Jerat Cinta Sang Duda Tampan

Jerat Cinta Sang Duda Tampan
#koma#


__ADS_3

sudah satu Minggu lebih saat ini Juli terbaring lemah di ruang VVIP rumah sakit, setelah Edgar, menemukan nya sudah tergeletak dengan mulut berbusa, dan terlambat beberapa menit saja mungkin saat ini Juli hanya tinggal nama.


Edgar datang untuk menjemput Juli, pulang ke sebuah Mension yang ia beli sesaat setelah menjemput Jane, Edgar sudah memutuskan untuk mengalah demi kebaikan bersama, dia juga mengajak ketiga anaknya untuk tinggal bersama dengan Juli saat itu tapi kenyataan tidak sesuai dengan harapan setibanya di rumah Juli, Edgar menemukan istrinya itu tergeletak di lantai di samping ranjang dengan mulut berbusa Edgar , langsung berteriak histeris dan langsung membawa Juli pergi ke rumah sakit saat itu juga.


sementara ke empat putra nya di jaga oleh Angela, saat ini.


Edgar, setiap hari berada di rumah sakit selama satu Minggu berlalu Edgar, tetap setia menunggu istrinya sadar, seperti sekarang ini dia menghampiri istrinya setelah berkutat dengan pekerjaan nya tadi.


kini jam sudah menunjukkan pukul satu malam waktu Paris, Edgar duduk di samping ranjang pasien itu dan menggenggam tangan Juli juga mengelus puncak kepala istrinya itu yang seperti tengah tertidur lelap.


"Honey bangun sayang aku tak sanggup jika harus kehilangan mu, untuk selamanya aku sangat mencintaimu dan apa??... kamu tau aku membawa serta keempat anak kita ke sini kita akan tinggal bersama di negara ini jika kamu tidak ingin kembali ke Amerika dengan kami"ucap Edgar lirih.


tetesan air mata dari sudut mata Juli keluar sebagai respon terhadap perkataan Edgar, Juli bisa mendengar tapi tubuh dan matanya sulit untuk digerakkan itulah kenapa Juli, menitikkan air mata dan Edgar, yang melihat itu dia menitikkan air mata nya.


"Honey, berjuang lah aku akan berusaha untuk jadi yang terbaik untuk mu dan keempat anak kita sayang"ucap Edgar.


Edgar terus berbicara pada Juli dia sudah tidak tau lagi harus melakukan apa dia begitu putus asa melihat wanita yang sangat ia cintai kini hidup tapi seperti orang mati.


Edgar terus memohon kepada dokter agar secepatnya bisa menyembuhkan istrinya itu dia selalu berkata tolong lakukan yang terbaik secepatnya agar istri saya cepat sembuh, itulah yang dia katakan pada setiap dokter yang berjaga di rumah sakit tersebut.


Juli masih tetap koma hingga satu bulan lamanya saat ini tepat satu bulan dia tidak bangun juga Edgar, tetap setia dia terus menemani nya Angela, selalu menjenguk istri pertama dari suaminya itu, karena kini dia yang kedua.


Edgar, merasa lega melihat Angela, sudah membaik bahkan dokter yang menangani nya berkata tinggal menunggu pemulihan saja setelah tiga tahun lebih dia berobat dengan berbagai pengobatan yang ia jalani selama ini Edgar selalu setia mendampingi Angela.


"Honey pulang lah kasihan anak-anak mereka pasti sangat khawatir saat ini"ucap Edgar, pada Angela.


"Baiklah Daddy, jaga kesehatan jangan lupa makan dan minum vitamin nya"ucap Angela, sambil mengecup bibir Edgar sekilas begitu juga Edgar, yang memeluk Angela, dan selalu berkata I love you so much, J'Time.


itu yang selalu Edgar bisikan di setiap pelukan mereka.


"Love you more... honey "jawab Angela sambil berlalu pergi, Edgar melirik ke arah Juli yang masih tertidur anteng di atas ranjang itu.


