
Juli, menghentikan langkahnya didepan gerbang Edgar, yang tadinya hendak pergi ke kantor dia malah pergi ke ruang kerja nya, Edgar langsung membuka meeting online, saat itu juga karena sudah hampir terlambat dia tak menghiraukan kedatangan seseorang yang kini berdiri menatap nya dengan linangan air mata dan kemarahan yang jelas, Edgar hanya tidak ingin bicara dengan seseorang yang telah membuat nya kecewa saat ini, Juli masih berdiri di tempat sampai Edgar, mengakhiri meeting yang sudah berlangsung satu jam lebih, dia melirik Juli yang masih berdiri dengan genangan air mata di sudut mata nya.
"Katakan, apa mau mu aku tidak punya waktu untuk mengobrol saat ini, jika itu tidak penting sebaiknya kamu cepat keluar"ujar Edgar.
"Aku ingin mengembalikan uang mu, dan satu hal lagi mulai saat ini aku akan kembali ke rumah ku"ucap Juli, sambil memberikan cek yang pernah diberikan oleh Edgar, Edgar semakin mengeratkan kepalan tangan nya, dia semakin kecewa ternyata Juli, tidak menggunakan uang itu sama sekali.
"Aku, tidak pernah mengambil kembali uang yang sudah kuberikan, anggap saja itu untuk membayar keperawanan mu, yang sudah ku ambil, bahkan jika masih kurang aku bisa menambah kan nya "ucap Edgar datar.
"Deg"Juli merasa jantungnya di hantam bongkahan batu besar, dia langsung memberikan cek itu dan ber lalu pergi dengan tangis nya.
Edgar, langsung berdiri dan berjalan untuk mengejar nya, dia sebetulnya, tidak ada niat untuk menyakiti Juli, tapi dia sendiri merasakan sakit setelah penolakan Juli saat tadi pagi.
Edgar, berjalan masuk kedalam kamar mereka, saat setelah bertanya kepada pelayan dan mereka mengatakan jika saat ini Juli masih berada di dalam kamar nya, dan benar saja Edgar datang dan mengunci pintu lalu menyusul Juli kedalam walk in closed.
"Apa yang sebenarnya kamu mau heuhhhhh, aku tidak habis pikir dengan apa yang ada di otak mu saat ini, apa salah jika aku ingin bertanggung jawab atas semua yang telah aku lakukan, apa kau rela kehilangan satunya aset berharga dalam hidup mu begitu saja, dimana letak salah ku,atau hanya karena dia yang telah berkhianat kepada mu, dan karena kau masih mencintainya, setelah sekian lama ia tidak pernah peduli lagi pada mu, apa kau masih berharap dia akan kembali, baik'lah aku tidak akan mempersulit keadaan jika dia bisa kembali pada mu, dan bisa membahagiakan mu, aku akan melepaskan mu dan kau akan terbebas dari kontrak perjanjian yang telah kau tandatangani"ujar Edgar, yang kini bersandar di dinding.
sementara Juli, masih mengemas barang-barang nya, tanpa menghiraukan keadaan Edgar, yang sedari tadi berbicara panjang lebar.
"Juli, aku tau kau masih mendengar ucapan ku, katakan pada ku, apa yang kau inginkan saat ini!!"seru Edgar yang terbakar amarah, karena Juli tidak mengindahkan nya sama sekali.
tapi Juli,sama sekali tidak menghiraukan nya, seakan dia buta dan tuli, Edgar langsung mendekat dan menarik nya, kedalam pelukan Juli, berontak,sambil memukul-mukul dada Edgar, dia begitu sakit hati, saat melihat pria itu mengabaikan nya, padahal di antara mereka selama ini tidak pernah terucap kata cinta, Edgar, dan Juli hanya tinggal bersama dengan perjanjian kontrak.
"Lepas kan aku ..... aku harus pergi, kita akhiri semua nya, aku sudah mengembalikan uang mu, dan perjanjian kita berakhir"ucap Juli, sambil terisak, tapi Edgar, tidak melepaskan nya sama sekali.
"Kenapa...? apa??.. karena dia telah kembali"ujar Edgar.
Juli, menggeleng cepat, dia mengusap air mata nya dengan kasar,lalu menatap lekat wajah Edgar,"Aku tidak ada hak lagi untuk tinggal di sini, saat kau sudah memutuskan untuk menggantikan posisi ku saat ini dengan pelayan lain nya, dan hubungan kerja kita sudah berakhir, aku sudah mengembalikan uang mu"ucap Edgar.
"Apa kau tidak pernah membaca isi surat perjanjian nya, coba kamu lihat kembali dan pastikan kamu tidak keliru,di sana dikatakan hingga batas waktu yang ditentukan, pihak kedua, tetap akan tinggal di sisi pihak pertama, meski pihak kedua sudah membayar uang yang telah dia pinjam, dan itu artinya masih ada tiga bulan lagi,kau masih harus melayani ku , kapan pun aku membutuhkan nya"ucap Edgar yang langsung mencium bibir Juli dengan kasar.
