
beberapa hari ini Jordan larut dalam kebahagiaan begitu juga dengan Edgar dan Juli juga seluruh keluarga besar yang mengadakan pertemuan di negara tersebut semua kembali berkumpul dari tujuh keluarga ditambah anak cucu mereka ballroom hotel itu pun penuh dengan anak cucu mereka.
sementara itu di sisi lain Chaterine tau tentang Jordan dan Vamela saat ini dia hanya bisa menitikkan air mata kepedihan, sebagai seorang istri yang tidak pernah dihargai, selama berpacaran hingga menikah Jordan tidak benar-benar mencintai nya,dia hanya dijadikan pemuas nafsu, hingga akhirnya ia terjerumus ke dalam lembah yang paling dalam.
wanita itu berpetualang dari pria satu ke pria lain nya, bukan materi yang dia cari, melainkan kepuasaan.
karena mencintai Jordan adalah sebuah kesalahan terbesar dalam hidup nya, meskipun materi yang diberikan oleh pria itu lebih dari cukup tapi hatinya tidak baik-baik saja.
Chaterine pergi begitu saja saat tidak sengaja melihat Jordan tengah bersama dengan Vamela, dan juga kedua anak nya.
mereka sedang asyik bercengkrama.
"Jordan...aku minta segera urus perceraian kita sekarang juga"ucap Chaterine, dari sebrang telpon.
"Chaterine ada apa?... tiba-tiba kamu minta cerai"ucap Jordan kaget.
"Tidak usah banyak bicara jawaban nya ada pada dirimu, aku mungkin bukan wanita baik-baik, tapi aku tidak ingin memiliki suami yang hanya menjadikan ku sebagai pemuas nafsu "ucap Chaterine terdengar sendu.
telpon pun langsung diakhiri oleh Chaterine saat itu juga.
Jordan sempat mematung dan itu membuat Vamela, berkata"pergilah perbaiki hubungan dengan yang sudah jelas, biarkan kami tetap seperti ini, aku tidak meminta mu untuk bertanggung jawab, mungkin putra ku tak akan punya kartu keluarga lengkap dan itu tidak jadi masalah mereka tetap memiliki aku, anggap saja dia lahir dari seorang *****r"ucap Vamela yang langsung mendapatkan bentakan keras dari Jordan.
"Vamela!... cabut kata-kata itu disini aku yang salah, sebaiknya kamu istirahat agar bisa cepat sembuh dan jangan berpikir yang macam-macam"ucap Jordan.
"Untuk sebuah pengakuan tidak perlu pernikahan, kamu bisa mengakui putra mu, didepan semua orang dan kamu bisa memberikan semua data diri lengkap tanpa menikah dengan ku, daripada kamu harus kehilangan cinta pertama mu"ucap Vamela tidak kalah tegas.
"Aku bilang diam!!.... diam Vamela, kamu tidak usah memikirkan urusan ku,lebih baik persiapkan diri mu,agar segera sehat putra kita butuh mommy nya yang merawat nya"ucap Jordan.
"Aku akan melakukan itu meskipun tanpa kamu suruh sekalipun"ucap Vamela.
"Bagus...tunggu aku kembali"ucap Jordan.
"Tidak perlu kembali lagi,itu akan lebih baik"ucap Vamela pelan.
sementara itu di Indonesia Jane, tidak ikut pertemuan karena dia baru kembali dari Bali hari ini setelah dua bulan tinggal di Bali, untuk berbulan madu.
Jane pun langsung diboyong ke rumah milik almarhum ibunya Sky, disana sudah lengkap dengan berbagai macam perabotan dan perlengkapan rumah lainnya, rumah yang cukup asri, masih satu kompleks dengan rumah milk Jane, meskipun tidak satu blok.
Jane langsung masuk kedalam rumah tersebut, dan langsung berjalan menuju tangga dengan bantuan Sky dan tongkat ditangan kanan nya Jane yang belum bisa berjalan dengan normal tanpa bantuan alat bantu itu telah sampai di kamar utama milik Sky dulu dan kamar yang memiliki nuansa khusus pria itu dia langsung merebahkan diri di sana.
