masalah justru yang keluarga ku lakukan adalah melindungi mereka yang butuh perlindungan dari kekejaman dunia bisnis, tapi bukan berarti keluarga ku adalah mereka yang selalu berbuat sesuka hati, mereka"ujar Gavin.
"Kamu tidak mengerti kak aku bahkan membuat mereka berpikir bahwa semua yang termasuk ke dalam golongan itu adalah musuh, jadi aku memusuhi keluarga ku sendiri tanpa mau mengerti semua itu, dan kini aku yang merasakan korban kan, atas balasan tentang perbuatan ku sama Daddy mungkin karena aku selalu menentang nya"ucap Juni.
"Aku tidak tau kenapa? kamu sendiri merasa dikorbankan karena pertemuan kita saja sudah digariskan oleh tuhan, kita bertemu secara alami dan aku juga tidak tau bahwa kamu adalah anak dari uncle Jerry, yang kini menjadi mertua ku"ucap Gavin.
Gavin, duduk di sofa dengan Juni yang masih ada di dalam dekapan nya wanita itu menangis sesenggukan seakan dunia nya runtuh, Juni bahkan sudah tidak bisa mencerna kata-kata yang Gavin ucap kan saat ini, yang dia tau selama ini dunia yang pernah dia bangun dengan susah payah hancur, dia tidak tau lagi apa? dia masih bisa hadir di hadapan orang-orang yang dia pimpin.
"Sayang aku tau kamu benci dengan semua yang ada pada diri ku, tapi percayalah Aku sangat mencintai mu"ucap Gavin.
"Aku benar-benar tidak bisa berpikir jernih kak, semua nya hancur semua yang aku bangun hancur kenapa? semuanya tidak adil pada ku, apa? salah dan dosa ku di masalalu"ucap Juni.
"Sudah Sayang cukup mungkin hanya butuh waktu untuk melewati semua ini, dan aku tidak akan pernah menghalangi perjuangan mu, tapi ingat gunakan hati nurani mu"ucap Gavin.
perdebatan itu cukup alot, tapi Juni mengalah, untuk saat ini tapi kedepannya dia akan memikirkan hal lain agar bisa terlepas dari semua beban ini.
sementara itu di Norwegia, Jerry terus terlihat gelisah bagaimana bisa dia melakukan hal seperti itu pada putrinya, putri kesayangan nya, tapi Jerry tidak pernah berani menunjukkan kasih sayang berlebih pada Juni, dia ingin putri nya tumbuh menjadi gadis yang kuat, dan jika suatu saat nanti ia dijodohkan dengan pilihan Daddy Edgar yang tidak pernah bisa ia lawan keputusan Edgar.
"Maaf kan Daddy putri ku, Daddy juga sebenarnya tidak ingin seperti ini tapi demi kelangsungan hidup kita semua Daddy telah membuat mu menjadi korban, dari kesepakatan antara opah mu dan opah Gavin, tapi Daddy berharap Gavin betul-betul mencintai mu"gumamnya dalam hati.
sementara itu Vierra menangis sesenggukan, dia tidak bisa tegar meskipun semuanya demi kebaikan keluarga besar, tapi Juni adalah putri nya yang terbaik dari yang terbaik selama ini, apa? jadinya saat ini mungkin dia sudah membenci dirinya selaku ibu yang tidak pernah bisa melindungi nya, memberikan rasa aman untuk nya.
"Sudah lah Mom, Vivi yakin suatu saat nanti dia akan mengerti sebaiknya kita tidak berdoa semoga semua nya baik-baik saja"ucap Vivian.
semua yang ada di rumah Vero tengah mengalami kesedihan dan kebahagiaan secara bersamaan, tapi satu hal yang mereka tidak tau saat ini, Arjuna tengah menangis sesenggukan saat mengetahui fakta bahwa Juni telah resmi menjadi istri Gavin.
Arjuna benar-benar merasakan sakit yang teramat sangat saat ini, bagaimana bisa dia bahkan tidak pernah tau bahwa keduanya sudah menikah pasalnya waktu itu Juni dan Arjuna berada di.
Arjuna duduk di tepi ranjang, sambil memeluk lutut, pria tampan itu terlihat sangat, menyediakan bahkan dia sama sekali tidak menyentuh makanannya sedikit pun, dia terus bergumam memanggil Juni.
Juni pun kini ikut pulang bersama dengan Gavin menuju rumah baru nya, dia akan menurut dengan apa? yang Gavin ucap kan karena kini nasi sudah menjadi bubur, tidak mungkin akan utuh lagi seperti semula.
mereka kini tengah berada di dalam kamar utama karena Gavin, tengah menunjukkan seluruh ruangan di rumah tersebut dengan rumah yang memiliki tiga lantai bergaya modern itu kamar utama yang sudah seperti sweet room, kini menjadi tempat mereka.
saat Juni hendak mandi tiba-tiba, suara dering ponsel Gavin berbunyi, dan tanpa menunggu lama Gavin langsung mengangkat panggilan tersebut, ternyata dari istri Gavin yang bernama Anya .
