Jerat Cinta Sang Duda Tampan

Jerat Cinta Sang Duda Tampan
#Sesakit ini#


__ADS_3

Jordan masih bersih keras untuk meminta


maaf, meskipun berkali-kali Vamela, mengatakan bahwa Jordan tidak punya salah kini mereka berakhir di sebuah restaurant.


Vamela pun memesan makanan nya, dari mulai yang paling murah meskipun dia tidak terlalu suka dengan makanan tersebut sandwich tuna, dan segelas air putih.


"Vamela, aku tau kamu masih sangat kesal pada ku,tapi jangan buat aku semakin merasa berdosa, itu bukan makanan yang biasa kamu makan"ucap Jordan, frustasi.


"Kakak.... sudah ya sebaiknya aku kembali saja ke rumah sakit, silahkan lanjut makan, jika semua yang aku pesan tidak menarik di mata mu"ucap Vamela yang merasa sangat kesal.


"Tidak bisa begitu dong Mel!...aku hanya ingin kamu makan dengan baik itu saja"ucap Jordan.


"Aku tidak punya uang untuk itu, putra ku masih membutuhkan perawatan dan itu butuh uang yang tidak sedikit, aku sedang menawarkan rumah ku, dan itu belum tentu bisa melunasi hutang ku, pada Jane. jadi aku harus bisa menghemat uang sebisa mungkin"ucap Vamela, yang akhirnya pergi ke luar dari restaurant tersebut.


"Mel... tunggu kamu itu tidak usah pikirkan biyaya apapun semua aku yang tanggung jadi mulai saat ini makan dan beristirahat lah dengan baik"ucap Jordan.


"Tidak aku sudah terlalu banyak hutang budi sebaiknya mulai sekarang aku mengurangi itu"ucap Vamela.


"Ok kamu bisa bayar dengan cara bekerja di kantor ku, menjadi sekertaris pribadi ku mungkin karena Jeny, berada di Amerika"ucap Jordan sambil berdiri di hadapan Vamela, yang hendak pergi mencari taksi.


"Itu tidak mungkin karena itu bukan keahlian ku, jadi tidak perlu, aku akan mulai melamar kerja di toko perhiasan"ucap Vamela.


"Bagaimana?... cara nya"ucap Jordan lagi.


"Aku akan menjual sebagian desain ku pada mereka"ucap Vamela.


"Tapi kamu sudah terikat kontrak dengan J&v bagaimana?..."tanya Jordan.


"Aku tidak punya kontrak kerja tertulis, tapi aku masih bisa membuat berbagai desain lainnya khusus untuk J&V"jawab Vamela.


"Aku tetap bisa bekerja sambil mengurus Vio"ucap vamela.


"Tidak usah macam-macam Mel, Vio sangat butuh perhatian khusus dari mu sebagai seorang singgel mother, dan dia baru bisa melihat kembali jadi ikuti saran ku, gunakan ini untuk keperluan mu,aku tidak akan meminta ganti rugi"ucap Jordan tulus.


Tapi Vamela, tetap menggeleng wanita yang kini berada di hadapan nya sungguh keras kepala.


Jordan langsung menarik nya masuk kembali ke dalam restaurant tersebut.


"Kak Jordan, jangan tarik-tarik,aku tidak ingin kesana aku sudah kenyang"ucap vamela.


Jordan langsung membawa nya duduk di ruang VVIP, lebih mahal dari yang tadi .


"Kamu masih mau membangkang aku akan segan-segan untuk membeli restaurant ini sekaligus"ancaman Jordan tidak main-main.


"Beruntung nya kekasih mu kak Jordan, punya segalanya bisa membahagiakan nya, sekali menolak makan malam saja, sudah langsung membeli restaurant nya langsung entah sudah berapa restaurant yang kakak beli"sindir Vamela.


"Mel... tidak usah meledek aku hanya melakukan ini untuk mu, karena wanita ku tak pernah menolak untuk apapun yang aku kehendaki"ucap Jordan.


