
Sesampainya di sebuah villa milik sahabat nya Ghealova langsung turun dari mobil nya dan berjalan menuju pintu masuk.
"Ghealova"ujar seseorang dari samping.
"Hay Widia, kamu masih sangat cantik"ucap Ghealova.
"Sudah pasti dong sayang kau tau sahabat mu ini selalu standby di salon kecantikan"ucap Widia.
"Setelah bertahun-tahun tidak ketemu kamu jadi sangat kurus"ucap Widia.
"Apa kamu tidak salah melihat aku gendut begini"ucap Ghealova, yang kini membawa koper nya dari dalam mobil.
"Ghea, bukan nya ada kabar tentang kehamilan mu beberapa bulan lalu, terus dimana suami dan anak mu sekarang"ucap Widia.
"Dia sudah kembali bersama dengan wanita lain"ucap Ghealova jujur.
"Maksud mu, kamu dikhianati"ucap Widia kaget.
"Heummm begitu lah Wid"ucap Ghealova.
"Ini kamar mu, kamar ku ada di lantai bawah, karena suami ku bilang malas naik ke atas"ucap Widia.
"Suami"ucap Ghealova kaget.
"Ya suami sementara tepat nya, karena gue tidak mendapatkan restu"ucap Widia.
"Ah kamu sudah gila"ucap Ghealova.
"Anggap saja begitu"ujar Widia cuek.
"Heummm yang mendapat restu dan kedua nya Klopp juga hancur, jadi semua tidak bisa di tebak yang pasti Tuhan lebih berkuasa diatas segalanya"ucap Ghealova.
"Ngomong- ngomong kamu gak bawa oleh-oleh"ucap Widia, sambil melirik isi koper.
"Hahaha dari SMA ni bocah tidak pernah berubah"ucap Ghealova tertawa lepas.
"Tuh tau "ucap Widia sambil nyengir.
"Di koper aku baru borong baju jika kamu mau ambil salah satu nya"ucap Ghealova.
"Hore kamu itu satu-satunya teman yang paling pengertian"ucap Widia.
"Kamu juga satu-satunya teman ku yang materialistis tapi begitu baik hati, disaat ada maunya"ucap Ghealova sambil tersenyum.
"Dasar kurang asem"ucap Widia, dan kedua nya pun tertawa terbahak-bahak.
Hingga suara seseorang menghentikan tawanya, karena suaranya yang begitu membuat batu kali pecah.
"Widia!! kamu enak-enak di sini sementara suamimu sibuk di kantor"ucap ibu mertua nya yang datang sesekali untuk mengecek kondisi putra nya yang sudah lama tinggal di rumah Widia.
"Kenapa? memangnya nyonya bukan kah, kewajiban suami mencari nafkah untuk istrinya"ucap Widia.
"Istri macam apa? istri mandul kaya kamu"ucap nyonya Abraham.
"Terserah Nyonya lagi pula, pernikahan kami tidak ubah sebuah sandiwara untuk menutupi kekurangan putra anda, yang bahkan tidak pernah memberikan nafkah batin selama ini, dengan alasan restu, jadi pikir baik-baik bunting dari mana jika lobang nya aja masih utuh"ucap Widia yang membuat keduanya membulatkan matanya.
"Owh bagus lah jika begitu, jadi pernikahan kedua putra ku tidak ternodai"ucap wanita itu.
"Apa!... pernikahan kedua maksud nyonya"ucap Widia terlihat kaget dan tiba-tiba hampir terjatuh karena oleng, beruntung , Ghealova ada di samping nya dan langsung memeluk nya.
"Ghealova.... apa? aku tidak salah dengar"ucap Widia, dan Ghealova pun menggeleng, tiba-tiba nyonya Abraham memperlihatkan video pernikahan dan Ghealova sempat dibuat kaget, karena pria itu adalah. Adam yang dia kenal.
"Adam"ucap Ghealova lirih.
"Kau juga mengenal putra ku"ucap nyonya Abraham.
"Saya kenal dia karena pulau yang kami miliki bersebrangan"ucap Ghealova sedikit menahan rasa sakit.
"Putra ku yang satu itu hingga saat ini belum juga mau menikah"ucap nyonya Abraham.
"Maksud anda?"ucap Ghealova.
"Dia adik dari Adam, namanya Adi, semalam dia baru melangsungkan pernikahan" ucap nyonya Abraham.
"Maksud anda, suami dari sahabat ku Adi, tapi mereka begitu mirip"ucap Ghealova.
"Mereka kembar tapi Adam memilih hidup bersama dengan Daddy nya diluar negeri, sementara Adi tinggal dengan saya"ucap Adi.
__ADS_1
"Tapi kenapa? Anda tega membiarkan Adi menikah lagi"ucap Ghealova sambil membawa Widia duduk di sofa, Ghealova pun memberikan air mineral untuk sahabat nya itu.
