
Ghealova hanya mematung mendengar perkataan Adam, dia masih duduk dalam diam , sementara Adam saat ini tengah menatap kearah nya, tidak ada kata lagi dari kedua nya, hanya diam seribu bahasa.
hingga Ghealova pun beranjak dari duduknya, Adam kembali bicara, "Aku minta maaf jika aku hanya bisa membuat mu menderita selama ini, karena saat ini aku belum bisa menentukan akan memilih siapa? tapi yakinlah bahwa aku sangat mencintaimu"ucap Adam lirih.
"Istirahat lah sudah malam, besok aku harus pergi ke Thailand, ada rapat tahunan yang harus aku hadiri, mungkin untuk beberapa saat, aku akan ada di sana"ujar Ghealova.
"Sayang kenapa? mendadak sekali kenapa? tidak bicarakan sedari awal"ujar Adam.
"Mas, aku baru tahu tadi pagi dari asisten ku"ucap Ghealova berkilah.
"Tapi kan setidaknya kamu harus beritahu aku, setidaknya satu jam setelah itu"ucap Ghealova.
"Terserah kamu saja yang pasti aku tidak punya waktu untuk bicara"ucap Ghealova.
"Kamu tidak sedang mengindari ku untuk pergi dari ku bukan"ujar Adam.
"Aku sudah urus perceraian kita, untuk apa? aku menghindar karena sekarang atau pun nanti kita akan bercerai"jawab Ghealova.
"Ghea apa? kau tidak mencintai ku"tanya Adam.
"Apa? kau tidak mencintai ku Ghealova jawab?"teriak Adam.
"Ghealova, aku tanya apa? kamu tidak mencintai ku.
"Cinta Adam cinta! tapi aku tidak mau menjadi wanita bodoh yang akan bertahan untuk terus kamu sakiti, keputusan nya sudah final, kita bercerai"ucap Ghealova.
"Tidak Ghealova, tidak karena sampai kapan pun aku tak akan pernah melepaskan mu"teriak Adam.
Adam langsung mengunci pintu kamar Ghealova dan tidak berhenti disitu Adam langsung mendorong tubuh Ghealova yang ramping tersebut keatas ranjang.
hingga beberapa jam kemudian, Adam baru selesai mengakhiri percintaan mereka, pria itu berharap benihnya akan tumbuh di sana, secepatnya.
Adam bahkan tidak membiarkan Ghealova, pergi meskipun itu hanya untuk ke kamar mandi nya, Ghealova hanya bisa pasrah dan menangis akan dibawa kemana nasibnya setelah perceraian nanti, untuk saat ini dia akan membiarkan Adam, berbuat sesuka hati nya.
sementara itu di tempat lain, Juni masih terlelap tidur hingga pukul empat pagi, sementara Gavin sudah bersiap untuk pergi ke luar kota, pagi ini dia akan melakukan perjalanan bisnis, dan wanita itu akan sangat merindukan pria yang kemarin membuat seblakk untuk nya.
Gavin hanya mencium seluruh wajah nya sambil berpamitan untuk pergi , dan Juni hanya akan menjawab dengan kata "Heumm hati-hati di jalan cepat pulang, anak-anak akan sangat merindukan mu"ucap Juni, dan Gavin akan selalu tersenyum, setidaknya semua sudah jauh lebih baik, kini Juni sudah mulai menerima pernikahan mereka.
Gavin pun pergi sementara Juni masih terlelap tidur di atas ranjang empuk nya itu.
dia akan terbangun setelah dia mendengar alarm karena hari ini wanita itu pun sudah membuat janji dengan Widia dan juga Aluna.
mereka akan menemui pria tampan yang menjadi rebutan para sahabat nya itu di rumah sakit tersebut, hingga mereka bertiga ikut gila-gilaan naksir Dokter spesial kandungan tersebut, tanpa sepengetahuan ketiga suaminya itu.
sementara Ghealova, sampai saat Juni menelpon pun dia tidak tau, saat ini dia sudah bersiap untuk pergi meskipun Adam menghalangi wanita cantik itu tetap nekad untuk mengakhiri hubungan diantara dirinya dengan Adam.
