
Vamela langsung masuk kedalam kamarnya Vio pun sama sementara Jordan kini tengah berusaha untuk membujuk Vamela agar wanita itu mau membuka pintu namun sayangnya semua itu, sia-sia.
Jordan langsung pergi menuju kamar nya bersama Vamela dulu, dia berbaring sambil memejamkan mata nya.
ada tetesan air mata yang kini menetes di sudut mata nya.
pria itu benar-benar sakit hati karena cinta pertama dalam hidupnya saat ini bahkan tidak pernah bisa memaafkan nya.
sementara itu di sebuah rumah yang cukup nyaman, Jane kini tengah membuat sarapan pagi setelah semalaman penuh bercinta dengan suami, Jane rencananya ingin sarapan sebelum akhirnya nanti dia tidur seharian.
setelah tiga puluh menit akhirnya dia sudah selesai membuat sarapan pagi wanita itu berjalan ke arah Sky, yang ternyata sudah membersihkan diri dan merapihkan tempat tidur, mereka saat ini.
Jane berjalan dengan bantuan tongkat menuju kamar nya diikuti seorang asisten rumah tangga nya.
Sky tersenyum menyambut istrinya dengan ciuman di puncak kepala nya, sambil mengambil nampan dari asisten nya saat itu juga.
mereka pun sarapan bersama sambil menikmati mentari pagi di balkon kamar mereka.
"Sayang hari ini aku berangkat ke luar kota, kamu istirahat saja dirumah jangan kemana-mana, nanti malam aku usahakan pulang, tapi jika tidak kamu bisa bobo sendirian kan"ucap Sky.
"Kamu tidak ingin mengajak ku pergi, aku ingin berada di sisimu selamanya"ucap Jane.
"Sayang kamu belum istirahat, lain kali mas janji akan membawa kamu jalan-jalan tapi hari ini kamu harus istirahat.
"Heumm baiklah-baiklah hati-hati di jalan jika sudah sampai tolong kabari aku"ucap wanita itu.
"Tentu saja Sayang, tidak hanya akan memberikan mu kabar,aku juga akan selalu mengganggu tidur mu, nanti selama di perjalanan.
mereka pun selesai sarapan pagi dan kini Sky, tengah bersiap untuk pergi, sebelum ia meninggal kan rumah dia memastikan bahwa istrinya sudah tertidur dan dia sendiri memeluk Jane, agar istrinya secepatnya bisa tidur.
Jane benar-benar bahagia selain tampan dan baik Sky, adalah suami yang bertanggung jawab untuk kehidupan pernikahan nya.
sementara itu di kediaman Jerry, saat ini Edgar dan Juli yang mengetahui bahwa putra keduanya tengah berada di rumah istri keduanya, mereka berharap keduanya bisa berbaikan setidaknya demi kedua cucunya.
Jerry sendiri yang mengetahui hal itu, ingin sebuah keajaiban, untuk sang adik bagaimana pun, selama ini kebahagiaan Jordan sudah banyak yang hilang saat ini bahkan dia harus menanggung aib dari kelakuan istrinya yang suka jajan di luar sana.
Chaterine hamil bukan anak Jordan karena Jordan sudah melakukan operasi KB khusus pria, setelah memastikan bahwa dia akan memperbaiki hubungan nya dengan Chaterine, tapi saat itu dia menemukan fakta bahwa istrinya itu sudah berhubungan badan dengan pria lain, Jerry tidak marah dia langsung pergi meninggalkan apartemen milik Chaterine dia pergi untuk melakukan itu, itulah kenapa? Jordan tidak berada di samping Vamela saat istri dan anak nya pulang ke Indonesia.
sementara itu Vierra dan kedua putranya kini tengah berada di taman belakang , menemani si bos besar tengah bermain bola bersama kedua anaknya.
Jerry selalu menyempatkan diri untuk bermain bersama kedua anaknya itu.
