
kebahagiaan kini tengah meliputi keluarga Jordan, pasalnya semua kembali ikut berkumpul termasuk Viona, meskipun mereka tidak tinggal serumah, Vio dan Viona, tinggal di kawasan perumahan elit yang, di belikan oleh Steven, khusus untuk kedua anak nya.
dan itu membuat Vamela, merasa bersyukur karena kini mereka tidak tinggal beda negara, setidaknya jarak mereka hanya terpisah kota saja, Vamela, bahkan merayakan ulang tahun putri nya itu di dukung oleh Steven, yang membuat pesta megah untuk putri nya, yang kini berusia dua puluh lima tahun.
sementara itu seluruh keluarga Vierra hadir di hotel berbintang itu, mereka juga mengundang para rekan bisnis Vamela atau pun Vio dan Jordan yang berada di Indonesia, sehingga pesta ulang tahun itu begitu meriah,
ada satu hal yang membuat suasana pesta semakin terasa istimewa, Vero, memberanikan diri untuk melamar wanita yang selama ini dia puja dengan cincin yang dibuat oleh ibunya sendiri, yaitu Vierra.
Vio sendiri dibuat kaget saat itu, saat melihat adegan lamaran itu terjadi, Vero, berlutut di hadapan Viona, yang berdiri menggunakan gaun hasil rancangan sang mommy, dan Vierra tentunya, mereka begitu hebat membuat gaun yang sangat indah, yang Viona kenakan saat ini melebihi indahnya gaun pengantin.
Viona, langsung berlinang air mata, saat yang ia harapkan ternyata tiba,di usianya yang saat ini, Viona langsung mengangguk saat Vero, melamar nya, meskipun, kini usia Vero baru dua puluh dua tahun, Vierra sendiri merasa sangat bahagia, apa lagi melihat cinta beda usia yang mampu membuat dia terharu, saat ini, dia merestui hubungan mereka, Vierra dan Vamela saling berpelukan setelah Vio, menyematkan cincin lamaran tersebut.
Vio, yang sedari tadi mematung menyaksikan kejadian itu, dia dikejutkan oleh seorang gadis cantik yang memanggil nya, dengan panggilan Daddy, wanita cantik dengan tubuh ramping dan seksi tersebut, berjalan menghampiri Vio, yang tengah berdiri tak percaya melihat wanita yang telah mencium bibir nya, saat di club malam miliknya, tempat di ruang karaoke, gadis itu datang di kawal oleh bodyguard nya, dengan gaun yang sangat cantik dan menampakkan gunung kembar yang berukuran sedang itu hampir menyembul keluar, dan tidak lupa belahan gaun di bagian paha mulus nya itu yang hampir mendekati pangkal paha nya, Vio langsung melepaskan jas yang ia kenakan secara refleks, dan langsung menutup tubuh gadis itu dengan jas yang ia kenakan, saat ini.
"Apa-apaan kau ini, kenapa pakai baju seperti ini, apa? kau tidak melihat pria yang menatap mu seperti singa lapar"ucap Vio yang langsung menarik tangan gadis itu pergi dengan langkah lebar, sementara perkataan gadis itu membuat Vierra dan Vamela saling tatap dan menahan tawa adalah.
"Tenang saja Daddy, mereka tidak akan pernah berani menyentuh ku, karena mereka selalu menjaga ku, tapi aku bisa bertelanjang di atas ranjang pengantin kita nanti"sontak Vio membungkam mulut wanita itu dengan tangannya.dan mengangkat tubuh itu tanpa beban, karena wanita itu memiliki tubuh ramping.
"Daddy, turun kan aku, aku belum bertemu ibu mertua, nanti dia pikir aku tidak sopan Daddy"ucap nya berteriak-teriak hingga semua tamu undangan, sempat melirik ke arah mereka dan tidak sedikit yang tersenyum dan tertawa kecil melihat kelakuan keduanya.
