
setelah menemani Jerry makan, Rara masih duduk di sofa, Rara bingung bagaimana cara nya, memberitahu Jerry bahwa dia akan pergi ke negara xx untuk berobat, meski saat ini dia sudah mulai terbiasa, untuk keadaan nya itu.
"Kak... aku ingin bicara"ucap Rara.
"Bicara lah"jawab Jerry.
"Dua bulan lagi aku akan pergi ke luar negeri, aku akan menghadiri acara wisuda sepupu ku, sekaligus ada urusan bisnis, mungkin enam bulan kemudian aku baru kembali"ucap Rara, pelan.
"Sayang kalau soal menghadiri sepupu mu wisuda aku bisa ijinkan tapi untuk tinggal di sana selama enam bulan, aku tidak mengizinkan nya, aku mau kamu fokus dengan pernikahan kita, yang sebentar lagi"ucap Jerry.
"Kak... aku ingin menikah jika kaki ku, bisa kembali berjalan, karena aku ingin menggunakan gaun pengantin yang sangat cantik, saat kita menikah nanti, karena itu impian ku, sedari kecil, Daddy ku, selalu berkata bahwa dia akan mewujudkan keinginan ku, tapi bahkan sebelum aku dewasa, Daddy, sudah tidak ada, aku ingin pesta pernikahan yang megah dan semua itu akan menjadi kenangan terindah selama hidup ku"ucap Rara, bohong padahal Rara, hanya ingin pernikahan yang sederhana tapi penuh bahagia, dia berkata begitu karena ingin. membuktikan bahwa Jerry benar-benar mencintai nya atau hanya rasa kasihan semata padahal Rara, pergi untuk menyembuhkan kaki nya.
"Aku bisa mewujudkan semua impian mu, dan aku akan membawa mu ke Amerika, disana ada banyak rumah sakit canggih, aku yakin kamu akan cepat sembuh dan pulih sampai hari pernikahan kita tiba nanti"ucap Jerry.
tapi Rara langsung menggeleng kan kepala nya, dia tidak setuju.
"Aku hanya ingin kakak mengijinkan ku, tapi jika tidak mungkin kita tidak berjodoh"ucap Rara.
"Vierra, jangan ngawur aku tidak akan membiarkan itu terjadi, apa yang sudah seharusnya menjadi milik ku, akan tetap menjadi milik ku, dan kamu tidak akan pernah bisa menghindari hal itu"ucap Jerry tegas.
"Kalau begitu, kakak harus mengijinkan aku pergi, aku harus segera menyelesaikan pekerjaan sebelum menikah nanti"ucap Rara.
"Tidak Vierra"ucap Jerry, sambil menggeleng.
"Hanya enam bulan kak,itu tidak lama, selama beberapa tahun terakhir"ucap Rara.
"Tidak Vierra, sekali aku bilang tidak tetap tidak"ucap Jerry.
Rara hanya bisa diam, dan setelah itu dia bergerak perlahan naik kursi roda nya, setelah dipastikan nyaman, Rara, kembali berkata.
"Kak, aku ngantuk jika kakak mau nginep boleh,kamar sebelah sudah rapi kok"ucap Rara.
"Yang, kita masih harus bahas yang tadi"ucap Jerry.
"Kak, aku lelah besok lagi ya"ucap Rara yang langsung pergi dengan kursi roda nya itu.
Jerry hanya menatap punggung wanita yang menggunakan kursi roda itu, Jerry sendiri pun bersiap untuk pergi ke rumah Jane, dia takut Jane sedang menunggu nya.
Jerry pun mendekat ke arah pintu kamar Rara.
"Vierra, sayang aku pulang dulu, besok pagi aku kesini Sayang"ucap Jerry.
namun tidak ada sahutan dari dalam kamar nya mungkin Rara, sudah tidur pikir Jerry yang berbalik dan pergi satu jam perjalanan akhirnya Jerry sampai setelah memarkir mobil nya, Jerry langsung masuk rumah tampak masih gelap, dan dia langsung menyalakan lampu, saat Jerry naik ke lantai atas, dia kaget melihat adiknya tergeletak di lantai .