Vivian, selalu ikut, apapun keinginan sang adik, karena dia adalah kakak yang baik.
bocah berusia satu tahun lebih itu tengah bersila mengikuti sang ayah yang kini duduk di rumput yang tertata dengan rapi dan juga sangat hijau tanpa cacat sedikitpun seperti karpet ruangan santai mereka.
Jerry kini menyudahi permainan bola nya dia duduk untuk beristirahat sejenak sambil bercerita panjang lebar tentang tokoh film kartun yang mereka sukai, meskipun Jerry, tidak faham dengan semua itu, tapi sebagai ayah yang baik dia berusaha untuk melakukan usaha terbaik untuk mengetahui, apa yang putra nya ingin kan.
Jerry berjalan menuju Vierra yang tengah membantu nya mencari tahu di internet tentang film tersebut.
"Sayang kamu sudah tau, apa yang mereka mau bukan"tanya Jerry yang langsung mengecup bibir Vierra.
sementara kedua anak nya, langsung mengikuti langkah sang Daddy untuk mendekat ke arah mommy nya.
__ADS_1
akhirnya pria itu bercerita setelah diam-diam menyimak dari layar ponsel istrinya, dan sesekali mengintip kearah istrinya itu,agar terlihat meyakinkan.
Edgar sendiri minum teh bersama Juli pagi itu di teras belakang, sambil melihat interaksi anak cucu mereka.
Juli, merasa bangga dengan putra pertamanya itu, setelah sekian lama menderita akibat masalah yang dialaminya kini putra nya, benar-benar belajar dari semua kejadian itu, bahwa jatuh cinta itu tidak pernah salah, yang harus kita ambil hikmahnya adalah dimana hati harus memilih salah satu diantaranya, maka dia tidak boleh salah memilih.
karena pilihan kita yang akan menentukan hidup dengan baik, atau malah sebaliknya.
Jerry, adalah pria yang kalem, dia tidak pernah terburu-buru mengambil keputusan, dia lebih mempertimbangkan semua kebaikan nya dulu dibandingkan langsung memutuskan sesuatu yang rumit.
seperti saat dulu, dia bertemu dengan Vierra, disaat dirinya telah menikah dengan wanita bernama Dena, dan Jerry sudah ditumbuhi benih-benih cinta saat bertemu dan berinteraksi dengan sahabat dari sang adik Jane.
Tapi Jerry, menekan perasaan itu,demi sang istri yang dia nikahi karena dendam kepada Angela.
Jerry tidak bisa melepaskan Dena, begitu saja karena Dena, selain istrinya, dia juga belum selesai membuat perhitungan dengan wanita tua itu, tapi akhirnya setelah Jerry ,tau semua nya Jerry berpikir bahwa, lebih baik dia menyerah dengan acara balas dendam yang sangat meyakinkan, tapi kemudian pria itu memiliki cara balas dendam yang sangat menyakitkan yaitu, menikahi Vierra, adalah cara dia menjalankan dendam selain dendam nya, terbalas kan, pria itu juga mendapatkan cinta nya Vierra.
menyelam sambil minum air.
"Sayang sudah siang apa? kamu tidak kekantor"ucap Vierra yang kini tengah mengangkat Vero, dan Vivian berada di tangan Jerry.
"Tidak sayang aku ingin bersama kalian seharian ini"ucap Jerry.
Vierra pun tersenyum bahagia, Jerry selama ini selalu menyempatkan waktu untuk mereka bertiga.
mereka pun langsung memandikan kedua anak mereka di kamar mandi luar, Jerry dengan cekatan memandikan Vivian dan Vero, dibantu oleh sang istri tapi mereka bukan nya serius memandikan kedua nya, mereka berdua malah mengajak kedua anak mereka bermain busa dan Air, akhirnya perang Air pun mereka lakukan hingga kedua orang tua mereka basah kuyup.
Juli dan Edgar tertawa lepas,dihari tua nya, dia bisa menikmati hidup melihat anak cucu mereka tertawa bahagia.