"Mas adem banget, tapi aku sedih bunda tidak ada, biasanya dia yang akan menyambut kedatangan ku, dan dia juga yang selalu mengantar ku ke kamar ini, jika kamu sedang berada di kampus dulu*ucap Jane.
Air mata Sky , jatuh tapi segera ia hapus pria itu akan seperti saat ini jika mengingat wanita yang menjadi cinta pertama nya, wanita yang sangat berharga dalam hidup nya, bidadari tak bersayap itu adalah segalanya bagi Sky.
ibunya berjuang untuk kehidupan nya, dari mulai ia tumbuh di rahimnya, hingga mendapatkan penolakan dari pria yang sudah meniduri nya, dan bahkan melawan berbagai ancaman yang datang, setiap saat agar wanita itu menggugurkan kandungan nya.
Tapi bunda Sky, lebih memilih tidak mendapatkan pengakuan dan hanya menjadi ibu tunggal bagi putra nya itu, dari pada harus kehilangan janin dalam kandungan nya.
segitu besar cinta seorang ibu, hingga wanita itu pergi dari dunia ini, karena rasa kecewanya terhadap anak nya, yang telah diam-diam berdamai dengan ayah kandung nya, tanpa sepengetahuan nya.
meskipun di saat-saat terakhir wanita itu telah memaafkan putranya, dan berharap Sky, bisa hidup bahagia meski pun tanpa dirinya.
Jane memeluk erat suaminya dari belakang posisi Sky, tengah duduk di samping ranjang sambil membelakangi Jane, karena tangis nya, dan Jane mengerti dengan keadaan Sky, saat ini dia langsung memeluk punggung suaminya itu dan mendaratkan dagunya di atas bahu Sky.
"Sayang aku minta maaf jika aku tanpa sengaja membuat mu sedih karena mengingat bunda, besok pagi kita akan pergi mengunjungi bunda"ucap Jane lirih.
"Tidak apa-apa Honey, tanpa kamu ingatkan pun, aku sudah merasakan hal itu, setiap kali aku pulang ke sini, aku hanya akan melihat bayangan bunda yang sedang beraktifitas setiap hari nya, bahkan jika aku pulang dari kampus dia selalu menyambut ku, mengajak ku duduk di meja makan meminta ku mencicipi makanan yang dia buat khusus untuk ku, itulah kenapa?...aku jarang makan diluar selama ini, jika aku makan diluar itu pun karena sudah ijin sebelum berangkat, karena aku tidak ingin membuat bunda kecewa dan jika aku makan bareng kolega di luar aku tetap akan makan makanan yang bunda sediakan karena aku selalu ingin menghargai kerja keras nya, untuk membuat perut ku terisi , dengan makanan terbaik yang dia buat meskipun aku akan merasa tidak nyaman karena kebanyakan makan"ujar Sky panjang kali lebar jika sudah membahas ibunya.
__ADS_1
"Aku bangga pada mu mas, kamu memang lelaki terbaik yang tuhan berikan kepada ku"ucap Jane.
"Heummm... seperti nya, istri ku ini, tengah merayuku apa belum lelah setelah semalaman penuh heummm"goda Sky yang langsung membuat Jane manyun karena malu.
Sky, sengaja melakukan itu untuk mencairkan suasana.
Sky langsung membalikkan posisi nya, saat ini, dia bahkan langsung mencium bibir Jane yang masih manyun, dengan sengaja.
"Jangan marah semalam aku Khalaf"Ujar Sky yang langsung memeluk istrinya.
ya malam terakhir di Bali Sky menggempur Jane habis-habisan meskipun dia tahu istrinya baru pulih dari cedera luka dalam yang dia alami tapi pria yang begitu mencintai istrinya, sudah lupa diri jika berhubungan dengan urusan ranjang, meskipun di akhir Sky langsung mengecek kondisi isterinya itu sebelum mereka kembali ke Jakarta.
