
Setelah perdebatan panjang akhirnya Jordan memutuskan untuk pergi ke pasar bersama dengan Vamela, meskipun matanya masih sangat mengantuk saat ini.
Vamela, hanya bisa menghela nafas panjang, dia tidak ingin berdebat lagi dengan pria keras kepala itu.
saat ini Vamela yang membawa mobil Jordan, karena pria itu bilang mobil Vamela, tidak akan muat membawa belanjaan beserta mereka, padahal justru mobilnya yang tidak akan bisa membawa barang-barang bawaan nya pasti terbatas oleh karena itu, akhirnya ia harus meminta tukang ojek pasar untuk mengangkut barang-barang yang super banyak itu.
Vamela, bahkan tidak jadi belanja di pasar karena. sudah ngebayangin gimana ribet nya Jordan nanti dan akhirnya dia berbelanja di mall.
setelah selesai membeli semua kebutuhan bulanan Vamela dan Vio, juga Jordan yang tidak mau kalah akhirnya Jordan pula yang membayar semua barang belanjaan itu.
setelah selesai Vamela meminta bantuan sopir taksi untuk membawa barang nya, dan Jordan ikut dengan taksi tersebut, Vamela bersama Vio, menggunakan mobil nya, Jordan.
Vamela juga berhenti di toko yang menjual kebutuhan pokok dia memesan sembako untuk acara syukuran nanti.
Vamela, pun langsung bergegas pulang sementara barang belanjaan akan diantar oleh pegawai toko tersebut sampai rumah.
sesampainya di rumah, Jordan masih berada di teras rumah untuk menunggu Vamela, karena kunci ada di tangan wanita itu.
Jordan pun langsung membawa Vio, saat Vamela membuka pintu.
"Yang kunci nya "ucap Jordan.
"Tanggal lahir ku tinggal pencet, kenapa kakak malah berdiam di teras"ucap Vamela, seolah mengejek Jordan.
"Mel, jangan cari gara-gara deh nanti aku cium"ucap Jordan.
"Bisanya cuma ngancam doang"ujar Vamela.
"Perlu bukti"ucap Jordan.
"Sudah minggir saja sebentar lagi tukang nganter belanjaan tiba,aku harus bereskan barang-barang ini dulu"ucap Vamela.
"Minta bantuan orang nanti aku bayar"ucap Jordan.
"Kak, aku bisa sendiri ucap Vamela.
tidak lama mobil yang mengantar segala macem bahan pokok pun datang, mobil boks itu berhenti tepat di depan pintu gerbang tapi Vamela langsung meminta mereka masuk.
mobil pun masuk karena gerbang di buka lembar.
setelah selesai menurunkan barang para pegawai toko itu pun pamit , dan Vamela, langsung bergegas memberikan uang tips.
Vamela langsung bergegas masuk ke dalam dia tidak langsung membereskan barang-barang itu, dia malah menuju dapur untuk memasak makanan kesukaan Vio dan dirinya, Jordan sebetulnya sudah terbiasa dengan menu masakan yang selalu dibuat oleh Vamela saat di Paris, jadi Vamela tidak perlu memasak makanan luar lagi.
Jordan duduk bersama dengan Vio, dia memberikan ponsel nya, untuk bermain game pada Vio, sementara Jordan akan melihat Vamela, masak.
dan saat Jordan berjalan ke arah dapur, ternyata sudah ada tetangga Vamela, yang baru datang dari pintu samping.
"Owh....ya ampun ada bule dirumah mu Mel"ucap tetangga dekat Vamela yang baru saja kenalan itu.
"Owh dia kak, Jordan kakak dari teman ku di Jakarta, dia dari Paris"ucap Vamela.
"Hi..."ucap Jordan ramah.
Vamela langsung bergegas mengambil peralatan masak, dia akan membuat SOP daging sapi, beserta tumis kangkung dan semur ayam minyak bawang, dan makaroni schotel, setidaknya ada satu makanan yang Jordan suka, sebagai opsi lain.
