Jerat Cinta Sang Duda Tampan

Jerat Cinta Sang Duda Tampan
#Amukan Edgar#


__ADS_3

Edgar langsung merampas handphone tersebut dan melemparkannya membanting tembok, Edgar begitu murka dengan tatapan mata tajam dia langsung menghubungi dokter Edgar, meminta dokter untuk memeriksa Juli, dia juga meminta agar Juli dirawat di rumah saja.


sementara Juli hanya menangis Angela, mencoba mengelus tangan Juli,agar wanita itu bisa sedikit tenang dan bisa menuruti kemauan mereka tapi saat dokter tengah menyiapkan semuanya kakak Juli tiba di ruangan Juli.


"Juli "kakak nya sampai menangis melihat adiknya yang kini terbaring tak berdaya di atas ranjang sedang di periksa dokter.


"Kak... bawa aku pergi" Ucap Juli.


"Tidak, dia istri ku aku yang berhak membawa pulang Juli"ucap Edgar.


"Edgar dia adikku"ucap Julio, kakak dari Juli.


"Aku akan menghabisi mu dan keluarga mu jika kamu berani membawa istri ku pergi"ujar Edgar, yang kini mendorong kakak dari Juli.


"Aku tidak takut, Edgar dia adikku satu-satunya "ucap Julio.


"Owh, sekarang kamu baru sadar kalau selama ini punya adik,lalu dulu kemana??"ucap Edgar,marah.


"Andai aku tau dia tidak ada di rumah mungkin saat itu juga, aku akan mencari nya, dan andaikan aku tau yang membuat dia terusir dari keluarga karena perbuatan mu aku tidak akan membiarkan mu hidup tenang"ucap Julio.


"Kau tidak akan pernah bisa melakukan apapun, apalagi saat ini dia adalah istri ku"ucap Edgar.


"Stop..... aku mohon hentikan"ucap Juli sambil mencoba untuk bergerak dia ingin pergi dari tempat itu tapi beruntung karena perawat dan dokter masih berada di sana.


Edgar langsung mendekat dia memeluk tubuh Juli, yang kini tengah menangis sesenggukan, suasana di dalam ruangan tersebut sangat suram, Julio memanggil orang-orang nya, untuk membantu nya membawa Juli pergi.


"Juli, sayang jika kamu pergi aku tidak akan pernah memaafkan mu, dan kamu juga Jane dan ketiga anak kita tidak akan pernah aku ijinkan untuk bertemu dengan mu lagi apa?.. kamu ingin jadi ibu yang egois heuhhhhh"ucap Edgar, yang kini memegang kedua bahu Juli.


"Jangan mempersulit adikku lagi Edgar, apa?..kau tidak pernah berpikir, wanita mana yang mau cinta nya dibagi dua dan satu lagi aku akan menuntut mu karena telah membuat adikku menderita dijadikan pencetak anak oleh mu, tunggu saja"ucap Julio.


Edgar yang mendengar ocehan Julio, dia sudah tidak bisa menahan amarahnya lagi dia langsung memberikan bogem mentah ke wajah Julio,Juli menjerit seketika itu dia tidak pernah melihat siapapun berani menyakiti kakak nya saat itu, dia langsung loncat dan neng halangi tubuh kakak nya yang saat itu terjatuh ke lantai, Akibat pukulan Edgar.


"hentikan, tolong hentikan jangan sakiti kakak ku, jika kamu marah pukul aku saja karena kita yang bermasalah bukan kakak ku"ucap Juli, sambil memeluk kakaknya, tapi Julio langsung mengangkat tubuh Juli, yang kini berada di dekat nya melindungi nya.


Juli, yang selalu menghawatirkan kakak laki-laki nya sedari iya kecil maka saat ini pun sama, Edgar, langsung terdiam saat dia tidak sengaja memukul bahu Juli, yang saat itu melindungi kakak nya dan akhirnya Juli tak sadarkan diri.