"Kau tidak akan pernah bisa pergi Ghea, aku akan pastikan semua nya tidak akan mempermudah jalan mu, aku akan pastikan itu"ujar Adam yang langsung mengunci pintu dia membawa turun Ghealova lewat balkon kamar nya karena Adam sudah dijemput oleh helikopter pria itu memeluk erat tubuh istri nya dan langsung menggenggam tangga helikopter anak buah nya menurun kan mereka di atas atap bangunan rumah tersebut Adam langsung membawa nya naik.
"Adam aku harus pergi"ucap Ghealova
"Silahkan pergi jika kamu bisa"ucap pria itu.
"Ghea kemana sih, selalu saja seperti ini"tanya Juni.
"Mungkin dia sedang mendapatkan giliran,ya"ujar Widia berasumsi.
"Tidak mungkin Ghealova pasti sedang ada masalah"ucap Juni
mereka pun pergi menuju rumah sakit bersama dalam satu mobil, biasa' yang nya yang akan menyetir adalah Ghealova tapi kali ini Ghealova tidak ada terpaksa Widia yang ambil alih.
hingga tiba di rumah sakit, Widia langsung memarkir mobil tersebut, Juni dan Aluna pun menyempatkan diri untuk merapikan penampilan mereka.
__ADS_1
mereka pun berjalan bertiga menuju ruangan tersebut, tapi sedetik kemudian pria itu ternyata sudah berada di hadapan mereka, sambil menggandeng tangan seseorang untuk masuk kedalam rumah sakit tersebut, dan mereka bertiga langsung melihat jam tangannya mereka masing-masing.
Juni langsung membulat kan mata nya karena ternyata ini baru pukul enam pagi.
"Kita kepagian"teriak mereka kompak.
mereka pun langsung pergi menuju mobil milik Juni yang tadi diparkir oleh Widia.
karena nunggu jadwal praktek dokter nya masih dua jam lagi akhirnya mereka memutuskan untuk mencari sarapan pagi.
sesampainya di sebuah kafe mereka bertiga pun duduk di kursi depan meja pojok.
Juni kini tengah memeriksa ponselnya yang sudah lama dia matikan, wanita itu bahkan begitu terkejut saat Ghealova meminta dia untuk, untuk meminta tolong tapi tidak dilanjutkan kata-kata nya hanya"Tolong"dan juga itu belum sampai satu jam.
"Apa? Ghealova dalam bahaya"ucap Juni lirih tapi masih bisa didengar oleh kedua sahabatnya itu.
"Ghealova"ucap keduanya.
"Ini pesan dari Ghealova, apa? kalian bisa menghubungi dia, ponsel nya masih aktif tapi tidak ada yang menerima panggilan kita"ucap mereka kompak.
"Apa? kita harus kesana"ujar Juni.
"Ghea pulang ke pulau pribadi nya, setelah pulang dari rumah sakit"ucap Widia.
"Apa tidak salah, lalu siapa? yang akan menemani dia saat ini, ini tidak bisa dibiarkan kita harus menyusulnya kesana"ujar Juni.
"Aku tidak mungkin diijinkan"ucap Aluna.
"Ya sudah kamu pulang saja"ujar Juni.
"Mas Juna sedang perjalanan bisnis gimana dong"ucap Widia.
"Baiklah kalau begitu biar aku saja sendiri ya pergi ke sana"ucap Juni.
"Aluna tolong segera aku takut Ghea kenapa-napa"ucap Juni.
wanita itu pun langsung menelpon suaminya itu, dia yakin jika Hayden akan menolong Ghealova karena biar bagaimanapun Ghealova adalah mantan kakak ipar nya yang sangat baik hati, jika saja Vio tidak menghianati cinta nya.