📱"Sayang kamu dimana, aku di kantor mu tapi sekertaris mu bilang kalau kamu tidak masuk kantor"ucap Anya n.
akhirnya Gavin pun berbohong bahwa dia mendadak ada urusan penting di luar, Juni hanya bisa diam mematung.
Ternyata begini rasanya menjadi istri kedua, semua serba rahasia, Juni hanya bisa menghela nafas panjang setelah itu,ia hembuskan lalu berkata.
__ADS_1
"Pergilah aku tidak apa-apa, sendirian di sini lagi pula hidup ku sudah sepi sedari dulu"ucap Juni yang langsung membuat pria itu menatap aneh pada Juni.
"Sayang jangan pernah lagi merasa sendirian aku akan tetap ada untuk mu"ujarnya yang hendak menghampiri Juni tapi Juni menghindar dan pergi sementara Gavin menatap wajah cantik itu.
"Aku belum siap untuk memenuhi kewajiban ku, aku harap kamu tidak kecewa kak, dan satu lagi selama kamu tidur di sini kamu tidak boleh berbuat sesuka hati mu"ucap Juni.
"Tidak ada syarat apapun jika kamu belum bisa memberikan hak tidak masalah yang penting kita tetap tidur bersama dan melakukan hal layaknya pasangan suami istri"ucap Gavin yang dibalas anggukan kepala oleh Juni.
setelah itu Juni pun masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri terlebih dahulu sementara Gavin turun meminta asisten rumah tangga nya memasak makanan untuk mereka berdua.
hingga Gavin kembali mendapatkan panggilan, dari istri pertama nya, akhirnya pria itu pun pergi meninggalkan rumah tersebut.
🌹💖💖💖🌹
Juni selesai membersihkan badan dan berpakaian santai tapi dia tidak menemukan suaminya dimana pun, akhirnya dia mencegah pembantu nya itu untuk masak.
"Kalian tidak perlu masak buatkan salad buah untuk ku dan segelas susu hangat antar kan saja ke kamarku"ucap Juni setelah itu Juni langsung naik ke atas dengan menggunakan lift.
Air mata yang sedari tadi ia tahan kini perlahan jatuh Juni duduk di sofa sambil menghapus air mata nya secara kasar.
"Aku tidak sanggup"ucap Juni sambil mendongakkan kepalanya agar tidak lagi keluar air mata.
tapi Juni tetap tidak bisa melakukan itu, semakin kesini Juni semakin teringat semua kehidupan nya wanita itu bahkan hanya melihat bayangan kesedihan tentang kenapa? semua nya tidak pernah sejalan dengan yang dia inginkan.
dan satu lagi, bayangan Arjuna yang sudah pasti merasakan sakit akibat pernikahan Juni saat ini, hingga ketukan pintu terdengar nyaring Juni langsung menghapus air mata nya menggunakan t-shirt yang ia kenakan.
satu orang pelayan pun masuk dia langsung menghidangkan salad buah tersebut di meja, dan tidak lama kemudian pelayan itu kembali keluar dari dalam kamar nya.
tidak lama setelah salad buah nya habis dan segelas susu pun tandas, Juni pun mengusap bibirnya dengan tisu, sambil meraih handphone tersebut dan menghidupkan nya, ada puluhan panggilan masuk dari beberapa orang, termasuk Arjuna, wanita itu tidak mungkin tega memberitahu Arjuna tentang semua hal itu, Juni pun beranjak dari sofa dia menyimpan asal handphone nya saat itu, dan langsung berbaring di ranjang berukuran king size tersebut.
Akhirnya Juni pun memejamkan mata nya dan terbang ke alam mimpi.
tepat pukul satu dini hari, Gavin tiba di rumah tersebut dan langsung bergegas menuju kamar nya, dilihat bekas camilan Juni, masih berada di atas meja, dia sudah bisa menebak bahwa gadis itu tidak makan malam dengan benar, Gavin pun menghampiri istri nya yang cantik itu, dia langsung mendarat kan kecupan sayang di puncak kepala Juni.
Gavin pun langsung naik ke atas ranjang dan berbaring menyamping memeluk Juni yang sedang terlelap, namun saat Gavin hampir memeluk tiba-tiba Juni langsung memelintir tangan Gavin yang langsung berteriak kesakitan.
"Ahhhhhh, honey ini aku suami mu" ucap Gavin dan refleks Juni membuka mata, dia langsung melepaskan tangan nya dan berkata
"Maafkan aku tidak sengaja"dan setelah itu mereka pun kembali berbaring Juni menunggui Gavin dia terlihat begitu canggung.
"Yang dosa tau jika kamu membelakangi suami"ucap Gavin.