🌹💖💖💖🌹
Jordan berharap setidaknya dia bisa meringankan beban Vamela, saat dia berada di sana.
sementara Vamela sendiri tidak keluar kamar, jangan kan untuk menyiapkan semuanya, untuk bangkit saja dia merasakan kesulitan, tapi wanita itu tidak ingin merepotkan orang lain, biarlah dia beristirahat sejenak, dia berpikir akan sembuh secepat mungkin, tapi akhirnya dia benar-benar payah.
sampai Vio hendak berangkat sekolah bersama kedua adiknya itu, dia mengetuk pintu kamar mommy nya, yang ternyata tidak dikunci oleh mommy nya itu.
"mommy...aku dan Ade pergi sekolah dulu"ucap Vio, sambil membuka pintu tapi dia kaget saat menemukan mommy nya, tergeletak di lantai, sambil memejamkan mata nya, dan berusaha untuk berbicara pada Vio.
"Berangkat lah sayang, hati-hati di jalan maaf mommy tidak bisa mengantar mu pergi"ucap Vamela yang tengah berusaha untuk bangkit dari lantai.
"Daddy!"teriak Vio yang kini tengah membantu ibunya, tapi dia tidak bisa mengangkat tubuh Vamela, sendirian.
"Apa boy"ucap Jordan yang langsung bergegas menghampiri Vio, pria itu begitu terkejut saat melihat istrinya terkapar di lantai dengan kepala berada di pangkuan Vio.
"Honey! apa yang terjadi"teriak.
"Mommy sakit"ucap Vio.
"Ayo honey kita segera kerumah sakit"ucap Jordan yang langsung mengangkat tubuh istri nya itu.
"Tidak usah,aku istirahat di rumah saja, panggil dokter kesini,titip si kembar aku mau istirahat dulu"ucap Vamela.
"Baiklah sayang tidak usah khawatir, ketiga putra kita akan sekolah bersama dengan sopir ku, dan kamu tidak usah khawatir, mereka akan baik-baik saja.
__ADS_1
"Heumm"ucap Vamela berdehem.
Jordan langsung bergegas menyelimuti Vamela yang kini memejamkan mata pun akhirnya Jordan mendaratkan kecupan lembut di kening wanita itu.
setelah itu dia meminta sopir untuk mengantar ketiga putra nya, ke sekolah dan menunggu hingga putra kembar nya selesai sekolah, Jordan memberi uang jajan pada ketiga nya.
Jordan juga langsung bergegas menelpon dokter, dan meminta dia untuk hadir, dengan bantuan mbok Ijah.
Jordan pun langsung membuat bubur sambil sesekali di bantu oleh asisten rumah Vamela.
tidak hanya itu pria itu, langsung mengambil air hangat untuk mengompres Vamela, sambil menunggu dokter hingga tiba nanti.
sementara Jordan terlebih dahulu mengompres kening Vamela.
Vamela sendiri pasrah Jordan menyentuh kening nya, bahkan sesekali mencium puncak kepala nya, karena rasa sayang dan cinta itu masih terasa begitu besar, pria itu begitu perhatian saat ini.
Vamela pun meraih pipi Jordan, dia berucap dengan lirih nya.
"Kak... jika aku tiada lebih dulu nanti tolong jaga kedua putra kita dengan baik, aku juga berharap Chaterine mau menyayangi putra kita, bahkan menganggap mereka seperti anak kandung nya, tapi jika tidak tolong antar kan mereka pada Vincent"ucap Vamela sambil berderai air mata.
"Kamu itu bicara apa sih sayang, jangan ngelantur gitu, kamu akan baik-baik saja, dan harus segera sembuh, dan jika itu terjadi aku tidak akan membiarkan ketiga putra kita, kekurangan kasih sayang, maafkan aku selama ini sudah melukai hati mu, honey aku sungguh sangat mencintaimu"ucap Jordan sambil mengecup puncak kepala Vamela.