"Sayang kamu kenapa??.. teriak Jerry yang langsung mengangkat tubuh Jane, yang kini terasa dingin.
__ADS_1
dibawa nya ke dalam kamar dan di rebahkan di atas ranjang lalu menyelimuti nya dan menyalakan penghangat ruangan.
"Sayang bangun kamu kenapa??..."ucap Jerry, yang masih belum tenang, tapi kondisi Jane masih baik-baik saja setelah mengecek semuanya hanya wajah nya sembab.
Jerry pun berbaring di samping Jane, dan memeluk nya.
Jerry , yang lelah pun tertidur pulas karena rasa lelahnya saat ini .
hingga keesokan paginya Jane, terbangun dia tersenyum melihat wajah tampan kakak nya itu, dia tau kakak nya pasti sangat mencemaskan nya.
"Kakak, tidak menemani Rara"ucap Jane.
"Tidak, semalam kakak teringat sama kamu"jawab Jerry.
"Honey, semalam kakak ipar mu bilang minta izin untuk urusan bisnis di negara xx dan itu untuk enam bulan lamanya, tentu saja aku gak kasih izin"ucap Jerry, tampak kesal.
"Kakak, Rara sudah tertekan selama ini, sebaiknya berikan dia kebebasan, lagi pula kakak tidak hanya punya Rara, ada Dena, juga kan kenapa??... tidak membawa nya kembali ke sini, bukan nya dia pernah tinggal di sini, selama Rara, pergi kakak pasti tidak akan kesepian"ucap Jane.
"Kalau, hanya kesepian kakak tidak pernah kesepian selama princess kakak ada di samping kakak, tapi ini beda, aku tidak bisa terima jika calon istri ku pergi terlalu lama"ucap Jerry.
"Kak... percaya saja pada Rara"ucap Jane.
Jerry pun mengangguk, dan langsung bergegas mandi, karena hari ini dia sudah berjanji untuk pergi menuju rumah Rara.
setelah selesai bersiap dia langsung mengajak Jane, sarapan setelah itu mereka pergi menuju villa Rara, bersama Jane setelah itu dia akan pergi mengantar Jane dengan mobil nya.
Jerry berulang kali menghubungi Rara, tapi tidak kunjung di angkat sementara Jane terus bertanya masalah apa??.. yang kini dihadapi oleh Rara.
"Seharusnya nyonya menyelesaikan gaun pengantin yang ada di ruangan itu karena dua bulan lagi harus pergi ke luar negeri"ucap Novi.
sementara Jerry, terlihat sangat frustasi dan langsung bergegas menuju kamar Rara, dia ingin tahu masalah apa yang sedang dia hadapi, Jerry terus mencari, siapa tahu ada petunjuk tapi tidak kunjung ketemu.
"Sayang kamu kenapa??.... tidak bicara dengan ku dulu"ucap nya lirih, tapi saat dia hendak pergi tiba-tiba dia melihat sebuah berkas, yang berisi hasil pemeriksaan medis Rara, dan satu hal yang membuat dia terkejut, saat ini dia melihat ada retakan di bagian tulang belakang dan itu yang membuat Rara, tidak kunjung bisa berjalan karena ada saraf yang juga rusak karena itu.
dia langsung mencari hasil pemeriksaan medis dulu dan yang sekarang itu sungguh sangat berbeda dan tidak separah saat ini.
ada satu hal yang sampai saat ini Rara, rahasiakan.
Jerry melihat ada sebuah amplop saat dia buka dia langsung membulat kan mata nya, dia merasa dibohongi, oleh Rara, karena Rara kemarin bilang akan pergi ke negara xx tapi ternyata negara tujuan dia adalah negara lain nya.