Juli, sempat memberontak, tapi kemudian Edgar menekan tengkuk nya, dan tidak sedikit pun dia memberikan celah untuk Juli bisa terlepas dari nya,derai air mata mengalir deras di pipinya, Juli begitu benci dengan diri nya sendiri, bibir nya mati-matian menolak tapi hati menghianati nya, Juli sebenarnya tidak ingin berpisah dari Edgar, meski hubungan mereka sebatas perjanjian kontrak untuk saling menguntungkan, tapi semenjak Edgar, mengambil mahkota yang dia miliki, saat itu tumbuh perasaan aneh yang tidak bisa ia pahami.
cium yang tadinya kasar dan menuntut kini perlahan me lembut dan penuh gairah,di antara kedua nya, sama-sama larut dalam gairah yang sudah memuncak, hingga berakhir di ranjang.
bahkan mereka tidak tau Jerry, saat ini sudah ada di rumah mereka saat ini dengan peralatan medis yang digunakan untuk mengecek kondisi nya, untuk berjaga-jaga, walaupun Jerry, sudah seminggu ini tidak menggunakan semua itu, tapi hanya sekedar untuk berjaga-jaga.
__ADS_1
Edgar tidak ingin membuat Jerry dalam bahaya, dia juga menyewa seorang dokter ahli, untuk bekerja dua puluh empat jam menjaga putra nya yang kini sudah di nyatakan sehat.
sementara kedua orang tua nya tengah bercinta, Jerry pun masih anteng tertidur pulas di atas ranjang king size nya.
mereka berdua menghentikan kegiatan nya setelah sama-sama puas, dan kini tertidur di tengah hari bolong dengan posisi saling berhadapan dengan tubuh yang polos, hanya berbalut selimut.
hingga sore hari tiba, Juli baru membuka mata, dilihat nya tidak ada siapapun di samping nya, bahkan di dalam kamar terasa begitu sunyi hingga bunyi notifikasi pesan berbunyi.
Juli yang masih merasa sangat lelah dia mengambil ponsel nya yang terletak di atas nakas.
💌"kamu pasti sangat lelah aku sampai tidak tega, untuk membangunkan mu tadi, aku ada mendadak ada perjalanan bisnis ke luar negeri, mungkin dua Minggu lagi baru kembali, jika kamu rindu segera telpon aku di nomor ini, jangan lupa makan dan juga jaga diri dan jaga Jerry,satu lagi jaga putra kita yang mungkin baru berupa gumpalan darah saat ini, jika aku tidak kembali setelah satu tahun lebih kamu temui pengacara ku, dia yang akan menjelaskan semua nya"pesan Edgar.
pesan itu membuat Juli, kembali sedih kenapa??...di saat dia menyadari perasaan nya pada Edgar, pria itu pergi begitu saja tanpa memberitahu nya terlebih dahulu, bahkan Juli, tidak sempat menyiapkan keperluan nya saat tadi, dan Edgar seperti pamit untuk selamanya.
💌"Jangan pergi terlalu lama, aku dan anak kita menunggu mu"balas Juli.
meski Juli, menyembunyikan kehamilan nya saat ini yang sudah berusia lima Minggu.
dia sengaja menyembunyikan nya,agar Edgar, tidak menjadikan itu sebagai alasan untuk menahan nya, tetap di sisi nya, karena kelak perpisahan itu akan tetap terjadi, dia takut Edgar, meminta nya, untuk mengugurkan kandungan nya, meski beberapa kali, Edgar mengatakan ingin memiliki anak dari Juli, tapi Juli, tidak menganggap nya serius karena ia menganggap Edgar, hanya sedang terbawa suasana saat itu.
Satu bulan sudah Edgar,tak kunjung kembali, saat ini, tepat di sore ini dia berencana untuk pulang ke rumah nya, membawa serta Jerry, bersama nya, dia bahkan sudah meminta pelayan untuk membereskan barang-barang milik Jerry.
tapi saat dia akan pergi, tiba-tiba Edgar muncul dari balik pintu, dia berjalan dengan gagah nya menghampiri Juli yang kini mematung di tempatnya bersama Jerry,di sisi nya.
Jerry, yang masih pura-pura tidak tau hubungan nya dengan Edgar, dia meninggalkan ibunya untuk duduk di sofa.
Edgar langsung mendekat dan memeluk erat Juli, dan memberikan kecupan singkat di puncak kepala nya, saat ini Juli masih mematung dia masih tidak percaya, pria yang selama ini di rindukan nya,ada di hadapannya.
"Aku tepat waktu,kan kenapa?... tidak menunggu sampai satu tahun lebih"ucap Edgar.
"Aku hanya merasa tidak pantas untuk tinggal terlalu lama di sini, sementara tuan rumah pergi tanpa kabar"ucap Juli datar dia masih merasa kesal.
"Maaf kan aku, pekerjaan ku baru selesai kemarin sore dan aku memutuskan untuk langsung pulang"ucap Edgar yang kini merangkul pinggang Juli, membawa nya berjalan menuju kamar mereka.
sesampainya di dalam kamar, Juli langsung masuk ke dalam kamar mandi, dan menyiapkan air untuk Edgar, mandi, setelah itu dia kembali dan mengambil baju santai untuk Edgar, sementara Edgar, masih duduk memangku laptop nya meski dia baru datang, sepertinya pekerjaan nya saat ini sangat lah penting.