Vamela, tengah sibuk memasak Jordan menghampiri nya, dia mengecup pipi kanan Vamela, saat itu ibu-ibu tengah lengah membuat bingkisan dari sembako tersebut yang di masukkan ke dalam paper bag, sesuai dengan yang Vamela catat.
Vamela, pun terus berkutat dengan semua masakan nya hingga Jordan pun membantu sekedar mengambilkan piring bahkan sesekali ia akan mengusap keringat wanita itu, dengan tisu Vamela hanya membiarkan itu karena, Jordan tidak akan bisa dia larang , yang ada akan gaduh seisi rumah.
Vamela sibuk menghidangkan semua nya, kecuali makaroni schotel yang masih di panggang.
wanita itu pun berjalan menuju meja makan yang cukup luas itu, dia menghidangkan makanan tersebut di atas meja rencana nya dia ingin mengajak kelima nya makan.
semua sibuk bergosip berandai-andai tentang Jordan sementara Jordan cuek karena tidak tau banyak tentang bahasa mereka saat ini Jordan malah sibuk ngikutin Vamela, kemanapun wanita itu melangkah.
"Sayang kita makan sendiri saja, aku tidak mau makan bareng mereka"ucap Jordan.
"Baiklah kak Jordan makan duluan bersama Vio, nanti aku belakangan"ucap Vamela, tapi Jordan menggeleng.
"Aku dan kamu, mereka belakangan"ucap Jordan tegas.
__ADS_1
"Ya baik'lah"ucap Vamela.
"Thanks honey"ucap Jordan.
"Bu ibu maafkan saya makan duluan ya nanti kita giliran, kak Jordan belum terbiasa makan bareng kita"ucap Vamela.
"Iya neng lanjut saja, nanti kita bisa belakangan setelah selesai membuat bingkisan"ucap seorang ibu tetangga jauh Vamela.
di kompleks perumahan tersebut, ibu-ibu selalu kompak saling membantu untuk urusan kegiatan positif seperti saat ini, Vamela, akan mengadakan pengajian dan berbagai sembako, sebagai buah tangan ibu-ibu nantinya.
Jordan mengambil makaroni schotel,di piring yang sudah Vamela isi dengan itu dan diberikan pada Jordan dia juga menyiapkan mangkuk berisi SOP tadi siapa tau Jordan ingin itu, sementara Vio tiga menu itu kesukaan nya,di piring yang cukup besar itu, terdapat makaroni schotel dan juga ayam satu lagi SOP yang di taruh di mangkuk kecil.
Vio, sudah pandai makan sendiri hingga kini dia tidak perlu disuapi karena Vamela, selalu membiasakan Vio untuk mandiri kecuali jika saat tertentu.
"Yang itu sepertinya enak aku mau coba"ucap Jordan menunjuk ke arah ayam.
Vamela, langsung memberikan yang Jordan mau, Vamela juga melanjutkan makan nya, Vamela makan nasi pake ayam dan tumis kangkung tidak lupa sambal, meskipun sedikit-sedikit dari setiap menu yang dia makan komplit bahkan Vamela makan dengan tangan kecuali makan SOP.
"Yang cobain ini deh"ucap Jordan.
"Aku masih makan kak, lain kali saja"ucap Vamela yang kini terlihat berkeringat.
"Yang suapi aku"ucap Jordan.
"Kak...ini pakai tangan kakak gak jijik gitu kenapa?... tidak ambil sendiri saja"ujar Vamela, sambil menatap Jordan.
"Mau dari tangan mu"ucap Jordan.
"Baiklah kak, mendekat lah"ucap Vamela yang langsung menyuapi Jordan ayam dengan sambal goreng super pedas itu, Jordan pun mengunyah itu sambil tersenyum di awal lama kelamaan tiba-tiba wajah nya memerah dia seakan menahan amarah, mungkin saking pedasnya.
"Yang ini pedas banget, kamu ngasih Vio makanan pedas"ucap Jordan yang mengira ayam itu pedas padahal Vamela, sengaja mencampurkan sambal di ayam yang mau di suap kan pada Jordan tadi.