"Juli, aku minta maaf aku memang sangat egois tapi aku mencintai kalian berdua terutama kamu honey"ucap Edgar lirih.


lagi-lagi Edgar, melihat hanya air mata yang keluar, dari sudut mata Juli ,Edgar mendekat lalu menggenggam tangan dan mengecup nya" Maafkan aku segera lah bangun aku akan melakukan apa pun, yang kamu inginkan setelah kamu bangun"ucap nya.


sampai saat ini Juli, seperti enggan untuk membuka mata, hingga satu hari, Morin datang menjenguk Juli, yang sudah seperti anak nya sendiri dia datang saat Edgar, tidak ada di dalam ruangan.


"Juli,ini aku Morin, bagaimana kabarmu saat ini, segeralah bangun kasihan Jane, dia selalu menangis saat berkunjung ke rumah ku, dia bahkan berkata menyesal karena telah membuat mu kecewa dengan bertanya siapa Daddy nya, andaikan dia tau itu akan melukai mu, dia tidak akan pernah menanyakan hal itu"ucap nyonya Morin.


tiba-tiba saja jari telunjuk Juli bergerak, nyonya Morin yang menyadari hal itu dia langsung langsung memijit tombol merah yang ada di sana untuk memanggil dokter, sebelum dokter datang Juli sudah membuka mata dan saat itu juga dokter dan beberapa suster datang lalu memeriksa kondisi Juli.


setelah dokter memeriksa nya saat itu juga seseorang yang ada di balik pintu menelpon Edgar, dia adalah orang yang di pekerjakan oleh Edgar, sementara untuk menjaga keamanan Juli, selama dia di rumah sakit saat Edgar, pergi seperti saat ini dia sedang berada di Amerika, untuk menghadiri rapat di perusahaan nya.


Edgar, memutuskan langsung berangkat menuju Paris, setelah selesai memimpin rapat tersebut.


sementara di rumah sakit, Morin tengah menggenggam tangan Juli, yang kini berusaha untuk berbicara pada nya meski masih dalam kondisi yang sangat lemah

__ADS_1


"Istirahat lah Juli,kau baru saja bangun"ucap Nyona Morin.


"N ny nya mo Rin, to Lo ng.. ba.wa put...ri.ku ke ma r i"ucap nya terbata-bata.


"Tapi Juli, putri mu sedang bersama dengan ibu kedua nya, saat ini dia akan menemui ku saat bolos dari sekolah diam-diam ia datang ke rumah ku"ucap Morin si wanita tua itu.


"A pa di a baik baik saja"ucap Juli yang mulai membaik bicara nya.


"Dia baik-baik saja, hanya saja dia selalu bersedih saat merindukan mu"ujar Nyona Morin.


setelah Nyona Morin, pulang Juli kini tengah tertidur setelah dokter memeriksa dan memberikan suntikan obat pada cairan infus, untuk memulihkan kondisi Juli.


kondisi nya yang masih belum bisa bergerak bebas pasca koma otot tubuh nya terasa sangat kaku dia bahkan tidak berdaya bahkan sekedar untuk menggerakkan tangan saja sudah sangat kesulitan.


wanita itu hanya bisa pasrah saat ini dia hanya bisa membuka mata dan menutup nya kembali selama beberapa hari ini, sedang Edgar, kini dalam perjalanan menuju Paris,di pesawat pria itu baru bisa memejamkan mata dengan tenang hingga pesawat mendarat di bandara.


Edgar, langsung menuju rumah sakit menggunakan mobil pribadi nya tanpa di temani asisten nya, saat ini dia ingin langsung memeluk wanita yang sudah sangat ia rindukan.


sesampainya di rumah sakit, Edgar langsung berlari menuju lift untuk naik ke lantai teratas dimana di situ terdapat kamar rawat VVIP .


🌹💖💖💖🌹


Edgar, sudah satu jam menunggu istrinya membuka mata dia tidak tega jika harus mengganggu tidur nya yang kini terlihat sangat pulas.


Edgar, duduk di samping ranjang itu perlahan tapi pasti dia pun ikut berbaring dan memeluk Juli dari samping..