"Puas kamu heuhhhhh"ucap Julio, yang langsung membawa Juli pergi di gendongan nya, meski Edgar, berkali-kali mengejar dan berusaha untuk merebut Juli, dari Julio, meski para bodyguard Julio saat ini menghalangi jalan nya.


Edgar langsung menarik tangan Angela, yang kini masih terbengong Edgar, ingin mengejar Julio yang sudah pergi dengan mobilnya dan pengawalan ketat.


"Daddy, hentikan aku sudah tidak kuat berlari lagi, tinggalkan aku disini, pergilah kejar Juli, bahwa dia kembali"ucap Angela.


"tidak sayang kamu harus ikut dengan ku,ayo naik ke punggung ku"ucap Edgar sambil berjongkok.


"Daddy!! kalau kamu seperti ini Juli akan pergi jauh saat ini"ucap Angela.

__ADS_1


"Tidak Angela,ayo kita pergi bersama"ujar Edgar langsung menggendong Angela tanpa aba-aba.


wanita itu hanya bisa pasrah, suami nya memang sangat keras kepala, hingga Edgar sampai di mobil dia mendudukkan Angela dan memasang seat belt di tubuh Angela.


saat hendak mengejar Juli, tiba-tiba pelayan rumah mengabarkan bahwa Jane hilang saat ini, Edgar langsung pergi menuju Mension, yang baru mereka tinggali.


Edgar ,sangat frustasi saat ini dia dilema kemana ia akan mencari keduanya dan siapa yang harus ia cari lebih dulu putri nya atau istri pertama nya.


sementara Juli kini berada di sebuah rumah sakit lain Julio bahkan langsung menutup informasi tentang adiknya itu, dia sangat menyayangi adiknya itu tidak perduli apapun yang terjadi nanti yang pasti dia ingin adiknya selamat.


Juli mengalami kelumpuhan otot yang diakibatkan oleh over dosis yang dialami nya saat itu, dokter mengatakan bahwa Juli butuh perawatan khusus untuk memulihkan kondisi tubuh nya,selain terapi.


sementara Edgar , hingga malam tiba dia tidak juga menemukan putri kecilnya yang kabur dari rumah nya, jika saja ia tau apa?.. yang ada dalam pikiran putri nya itu hingga dia nekad untuk kabur dari Mension saat ini.


Edgar, teringat rumah lama nya yang dulu mereka tinggali bersama dengan Juli.


Edgar mengemudi kan mobil nya keu daerah itu tapi nihil Jane tidak juga ditemukan.


Edgar benar-benar frustasi, saat ini dia terkulai lemas di depan teras rumah tersebut, hingga seseorang datang menghampiri nya wanita itu adalah nyonya Morin, yang hendak menghidupkan lampu di rumah Juli.


"Maaf tuan cari siapa??.."ucap Morin ragu saat melihat istrinya pria yang kini terlihat sangat frustasi.


"Aku mencari putri ku Jane"ucap Edgar.


"Kau Daddy nya Jane"ucap Morin.


"Putri anda adalah anak asuh ku tuan, setiap kali mommy nya pergi kerja setiap malam nya atau siang dia sering tinggal bersama dengan ku,maka dari itu aku sangat mengenal gadis kecil itu, dimana gadis kecil itu??"ucap Morin.


"Dia kabur dari Mension,maka dari itu aku segera mencari nya kesini"ujar Edgar.


"Owh ya ampun dia memang gadis yang sangat pintar dan sangat menggemaskan tapi dimana dia oh... Jane dimana??..kau semoga tuhan selalu melindungi mu"ucap nya.


"Tolong kabari saya jika anda melihat Jane"ucap Edgar.


"Baik tuan"ucap Morin.


Edgar, pun kembali masuk kedalam mobil nya dia langsung tancap gas saat itu juga, tapi setelah Edgar, pergi tiba-tiba Jane muncul di balik pot bunga yang besar itu.


