Jerat Cinta Sang Duda Tampan

Jerat Cinta Sang Duda Tampan
#Juli #


__ADS_3

Setelah sekian lama Edgar mencari Juli dalam diam selama ini karena dia mengetahui sesuatu tentang Angela yang selama ini menghalangi jalan nya untuk mencari keberadaan Juli.


sementara Juli kini tengah menikmati kehidupan barunya sebagai teman Hansel Luis, yang selalu menghibur dia di saat ia sedih karena putra putri nya tidak ada bersama dengan nya dan di saat ia harus bisa bangkit dari keterpurukan nya.


Juli sudah bertekad untuk melupakan Edgar, saat ini wanita itu tetap fokus pada masadepan nya, dia kembali menjadi model, saat ini berbagai tawaran untuk menjadi duta berbagai produk kecantikan pun sering ia jalani selama ini pundi-pundi uang yang ia dapatkan juga tidak sedikit semua berkat dukungan dari Hansel, pria itu begitu baiknya menjaga Juli yang belum lama ini ia tolong dari kejaran para pria berbaju hitam, dengan kekuasaan yang dimiliki Hansel, tidak sulit untuk mencari tau siapa wanita itu sebenarnya.


Hansel benar-benar tulus menolong Juli, bahkan saat ini dia selalu mendukung karir Juli, hingga dia menjadi seorang model papan atas.


Juli banyak wara-wiri di TV, tapi ada kabar angin yang mengatakan bahwa ia memiliki dukungan dari calon suami nya ,kabar itu di cetak di majalah dan berbagai media sosial lainnya.


bahkan ada sebuah foto yang memperlihatkan Juli tengah dirangkul oleh seseorang yang tidak terlihat jelas siapa pria tersebut seakan enggan untuk memperlihatkan wajah nya.


Edgar , belum mencium kabar itu bahkan dia tidak pernah menyadari bahwa Juli dulu pernah menjadi seorang model, wanita berusia tiga puluh lima tahun itu, tidak nampak seperti seorang yang sudah menikah dan memiliki anak, tapi dia seperti seseorang gadis belia yang memiliki kecantikan yang alami.


hingga seseorang diam-diam mengikuti setiap kegiatan yang Juli lakukan selama ini.


kini adalah hari weekend, Juli, tengah bersantai di Mension.


iya juga memasak makanan spesial untuk laki-laki yang kini sudah seperti sahabat saudara tersebut.


Hansel menunggu semuanya itu di meja makan, setelah selesai Juli menghidangkan semua itu dia langsung mengambil dan menyicipi nya satu persatu hidangan tersebut.


berbeda dengan Edgar, saat ini dia tengah merasa sedih karena Jane tengah sakit dia selalu mengigau memanggil istrinya itu.


Edgar , sudah memanggil dokter pribadi nya saat ini tapi demam nya tidak kunjung turun Edgar pun langsung membawa nya ke rumah sakit, Edgar bersama dengan Jerry, saat ini menjaga Jane di ruang VVIP.


Edgar beranjak dari duduknya setelah mengecup puncak kepala Jane sambil berkata"Daddy akan membawa mommy pulang Daddy janji, karena rumah mommy juga sudah selesai di renovasi"ucap Edgar berbisik.


rumah yang dulu sangat sempit saat ini sudah berubah menjadi istana yang super mewah untuk mereka tinggali suatu saat nanti setelah Juli kembali .


"Daddy, aku ingin membeli sesuatu apa ??... Daddy ingin dibelikan makanan"ucap Jerry.


"Boleh sayang kebetulan Daddy belum makan apapun"ucap Edgar.


"Baiklah aku pergi dulu Daddy"ucap Jerry.


Jerry pun pergi dari ruangan itu, dia hanya pergi ke kantin rumah sakit, sambil menelpon mommy nya saat itu juga.


📱"Halo... sayang"ucap Juli.