🌹💖💖💖🌹
setelah selesai makan, Jordan Vamela, Vio pun langsung menyimpan bekas makan nya di tempat cuci piring, setelah itu mereka para lelaki kembali ke kamar untuk tidur siang, sementara Vamela membereskan barang-barang yang dia beli tadi ibu-ibu sedang beristirahat untuk makan, mereka memuji setiap menu masakan yang dibuat oleh Vamela.
"Mel.... sepertinya suami mu sangat beruntung punya istri jago masak kaya kamu udah gitu pintar membuat perhiasan"ucap ibu Ani.
"Ah biasa saja, Bu, kalau dia beruntung tidak mungkin dia mengusir kami berdua"ucap Vamela, yang tidak menyembunyikan semuanya.
Vamela pun tersenyum kecut, mendengar itu semua, hatinya begitu teriris meskipun kini ada pria di samping nya yang selalu menegaskan bahwa dia adalah calon suami nya.
Vamela tidak pernah bilang menerima dia juga tidak bilang menolak nya karena semua terasa percuma saja.
setelah selesai makan ibu-ibu tersebut mencuci piring bekas makan nya masing-masing.
"Ibu-ibu boleh istirahat biar saya yang selesaikan sisanya"ucap Vamela, sambil terus membungkus semua itu kedalam paper bag.
"Tidak apa-apa neng biar, saya bantu hingga selesai"ucap nya.
"Terimakasih Bu, saya tidak enak, jika ada rekomendasi saya butuh asisten tapi yang pulang pergi, soalnya kak Jordan, tidak suka ada orang lain di rumah, rencananya dia akan tinggal bersama saya di sini sebelum pindah ke Paris"ucap Vamela.
"Tidak masalah nanti bisa lapor pada suami saya"ucap Bu RT yang juga ikut gabung ternyata.
"Iya Bu terimakasih, tadi dia datang pagi-pagi, karena khawatir kami kenapa-napa, jadi dia menyusul, mungkin kedepannya teman dan keluarga nya, akan banyak yang berkunjung ke sini Bu"ucap Vamela lagi.
"Sama-sama tidak masalah asal buat laporan saja untuk mengisi daftar tamu"ucap Bu RT.
"Siap Bu bisa diurus"ucap Vamela.
"Honey, Vio minta susu"ucap Jordan, sontak ibu-ibu saling tatap karena mendengar keakraban mereka.
"Kak, bilang sama Vio,tunggu sebentar aku siapkan dulu"ucap Vamela, yang langsung membuat Jordan faham bahwa Vamela, tidak nyaman dipanggil begitu oleh Jordan.
"Iya Ok Mel, tapi buruan ya....aku ngantuk tapi Vio, tidak bisa diam"ujar Jordan sambil tersenyum.
"Baiklah sekarang"ucap Vamela.
ibu-ibu tersenyum melihat Vamela yang seperti sangat jengkel menghadapi Jordan.
Jordan pun kembali fokus dengan laptop nya, pria itu dikira sudah tidur, tapi malah Vio, yang tidur.
__ADS_1
saat Vamela tiba di kamar membawa botol susu dan satu botol air mineral untuk Jordan, dia menatap kesal pada Jordan yang, sedang duduk di sofa sambil memangku laptop nya, sementara Vio, tidur di sofa, dengan bantal sofa.
"Kakak, kenapa?... Vio, dibiarkan di sofa"ucap Vamela, kesal.
"Eh... udah tidur ternyata bukan nya, barusan merengek minta susu"ucap Jordan, dia juga kaget melihat Vio, yang sudah terlelap.
"Ya sudah aku pindah dulu ke ranjang"ucap Jordan.
"Tidak perlu...kakak pasti sibuk,aku akan bersihkan ruang baca jika kakak, sibuk"ucap Vamela.
"Tidak usah Honey, biarkan saja lagi pula aku tidak sibuk banget ko"ujar Jordan.
dia langsung menyimpan laptop nya, terlihat grafik saham dari layar laptop milik Jordan yang sedang dia perhatian saat ini.