🌹💖💖💖🌹
ke esokan pagi nya, pasangan pengantin baru itu, berjalan melewati beberapa makam, untuk menuju makam ibunda Sky.
"Sayang lewat sini"ucap Sky, yang langsung merangkul pinggang istri nya itu, tibalah mereka di makam yang terlihat sangat sejuk itu, ditumbuhi rumput hijau yang terawat dengan batu nisan yang masih terlihat baru, dia berjongkok di hadapan makam tersebut sementara Sky langsung menaruh bangku berukuran kecil yang sengaja ia bawa karena istrinya tidak diperbolehkan berjongkok kaki Jane belum terlalu kuat untuk itu.
"Duduk lah sayang"ucap Sky.
"Terimakasih mas"ucap Jane.
Sky dan Jane pun berdoa setelah meletakkan bunga Lily putih kesukaan sang bunda dan mereka meletakkan itu di sandarkan di batu nisan tersebut.
"Bunda... Sky sudah memenuhi keinginan terakhir Bunda, Sky membawa istri tercinta Sky, kehadapan Bunda, Bunda benar kebahagiaan Sky ,selain memiliki bunda adalah memiliki Jane, sebagai istri Sky, Bunda sekarang bisa tenang karena menantu idaman Bunda sudah Sky dapatkan meskipun tidak semudah yang dibayangkan, perjuangan ku untuk mendapatkan cinta dari nya, begitu panjang Bunda, tapi akhirnya Sky, berhasil ini semua berkat doa Bunda, dan doakan Sky, agar segera mendapatkan momongan untuk memperkuat cinta kami"ucap Sky, sambil berlinang air mata.
Jane langsung menghapus air mata suaminya itu dengan tisu yang ia genggam sedari tadi.
"Mas tidak usah bersedih lagi, mulai saat ini aku janji akan menggantikan posisi bunda untuk mu, meskipun posisi nya tidak akan pernah terganti, tapi setidaknya mas sedikit terobati"ucap Jane lirih.
"Tentu saja mas, tapi semoga tidak ada badai karena aku takut tak bisa memenuhi janji ku,aku takut badai mas"ucap Jane sambil tersenyum, dan Sky, langsung mencubit hidung mancung istrinya itu dengan gemas.
"Bunda lihat lah, bagaimana aku bisa melupakan dia, istri ku ini selalu menggemaskan"ucap Sky yang kini sudah bisa tersenyum.
"Bunda, seperti nya Jane akan kesulitan menghadapi tingkah putra bunda yang posesif ini"ucap Jane mencair kan suasana.
"Wajar kan Bunda, karena aku begitu mencintai nya"ucap Sky.
"Owh terimakasih suamiku tersayang"ucap Sky.
"Memang nya, ada yang disayang selain tersayang ini"ucap Sky, sengaja menggoda Jane.
"Mana mungkin, hanya ada satu-satunya dan tidak ada dua nya"ucap Jane.
"Heummm... Bunda bisa lihat dia sudah Bucinn sejak awal, hanya saja sok jual mahal"ucap Sky.
"Ehh... siapa bilang, aku Bucinn...aku hanya mengatakan yang sejujurnya"ucap Jane membela diri.
"Sama aja iya kan Bun"ucap Sky, seolah-olah ibunya berada di hadapan nya, karena mereka sudah hampir satu jam berada di sana bersenda gurau bersama, ditengah kerinduan yang mendalam terhadap orang yang paling berarti di kehidupan mereka.
"Yang pulang yu, sudah panas nih"ucap Sky.
"Sebentar lagi mas aku masih kangen Bunda"ucap Jane, yang memang rindu berat dengan wanita yang dulu pernah memberikan dia kehangatan seorang ibu, disaat dia pergi dari keluarga nya kala itu.