📱"momm.... Jane sakit"ucap Jerry yang diam-diam selalu berhubungan dengan Juli, selama ini.


Edgar tidak pernah tau itu.


📱"Apa...? baiklah-baiklah sayang jangan sedih mommy akan datang sebentar lagi cukup kirim alamat rumah sakit nya sayang"ucap Juli.


telpon pun berakhir kini Jerry berjalan menuju kantin rumah sakit tersebut dia langsung memesan makanan untuk Daddy nya.


Edgar masih setia duduk di samping ranjang untuk menemani putri nya.


Jane adalah penyemangat hidup nya saat ini karena dia tau anak nya itu adalah putri kesayangan istri nya, bukan Juli tidak sayang ketiga anak nya yang lain tapi kedua anak kembar nya itu tidak mengakui nya sebagai ibu nya yang dia panggil mommy adalah Angela.


Juli langsung meminta ijin pada Hansel untuk pergi menengok putri nya meski kini Juli menggunakan penyamaran dia tidak tahu bahwa di rumah sakit saat ini ada Edgar.

__ADS_1


Edgar yang kini tengah tertidur pulas sambil memeluk erat tubuh putri nya.


Juli tiba di rumah sakit tempat pukul sebelas malam, dia melihat Jerry,kini tengah menunggu nya di kursi tunggu depan ruang rawat inap tersebut.


"momm...I Miss you "ucap Jerry, yang kini sudah tumbuh menginjak remaja, walaupun usianya masih empat besar tahun.


postur tubuh Jerry, sudah setara dengan pria dewasa dia tumbuh tinggi badan nya kekar seperti pria dewasa karena Jerry, selalu berolahraga di samping kesibukan nya bersekolah saat ini.


"Miss you too honey "ucap Juli sambil memeluk erat putra tertuanya itu.


"Masuk lah momm... sudah saatnya mommy bertemu dengan nya, aku mohon kembali lah pada Daddy, untuk kebaikan semua nya"ucap Jerry lembut.


Juli yang kini masuk kedalam dia menghentikan langkahnya, seakan kaget melihat putri nya yang kini dalam penjagaan Edgar, terlihat wajah cantik Putri nya itu begitu sendu saat ini.


"Honey... mommy datang "ucap Juli yang langsung mengecup kening putri nya itu, Juli mencium kening putri nya yang kini berada di dalam pelukan Edgar.


Jane tiba-tiba saja membuka mata dia langsung menangis dan memeluk erat leher Juli yang masih dengan posisi menunduk Edgar, langsung membuka mata nya saat ini karena dia kaget'dengan tangis putri nya itu.


"Juli....yannk...ini beneran kamu"ucap Edgar yang langsung mengucek mata dan sesekali juga menepuk pipi nya sangat keras,agar dia sadar dari mimpi tapi ternyata semuanya nyata Edgar langsung memeluk erat Juli, pria itu menangis dalam pelukan nya Edgar yang sudah lelah dan hampir menyerah untuk mencari istri nya itu.


"Hiks hiks hiks hiks, honey aku memang sangat pantas untuk kamu hukum tapi tolong jangan hukum aku lagi dengan pergi jauh dari ku sayang, aku tak sanggup apa kamu tidak melihat putri bungsu kita bahkan lebih menderita lagi atas kepergian mu"ucap Edgar.


"Baiklah aku tidak akan pergi lagi, tapi aku ingin kau menceraikan istri mu , bagaimana??... apa bisa kamu kabulkan, tapi jika tidak pun tidak jadi masalah hanya saja aku akan membawa Jane dan ketiga saudara nya hidup bersama dengan ku di rumah ku"ucap Juli.


"Baik sayang aku akan lakukan apapun yang menjadi keinginan mu"ucap Edgar tanpa basa-basi lagi.


