
"Aku mohon kak, bawa anak-anak kemari pertemuan mereka dengan ku setidaknya untuk yang terakhir kali nya"ujar Juni.
"Sayang anak-anak rentan kena penyakit, jika mereka dibawa kesini lebih baik kamu tetap semangat untuk sembuh, agar mereka bisa segera bertemu dengan Mommy nya"ujar Gavin sambil memeluk dan mencium kening Juni.
"Baiklah kak aku ingin berusaha untuk sembuh" ujar nya.
"Terimakasih sayang ku"ucap Gavin yang terus mengelus puncak kepala istrinya dan sesekali mengecup bibir Juni melepas rindu.
"Sayang kamu lah satu-satunya istri dan ibu dari anak-anakku, sekarang kita sudah tidak ada lagi dalam bayang-bayang keluarga ku, aku sudah memutuskan hubungan ku dengan mereka, aku juga merintis perusahaan baru, karena semua nya aku serahkan pada keluarga ku"jujur Gavin.
Ghealova pun sudah bersiap kini saatnya dia bergantian dengan Adam untuk menjenguk keadaan Juni.
mereka sudah terbiasa berbagai tugas dengan Adam saat Arion harus menangani urusan kantor, asisten yang sudah seperti ayah kedua bagi kedua anak nya saya itu selalu di cemburu i oleh Adam, karena keduanya terlalu dekat dengan pria itu, sementara dirinya jarang punya waktu untuk mengajak mereka bermain hingga putra dan putri nya hampir tidak mengenali Adam akhirnya dia memutuskan untuk menambah asisten pribadi seperti yang Ghealova lakukan selama ini dia akan kekantor jika anda kepentingan mendesak saja.
Dan kini pria itu tidak pernah lagi melewatkan tubuh kembang anak nya itu.
Adam juga semakin lengket dengan Ghealova, setelah mendapat restu dari keluarga Adam saat mereka melihat cucu mereka yang tidak lain adalah anak dari Ghealova.
Sesampainya di rumah sakit, Ghealova langsung menghubungi Gavin untuk bertanya dimana ruangan tempat Juni dirawat saat ini.
wanita itu itupun dijemput oleh Gavin yang sudah meminta ijin sebelumnya pada Juni untuk pergi menjemput nya.
sesampainya di depan lobi, Gavin langsung mengajak Ghealova untuk mengikuti langkah nya, hingga sampai di ruangan tersebut Ghealova langsung menangis sesenggukan sambil menghambur memeluk Juni.
"Kamu itu kenapa? tidak pernah mau membagi semua beban mu dengan ku, kamu anggap apa? aku selama ini heeuh, aku kira kamu selalu baik-baik saja di negara ini, tapi apa? kau bahkan menyembunyikan semuanya dari ku"ujar Ghealova, sambil terus menangis.
"Aku tidak pernah ingin memberi tahu mu karena kamu itu cengeng, lihat lah ketakutan ku terbukti, aku saja yang sakit tidak menangis"ucap Juni.
"Kau memang robot tidak punya perasaan, jadi tidak akan pernah menangis aku akan menyatakan dokter untuk mengganti baterai di tubuh mu saat ini juga, agar tidak membuat mu tidak eror"ujar Ghealova.
Gavin yang melihat senyum dan tawa dibibir Juni kembali merekah membuat hati nya memiliki harapan, untuk istrinya setidaknya ada semangat dan dukungan untuk Juni.
"Aku akan segera berbicara dengan dokter"ujar Gavin.
"Secepatnya harus kamu katakan jika baterai yang ada di tubuh istri mu tidak bisa lagi di perbaiki, lebih baik diganti dengan baterai yang baru"ujar Ghealova.
"Heumm"jawab Gavin yang langsung , mengangguk mengerti.
Beruntung nya setelah dokter menyatakan bahwa Juni harus segera mendapatkan jantung baru ada seorang keluarga pasien korban kecelakaan seorang wanita cantik yang baru saja hendak berangkat kerja di hari pertama nya setelah lulus kuliah.
Gavin langsung menemui kedua orang tua nya, mereka pun merelakan semua itu, dan kini Gavin pun memberikan komfensasi untuk keluarga tersebut meskipun mereka sempat menolak nya tapi kemudian Gavin berjanji akan menganggap mereka seperti keluarga nya sendiri.
karena kedua orang tua gadis itu berusia lima puluh tahun kurang lebih segitu, setelah di cek dari kartu identitas mereka.
operasi pun segera dilakukan saat itu juga beruntung kondisi Juni stabil untuk bisa menjalani operasi.
Ghealova pun pulang setelah memastikan Juni masuk ke dalam ruang operasi, karena keempat anak itu membutuhkan dirinya jadi Adam yang menggantikan Ghealova.
"Aku pulang dulu, nanti mas Adam akan kemari setelah aku disana"ucap Ghealova .
__ADS_1
"Tolong titip kedua putra kami, bilang padanya bahwa aku sedang menjemput mommy mereka"ucap Gavin.