"Termasuk berhubungan intim, sebelum menikah, bagus lah jika dia menurut setidaknya tidak perlu mencari yang lain di luar sana"ucap vamela lagi.


Jordan langsung terdiam dia heran entah dari mana vamela, tahu.


"Mel...itu urusan pribadi ku, kamu tidak bisa ikut campur"ucap Jordan.


"Ahhh... maafkan aku ,aku hanya terlalu bersemangat "Ucap Vamela, yang kini langsung terdiam dia juga merasa tidak enak pada Jordan yg kini menatap lekat wajah cantik itu.


"Ayo makan"ucap Jordan.


Vamela, pun makan walaupun hanya sedikit dia sudah tidak merasa lapar lagi setelah perdebatan itu, dia menaruh garpu dan sendok nya , tapi tiba-tiba Jordan menyodorkan sepotong steak daging sapi ke hadapan Vamela.


"Makan lah, jika kamu tidak bisa makan sendiri aku bisa menyuapi mu"ucap Jordan.


Vamela, sempat menarik nafas panjang dan langsung dia hembuskan, dia merasa percuma saja membantah Jordan, sifatnya sama seperti Jerry yang tidak pernah pantang menyerah.


hingga akhirnya, steak milik Jordan habis, setelah itu Jordan tersenyum kecil, dia merasa lucu dengan sikap Vamela saat ini.


"Mel....kamu ternyata manja juga ya , tapi tidak apa-apa aku suka cewek manja"ucap Jordan.


tiba-tiba pipi Vamela menjadi merah bak kepiting rebus, dia benar-benar sangat malu saat ini.


"Aku harus segera kembali ke rumah sakit"ucap Vamela.

__ADS_1


"Santai saja, lagian Vio, sudah ada yang mengurus"ucap Jordan.


"kak Jo, aku tidak ingin lama-lama dengan mu takut istri mu salah paham"ucap Vamela.


"Dia, sedang berada di Singapore saat ini"ucap Jordan.


"Iya tapi kan jaman sekarang banyak mata-mata, siapa tau ada yang memberi tahu nya, bagaimana?... jika dia cemburu pada ku kan berabe"ujar Vamela.


"Biarkan saja, tidak rugi kan di cemburu in oleh pacar sendiri itu artinya dia lebih mencintai ku lagi"ucap Jordan sambil tersenyum manis.


Vamela, tidak ingin lagi melanjutkan kata-katanya semu percuma saja menurut nya.


Jordan kembali tersenyum, sambil menyodorkan makanan penutup yang bisa dibilang seperti puding susu bertekstur sedikit karena ternyata didalam nya ada butiran coklat putih seperti mutiara dan itu yang memberikan rasa manis setelah puding tawar tersebut.


mau tidak mau Vamela, menerima nya .


dan lagi-lagi Jordan tersenyum manis, pria yang diawal terlihat dingin, meskipun terlihat sangat tampan itu, kini lebih sering tersenyum manis dihadapan nya.


Jordan langsung mengusap bibir Vamela, dengan tisu karena di sudut bibirnya terdapat saos dari manga yang terdapat di dalam puding tersebut.


"Ayo pulang"ucap nya sambil beranjak dari duduknya.


"Aku pulang sendiri saja kerumah sakit, kakak pasti sangat lelah"ucap Vamela.


"Aku akan pulang bersama dengan mu, kerumah sakit, lagi pula di apartemen tidak ada yang bisa aku peluk"ujar Jordan tanpa malu, pria itu lagi-lagi tersenyum.


sambil berjalan lebih awal, setelah melakukan pembayaran, Jordan langsung kembali berjalan melihat Vamela, yang berjalan di belakang dia langsung menoleh dan meraih tangan vamela, lalu kemudian menautkan jari jemari mereka.


Vamela, yang merasa canggung hendak melepaskan tangan itu, tapi Jordan semakin mengeratkan nya.


"Jangan dilepas, aku tidak ingin itu terjadi atau aku akan merangkul pinggang mu,biar mereka lihat dan mengira kita suami istri"ucap Jordan.