Juli memandang lekat wajah pria yang kini masih memejamkan mata nya.


jujur Juli sangat merindukan nya, tapi rasa sakit yang pria itu berikan telah mengubah rasa rindu itu menjadi kebencian terhadap pria yang kini berada di hadapan nya.


Edgar, membuka mata saat melihat istrinya sudah terbangun.


"Pagi Honey,I love you"ucap Edgar.


Juli hanya terdiam.


"Heumm"gumam Juli lirih dia berusaha untuk menggerakkan tangan nya ke atas ingin mengusap wajah nya tapi sepertinya sangat kesulitan.


"Sayang mau apa?... tinggal bilang saja jangan dipaksakan dulu, kamu baru saja siuman, jadi tubuhmu terasa kaku saat ini"ucap Edgar.


"A aku hanya ingin mengusap wajah ku, tapi tidak bisa sungguh hidup ku tak berguna lalu untuk apa aku hi"ucapan Juli terpotong karena Edgar, menempelkan telunjuknya di bibir Juli.


"Aku tidak ingin mendengar kata itu"ucap Edgar.


Juli lalu memalingkan wajahnya, kearah lain Air mata nya kembali tumpah.


"Aku sudah bangun dan sekarang tolong tepati janji mu empat hari yang lalu"ucap Juli.

__ADS_1


"Janji, memang nya aku menjanjikan apa honey"Edgar lupa.


"Kamu berjanji bahwa kamu akan mengabulkan semua keinginan ku"ucap Juli.


"Baiklah sayang lalu apa??... keinginan mu"ucap Edgar.


"Aku ingin keempat anak ku tinggal bersama dengan ku, dan setelah itu aku akan kembali ke rumah orang tua ku, dan kita akan resmi berpisah"ucap Juli yang tiba-tiba saja membuat Edgar bangkit dan menatap nya tajam.


"Tidak, untuk yang satu itu aku tidak akan mengabulkan nya sampai kapan pun, kamu adalah milikku dan hanya akan seperti itu untuk selamanya"ucap Juli.


"Tapi kau sudah berjanji mas, kamu harus menepati janji mu itu"ucap Juli lantang.


"Aku tidak akan pernah melakukan itu, sampai kapan pun sekalipun aku harus mengingkari janji ku pada dunia ini"ucap Edgar tegas pria itu langsung pergi begitu saja meninggalkan Juli sendiri yang kini tengah menangis.


Edgar,kini pergi menuju pub dia ingin melampiaskan kemarahannya lewat minuman, pria itu sungguh tak bisa menerima kenyataan bahwa Juli saat ini lagi-lagi telah meminta dirinya untuk menceraikan nya.


Edgar , duduk di meja bar dia langsung memesan minuman keras.


Edgar, sudah menghabiskan beberapa gelas, setelah itu dia kembali pulang menuju rumah sakit, dalam keadaan sedikit mabuk berat Juli yang melihat pria itu masuk dengan wajah dengan penampilan kusut dan tercium bau alkohol.


"Apa?... dengan begitu semua nya bisa selesai dan aku tidak akan meminta itu,kau justru keliru"ucap Juli.


"Stop honey stop jangan bahas itu lagi aku tidak sanggup jika harus berpisah lagi dari mu, lebih baik aku mati saja jika itu terjadi honey, aku sangat mencintaimu sampai mati pun aku akan tetap mencintai mu,ingat itu"ucap Edgar sambil menatap penuh amarah yang tertahan kan Edgar, kemudian merebahkan tubuhnya di samping Juli.


"Juli apa???...aku tidak berarti apa-apa untuk mu, apa??.. kurang nya aku terlalu banyak hingga kamu tidak pernah bisa menerima dan mencintai ku, jawab honey"ucap Edgar lirih.