"Jane sayang ku kau disini nak"ujar wanita tua itu.


"Morin tolong bawa aku ke rumah paman ku, mommy dibawa pergi oleh nya, aku tidak ingin kehilangan mommy"ucap Jane, sambil bercucuran air mata, Morin langsung menghampiri dan memeluk nya.


"Ayo kita kerumah ku dulu ini sudah larut, besok kita cari tau "ucap Morin.


"Baiklah tapi kamu harus janji, untuk membantu ku menemui mommy"ujar gadis kecil itu sambil menyodorkan jari kelingking nya pada Morin dan wanita tua itu pun mengerti lalu dia melakukan hal yang sama.

__ADS_1


mereka sudah seperti sahabat walaupun berbeda generasi, Morin lalu menggendong gadis cantik yang kini terlihat menggigil itu .


Edgar yang sangat panik saat ini dia langsung pergi menuju kamar ketiga anak nya yang selama tiga tahun ikut bersamanya.


"Jerry kenapa??... kamu belum tidur nak"ucap Edgar.


" Aku tidak bisa tidur Daddy, Jane belum pulang juga"ucap Jerry yang kini berusia tiga belas tahun, usia Jerry memang baru tiga belas tahun tapi postur tubuh nya, sudah seperti anak remaja di atas nya Jerry, begitu menyayangi Jane,adik yang selalu ia sayangi sejak masih dalam kandungan mommy nya.


"Tidur lah sayang,ini sudah larut biar Daddy, yang mencari Jane, Daddy yakin gadis kecil itu sedang merindukan mommy mu dan akan pergi ke sana, secara diam-diam, karena dia tau jalan menuju ke sana"ucap Edgar.


ya... daerah tempat tinggal mereka memang tidak jauh dari komplek perumahan milik Juli, hanya perlu naik taksi beberapa menit pasti sampai dan jika berjalan kaki pun, hanya sebentar Edgar, sengaja tidak ingin menjauhkan putra-putri mereka dari Juli yang belum juga mau kembali bersama dengan nya waktu itu.


kini Edgar, membantu Jerry berbaring dia lalu mendatangi kamar Jane dan Jordan, bocah berusia lima tahun itu kini tengah terlelap tidak seperti Jerry, mereka yang belum bisa mengerti kenapa??.. ibunya pergi saat itu mereka malah menyalahkan Jane, sebagai penyebab nya, itu lah kenapa?.. Jane tidak nyaman berada di Mension itu jika tidak ada Jerry kedua kakak kembarnya itu tidak pernah suka padanya.


"Jane kakak sayang Jane segeralah kembali kakak takut kamu kenapa-napa"ujar Jerry lirih sambil berlinang air mata.


Edgar pergi menuju kamar utama dimana kamar itu di isi oleh Angela saat ini wanita dewasa itu kini terlihat tidur meringkuk di atas ranjang tanpa selimut, Edgar sengaja meminta dia untuk beristirahat saat ini, mengingat kondisi Angela, sedang membutuhkan banyak istirahat untuk pemulihan.


Edgar pun kembali berjalan menuju ruang kerja nya dia yang sudah meminta anak buah nya untuk mencari keberadaan Juli dan Jane baru saja mendapatkan kabar tentang putri nya itu yang kini berada di rumah Morin, wanita tua yang tadi ia jumpai, Edgar merasa sedikit lega setidaknya Jane aman bersama dengan wanita tua itu.


Edgar ,kini tengah menyesap wine ada bulir air mata yang saat ini menetes dari sudut mata nya, dia menangis karena sudah sangat putus asa dan lelah untuk mendapatkan Juli kembali kepada nya, meski ada satu cara yang bisa ia lakukan saat ini dan lagi-lagi cara itu akan membuat orang yang sangat ia cintai terluka ibarat pesawat yang sedang mengudara dan di kedua sisi sayap nya terjadi masalah dan terbakar salah satu nya itulah Edgar, bingung harus memilih yang mana akan ia lepaskan lebih dulu, jika tidak dilepas maka api akan merembet ke seluruh body pesawat begitu juga jika ia lepas keduanya maka body pesawat itupun akan tetap meledak karena terjatuh jadi kesimpulan nya dia tidak akan bisa memutuskan kecuali membiarkan nya pasrah begitu saja.