Vamela, sudah sangat jengah tapi mau bagaimana lagi, dia tidak bisa membantah pria keras kepala itu.


"Ngomong-ngomong cara mu memanjakan suamimu saat di Bali, sungguh menarik"


Deg....


Vamela, masih terdiam dan mematung di depan pintu restaurant.


"Tidak usah kaget begitu, anggap saja kalau aku, tidak sengaja melihat nya meskipun sedikit lebih lama, karena Jane terus memaksa, tapi itu biasa menurut ku, yang tidak biasa mungkin rasanya yang berbeda"ucap pria itu nyeleneh, jika saja ada lobang semut yang muat untuk dirinya mungkin Vamela, sudah lari dan masuk ke sana, tapi rasanya mustahil.


Vamela langsung tersadar saat Jordan langsung menarik nya kedalam pelukan.


"I'm sorry....."ucap Jordan lalu kembali berkata.


"Aku tidak sengaja, saat itu meretas Cctv, untuk menemukan keberadaan mu agar mempermudah dalam mencari mu"ucap Jordan lagi.


"Tidak apa-apa... kamu bahkan bisa ceritakan itu ke orang-orang sepuas hati mu, dan tidak perlu meminta maaf karena aku tidak punya hati, yang bisa merasa sakit, orang tidak berharga seperti ku, tidak pantas untuk dihargai"ucap Vamela, yang langsung melepaskan diri dari pelukan Jordan yang kemudian menggenggam tangan nya.


"Maaf,aku janji tidak akan pernah berkata seperti itu lagi, Jane tidak melihat nya ko, karena aku menyamarkan itu dengan jemari ku"ucap Jordan yang kembali memeluk Vamela.


melihat perempuan rapuh itu rasa tidak tega dan sekaligus rasa bersalah karena membuat hal yang tadi dibicarakan , yang awalnya ingin bercanda tapi malah membuat nya tersinggung.


Jordan pun membawa Vamela, kedalam mobil nya, dia bahkan memasangkan sabuk pengaman untuk wanita itu, yang kini terlihat melamun meski pun, Jordan berkali-kali minta maaf.


🌹💖💖💖🌹


butuh waktu satu jam untuk tiba di rumah sakit saat ini, Vamela, masih terdiam hingga Jordan kembali berkata.


"Mel... please ma"


"Kak Jo tau dimana?.. tempat menjual diri di negara ini"


sontak pertanyaan itu membuat Jordan ngerem mendadak.


"Mel..... apa?... yang kamu katakan!"bentak Jordan.


"Tidak apa-apa, kak mungkin saja aku bisa menekuni dunia itu, agar aku bisa segera melunasi hutang-hutang ku"ujar Vamela, dengan sengaja.


Jordan marah besar, dia tidak terima Vamela, berkata seperti itu, Jordan tau Vamela, sedang tidak baik-baik saja karena merasa tersinggung dengan ucapan nya, tapi tidak seharusnya dia berkata tidak baik seperti itu.

__ADS_1


"Mel...aku tau kamu marah dan tersinggung dengan ucapan ku, tapi tidak sepantasnya kamu bicara begitu jika kamu ingin uang banyak kamu bisa bekerja dengan cara baik-baik atau menikah dengan pria kaya, dan satu lagi jangan pernah berniat mengotori diri sendiri"ucap Jordan.


"Aku sudah tidak percaya dengan pernikahan, semua laki-laki bagiku sama saja"ucap Vamela.


"Kamu, hanya belum bisa berdamai dengan keadaan Mel, hidup itu bisa indah jika kita melihat dari sisi lain, dan begitu pun, sebaliknya jika kita menanggapinya dari posisi sebaliknya, jadi intinya tidak semua sama, seperti yang kamu lihat"ucap Jordan lembut.


Vamela, pun memejamkan mata nya, dia sudah terlalu banyak emosi malam ini, dalam hati nya, dia berkata maaf pada Jordan.