"Kamu tenang saja aku akan menjaga mereka seperti menjaga anak ku sendiri"ujar Ghealova.
operasi masih terus berjalan Gavin terus berdoa dan berharap, semoga setelah ini semua akan baik-baik saja .
Ghealova pun langsung bergegas menuju hotel, dengan menggunakan jasa transportasi online suaminya Adam masih sibuk mengajak keempat anak itu bermain, keempat nya, sedari tadi begitu ceria karena Adam bahkan menyewa jasa hiburan dari hotel.
sampai Ghealova masuk kedalam kamar nya yang tak ubah nya seperti kapal pecah karena saat itu bekas Snack dan mainan.
Tapi Ghealova masih bisa bersyukur saat melihat mereka baik-baik saja.
"Mommy pulang"ujar Ghealova.
"Mereka pun yang melirik karena tengah sibuk melihat dua badut menari.
tidak hanya itu selama seharian Ghealova pergi Adam juga menyewa jasa koki untuk mengurus makan cepat saji tanpa dimasak untuk mereka dan tentunya makanan bergizi tinggi.
Adam langsung memeluk Ghealova dan mengecup puncak kepalanya.
sampai semua nya selesai beres-beres ruangan mereka pun kembali bersiap untuk istirahat kecuali Adam yang akan menemani sepupu nya di sana.
hingga Adam pergi setelah keempat anak mereka tidur pulas, akhirnya pria itu pun pergi .
Adam pun pergi menggunakan mobil yang ia sewa dari hotel menuju rumah sakit, sepanjang perjalanan dia terus berpikir, tentang operasi yang tengah dijalani oleh Juni, menurut Ghealova sepupunya itu mendapat donor jantung dari seorang gadis yang mengalami kecelakaan lalulintas tadi pagi, seakan semua adalah kebetulan.
Bukan tidak mungkin semua hanya sebuah kebetulan karena di dunia ini secara bersamaan ada kelahiran bersama an dengan kematian, sudah takdir ilahi.
hingga tiba di rumah sakit, akhirnya bertepatan dengan Adam datang Juni baru selesai dioperasi dan tinggal menunggu hasil dari setelah beberapa saat, apa jantung nya bekerja dengan baik atau akan ada masalah lain lagi yang akan timbul.
Adam yang datang membawa pakaian ganti untuk Gavin dan juga paper bag berisi makan malam untuk sepupunya itu, dia pun kembali duduk di sebuah ruangan VVIP yang sudah di booking oleh Gavin.
hingga akhirnya selesai mandi dan makan, Gavin pun duduk dengan Adam, pria itu kelihatan segar meskipun dia tidak tertidur lagi setelah datang kemarin malam.
...🌹💖💖💖🌹...
"Apa? pendonor wanita itu benar-benar kecelakaan"tanya Adam yang sangat penasaran.
"Tentu saja, aku tidak punya kekuasaan apapun lagi, tadinya aku juga ingin membeli itu di pasar gelap tapi belum sempat menelpon mereka sudah ada dokter yang datang memberitahu bahwa ada keluarga yang ingin mendonorkan jantung putri nya karena dia ingin putri nya tetap hidup meskipun hanya jantung nya saja tapi ternyata semua organ yang dibutuhkan mereka berikan kepada orang yang membutuhkan meskipun mereka semua memberikan kompensasi yang begitu besar, aku sudah menyelidiki semua ini dan ini benar-benar murni sebuah kecelakaan dan mereka orang tua kandung nya"ucap Adam.
Akhirnya Adam pun mengerti alasan dibalik semua itu, keluarga nya hanya memiliki satu-satunya putri dan dia adalah tulang punggung keluarga, jadi jika mereka memberikan komfensasi itu adalah sebuah kewajaran dan itu artinya anaknya masih berbakti hingga saat mati sekalipun anak nya itu menafkahi keluarga nya.
hingga dokter tiba membawa Juni ke dalam ruangan tersebut meskipun kondisi nya belum sadar tapi sudah mulai stabil.
dan diruangan tersebut juga Juni mendapatkan perawatan yang sangat memadai dengan dokter ahli yang terus memantau keadaan nya, saat ini.
Gavin berdiri menatap sang istri yang saat ini masih terpejam.
lalu dia kembali ke sofa dimana Adam berada.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan kedua putra ku apa mereka tidak rewel"ujar Gavin.
"Tidak keduanya sangat pengertian mereka ternyata suka dengan badut yang aku sewa"ujar Adam.
"Aku tidak tahu orang sesibuk dirimu bisa berbakat mengurus anak"ucap Gavin.
"Kau juga seorang pewaris tahta kerajaan mafia bisa mengurus kedua putra mu sendirian"ucap Adam.
"Tidak lagi"ucap Gavin.
"Apa? kau yakin tahta itu sudah beralih dan tidak akan pernah memburu kedua putra mu"ucap Adam.