"Sayang bisa temani aku"ucap Jordan setelah menidurkan Vio,di atas ranjang.
"Tidak bisa kak, lagi sibuk-sibuknya, mungkin akan selesai nanti malam, kakak sebaiknya tidur saja"ucap Vamela.
Jordan hanya bisa menatap punggung wanita yang sangat ia cintai itu, Vamela turun lagi ke lantai bawah, dia melanjutkan aktifitasnya bersama dengan ibu-ibu tersebut.
Vamela berjalan, sambil membereskan bingkisan tersebut di tempat nya,kini dia juga sudah mengelar permadani dan juga merias meja yang akan diisi oleh berbagai macam kue dan camilan yang sudah ia pesan sebagai hidangan utama mereka nantinya dengan susunan air mineral.
setelah semua dinyatakan rapi dan selesai, akhirnya ibu-ibu bubar dan nanti tepat habis ashar dia akan mengadakan pengajian, tasyakuran rumah yang kini kembali ia tempati setelah puluhan tahun ditinggal, hampir 25, tahun Vamela, tidak menempati rumah tersebut.
beruntung rumah itu selalu dirawat dengan baik, meskipun bayaran nya, adalah hasil kerja keras nya, yang diambil oleh kedua orang tua angkat nya.
dan Vamela, harus merenovasi ulang rumah itu, karena ada beberapa bagian yang rusak dan Vamela, ingin yang terbaik untuk putra nya itu.
acara pun dimulai, tapi Jordan tidak kunjung bergabung dengan Vamela.
hingga akhir acara pria itu tidak kunjung kebawah, Vamela tau mungkin Jordan tidur saat ini.
pria itu pun seperti yang difikirkan oleh Vamela kini tengah asik dalam mimpi nya.
"Kak... tidur di sofa pasti tubuh mu sakit gimana"ucap Vamela.
tidak ada jawaban sama sekali.
Jordan sibuk mendengkur halus saat ini .
Vamela, mencoba membangunkan pria itu, dia tidak ingin ambil resiko, tapi kini tangannya mengusap wajah Gibran.
"Kak pindah ke atas ranjang, nanti tubuh kakak pegal"ucap Vamela.
"Honey, apa acara nya sudah selesai"ucap Jordan.
"Sudah ini baru selesai,ayo aku bantu beres-beres rumah dulu, setelah itu aku balik lagi"ucap Vamela.
"Janji ya honey"Ucap Jordan.
"Iya"ucap Vamela yang langsung turun ke bawah, dia pun mulai membersihkan dan membereskan barang-barang bekas pengajian itu bersama ibu-ibu yang tadi membantu nya.
vamela pun sudah menyiapkan sejumlah uang di setiap amplop untuk, sebagai rasa terima kasih vio karena sudah di bantu.
setelah semua selesai akhirnya Vamela pun merasa lega dia pun merebahkan diri di sofa rasanya tidak ingin naik tubuhnya sudah benar-benar lelah.
Jordan yang tak kunjung melihat Vamela,di kamar dia langsung turun dan sempat mematung karena Vamela, sudah terlelap di sofa.
"Honey...ko malah tidur di sofa,ayo bangun kamu harus istirahat"ujar Jordan.
"Aku lelah kak aku tidak ingin jalan lagi"ucap Vamela lirih.
Jordan pun langsung mengangkat tubuh Vamela ala bridal style menuju kamar nya, sementara Vamela tidak tau kalau selama semalam penuh Jordan memeluk erat tubuh nya dari belakang.
"Kak seharusnya kita tidak tidur di ranjang yang sama kita belum menikah kak"kata Vamela.
"Tidak masalah toh sebentar lagi juga kita nikah dan akan tidur bersama iya kan"ujar Jordan .
"Haduh... terserah saja aku pusing"ucap Vamela.
"Sayang kamu mau di pijat"ucap Vamela.
__ADS_1
"Tidak usah terima kasih"ucap Vamela yang langsung menjauh dari Jordan.
"Kamu,itu kenapa?..."