Aluna tidak berhasil menghubungi suaminya itu, karena Hayden sedang ada meeting penting bersama dengan klien nya itu.
🌹💖💖💖🌹
Dan akhirnya, mereka pun tidak ada yang pergi ke pulau pribadi milik Ghealova tersebut karena semua pasangan nya, tidak mengijinkan mereka akhirnya Gavin pun meminta Juni untuk tetap di rumah karena dia akan meminta anak buahnya untuk memastikan bahwa Ghealova baik-baik saja.
sementara itu Ghealova sedang duduk termenung di sebuah kamar yang luas Adam membawa dia ke sebuah bangunan super mewah yang berada di sebuah hutan belantara, tepat berada di tengah hutan itu rumah Adam berada entah rumah ke berapa? yang pasti pria itu menempatkan diri nya di sebuah menara yang tinggi.
"Sayang waktunya makan malam"ucap Adam yang kini membawa sebuah nampan berisi makan malam untuk nya dan Adam.
"Mau sampai kapan mas mengurung ku disini"ucap Ghealova lirih.
"Sayang aku tak akan pernah melakukan ini jika saja kamu tidak ngotot ingin bercerai dari ku"ujar Adam.
Ghealova hanya bisa menarik nafas dalam-dalam setelah itu menghembuskan nya.
"Aku tidak akan melakukan hal itu, jika saja kamu tidak menyakiti hati ku"ucap Ghealova.
"Aku hanya tidak ingin merahasiakan semua nya dari mu, agar kamu tidak merasa sakit hati saat kamu tau tentang aku dan dia"ujar Adam.
"Aku dan dia,, ya kamu benar hanya ada kamu dan dia, tidak ada aku, hingga kalian tega bercinta di kamar ku, kamar yang kamu tempatkan untuk ku"ujar Ghealova.
"Sayang kita bisa bahas itu nanti, sekarang kita makan dulu"ujar Adam.
__ADS_1
"Aku memang tidak pernah berarti apa-apa,, untuk mu semua sudah jelas kau bisa menceraikan aku Adam, atau aku akan melompat dari sini"ancam Ghealova.
"Lakukan lah sayang jika kamu mati, aku akan menghancurkan semua orang terdekat mu termasuk Juni dan Widia juga keluarga mantan suami mu itu"ucap Adam tegas.
Ghealova pun mengambil piring yang berisi makanan tersebut, dengan derai air mata yang menetes di atas piring, dia menyuap kan makanan ke mulut nya, sementara Adam menghembuskan nafas nya, sejenak dia pun menyuap kan makan tersebut.
Air mata Ghealova semakin deras hingga Adam mengambil piring yang kini dipegang oleh Ghealova, dia melempar nya ke sembarang arah.
"Tidak usah makan sekalian jika kamu tidak ingin makan karena percuma saja kamu memakan semua itu jika kamu terpaksa"ucap Adam.
"Aku"
"Pergilah jika kamu benar-benar ingin pergi, aku tidak akan menghalangi mu lagi, aku akan pasrah kan semua pada keputusan mu mungkin ini yang terbaik untuk mu"ucap Adam yang mempersilahkan istrinya pergi dia akan merelakan nya karena percuma saja dia mempertahankan semua itu jika dia malah menyakiti orang yang dia sayangi.
"Tapi satu hal yang harus kamu tahu aku tidak akan pernah menceraikan mu, jika kamu ingin melakukan itu silahkan urus semua nya sendiri"ucap Adam.
Ghealova menatap wajah tampan yang terlihat sangat datar dan seakan berubah sangat dingin itu, wanita itu sempat ragu untuk pergi tapi kemudian dia berpikir bahwa suatu hari nanti Adam akan mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dari nya.