"Kau begitu sempurna Edgar, sehingga semua wanita melempar kan dirinya sendiri pada mu, tapi aku hanya tidak bisa mendampingi mu yang begitu sempurna ini, aku yang terlalu banyak kekurangan aku yang tidak pernah pantas berada di sisi mu dan saat ini kamu sudah kembali mendapatkan dia yang lebih pantas untuk mu selama ini dia adalah wanita yang hebat yang selalu mendukung mu, aku tidak akan pernah bisa seperti dia aku terlalu lemah untuk bisa terus berada di sisi mu"ucap Juli terhenti Air mata nya meleleh begitu saja .


Edgar menatap lekat wajah cantik yang kini berurai air mata.


"Itu menurut mu sayang, tapi tidak menurut ku aku akui Angela, adalah wanita yang pertama dan dia bisa menemani ku di saat tersulit sekalipun, tapi dia tidak bisa memberikan lebih banyak kebahagiaan seperti dirimu,aku lebih bahagia lagi jika kamu selalu ada di sisiku, aku sangat mencintaimu Juli sejak pertama kali kau datang ke rumah ku aku mencintaimu itulah kenapa aku mengurung mu di rumah kita, karena aku tidak ingin kehilangan mu, andaikan aku tau saat itu kamu sedang mengandung anak kita untuk yang kedua kalinya, aku tidak akan pernah membiarkan kamu sendiri di rumah kita, aku akan menemani mu tak akan pernah melepaskan mu walaupun hanya sedetik pun tapi kamu menyembunyikan itu dari ku, bahkan saat hari dimana kamu pergi bersama dengan Jerry, aku langsung menyusul mu hati ku hancur Juli sayang aku hancur"ucap Edgar.


Edgar menangis sesenggukan sambil membenamkan wajahnya di dada Juli yang masih setia terlentang karena belum bisa bergerak bebas.


"Mas... kamu harus bisa melepaskan aku, aku yakin hidup mu akan tetap bahagia bersama dengan nya, seperti selama tiga tahun ini"ucap Juli.


"Kau tidak pernah tau apa yang dia alami selama tiga tahun ini, jangan egois Juli, kamu tidak pernah tau penderitaan nya selama tiga tahun ini jika harus ada yang pergi di antara kita maka itu adalah aku orang nya, aku tidak pernah bisa membuat nya bahagia atau pun bisa membuat dia melupakan mu, apa kamu tau Juli, setiap tengah malam aku menyaksikan nya menangis sambil menenggak minuman beralkohol hanya untuk bisa tidur barang sekejap saja, dia bahkan tidak henti mencari keberadaan mu hingga harus bekerja sama dengan para mafia ternama di setiap negara, hanya demi kamu dan jika ada yang harus mengalah di antara kita itu hanya aku Juli, aku bahkan tidak pernah bisa memberinya kebahagiaan seperti yang dirimu berikan"ucap Angela, yang tiba-tiba datang di tengah malam larut dia tidak bisa tidur.


"Tidak, honey kamu juga wanita yang selama ini aku cintai aku tidak ingin kehilangan mu lagi, dan kalian berdua adalah cinta ku, aku memang egois tapi itulah kenyataannya ucap Edgar sambil bangkit berdiri menghampiri Angela, yang kini berdiri di hadapan mereka Edgar memeluk erat Angela, dan memberikan kecupan di puncak kepala nya.


hal itu yang membuat Juli, tidak kuat untuk terus berada di sisi Edgar.


"Jika, masalah anak aku sudah memberikan mereka berempat pada kalian, tapi tolong lepaskan aku"ucap Juli, dia merogoh handphone yang di berikan oleh nyonya Morin diam-diam saat kemarin menjemput nya, handphone milik Juli, dia menghubungi kakak nya yang sudah belasan tahun tinggal di Paris tapi beda tempat.


"Aku berada di rumah sakit***Paris tolong jemput aku"ucap Juli singkat Edgar yang mendengar itu langsung berbalik, dan merampas handphone tersebut.


"Kamu menghubungi siapa Juli jangan macam-macam, aku tidak akan pernah mengizinkan mu untuk pergi dari ku, sekalipun aku harus kehilangan nyawa ku"ucap Edgar, menatap nyala.

__ADS_1


__ADS_2