Edgar kini melepaskan pelukannya terhadap Juli, dia kini menggenggam tangan wanita itu Edgar menatap sendu sementara Jane terpejam di dalam dekapan sang bunda.


keesokan harinya, Hansel datang menemui Juli yang kini masih berada di rumah sakit tersebut Juli langsung memeluk Hansel untuk minta maaf karena dia sudah mengingkari janji untuk terus menemani pria itu sampai kapan pun meski mereka tidak akan pernah menikah.


mereka bersama sudah seperti adik kakak, saat ini.


"Juli aku tidak akan pernah marah padamu kau boleh menentukan apapun semua adalah hak dan kebebasan mu"ucap Hansel.


"Aku sangat berterima kasih pada mu, Hansel kamu adalah saudara kedua ku"ucap Juli sambil memeluk Hansel lagi.


sementara Edgar yang kini merasa cemburu atas pelukan yang ia lihat saat ini dia mengepalkan tangannya.


Hansel menghampiri Jane lalu mencium kening gadis kecil itu.


"Hay honey, kamu memang gadis kecil yang sangat cantik yang sering ibuku ceritakan setiap kali aku menelpon dan bahkan disaat aku menjenguk nya, kenal kan aku paman Hansel anak satu-satunya nyonya Morin, dia adalah ibuku"ujar Hansel yang sempat membuat Juli dan Jane kaget.


ternyata selama ini pria yang sudah menolong dan menampung juga memberikan support kepada nya ternyata dia adalah anak dari nyonya Morin.


"Hansel... jadi selama ini kau merahasiakan semua nya dariku"ucap Juli.


"Semua itu tidak penting lagian satu hal yang harus kamu tahu, ibuku sempat menangis saat kau pergi "ucap Hansel.


"kalian sudah seperti keluarga ku, mana bisa aku mengabaikan nya"ucap Hansel lagi.


mereka kini mengobrol di sofa, Edgar menerima Hansel seperti keluarga mereka berbincang dengan canda tawa riang gembira.


Juli sendiri tidur bersama dengan Jane dan Jerry di atas ranjang yang tersedia di ruangan itu.

__ADS_1


hingga pagi menjelang setelah Hansel memutuskan untuk pulang bersama dengan Juli menuju rumah nya yang lama yang kini sudah selesai di renovasi.


Edgar sudah memutuskan untuk membiarkan Juli hidup dengan Jerry dan Jane, saat ini di rumah yang baru saja dibangun ulang tersebut menjadi rumah yang cukup megah meski tidak sebesar Mension rumah itu adalah rumah ternyaman milik Jane dan Juli dulu.


meski kondisi rumah itu lebih sederhana.


keesokan paginya Juli membawa Jane, yang sudah diperbolehkan pulang gadis kecil berusia empat tahun itu kini semakin terlihat lebih baik, terlihat dari pancaran senyum setiap kali bersama dengan mommy nya Juli, meski ada yang masih mengganjal dalam hati Juli karena si kembar tidak kunjung mau ikut dengan nya.


Juli Jerry dan Jane kini telah berada di rumah mereka saat ini Juli tengah berkeliling di temani Edgar, pria berusia empat puluh tujuh tahun itu, masih terlihat gagah dan sangat tampan seperti usia tiga puluh an.


"Honey, mulai saat ini kita akan kembali bersama meski aku tidak selamanya berada di negara ini tapi aku akan usahakan untuk selalu datang kapan pun kamu merindukan aku"ucap Edgar.


"Hanya aku yang rindu"ucap Juli lirih dibarengi senyum keterpaksaan yang terlihat menyedihkan.


"Lebih baik tidak sama sekali"ucap Juli yang langsung beranjak pergi dari hadapan Edgar.


pria itu, merasa sangat bersalah atas ucapan nya tadi.


"Yannk... maksud aku tidak begitu, Juli sayang buka pintu kita bisa bicara baik-baik"ucap Edgar.


lagi-lagi perselisihan itu terjadi.