"Daddy, jangan dulu ke kamar, ibu mertua pasti belum mengijinkan nya"teriak gadis itu, yang sebenarnya ketakutan, takut jika Vio berbuat macam-macam, tapi bukan Vio, namanya jika dia berani tidak menghormati wanita.
Vamela berlari kecil hendak mengejar putra nya, karena takut wanita itu kenapa-kenapa.
Vio langsung membawa gadis itu menuju mobilnya dan memasukkan gadis itu kedalam mobilnya, dia bermaksud untuk mengantar gadis itu pulang.
Vamela yang melihat itu, dia langsung menghentikan langkahnya, dia percaya Vio, tidak akan pernah berbuat di luar batas.
hingga ditengah perjalanan, akhirnya Vio, menghentikan mobilnya, tepat di jalanan yang sepi, karena gadis itu kini menangis sesenggukan saat Vio, berucap akan mengantar gadis itu pulang.
"Tidak jangan antar aku ke neraka itu,hiks hiks hiks please Daddy, jangan antar aku ke rumah itu, aku tidak ingin menikah dengan pria gila itu, dia hampir saja memperkosa ku, aku takut please jangan Daddy"ucap gadis itu.
Vio, yang sedari tadi terdiam dengan pandangan lurus kedepan pun kini menoleh ke arah gadis itu.
"Siapa nama mu, dan apa? masalah mu hingga kamu selalu datang untuk mengganggu ku"ucap Vio.
"Nama ku Ghealova usia ku dua puluh dua tahun, aku kabur dari rumah karena kakak tiri ku, hampir saja memperkosa ku, saat itu beruntung para pengawal menyelamatkan ku, dari pria gila, yang berstatus kakak tiri ku itu, dan disaat aku minta tolong pada kekasih ku, dia juga menginginkan hal yang sama, tapi aku langsung pergi hari itu juga, aku kabur ke kota ini, aku tidak punya siapa-siapa lagi Daddy, Ayah sudah terpengaruh wanita gila itu, dan kakek yang selama ini melindungi ku dengan orang-orang kepercayaan nya, yang selalu mengikuti ku pun tengah koma karena racun yang diberikan oleh nenek sihir itu, aku sendirian di dunia ini, hiks hiks hiks, aku mohon Daddy, menikah lah dengan ku, meskipun aku tau kamu sudah memiliki dia di hati mu, aku ikhlas tidak dicintai pun tak mengapa, asal aku memiliki rumah untuk berteduh, meskipun secara lahir, aku memiliki banyak tempat tinggal, tapi tidak ada yang membuat ku merasa aman, senyaman saat bersama mu"ucap Ghealova, yang kini menatap Vio, dengan derai air mata.
"Aku tidak bisa melakukan itu, tapi kamu bisa tinggal bersama ku, di rumah ku, ada adikku Viona, yang tadi berulang tahun, jadi kamu akan memiliki teman dan tidak akan pernah kesepian lagi, dan satu lagi aku akan memastikan kamu aman"ucap Vio.
__ADS_1
tapi gadis itu menggeleng, dia langsung meminta Vio, untuk membuka pintu mobil nya, Ghealova, ingin pergi sejauh mungkin karena tidak ada satupun yang menginginkan dirinya dengan ketulusan.
"Maaf jika aku sudah mengganggu mu, tolong buka pintu nya, aku sudah tidak punya lagi harapan untuk memiliki sebuah rumah, biarlah hidup ini berakhir saja"ucap Ghealova, sambil menunduk kan pandangan nya.
Vio, tidak kunjung membuka pintu, dia tidak ingin gadis itu berbuat nekad.
"Aku akan mengantar mu pulang, dimana kamu tinggal bersama bulan ini"ucap Vio.
"Tidak, aku tidak ingin pergi kemanapun lagi, aku sudah tidak punya tujuan hidup lagi, tolong buka pintu nya"ucap wanita itu datar.
