Jerat Cinta Sang Duda Tampan

Jerat Cinta Sang Duda Tampan
#Dua jiwa dalam satu raga#


__ADS_3

Setibanya di Indonesia, Juni dan Gavin juga kedua putra nya yang kini dijemput oleh sopir pribadi Gavin, pria itu mungkin sudah bukan lagi pewaris tahta mafia, tapi bisnis baru yang dia rintis hingga saat ini berkembang begitu cepat bak roket .


Gavin masih memiliki begitu banyak kekayaan, karena pria itu adalah pebisnis handal, hingga sekalipun dia sudah memberikan seluruh harta kekayaan milik keluarga nya pun, dia masih bisa bangkit seperti saat ini.


setibanya di kediaman Gavin dan Juni yang dua tahun lalu pernah mereka berdua tinggal kan ,kini mereka pun kembali ke rumah nya bersama dengan kedua buah hatinya.


saat ini Juni masih menggunakan kursi roda, sengaja agar Gavin bisa lebih mudah mengurus sang istri.


Gavin tidak ingin wanita itu kecapean karena saat ini masih dalam masa pemulihan.


Juni langsung dibawa ke kamar utama yang ada di bawah semua untuk memudahkan akses pergerakan Juni dan kedua putranya itu.


"Sayang istirahat lah dulu setelah itu kita akan mandi bersama aku akan melihat kedua jagoan kita apa? keduanya sudah bangun atau pun belum"ujar nya.


Gavin pun langsung membantu Juni berbaring di saat ini lalu menyelimuti tubuh Juni.


setelah mencium kening Juni Gavin pun mulai melangkah menuju kamar kedua putra mereka selama ini, Gavin sendiri yang mengurus mereka, jadi tugas pelayan hanya akan menjaga mereka sesekali saat mereka berada di rumah karena saat di kantor Gavin membawa serta kedua anak nya itu.


setibanya di dalam kamar, ternyata keduanya sedang bekerja sama untuk turun dari ranjang menggunakan pembatas itu Gavin lupa memasang tangga yang biasanya mereka gunakan, seperti yang Gavin ajarkan.


"Daddy kira kalian sedang bobo"ujar Gavin.


"Gavin pun bergegas membantu keduanya menggeser tangga yang ada di samping tempat tidur mereka.


mereka pun turun dengan teratur bergantian, Gema turun lebih dulu, di susul oleh Gerald.


"Mommy"ujar keduanya kompak.


"Baiklah jagoan Daddy, ayo kita pergi ke kamar Mommy"ucap Gavin yang kini menggendong kedua jagoan, dua kebahagiaan yang Juni berikan kepada nya.


Gavin yang melihat langsung proses persalinan tersebut sampai saat ini dia selalu mengingat kan dia bahwa kedua mutiara itu terlalu berharga dan harus benar-benar dijaga dengan sangat baik.


tiba di kamar Juni, bukan nya istirahat tapi Gavin malah bermain dengan keduanya.


hingga saat sikecil kembali menguap akhirnya mereka pun tidur berempat di atas ranjang empuk tersebut.


sementara itu lama tidak terdengar kabar dari Vero dan Viona, mereka kini tengah berkunjung ke Indonesia dengan satu orang anak yang kini berusia delapan tahun.


awalnya Vero memiliki sepasang anak, tapi pada saat berusia satu bulan, bayi itu meninggal dan entah apa? penyebab nya .


anak Vero bernama Vino yang kini berusia delapan tahun itu sangat cerdas lama tinggal di Eropa, dia tumbuh menjadi pria bule karena memang keturunan bule dari kakek Edgar dan juga Jerry


mereka datang berkunjung ke rumah Juni, saat mendengar berita bahwa sang adik baru saja sembuh dan hampir mati, dia benar-benar shock, dan dia yang tau hubungan keluarga antara Juni dan kedua orang tua nya hingga sekarang tidak baik-baik saja, terutama dengan Jerry, karena pria itu marah pada Juni yang memutuskan hubungan nya dengan Gavin.


setibanya di rumah Juni saat itu juga Vero langsung memeluk sang adik yang terlihat berbeda dari yang dia lihat saat ini, Juni yang dulu sering berpenampilan tomboi kini terlihat lebih feminim, dan lemah lembut, entah Vero yang sudah lama tidak melihat itu atau Juni memang sudah berubah.


adiknya kini seperti memiliki dua jiwa' didalam satu raga, Vero yang melihat perubahan itu, tidak kaget karena kasus yang sama pernah terjadi dalam sejarah dimana pendonor jantung masih memiliki janji yang belum terpenuhi dalam hidupnya hingga menyebut nyebut kematian saat dia masih hidup.

__ADS_1


tidak hanya Vero yang kini berada di Indonesia, Vivian dan suami nya Arkana dan seorang putri nya pun sama-sama tengah mengunjungi Juni hubungan mereka tidak pernah terputus meskipun mereka sudah lama tidak bertemu secara langsung tapi tapi komunikasi tetap berjalan.