"Kita bisa sering-sering mengunjungi Bunda, kapan pun itu, saat ini kamu masih perlu istirahat"ucap Sky.
"Baiklah... Bun,kami pulang dulu lain kali kita kesini lagi,maaf Jane belum bisa membalas kebaikan Bunda, tapi Jane janji akan menjadi istri terbaik untuk putra bunda semampu Jane"ucap Jane lirih sambil mengelus batu nisan tersebut.
__ADS_1
"Ayo sayang"ucap Sky, sambil membantu Jane berdiri secara perlahan.
mereka pun kembali berjalan menuju area parkir.
tapi Sky tidak ingin Jane berjalan terlalu jauh, dia langsung menggendong Jane ala bridal style.
"Sayang aku berat loh"ucap Jane.
"Mana ada tubuh kamu begitu ramping seperti tanpa isi begini,aku mau mulai saat ini, kamu makan dan istirahat dengan baik agar sedikit lebih berisi,agar aku tidak malu dengan keluarga mu sayang, nanti mereka mengira aku tidak memberikan mu makan karena gaji ku terlalu kecil"ucap Sky.
"Mas...mau makan sebanyak apapun,tubuhku memang sudah begini, tidak masalah bukan, jika aku gendut kamu juga gak bakal tertarik dengan ku"ucap Jane.
"Tapi sayang sedikit lebih berisi itu, akan lebih baik, kamu akan semakin menggemaskan karena saat ini pun kamu sudah sangat menggoda"bisik Sky, jiwa' mesumnya sudah on.
"Mas.... sudah ah kamu itu selalu saja begitu, sekarang lebih baik kamu temani aku mengecek kondisi perusahaan ku yang sudah lama ditinggal begitu saja"ucap Jane.
"Semuanya baik-baik saja sayang tidak ada masalah, dan selama ini J&V ditangani oleh Vierra, kakak ipar mu itu"ucap Sky.
"Dia saudara ku, bukan kakak ipar"ucap Jane yang kini sudah duduk di samping jok kemudi.
"Apapun itu"ucap Sky.
"Heummm"ucap Jane yang tiba-tiba memejamkan mata.
"Kamu kenapa?... yang "ucap Sky cemas.
"Tidak kenapa-kenapa, kak hanya saja aku sedikit merasa mual"ucap Jane.
"Sayang kita periksa dulu ya"ucap Sky.
"Tidak perlu mas... mungkin karena sedikit lelah"ucap Jane.
"Ya sudah kita langsung pulang saja"ucap Sky yang langsung menghidupkan mesin.
Jane merasa mual tapi tidak sampai muntah dia mengambil permen lemon dari dalam tasnya itu adalah permen kesukaan nya, sudah satu bulan lebih, dan Sky tidak pernah tau itu, tapi aroma bibir Jane selalu mengandung wangi lemon selama ini dan Sky suka.
sesampainya di dalam rumah, Jane langsung digendong oleh Sky menuju lantai atas.
"Yang bagaimana?..jika mulai besok kita bereskan kamar di bawah saja, agar kamu tidak perlu naik tangga lagi"ucap Sky.
"Aku suka kamar mas"ucap Jane jujur.
"Tidak masalah malam hari mas ada dirumah jadi kita bisa tidur di sana, ini untuk jaga-jaga saja, jika kamu mau kita bisa dekorasi kamar nya seperti kamar kita yang di atas" kata Sky.
"Tapi tetap saja beda yang...di atas itu ada banyak kenangan tentang kita dulu"ucap Jane.
"Kamu suka aku atau kenangan kita heumm"ujar Sky menggoda.
"Keduanya"jawab Jane.
"Terimakasih honey... kamu memang terbaik"ucap Sky.
"Terus yang baik ada dimana"goda Jane.
"Disini, yang baik dan terbaik, keduanya ada di sini"ucap Sky, sambil membantu istrinya berbaring.
"Terimakasih sayang"ucap Jane yang langsung memeluk erat Sky.
__ADS_1