🌹💖💖💖🌹
Sudah satu jam lebih Vio, menunggu pintu ruang operasi terbuka, tapi tidak kunjung terbuka juga, dia benar-benar menyesal telah memberikan Ghealova, keluar dari mobilnya, hingga gadis itu benar-benar nekad bunuh diri dengan berlari ke tengah jalan, saat sebuah mobil melintas di tempat tersebut.
Ghealova, bunuh diri, beruntung mobil itu bisa mengerem mendadak, hingga hanya sebuah benturan keras tapi tidak terlindas mobil, Ghealova seketika bersimbah darah karena terluka di bagian kepala nya, dan tanpa menunggu ambulans, Vio dan orang yang menabrak Ghealova, langsung membawa wanita itu ke rumah sakit.
Vio, pun menunggui Ghealova yang sedang menjalani operasi, karena ada luka serius di bagian kepala nya dan dada.
hingga akhirnya setelah delapan jam berlalu operasi berhasil dilakukan dengan lancar, Ghealova, bisa diselamatkan hanya gadis itu masih membutuhkan donor darah, karena wanita itu banyak kehilangan darah.
setelah di pindah ke ruangan VVIP kamar rawat inap itu, keadaan Ghealova berangsur membaik, wanita itu memang gadis yang sangat kuat, terbukti dia bertahan saat melewati operasi yang menghabiskan waktu delapan jam, karena luka parah di bagian dada yang hampir membuat dia kehilangan nyawa.
"Daddy"suaranya begitu lirih, tapi karena suasana senyap dan hanya suara detak jantung yang terlihat di monitor akhirnya Vio terbangun karena merasa ada yang memanggil nya, terlihat Ghealova sedang melihat ke arah nya.
"Kau sudah sadar, owh syukur lah, apa? kamu ingin minum atau makan sesuatu"tanya Vio yang terlihat begitu bersemangat, tapi wanita itu hanya menggeleng pelan, mengingat kepalanya yang terasa sangat sakit.
"Kepala ku sakit Daddy, dadaku juga"ujarnya,
"Tentu saja, kamu baru dua hari ini menjalani operasi"ucap Vio.
"Aku ingin di peluk sebentar saja boleh, Daddy, setidaknya itu permintaan ku, sebelum aku benar-benar tiada lagi"ucap Ghealova lirih.
"Ghea jangan bicara sembarangan, sebaiknya cepat sembuh, aku tidak ingin menikah dengan mu, jika kamu sudah menjadi mayat, aku akan menikahi mu setelah kamu sembuh sesuai keinginan mu"ucap Vio.
"Tidak Daddy, aku tidak akan pernah memaksa seseorang untuk menikah lagi, mungkin ini jalan yang terbaik,aku bisa pergi menyusul Bunda ku"ucap Ghealova.
"Ghealova, aku tidak akan membiarkan mu mati, aku akan menikahi mu, sesuai permintaan mu di awal"ucap Vio.
"Tidak, aku tau kamu terpaksa, sebaiknya jangan lakukan itu, atau salah satu di antara kita akan terluka dan tersiksa selama hidup nya"ucap Ghealova.
__ADS_1
"Kamu tidak bisa mundur lagi, Ghea"ucap Vio.
"Ghealova"ucap Vio, terkejut saat melihat Ghealova, mengalami kejang karena rasa sakit yang teramat di bagian kepala nya.
Vio langsung memencet tombol emergency yang ada di atas kepala ranjang tersebut, hingga dokter yang berjaga di sana langsung bergegas menuju ruangan tersebut.
hingga akhirnya Ghealova, kembali di observasi di ruangan tersebut, dokter menyuntikkan beberapa obat kedalam cairan infus tersebut, setelah itu kondisi Ghea, sedikit membaik dan kembali tenang wanita itu pun tertidur karena pengaruh obat yang tadi dokter suntikan.