"Karena dia bukan perempuan baik-baik dan hanya mengincar uang dari putra ku saja"ucap nya.
"Jangan mengada-ada nyonya putra anda bahkan tidak pernah memberikan uang sepeser pun, karena semua nya anda ambil jadi mulai sekarang silahkan bawa pergi putra anda saya sudah sangat lelah"ucap Widia yang tengah menangis sesenggukan karena rasa sakit hati nya, pria itu bahkan tidak pernah benar-benar tulus berjuang untuk dirinya.
"Perempuan itu terdiam sejenak karena melihat Putra bungsu nya itu sudah berdiri di depan pintu masuk.
"Apa-apaan ini mam,, sudah Adi bilang jangan sakiti hati Widia, Adi sudah turuti apa? yang mami mau, bahkan Adi, sudah jadi pria paling berdosa terhadap istri Adi, karena tidak memberikan nafkah lahir dan batin" ucap Adi.
"Aku sudah tidak butuh itu, lebih baik kamu pergi dari rumah ku, dan bawa pulang semua barang-barang mu, sudah cukup Adi, sudah cukup aku menangis karena semua kebodohan ku, yang selalu percaya bahwa cinta mu itu utuh untuk ku hingga kita mendapatkan restu, aku bertahan aku bersabar tapi aku lakukan semua itu karena berharap suatu saat nanti suamiku akan sadar jika aku bukan lah patung, tapi nyata nya aku memang patung bagimu"ucap Widia.
"Sayang please jangan seperti ini,aku sangat mencintaimu, itulah kenapa? aku melakukan semua ini, hanya demi Restu Mami, tapi nyatanya Mami juga membohongi ku"ucap Adi yang langsung memeluk erat istrinya itu.
"Ayo Adi pulang apa? kamu sudah tidak punya harga diri lagi, dia sudah mengusir mu pergi"ucap nyonya Abraham.
"Tidak mami Adi mohon jangan lakukan ini, dia istri Adi yang sangat Adi cintai"ucap Adi.
"Tidak Adi, jangan egois aku sudah merelakan kamu pergi, pergilah kau jangan khawatir,aku masih bisa bertahan hidup hingga saat ini, tanpa pernah kelaparan"ucap Widia tegas.
Adi pun meminta maaf kepada Widia dan saat itu juga dia menalak Widia, karena memang diantara mereka hanya terjadi pernikahan siri, selama ini.
"Widia, ambilah ini, aku selama ini menabung untuk mu, dan kita akan menempuh hidup baru, tapi tuhan rupanya berkata lain"ucap pria itu memberikan sebuah kartu berwarna kuning emas.
"Tidak usah bawa saja, sahabat ku juga orang kaya dia tidak akan membiarkan ku kelaparan"ucap Widia yang langsung melempar kartu itu pada wanita paruh baya itu.
"Kau"ucap nya langsung terhenti karena Adi merangkul ibunya pergi.
Setelah kedua nya berlalu, Widia langsung menghapus air mata nya dihadapan Ghealova, sambil berkata"Najis buang-buang air mata untuk pria pengecut seperti itu"seakan Widia memiliki dua kepribadian.
hingga saat seseorang datang mengetuk pintu, Widia langsung berlari diikuti oleh Ghealova.
keduanya berdiri di depan pintu masuk saat melihat Adam, yang berdiri dengan gagahnya menggunakan jas mahalnya dan juga kacamata hitam yang bertengger di hidung mancung nya.
🌹💖💖💖🌹
kali ini Ghealova langsung pergi meninggalkan mereka berdua dia langsung bergegas masuk ke dalam kamar nya.
"Ghealova please aku mohon buka pintu nya kita bicara"ucap Adam.
"Jangan berisik, kau sebaiknya kamu pergi bersama dengan adikmu Adi"ucap Widia.
"Lihat itu dia adikmu bukan dia baru saja aku usir dari rumah ku"ucap Widia.
"Aku tidak tau kenapa? dia terlalu mirip dengan ku, tapi aku anak tunggal dan aku bukan warga negara Indonesia, selama ini, aku tinggal di Amerika"ucap Adam.
"Widia, Ayo bereskan barang-barang mu mulai sekarang kita akan tinggal bersama di tempat ku"ucap Ghealova.
"Baiklah sayang"ucap, Widia penuh semangat.
Ghealova duduk berhadapan dengan Adam yang sedari tadi ingin meraih tangan Ghealova.
"Darimana kamu tau aku ada di sini"ucap Ghealova.
"Anak buah ku"ucap nya jujur.
"Apa? mau mu tuan Adam"ucap Ghealova.
"Menikah dengan ku"ucap Ghealova.
"Widia kamu masih mau menikah tidak ada yang melamar mu, bukan kah dia terlalu mirip dengan suami mu"ucap Ghealova, tapi tangan Adam tiba-tiba mencengkeram erat tangan Ghealova.