"Masuk saja aku tidak mengunci pintu nya kok, jadi tidak usah berteriak-teriak begitu kuping aku masih bisa mendengar"ucap Juli


"Maaf sayang aku pikir kamu sedang marah dan mengunci pintu kamar nya"ucap Edgar.


"Aku harus marah untuk alasan yang mana??..karena aku juga tidak tau apa??.. aku punya hak untuk itu atau tidak dan kenyataan nya, aku tidak punya hak untuk itu"ucap Juli pada Edgar.


"Yannk... ayolah bersikap dewasa sedikit, aku ini masih suami kamu jadi kamu berhak untuk marah atau cemburu tapi please tolong jangan tinggalkan aku dan anak-anak lagi aku tidak bisa hidup tanpa mu"ucap Edgar yang langsung memeluk Juli erat.


"Aku memang tidak dewasa ya... kamu benar itulah kenapa aku tidak pernah pantas berada di sisi mu, karena yang dewasa cuma"Dia gumam nya dalam hati.


Edgar langsung membungkam bibir Juli saat itu juga dengan bibir nya ciuman penuh kerinduan bercampur rasa kesal membuat ciuman itu sangat kasar, tapi karena tidak ada perlawanan dari Juli, Edgar pun melembutkan ciuman itu, hingga Juli sejenak bisa melupakan rasa sakit hati nya saat ini dia membalas setiap gerakan yang Edgar lakukan saat mencumbu mesra bibir nya kini.


hingga berakhir di atas ranjang, mereka melakukan olahraga pagi itu hingga berulang kali, sementara Jerry dan Jane kecil ni tengah menikmati makan siang yang di siapkan oleh pelayan.


sementara itu kedua orang tua nya baru selesai melakukan aktivitas nya kini mereka berdua pun tidur saling berpelukan.


hingga sampai dering telepon milik Edgar berbunyi terlihat sangat jelas siapa yang memanggil suaminya saat itu Juli langsung bangkit meraih dress yang ada di lantai tiba tangan nya di cekal oleh Edgar.


"Honey, please dengarkan aku"ucap Edgar.


"Apa lagi, harus berapa kali aku mendengar kebohongan dari mu heuhhhhh pergilah kau sudah mendapatkan apa yang kamu mau, owh aku lupa seharusnya aku yang pergi"ucap Juli Edgar langsung mengambil handphone tersebut dan melemparnya nya ke dinding hingga berhamburan di lantai.


"Kamu lihat itu .... aku tidak perduli dengan apa pun lagi yang aku peduli kan saat ini hanya kamu, sekarang aku harus apa??..lagi ayo katakan"ucap Edgar.


"Aku yang akan pergi tidak usah melakukan apapun, lagi dan aku pergi membawa mereka bersama ku"ucap Juli tapi seketika itu Edgar menyeretnya kembali ke atas ranjang dia tidak ingin wanita itu pergi sekalipun dia harus melakukan perbuatan yang teramat menyakitkan termasuk mengikat tangan dan kaki Juli jika perlu.


Edgar, pun tidak membiarkan siapapun masuk ke dalam kamar nya saat ini dia mengunci pintu kamar tersebut secara otomatis.


"Yannk... aku sudah berusaha untuk melakukan seperti apa yang kau inginkan, semua itu karena aku sangat mencintaimu,maka jangan pernah pergi lagi dari ku"Ujar Edgar, sambil menatap sendu ke arah Juli yang kini menangis sesenggukan.


Juli hanya ingin hidup bahagia bersama dengan anak dan suaminya jika dulu dia kecewa karena sifatnya Edgar, yang sering berhubungan badan dengan wanita di luar saat tengah berbisnis saat ini ada Angela yang kembali rujuk dengan nya, meski itu adalah keinginan Juli untuk menebus rasa bersalah nya, setelah mengetahui kisah pilu tentang perpisahan nya dengan Edgar, tapi saat itu Juli meminta Edgar untuk menceraikan nya terlebih dahulu,meski akhirnya tidak terjadi perceraian.

__ADS_1


__ADS_2