"Dosa?... hahahaha kakak tau itu dosa dari mana"ucap Juni.
"Sayang kamu ketawa seperti itu, memang nya kamu tidak pernah belajar agama"ucap Gavin.
__ADS_1
"Heummm begitu kau pikir orang tua ku tak pernah mengajarkan aku tentang agama"ucap Juni.
pria itu langsung terdiam dan kembali bangkit dia kehilangan rasa lelah dan kantuk nya setelah bercinta dengan wanita yang menjadi cinta pertama nya selama ini.
"Pergilah sejauh mungkin jika kamu tidak ingin tidur di sini"ucap Juni yang kembali memejamkan mata.
"Juni, dimana sopan santun mu, sebagai seorang istri"ucap Gavin.
"Sudah ya kak, aku tidak pernah belajar untuk itu yang aku pelajari hanya bagaimana cara nya, untuk bertahan hidup di tengah kejamnya dunia ini yang sudah memberikan suami yang tidak punya pendirian"ucap Juni.
"Juni maafkan aku, ya aku mengaku salah kemarin pergi tanpa bilang-bilang tapi asal kamu tahu aku tak pernah melakukan itu dengan istri pertama ku"bohong Gavin, ya bukan nya modal berpoligami itu adalah sebuah kebohongan, agar tetap aman dan tentram.
"Persetan dengan itu, aku jauh lebih peduli dengan pelayanan di rumah ini"ucap Juni yang langsung memejamkan mata nya dan menutup seluruh tubuh nya dengan selimut, saat Gavin menatap tajam kearah nya.
"Juni buka selimut nya sayang sebelum aku habis kesabaran" ucap Gavin.
Juni pun menurut tapi bukan nya diam di tempat tapi Juni malah hendak pergi dia mengambil Hoodie dan juga membawa ponsel nya.
"Apa yang kamu lakukan Juni berhenti"ucap Gavin.
"Aku akan pulang ke rumah ku, jika aku memang tidak boleh tidur tenang di sini aku lebih sadar diri aku numpang di sini" ucap Juni yang terus melanjutkan langkahnya, hingga tubuh nya tiba-tiba melayang dan terlempar ke atas ranjang empuk tersebut.
"Jangan memancing emosi ku, Juni aku hanya mengingatkan tentang kewajiban mu, dan jangan pernah mengatakan bahwa kamu menumpang di rumah ini, asal kamu tahu, semua tentang rumah ini atas nama mu"ucap Gavin.
"Aku tidak perduli aku masih punya rumah pribadi, karena mau bagaimana pun aku tidak pernah membeli rumah ini dengan uang ku"ucap Juni yang kembali hendak berdiri tapi kemudian Gavin memeluk erat tubuh istri nya itu.
"Aku mencintaimu Juni please kamu tetap di sisi ku, untuk selamanya"ucap Gavin.
"Apa kakak tau bagaimana rasanya menjadi yang kedua belum lagi pernikahan ini hanya sebuah kesepakatan aku tidak bisa menerima ini semua dengan mudah,aku mohon lepaskan aku, dan ceraikan aku saja"ucap Juni yang langsung menarik tangan nya yang Gavin tahan.
"Tidak aku tidak akan pernah melepaskan mu, kita akan terus bersama sampai akhir hayat nanti, hidup bahagia dengan anak-anak kita nanti, aku mohon terimalah pernikahan ini"ucap Gavin.
"Aku tidak tau tolong biarkan aku pergi"ucap Juni.
"Juni, sekarang aku tanya, apa? kamu tidak pernah mencintai ku"ucap Gavin.
"Aku mencintaimu tapi aku tidak pernah membayangkan bahwa aku akan menjadi yang kedua dalam hidup ku"ucap Juni.
"Bersabarlah, suatu hari nanti aku janji tidak akan pernah ada yang pertama dan yang kedua, dan yang ada hanya kamu satu-satunya"ucap Gavin sambil mendarat kan kecupan di puncak kepala Juni.
"Aku hanya ingin tinggal sendiri sampai saat itu tiba"ucap Juni.
"Yang kita sudah menikah, tidak mungkin tinggal terpisah"ucap Gavin.
"Kenapa? tidak kamu masih punya istri lain"ucap Juni.
__ADS_1
"Sayang kumohon mengertilah"ujar Gavin memohon tapi Juni sudah tidak ingin lagi mendengar kan kata-kata Gavin dia kembali berbaring dan menutup mata, juga menutup tubuh nya dengan selimut tebal tersebut kemudian disusul Gavin yang masuk kedalam selimut pria itu memeluk istrinya dari belakang.
keesokan paginya Juni bangun pagi-pagi sekali, setelah itu dia langsung bergegas menuju kamar mandi untuk mandi dan bersiap saat ini dia harus mengurus semua nya, semua kegiatan nya menghadiri rapat dan juga kuliah.