🌹💖💖💖🌹
Satu minggu sudah, Rara, berada di kota J, kini akhirnya dia bisa kembali meskipun rasanya sedikit lemas wanita itu hampir beberapa hari ini dia menangis setiap kali melihat hasil karya dan kerja keras nya dirusak oleh orang yang tidak bertanggung jawab Rara hanya bisa mengelus dada, karena itu adalah modal nya untuk bisa membiayai pengobatan nya itu, meski masih banyak karya lainnya, tapi investasi terbesar nya, hanya ada di beberapa gaun yang di rusak tersebut, Rara membawa serta gaun pengantin yang berharga lima belas miliar itu.
padahal pengamanan di sana begitu ketat, tapi ternyata masih ada yang bisa membobol password pintu butik dan password ruang penyimpanan gaun pengantin itu.
__ADS_1
sesampainya di bandara dia langsung bergegas pergi menjauhi wartawan yang datang hendak mewawancarai nya, saat ini beruntung seorang pemuda baik membantu nya membawa koper besar itu hingga sampai ke dalam mobil.
sementara asisten nya sibuk menghadang para wartawan.
Rara, sudah berada di dalam mobil, dia kini tengah menunggu asisten nya tapi dia tidak kunjung datang, terpaksa pemuda itu menawarkan diri untuk mengantar nya pulang.
Rara langsung mengiyakan saja dia sudah sangat lelah dan merasa kesakitan .
Rara hanya bisa menggigit bibir menahan nya, sementara Jerry yang kini tengah berjalan menuju lift hendak pergi makan siang, dia mendengar kasak-kusuk dari pegawai di kantor nya itu.
"Malangnya nona Vierra, sudah ditinggal kekasih nya kawin ehh, sekarang gaun hasil rancangan nya yang seharga lima belas miliar harus hancur akibat orang yang tidak bertanggung jawab padahal dua bulan lagi gaun itu akan dikenakan oleh seorang istri dari pengusaha kaya raya. sudah uang tidak kembali dia juga harus membayar denda yang tidak sedikit"ucap mereka, Jerry yang mendengar itu dia langsung berlari menuju lift dan pergi begitu saja dia tidak peduli dengan urusan pribadi nya yang dia perduli kan saat ini adalah ingin memeluk wanita nya yang pastinya sangat rapuh itu.
"Terimakasih mas,ini untuk ongkos taksi"Ucap Rara yang kini sudah turun dari mobil dan sudah duduk di atas kursi roda lagi.
"Tidak usah nona, saya ikhlas menolong anda,maaf saya hanya sedang teringat mendiang kakak saya yang memiliki nasib yang sama dengan anda, hanya saja saat ini dia sudah tidak ada lagi di dunia ini, kakak saya sudah meninggal"ucap pria muda itu.
"terimakasih kasih mas"ucap Rara tiba-tiba Jerry datang dengan mobilnya dia langsung keluar dan berlari menghampiri Rara.
"Sayang, kamu baik-baik saja kan"ucap Jerry yang langsung memeluk, sesaat Rara terdiam tapi kemudian, dia langsung langsung melepaskan pelukan itu, sambil mencoba tersenyum dan berkata bahwa ia baik-baik saja, meskipun Jerry tau Rara sedang menyembunyikan sesuatu.
Rara kemudian berkata"Novi tolong bawa koper besar itu ke dalam dan taruh di ruangan kerja saya"ucap Rara.
"Yang kamu pergi tanpa bilang-bilang padaku aku sangat cemas"ucap Jerry.
"Maaf, ucap Rara yang kini berusaha mengalihkan pandangannya karena dia sedang menahan tangisnya.
sesampainya di dalam Rara, hendak masuk ke dalam kamar"Kak, aku lelah mungkin karena perjalanan yang cukup memakan waktu, aku mau istirahat, kalau kakak, akan makan siang sebaiknya minta pada Novi"ucap Rara lembut.