Adam pun menatap kearah Gavin yang kini tengah berpikir bahwa semua ucapan Adam memang lah benar putra mereka akan dalam bahaya jika Gavin benar-benar melepaskan tahta tersebut, tapi demi kebahagiaan anak istrinya, Gavin mantap melepaskan semua yang ia miliki.
termasuk wanita yang dulu setia dengan nya , dengan begitu dia bisa melihat bahwa wanita yang selalu dia bela dan dia pertahanankan selama ini ternyata hanya mengincar harta dan tahta yang Gavin miliki dan hanya Juni yang benar-benar setia padanya meskipun mereka berpisah selama ini,tapi sakitnya Juni adalah imbas dari rasa cinta dan perpisahan yang mereka alami, meskipun bukan perceraian.
hingga Gavin kembali berkata"Aku dan Juni sama-sama punya power untuk membangun kerajaan kami berdua bahkan tidak akan pernah terkalahkan"ujar Gavin serius.
"Dan itu lebih baik segera bangun kerajaan kalian berdua untuk agar anak kalian aman"ujar Adam.
"Tidak perlu jika kedua Putra ku butuh bantuan ada kau yang akan melindungi mereka"ujar Gavin sambil tersenyum.
"Aku sudah tidak mau ikut campur dalam urusan begituan lagi, lebih baik aku konsentrasi pada perusahaan dan juga keluarga ku, setidaknya jika kamu ingin semua nya aman jangan menonjolkan bakat dan perilaku kedua anak jenius mu itu"ucap Adam yang tau bahwa kedua anak Gavin adalah anak yang sangat jenius, mirip Hayden dan Jayden, namun mereka terhindar dari dunia mafia karena perlindungan dari Vincent, yang membuat perjanjian dengan Edgar.
hanya Vincent lah orang yang selama ini memiliki kekuatan yang sama dan tidak terkalahkan, dalam dunia bisnis.
hingga Vincent memiliki meminta agar Hayden dan Jayden menyimpan semua bakat yang dimiliki oleh mereka berdua.
hingga Juni kembali di periksa oleh dokter yang sedari tadi memantau kondisi nya, dokter itu pun menyungging kan senyuman karena perkembangan Juni sudah jauh lebih baik.
sementara itu di sebuah tempat, seorang pemuda tampan kini tengah menangis sesenggukan di depan pemakaman yang masih basah karena sang kekasih, telah tiada disaat mereka sudah merencanakan pernikahan, tanpa sepengetahuan nya bahwa mereka telah mendonorkan organ tubuh putri nya itu terutama jantung nya.
Pemuda tampan berusia 27 tahun itu bernama Zayn Abraham, tidak hanya wajah tampan tapi juga mapan dia pemilik perusahaan terbesar yang ada di negara tersebut, dan gadis itu adalah karyawan perusahaan nya yang bekerja di bagian device keuangan.
mereka berhubungan cukup lama, saat itu wanita bernama Berliana itu tengah mengadakan acara kemah di sebuah pegunungan bersama beberapa teman mahasiswi nya dan saat itu pula Zayn tengah melakukan peninjauan lokasi tempat yang cocok untuk membangun hotel di kaki gunung tersebut dengan pemandangan alam yang sangat mempesona.
hingga dia juga ikut mendaki karena orang berkata di puncak gunung sana ada bunga langka yang jika orang itu sedang beruntung maka mereka akan melihat keindahan tersebut.
hingga tiba di puncak mereka berdua tanpa sadar bertemu tanpa teman mereka yang ternyata sudah turun dan tidak jadi mendaki ke puncak, karena cuaca buruk sudah di prediksi akan terjadi saat mereka menyatakan radio.
hingga hujan lebat disertai angin kencang pun datang membasahi bumi dan isinya, mereka yang hanya dua orang asing pun hanya kebingungan hingga saat mereka turun ada banyak ranting pohon patah dan salah satunya menusuk kaki wanita yang kini tengah terduduk di tanah yang basah dan meringis kesakitan.
Zayn yang tidak tau cara menolong nya pun berusaha turun dia langsung mengeluarkan pisau kecil yang ada di dalam tas dan menyalakan lampu senter kepala Juda di ponsel dia mendekat ke arah wanita itu dan meraih kaki Berliana menaruh nya di atas pahanya karena posisi nya itu adalah turunan yang sangat curam dan licin.
Zayn pun mulai menggulung celana yang dikenakan oleh Berliana, saat itu lalu merebut botol air yang ada di genggaman tangan Berliana dan mencuci luka yang sedikit dalam dan memanjang itu.
dia langsung mencuci luka itu hingga dipastikan tidak ada kotoran yang menempel agar tidak terjadi infeksi, setelah itu dia merogoh saputangan di dalam saku celana nya, pria itu dengan susah payah membalut luka Berliana.
hingga Berliana berhenti menitikkan air mata, karena mungkin luka nya sudah tidak terlalu perih seperti tadi dia mengucapkan terimakasih atas pertolongan Zayn, dan mereka yang kini duduk di bawah bguyur air hujan pun mulai sadar kalau tubuh mereka sudah basah kuyup, hujan masih turun dengan lebat dan seketika gadis itu teringat bahwa ada sebuah pondok tak jauh dari arah mereka berdua saat ini tapi tidak mungkin untuk turun ke bawah karena terlalu curam dan bisa tergelincir ke jurang yang tidak terlihat dasar nya itu.
__ADS_1