__ADS_1
"Tuan,air sudah siap"ucap Juli yang kini memegang jad Edgar, yang tadi sempat di simpan di atas sofa,Juli hendak menyimpan nya di walk in closed, tapi tiba-tiba sebuah foto wanita cantik terjatuh dari saku jas tersebut.
sontak mata Juli membulat dia melihat gambar wajah yang sangat cantik itu sedang dipeluk seseorang yang menggunakan warna jas yang sama tapi sayang, bagian wajah pria itu tidak terlihat sama sekali.
Edgar, tidak menyadari hal itu, dia langsung berjalan menuju kamar mandi, sementara Juli, mematung di tempatnya, saat ini dia semakin menguat kan hati untuk tidak memberitahu kehamilan nya,pada pria itu.
Juli,sadar dengan keberadaan nya di rumah itu saat ini hanya sekedar pemuas nafsu.
Juli kembali memasukkan foto tersebut kedalam jas milik Edgar,lalu menggantung jas itu di tempat nya.
Juli pergi ke luar kamar dia mencari Jerry, yang ternyata tengah asik mengobrol dengan salah seorang pelayan di rumah tersebut, Juli pun membiarkan nya, dia masih ingin menghirup udara segar, untuk membuang rasa sakit yang menghimpit dada saat ini.
Juli, duduk di bangku taman, dengan dada yang bergemuruh, saat ini, dia ingin sekali pergi jauh dari tempat tersebut, tapi kontrak itu masih dua bulan lagi Juli hanya bisa menghela nafas, panjang lalu memejamkan mata nya.
sudah hampir satu jam dia berada di sana dia masih enggan untuk masuk ke dalam apalagi bertemu dengan pria itu.
Edgar yang sudah selesai mandi dari tiga puluh menit yang lalu dia kini tengah menunggu Juli yang tak kunjung kembali dia pun memutuskan untuk turun ke bawah dan mencari Juli , hingga seorang pelayan memberi tahu bahwa Juli, sedang berada di taman belakang.
Edgar, langsung pergi menuju taman belakang, sesampainya di sana dia melihat wanita nya tengah melamun sendirian Edgar, merasa heran tidak biasa nya dia seperti itu, apa kebiasaan itu, datang saat dia kesepian dan merindukan dirinya.
Edgar, duduk di samping Juli, setelah memberikan kecupan hangat di puncak kepala Juli.
"Sedang apa di sini, lihat lah sebetar lagi gelap, apa tidak takut"ucap Edgar, sengaja berkata dengan nada lembut.
"Saya, sudah terbiasa sendirian, bahkan menyusuri jalan ditengah malam dengan cuaca hujan deras, tidak hanya itu, saat itu saya tidur di pinggir jalan dengan guyuran hujan deras, saat saya dinyatakan hamil dan keluarga saya membuang saya, hingga wanita baik hati membawa saya kedalam istana nya, dia sama sekali tidak ada hubungan darah dengan saya,tapi kasih sayang nya sangat luar biasa benar-benar seluas samudera, dia bahkan rela memberikan nama nya untuk aku yang bahkan tidak pernah dia kenal sebelumnya"ucap Juli sambil menitikkan air mata.
"Aku mohon tinggal lah di sini setelah, kontrak itu berakhir"ucap Edgar, tiba-tiba.
tapi Juli menggeleng lalu kembali berkata"dia lebih membutuhkan ku, saat ini, dia ibuku satu-satunya yang bahkan memberikan kami berdua kasih sayang tanpa pamrih, sudah waktunya aku untuk berterimakasih untuk semua jasa nya, pada kami berdua, karena saat ini beban berat sudah terlewati sudah saatnya saya membahagiakan nya,Oya tuan mulai besok saya akan kembali bekerja di sana"ucap Juli.
"Siapa yang memberikan mu keluar dari rumah ini, jangan pernah menguji kesabaran ku Juli, aku sudah berusaha berbuat yang terbaik untuk mu dan ibumu,kau tidak punya alasan lagi untuk keluar dari rumah ini kebutuhan kalian sudah aku penuhi, apa masih kurang, aku terus mengisi uang di kartu yang waktu itu aku berikan tapi kenapa??... tidak pernah kau gunakan sama sekali"ucap Edgar berapi-api.
dirinya tidak terima jika Juli, harus kembali bekerja di luar sana, sementara kehidupan nya, tetap terjamin oleh nya.
"Tuan, aku tinggal di sini hanya dua bulan lagi.dan setelah itu kami berdua akan pergi, aku butuh bekal yang banyak untuk kehidupan ku nanti bersama anak ku dan orang tua ku jadi untuk itu aku harus bekerja"ucap Juli.
__ADS_1
"cukup bekerja di sini aku akan memberikan mu gajih yang cukup tinggi apa itu masih kurang, dan satu hal lagi jangan pernah berniat untuk pergi "ucap Edgar tegas.