"*Kak Jo kamu benar maafkan aku, yang sudah


bersikap egois, kamu benar aku belum bisa


berdamai dengan diri ku, saat ini, ingin


rasanya aku mati saja, jika Vio, memiliki orang


yang sangat menyayangi nya, ingin rasanya


aku pergi dari dunia ini agar rasa sakit itu


tidak lagi aku rasakan, tapi apa?...aku bisa


mempertanggung jawabkan semua nya di


hadapan tuhan,atas kegagalan hidup


ku*"Gumam nya.dalam hati.


hingga tiba di rumah sakit Vamela, menoleh ke arah Jordan.


"Sudah larut kak, sebaiknya kakak pulang dan istirahat lah"ucap nya sambil terus berjalan menuju lantai teratas dimana anak nya kini dirawat.


sementara Jordan hanya bisa menghela nafas setelah itu dia hembuskan, dia sendiri tidak tau ada apa sebenarnya yang terjadi pada dirinya saat ini.


Jordan, berjalan mengikuti Vamela, yang sudah pergi jauh, dia tidak perduli dengan rasa lelahnya saat ini, setelah berhari-hari bekerja dan sekarang dia bahkan belum sempat beristirahat.


sesampainya di dalam ruangan "suster bisa pulang biar aku yang jaga disini beristirahat lah "ucap nya.


"Baiklah Nyona"ucap suster tersebut.


suster itu pun pergi sambil menutup pintu, Vamela, duduk di kursi sambil menundukkan wajahnya di samping Vio, meski ada sofa, yang lumayan lebar, akhirnya Vamela pun terpejam.


Jordan yang masuk ke dalam sana, tidak membuat tidurnya terganggu wanita itu tetap terpejam hingga Jordan memindahkan nya ke sofa, Jordan pun duduk di bagian sofa yang masih tersisa dia mengangkat kepala Vamela ke pangkuan nya,lalu dia sendiri pun memejamkan mata nya dengan posisi duduk.


sebetulnya Jordan bisa saja pergi dan pulang untuk tidur di apartemen milik nya yang super nyaman itu tapi pria itu tidak melakukan itu karena tidak tega dengan wanita yang kini tidur dengan posisi kepala di pangkuan nya.


Jordan terbangun setelah beberapa jam tertidur, dia merasakan pergerakan di bagian perut suspek nya dia pun membuka mata nya perlahan dilihat nya Vamela, tanpa sadar mencari posisi ternyaman dia membenamkan wajahnya di perut Jordan, seketika itu Jordan hanya bisa menahan hasrat nya sebagai lelaki normal pada umumnya.


hingga suara Vio, yang memanggil Vamela, membuat wanita itu terbangun.


"Mommy... mommy dimana"ucap nya yang masih terpejam.


"Vio ini mommy say"ucapan Vamela, terhadap saat dia sadar bahwa yang dia anggap sebagai bantal ternyata Jordan, yang kini masih terlelap dengan posisi duduk yang tegak tangan terlipat di dada dan dengan wajah teduh nya semakin memancarkan karisma nya.


laki-laki yang kini menggunakan kemeja putih tersebut benar-benar sangat tampan, tapi sayang pria itu tidak pernah menghargai apa?... yang seharusnya dia jaga sampai waktu yang ditetapkan.


entah apa yang ada di pikiran pria itu selama ini.


"Mom....aku lapar"ucap Vio yang kini telah membuka mata.


"Tunggu, sebentar lagi ya Vio mommy tanya dokter dulu"ucap Vamela, yang hendak berdiri.


"Mommy Vio, takut mati, karena cacing di perut Vio, gigit usus vio"ucap Vio


deg....


mendengar putra semata wayangnya berkata seperti itu dia langsung menitikkan air mata nya .


"Tuhan rasanya sesakit ini, yang aku rasakan saat mendengar putra ku menangis karena lapar, bagaimana jika kedepannya aku tidak punya pekerjaan"Gumam Vamela.


"Mel... Vio kenapa"ucap Jordan.

__ADS_1


"Tidak apa-apa kak, dia hanya minta makan,aku tidak tau harus bagaimana, karena dokter nya belum juga kesini"ucap nya sambil mengusap air mata nya.


__ADS_2