"Aku akan menemani mu istirahat sayang"ucap Jerry yang langsung mengangkat tubuh Rara, dengan sangat hati-hati.
"Kak, aku mohon sebentar saja beri aku waktu aku hanya ingin tidur"ucap Rara yang menolak.
wanita itu langsung memejamkan mata nya di atas gendongan Jerry,agar Jerry percaya.
sesampainya di dalam kamar, Jerry membaringkan tubuh Rara, dengan sangat pelan dan hati-hati dia tau saat ini Rara, sedang tidak baik-baik saja.
"Rara sayang menangis lah jika kamu ingin menangis tapi aku mohon jangan pernah sembunyikan masalah apapun dari ku, aku sangat mencintaimu dan jangan takut, selagi aku masih ada disisi mu, kamu akan aman"ucap Jerry lirih, dia tau saat ini Rara tidak tidur.
"Aman, hahahaha katakan pada ku, apa salah ku, aku tidak pernah merebut milik orang lain apa lagi merusak nya, tapi kenapa?... kenapa?.. mereka merusak apa yang aku punya hanya karena aku dekat dengan suaminya, kenapa??... mereka membenci ku sedemikian besar, hingga mereka tega menghancurkan kerja keras wanita cacat yang bahkan butuh waktu berbulan-bulan untuk mengerjakan semua itu, hiks hiks hiks, aku menginvestasikan tabungan ku di sana, itu uang peninggalan mommy ku dan juga hasil kerja keras ku, semua aku gabungkan hanya untuk keuntungan yang lebih sedikit, aku melakukan itu dengan harapan suatu hari nanti aku akan kembali bisa berjalan, tapi kini semua musnah, bahkan aku harus membayar denda yang cukup besar untuk itu"Rara, menangis sesenggukan bagaimana tidak uang itu tidak sedikit untuk nya.
berawal dari seorang pengusaha sukses yang melihat beberapa hasil karya Rara, yang di pamerkan saat itu cukup banyak orang kagumi, dia mendatangi Rara, ingin dibuatkan gaun termegah yang akan dikenakan oleh calon istri nya di pesta pernikahan nya nanti, yang saat itu tinggal enam bulan lagi, Rara pun mau tidak mau menyetujui nya akhirnya sepakat gaun itu akan di patok dua puluh dua miliar, rupiah, bahkan tak tanggung-tanggung bahan yang ia gunakan di impor dari luar dan harus menunggu satu bulan lebih hingga sampai di tangan Rara,belum lagi pengerjaan nya yang cukup rumit seperti yang kini tengah ia kerjakan Rara, hanya bisa mengelus dada saat dia tahu siapa penyebab nya.
"Sayang kamu tidak usah pikirkan apa pun, aku yang akan mengurus semuanya, sekarang kamu hanya harus fokus pada kesehatan mu, aku aku yang akan membiayai semua nya"ucap Jerry.
"Tidak kak!" sudah cukup, aku tidak ingin berurusan dengan pria manapun lagi, mulai saat ini tolong tinggalkan aku, aku mohon dengan sangat, aku tidak ingin kejadian itu terulang lagi, aku mohon pergilah, bahkan jika kamu ingin menikah lagi, selain istri mu silahkan yang pasti itu bukan aku"ucap Rara, yang kini membuat Jerry menatap tajam kearah nya.
__ADS_1
"Dengarkan aku Vierra, sampai dunia ini berakhir pun, aku tak akan pernah melepaskan mu, Vierra aku mohon jangan seperti ini, percayalah pada ku aku sangat mencintaimu aku sangat mencintaimu Vierra, jangan pikirkan lagi masalah mu ini aku akan mengurus nya Ok, sayang sekarang tenangkan diri mu "ucap Jerry yang kini mendepak erat Rara