Berbeda dengan Jessi, wanita yang merasa tak pernah puas itu merasa iri dengan kehidupan Juni yang meskipun mereka menikah karena dijodohkan tapi mereka saling mencintai tidak seperti dirinya yang bahkan harus menjadi istri kedua dari pria yang tak lagi muda, meskipun dia cukup tampan tapi Jessi tidak pernah merasa puas, dan cenderung ingin menguasai segalanya.


sementara itu, Juni sudah tidak pernah bertemu dengan kedua orang tua nya, setelah ia dan Gavin memutuskan untuk berpisah, Edgar yang sakit-sakitan setelah mendengar perpisahan Juni, juga menjadi alasan bagi Jerry semakin marah pada Juni.


Juni, yang sedari dulu sudah tak akur dengan sang Daddy yang sering menyakiti sang Mommy, membuat nya lebih merasa tidak terlalu menjadikan itu sebagai beban, dia kecewa dengan Daddy nya, dan Daddy nya juga merasa kecewa dengan Juni, dan bagi Juni semua akan dianggap sebagai angin lalu.


sementara Juni tengah berbahagia karena mendapat kan kunjungan dari kedua kakak nya.


seseorang yang baru saja datang ke Indonesia, kini tengah berada di dalam sebuah kamar hotel, pria itu tengah berdiri di depan pagar pembatas balkon sambil menyesap segelas wine, dia begitu hanyut dalam lamunan, memikirkan kepergian sang kekasih, dan kemunculan seseorang yang benar-benar mirip dengan kekasihnya entah mungkin karena kebetulan atau bagaimana tapi saat melihat wanita asing itu, dia seperti melihat sosok Berliana di sana.


"Lian mungkin kah, jika kamu telah berrenkarnasi atau kah hanya perasaan ku saja, kau ingat saat hujan turun dulu kita pernah meyakini bahwa hujan adalah dimana rubah sedang kawin, dan kita akan selalu bertemu saat hujan turun, aku melihat mu di sana tapi sayang aku tak dapat menyentuh mu lagi, karena sosok itu tidak lagi singgel seperti dirimu, mungkin juga aku yang terlalu berharap bahwa kamu masih hidup hingga saat ini"ucap pria bernama Zayn itu dengan lirih.


pria itu kembali menyesap rokok milik nya, sambil menyesap wine.


Dia datang ke negara ini, selain ingin melupakan semua kepedihan atas kepergian calon istri nya, tapi juga akan membuka cabang perusahaan yang baru, dan Indonesia adalah satu-satunya tempat dimana ia akan mengembang kan perusahaan milik nya.


sementara itu Adam dan Ghealova saat ini tengah berada di pulau, setelah sekian lama mereka meninggalkan pulau tersebut.


Ghealova, terlihat begitu bahagia, begitu juga dengan kedua anak nya yang memang menyukai suasana pantai dan makanan jenis seafood.


...🌹💖💖💖🌹...


Kini setelah dua bulan kemudian Juni sudah sembuh total dari sakit nya, jantung nya sudah kembali sehat, seperti sedia kala, wanita itu pun memulai aktifitas nya, seperti mengurus anak dan suami, sedari bangun pagi, hingga malam hari tiba, namun dia juga tetap mengendalikan perusahaan miliknya, yang sudah lama ia tangani dari luar negeri, dan tidak pernah menginjakkan kaki di kantor selama dua tahun lebih.


Dan hari ini, saat Gavin sedang membawa kedua putra mereka kekantor, karena Juni akan menghadiri rapat tahunan yang diadakan di sebuah hotel, sebagai pemilik hotel tersebut Juni pun harus menyediakan jamuan terbaik, maka dari itu dia datang lebih awal setelah memastikan suami dan anak nya sudah berangkat ke kantor dengan beberapa kotak bekal makanan untuk mereka bertiga karena hari ini Juni akan pulang terlambat.


di hari yang sangat cerah itu tepat saat Juni turun dari mobil, hujan tiba-tiba turun membasahi bumi Juni sempat berhenti sejenak, saat jantung nya tiba-tiba berdebar kencang, wanita itu memegangi dada sebelah kiri nya, bukan karena sakit tapi dia sedikit merasa aneh seakan sedang berada di hadapan orang yang sangat ia cintai, dan seketika itu juga seseorang tengah berdiri mematung dari arah depan lobi hotel tersebut.


"Zayn"gumam Juni tanpa sadar.


"Lian"lirih Zayn, tapi kemudian Juni tersadar saat asisten pribadi nya datang menyambut nya dengan memanggil nya.


Akhirnya Juni tersadar dia kembali fokus dengan orang yang ada di hadapannya meskipun jantung nya masih berdebar .


sementara itu pria yang bernama Zayn, ternyata dia juga ikut serta dalam rapat tersebut, sebelum rapat dimulai,Juni pun memastikan semua nya sudah siap dan tidak kekurangan suatu apapun.


wanita itu berkeliling sambil berbincang dengan asisten pribadi nya dan juga manager hotel tersebut, gerak gerik Juni terlihat begitu luwes dan kecantikan nya, mampu menghipnotis tamu yang hadir, saat semua orang sudah hadir dan sudah menempati tempat yang disediakan akhirnya dapat pemegang saham pun dimulai.