"Kamu makan bubur nya ya sayang setelah ini kamu istirahat dulu, dokter sedang menuju kemari"ucap Jordan lagi.
Vamela hanya mengangguk pasrah, sambil menatap lekat wajah tampan pria itu.
"Pandang lah aku, sepuasnya sayang, kamu akan mendapatkan jawaban, dari hati mu yang gundah itu, dan aku berharap semoga kamu bisa menerima cinta yang begitu besar yang aku punya untuk mu, dan tidak pernah berkurang hingga saat ini"ucap Jordan.
"Terimakasih kak, tapi saat ini aku sudah hidup bahagia dengan cinta yang kamu titipkan di rahim ku enam tahun lalu, mereka bisa mengobati rasa sakit ku, meskipun luka itu akan kembali terbuka, saat mereka pergi untuk bertemu dengan mu, jujur aku sangat merasa bersalah, pada mereka berdua karena tidak seharusnya mereka tumbuh di keluarga broken home, seperti ini tapi keadaan memaksa mereka untuk bertahan hidup seperti ini, apa kakak tau rasa sakit saat melihat mereka menatap semua teman-teman nya, setiap pagi akan bermain bersama dengan ayahnya untuk sekedar berjalan-jalan santai di sekeliling komplek perumahan ini, mereka hanya berdiri di depan gerbang sambil menatap sendu, dan hanya Vio yang selalu ada untuk nya, menggantikan peran mu, mungkin itu tidak akan pernah bisa menggantikan, tapi setidaknya dia punya kakak yang selalu melindungi nya"ucap Vamela, sambil berderai air mata, wanita itu tidak kuasa menahan tangisnya.
"Maaf kan aku honey... maaf, kamu boleh menghukum ku sepuasnya, tapi untuk kali ini tolong ijinkan aku, untuk kembali bersama dengan kalian, aku janji akan selalu ada untuk kalian, dan urusan Chaterine, aku akan segera menceraikan dia, karena satu hal yang tidak kamu ketahui, tidak akan ada yang mengandung putra ku, selain kamu karena aku sudah melakukan operasi"ucap Jordan yang tidak melanjutkan kata-katanya.
Jordan tau Vamela, sudah mengerti apa yang ia maksud.
Vamela hanya menatap sendu pada pria yang ada di hadapannya.
"Beri aku waktu untuk berpikir dan mempertimbangkan semua nya kak, aku berharap semua akan baik-baik saja"ucap nya.
"Tentu saja Sayang, sekarang habiskan dulu bubur nya, setelah itu kamu bisa istirahat kembali dan aku akan tetap berada di sini untuk menjaga mu, kamu tenang saja, ketiga putra kita, aman bersama dengan sopir pribadi ku"ucap Jordan sambil tersenyum manis.
"Terimakasih kak"ujar Vamela.
"Sama-sama honey"ucap Jordan.
akhirnya dokter pun tiba setelah dua jam menunggu karena dokter tersebut, sedang banyak pasien di kelinik nya.
dokter pun memeriksa kondisi Vamela saat itu juga, dengan sangat teliti, ditemani oleh Jordan yang tidak pernah mau meninggalkan istrinya itu.
setelah dokter selesai memeriksa kondisi Vamela, dokter langsung memberikan resep obat yang harus ditebus di apotek terdekat berikut dengan vitamin nya.
Jordan pun mengantar sang dokter hingga pintu rumah dan dia menyuruh asisten nya, untuk menebus obat-obatan tadi di apotek terdekat.
Jordan langsung kembali ke dalam kamar istrinya,lalu berbaring di samping Vamela dan kini memeluk nya.
__ADS_1
"Jika aku bisa, aku ingin menebus waktu yang hilang terbuang"ucap Jordan, lirih.
sementara itu Vamela memejamkan mata, dia bukan tidak mendengar Jordan bicara, tapi dia tidak ingin terlalu banyak berharap.