"Istirahat lah Ghea, aku akan selalu ada untuk mu"ucap Vio.
sementara itu di Paris, Eleanor, tengah harap-harap cemas, karena Vio tidak menghubungi nya beberapa hari ini, dan sudah berulang kali wanita itu mencoba untuk menghubungi Vio, karena Edgar, menjodohkan dirinya, dengan cucu dari rekan bisnis nya itu.
Eleanor, sempat kabur tapi Jerry, mengetahui keberadaan nya, hingga gadis itu dijemput paksa oleh Jerry.
Eleanor, mengurung diri nya, di kamar dia sudah tidak mau bertemu dengan siapapun saat ini, karena dia benci dengan semua yang memaksa dia untuk menikah dengan pria lain, sementara Vio ditolak mentah-mentah oleh Jerry, karena Jerry menganggap keluarga Vamela adalah biang kerok kehancuran rumah tangga nya dengan Vierra, yang terus menolak untuk diajak bicara oleh nya.
sementara itu Jerry tidak tau bahwa Vero sudah melamar Viona, Jerry mungkin akan murka jika mengetahui hal itu.
Vierra sendiri sudah tau, dengan konsekuensinya , hingga jika Jerry, melarang Vero, untuk berhubungan dengan Viona, maka Vierra akan menggugat cerai Jerry, saat itu juga.
Vero, sendiri saat ini tengah berada di kantor perusahaan milik Jerry, yang masih berada di Indonesia, saat ini Vero, yang mengambil alih kepemimpinan tersebut.
sementara Viona, tengah berada di sebuah hotel milik Steven, yang di kelola oleh Viona saat ini, gadis itu sudah tumbuh menjadi gadis yang berpenampilan elegan, dan cantik tidak Viona bahkan sudah membuat sebuah perubahan besar di hotel tersebut, mulai dari menerapkan disiplin ketat termasuk cara berpakaian para pegawai dan juga jam kerja, dan masih banyak lagi yang lainnya, termasuk pelayanan yang sangat ekstra bagi para tamu yang menginap di hotel itu hingga hotel tersebut kini pengunjung nya semakin meningkat kadang sampai penuh dan Viona meminta Daddy nya untuk segera membangun hotel cabang.
Vero sendiri akan menemui Viona, saat jam makan siang tiba, karena pria itu hanya memiliki waktu saat itu, sekalian untuk mengisi perut.
biasanya dia akan menemui Viona di ruangan nya, dan Viona, akan meminta pelayan untuk membawa menu makan siang untuk mereka berdua.
seperti saat ini, Vero datang dan langsung mengecup singkat bibir wanita yang tengah menyambut nya, dia hadapan nya, setelah itu mereka berpelukan sebentar lalu duduk di sofa panjang di ruangan nya, mereka pun mengobrol sambil sesekali mendarat kan kecupan.
"Yang kamu tidak bosan terus berada di ruangan ini"ucap Vero.
"Tidak, karena aku juga tidak berada di ruangan ini terus, aku akan berkeliling sesekali untuk melihat para pekerja, dan aku juga pulang kerumah setiap hari"jawab Viona.
"Heummm, kapan pulang ke rumah kita"ucap Vero, sambil tersenyum.
"Apa tuan Vero, sudah membeli rumah"ucap Viona, sambil tersenyum manis.
"Sudah ada, meskipun itu rumah lama, mommy bilang rumah itu, sudah lama hanya dihuni oleh para pelayan, mommy ingin setelah kita menikah kita tinggal di sana"ucap Vero.
__ADS_1
"Aku sih nunggu tuan Vero, sukses dulu kali ya, karena yang kamu miliki sekarang adalah milik kedua orang tua mu, seperti ini, ini juga milik Daddy ,aku tidak ingin mengambil ini sebagai warisan dari Daddy, tapi aku sedang berusaha untuk bekerja keras, untuk masadepan ku kelak, aku ingin memberikan hasil jerih payah ku untuk anak-anak ku kelak, dengan cara bekerja pada Daddy"ucap Viona.