"Honey aku sangat mencintaimu, aku tidak bisa hidup tanpa mu kamu tega ninggalin aku, padahal semua ini awalnya kamu yang meminta agar aku kembali meski aku sudah lama menekan rasa cinta ku pada nya"gumam Edgar, sambil sesekali menyeka air matanya.


laki-laki yang terlihat kuat itu saat ini begitu terlihat rapuh tanpa kehadiran ibunya di sisi nya, karena dua tahun yang lalu soraya meninggal dunia disaat Edgar , tengah sibuk mencari keberadaan Juli, saat yang sama Soraya dikabarkan meninggal dunia, dan Edgar langsung terbang ke Indonesia.


meski dulu sempat sakit parah tapi wanita yang selalu merasa kehadiran suami pertama nya yang sudah lama meninggal dunia itu akhirnya ia menyusul Aditya satu tahun setelah Juli pergi dari sisi Edgar.


"Mom... andaikan kau masih ada, mungkin saat ini aku bisa bersandar di bahu mu seperti dahulu"ucap Edgar lirih.


hari berganti Minggu, Minggu berganti bulan Juli tidak pernah kembali hingga Edgar menemukan fakta bahwa Juli, sudah lama meninggal, sejak saat itu, dan Jane tinggal bersama dengan paman nya,tentu saja Edgar tidak percaya itu dia mengamuk di kediaman Julio, Edgar tidak pernah percaya Juli sudah tidak ada lagi, dan akhirnya Edgar meminta bantuan ketua mafia untuk melacak keberadaan Juli.


hingga satu tahun berlalu Juli di temukan masih hidup dan saat ini wanita itu hidup sebagai wanita lain, menggunakan identitas orang lain yang sudah lama meninggal, dia tinggal di Amerika, dan Jane tau itu karena dia dan ibunya sering berhubungan lewat telepon.


Juli bahkan bekerja sebagai model, saat ini dia sudah kembali berdamai dengan seluruh keluarga besar nya Juli bukan tidak pernah mengingat akan anak-anak nya, tapi dia mencoba menghidar dari luka yang semakin membuat nya jatuh kedalam jurang kematian.


Edgar, saat ini sedang memasang strategi agar Juli mau kembali bersama dengan nya, dan bisa berdamai dengan keadaan, Angela, sudah berkali-kali, meminta berpisah agar Edgar, bisa kembali dengan Juli, tapi Edgar tidak pernah mau mengabulkan nya, hingga saat ini pria itu berkata akan mengikuti alur cerita yang sudah tuhan garis kan untuk nya.


Edgar, memutuskan untuk kembali ke Amerika, bersama seluruh keluarga nya, begitu juga dengan Jane, yang kini berada bersama dengan nya.


Edgar, yang selalu memanjakan keempat anak nya itu selama ini ia begitu dekat dengan keempat anak nya itu.


seperti pesan Juli dulu Edgar , harus lebih banyak meluangkan waktu untuk mereka dan Edgar pun mengikuti perkataan Juli,selain karena rasa cinta nya terhadap mereka, dia juga berharap Juli akan melihat dan akan kembali dengan sendirinya.


kini Jerry, sudah berusia empat belas tahun, kedua adik kembar nya berusia enam tahun, dan adik bungsu nya Jane sudah berusia empat tahun.

__ADS_1


seperti biasa Jane selalu terasingkan oleh si kembar Jeny dan Jordan, tapi Daddy dan kakak nya Jane, selalu memberikan perhatian.


__ADS_2