Ghealova pergi diantar oleh anak buah Adam menuju ke pulau pribadi nya, sementara pria itu hanya menatap sendu kepergian sang istri yang mungkin sebentar lagi akan menjadi mantan istri, karena itu yang terjadi pada Vio dulu, seberapa kuat pria itu mempertahankan hubungan diantara mereka, Ghealova tetap pergi.
"Kamu mampu membuat ku jatuh cinta dan pada akhirnya kamu juga melepas kan ikatan cinta mu"ucap nya lirih, ada bulir air mata yang jatuh di pipi Adam.
namun tanpa sepengetahuan pria itu Ghealova memilih pulang ke Mension Adam, dia bahkan menemui istrinya Adam, sambil membereskan barang-barang nya, Ghealova akan membawa semuanya ke apartemen nya.
"Rupanya kamu sudah tau dimana posisi mu saat ini"ucap nya sambil menatap Ghealova tajam.
"Aku jauh lebih sadar dengan posisi ku,maka dari itu aku akan meninggalkan semua milik mu"ucap Ghealova yang kini menyeret koper tersebut bertepatan dengan kedatangan Adam, yang kini terlihat tidak peduli padanya lagi.
Ghealova langsung memasukkan semua barang nya kedalam mobil yang sudah terparkir di halaman Mension tersebut.
sementara yang punya rumah sedang berdiri menatap ke bawah dimana Ghealova sedang menutup pintu mobil nya bekas memasukkan koper miliknya.
tidak lama setelah itu Ghealova mendongak ke atas, melihat kearah kamar yang beberapa waktu lalu pernah ia tempati, dan Adam sudah tidak ada di sana lagi.
"Selamat tinggal semuanya"ucap Ghealova.
Ghealova pun pergi dengan mobilnya membawa semua kenangan yang pernah ada antara dirinya dan Adam, wanita itu pulang ke apartemen nya.
sekarang dia tidak akan pernah pergi jauh terkecuali untuk urusan bisnis nya yang ada di negara Thailand.
gugatan cerai pun akan ia lakukan setelah hari esok tiba.
Ghealova kini sudah tidak percaya lagi dengan yang namanya cinta dan pria, semua tentang itu hanya akan ia hapus seperti noda di baju putih.
Ghealova kini tengah memeluk bantal guling nya hingga pagi menjelang, wanita itu tidak kunjung mau bangkit dari tempat tidur nya, hingga seseorang datang, dan menarik selimut tebal tersebut.
"Mau sampai kapan?calon janda, akan bermalas-malasan begini"ucap Juni yang baru saja datang, wanita itu merasa sedih melihat keadaan Ghealova seperti dirinya selama ini.
"Aku tidak tau, karena tidak bisa tidur kepala ku sedikit pusing"ucap Ghealova.
"Jangan terlalu dipikirkan, semua akan baik-baik saja, yakinlah bahwa kamu bisa melewati semua itu" ucap Juni sambil mengelus lengan Ghealova.
"Apa? aku jahat karena telah meninggalkan nya"tanya Ghealova.
"Ya mungkin tapi semua itu demi kebaikan bersama"ucap Juni.
"Aku tidak tega saat melihat tatapan mata penuh luka itu, tapi luka ku lebih dalam darinya"ucap Ghealova jujur.
"Semua akan ada masanya dan luka itu akan pergi seiring berjalannya waktu, buktinya dulu kakak pernah melewati hari yang jauh lebih berat dari ini"ujar Juni.
"Ya mungkin kamu benar"ucap Ghealova.
__ADS_1
sementara itu Adam kini sudah berada di kantor tepat di dalam ruangan nya, pria itu, tengah fokus pada layar laptop yang kini menampilkan suasana di sebuah kamar di apartemen, dia bahkan melihat orang yang sangat ia rindukan, kini tengah duduk mengobrol dengan penampilan kusut dan wajah cantik baru bangun dari ranjang nya.
ya dia adalah Ghealova, wanita itu kini masih dengan menggunakan lingerie seksi dia bahkan tidak menutup bagian atas nya dengan sempurna.