Juni terlihat sangat luwes dalam memimpin rapat tersebut, dibantu oleh asisten pribadi nya yg kini mendampingi nya.


hingga akhirnya rapat selesai pada pukul empat sore, setelah jeda waktu makan siang dengan jamuan yang sudah disediakan oleh Juni, dan juga beberapa waktu untuk rehat sejenak, hingga akhirnya mereka kembali memulai rapat tersebut.


setelah rapat usai Juni pun baru keluar dari ruangan tersebut tiba-tiba suara teriakan kedua jagoan nya, terdengar begitu nyaring"Mommy"ujar keduanya kompak sambil berlarian di ikuti oleh pria tampan dan gagah dengan stelan jas mahalnya dan juga sangat terlihat semakin keren dengan kacamata hitam yang bertengger di hidung mancung nya.


Juni pun langsung tersenyum sambil berjongkok merentangkan kedua tangannya menyambut kedua putra tampan nya itu yang kini menghambur memeluk dirinya begitu pula dengan Juni yang memeluk erat kedua jagoan nya sambil berucap "Mis you so much my little Boy "ujar nya sambil mencium pipi gembul kedua putra tampan nya itu.

__ADS_1


"Sama Daddy nya tidak?"ucap Gavin yang kini tersenyum manis pada sang istri.


"Sangat"jawab Juni yang kini melepas pelukannya pada kedua buah hatinya dan langsung berdiri lalu memeluk suaminya, Gavin pun langsung mendarat kan kecupan sayang di kening wanita itu yang kini tampak memejamkan mata.


hingga mereka tersadar dan melepaskan pelukan tersebut, karena kedua jagoan nya memanggil mereka berdua, sambil berlarian di sekitar area ballroom hotel tersebut.


"Sayang jangan berlarian"ucap Juni.


tanpa sadar, seseorang menitikkan air mata, saat melihat interaksi keluarga bahagia itu, sejak dulu itu adalah cita-cita dirinya dengan berlian, tunangan nya.


"Lian,,, apa? kamu bahagia di sana"ucap nya lirih.


debaran jantung antara Juni dan Zayn, benar-benar seirama seakan alam semesta tengah merayakan pesta hujan lebat itu belum juga berhenti di luar sana.


pria itu tetap berdiri di tempat terpojok di sana sambil melihat mereka yang tengah bercanda tawa, bahkan tanpa sadar Zayn telah mengikuti mereka.


Hari ini karena hujan belum juga reda mereka memutuskan untuk menginap di hotel milik Juni, dan kedua putranya begitu antusias mereka belum mau masuk kedalam kamar, tapi malah bermain di tempat bermain khusus yang disediakan oleh pihak hotel, untuk tamu hotel yang membawa anak-anak.


disana juga ada banyak keluarga, yang tengah bermain di wahana permainan anak yang tersedia di hotel itu.


Juni sesekali terlihat tersenyum manis pada setiap orang yang menyapa dirinya, sambil terus fokus pada kedua putranya yang kini tengah bermain dengan Daddy nya.


Juni sendiri duduk manis di kursi panjang yang ada di sana, dia terlihat meminum minuman yang tadi sempat Gavin bawa.


"Honey, tidak gabung"ujar Gavin.


"Aku sedikit lelah dad"ucap Juni.


"Pergilah lebih dulu, dan istirahat lah, biar aku yang jaga putra kita"ucap Gavin sambil mengelus puncak kepala istrinya lalu mendaratkan kecupan di puncak kepala istrinya itu.


"Terimakasih dad, I love you"ucap Juni sambil mengecup pipi suaminya yang kini tersenyum pada nya.


sebenarnya jika Gavin ingin menemani isteri nya beristirahat pun bisa karena sedari tadi asisten pribadi Gavin dan Juni berada di sana tapi keduanya tidak ingin kehilangan momen berharga nya itu.


Juni pun pergi setelah pamit pada kedua putranya yang tengah asyik bermain bola, wanita itu sempat mencium dan memeluk keduanya sebelum akhirnya melangkah pergi menuju pintu lift.


saat Juni masuk, secara bersamaan pria tampan itu pun masuk, pria yang lebih muda tiga tahun dari Juni itu kini tengah menatap kearah Juni yang merasakan debaran jantung yang begitu kuat.


pria itu tersenyum saat pandangan mata mereka bertemu, tapi sorot mata keduanya begitu sendu seolah sedang mengutarakan rasa rindu yang tak tertahankan.


Juni pun mengalihkan pandangan nya kearah lain, karena wanita itu tidak ingin melihat kesedihan di mata pria itu.


"Lian"


Deg...


tiba-tiba saja Zayn menatap ke arah Juni.

__ADS_1


Juni pun menatap sendu pada pria itu, tapi sedetik kemudian ada tetes air mata yang lolos begitu saja.


"Maaf, anda mungkin salah orang"ucap Juni lirih.


__ADS_2