"Jangan main-main Ghealova, aku akan menghancurkan seluruh keluarga mu, jika kamu tidak mau menikah dengan ku"ucap Adam dengan kilat amarah.
"Kau mau menghancurkan keluarga ku yang mana tuan,aku sudah tidak punya, siapa-siapa lagi"ucap Ghealova.
"Yakin kah tidak ada"ucap Adam.
"Ya"ucap Ghealova.
"Baiklah aku akan mulai dari Vio"ucap Adam.
"Dia sudah tidak ada hubungan dengan ku lagi"ucap Ghealova.
"Kau yakin, sayang tapi dia masih mencintai mu"ucap Adam.
"Tidak ada cinta yang akan berhianat"ucap Ghealova.
__ADS_1
sementara itu di kediaman Juni, Gavin datang untuk menjemput dia pergi ke pesta, Gavin tidak ingin kehilangan momen berharga dengan Juni, yang sudah memberikan dia kesempatan untuk menjalin hubungan, meskipun suatu saat nanti Juni berharap semua akan berakhir dengan sendirinya, dia ingin menikah dengan pria lain.
"Yang kamu butuh ke salon terlebih dahulu"tanya Gavin.
"Tidak perlu dan kakak tidak perlu memanggil ku seperti itu, aku bukan wanita yang kamu sayangi, jadi tidak usah memaksakan diri"ucap Juni.
"Juni sayang mau tidak mau, kamu harus mulai terbiasa dengan panggilan itu, dan setelah kamu lulus kuliah kita akan segera menikah"ucap Gavin.
"Terserah kakak saja yang jelas semua itu tidak pernah akan terjadi"ucap Juni.
"Mau bertaruh"ucap Gavin memberikan tantangan.
"Oke siapa takut"ujar Juni.
"Jika aku yang menang kamu akan melahirkan dua anak kita, tapi jika aku yang kalah kamu akan memiliki semua milikku"ucap Gavin.
"Yakin sekali, kakak harus pikirkan itu secara masak-masak jika kakak kalah kakak rugi besar" ujar Juni.
setelah sampai di sebuah salon kecantikan, tiba-tiba Juni membelalakkan matanya, tidak percaya,adik sepupu nya tengah duduk bersama dengan wanita yang jauh lebih dewasa dari nya.
"Jay" panggil Juni.
"Hay kak" ucap Jay.
pria itu begitu santai, tidak ada beban sedikit pun.
"Ini siapa? Jay"tanya Juni.
"Kenalkan dia teman Jay" ucap Jay.
"Teman"ucap Juni.
"Sayang kamu sudah selesai"ucap seseorang yang langsung memeluk wanita dewasa itu, tiba-tiba saja Juni menarik nafas lega, dia hampir pingsan karena jawaban Jay, dia pikir Jay berkencan dengan wanita tadi.
"kak Juni kenapa?" tanya Jay.
"Aku pikir"
"Kakak pikir aku berhubungan dengan tante-tante gitu ya, tenang saja kak aku masih waras"ucap Jay.
"Terus kamu disini lagi apa?"ucap Juni.
"Tuh teman ku"ucap Jay, pada seseorang yang lebih cantik dia langsung merangkul pinggang wanita itu.
"Kak dia Arin"ucap Jay
"Arin, ini kakak sepupu ku, namanya Juni"ucap Jay.
"Jayden ayo pulang"ajak Arin yang tidak ingin berkenalan dengan Juni, karena gadis itu selalu kalah tanding dengan Juni, karena Juni juga hidung oplas nya rusak dan harus di oplas ulang.
"Jay tidak perlu nanti hidung mancung nya rusak lagi"ucap Juni.
"Sayang ayo masuk nanti keburu malam"ucap Gavin yang tau mood Juni akan buruk karena itu.
"Ayo sayang ku"ucap Juni sambil menggandeng tangan Gavin.
Gavin langsung tersenyum dan merangkul pinggang Juni. saat tiba di dalam salon tiba-tiba saja tangan Gavin terlepas dengan kasar dari pinggang Juni karena seseorang kini berada di hadapan nya.
"Mas... apa? yang kamu lakukan disini dan siapa? wanita ini"pertanyaan wanita itu lolos bersamaan dengan air mata, yang berjatuhan.
"Sayang ini tidak seperti yang kamu pikirkan, dia adalah adik dari teman mas, dia meminta mas mengantar nya ke salon dan mas tidak tau jika kamu juga kesini"ucap Gavin yang langsung membawa wanita itu kedalam dekapannya.
Juni pun berbalik dan pergi tapi Gavin menggenggam tangan Juni di belakang punggung nya meminta dia untuk tidak pergi tapi Juni menarik nya dengan kasar dia langsung pergi, berlari mencegat taksi dan langsung masuk kedalam mobil yang langsung jalan itu.
Juni pergi ke suatu tempat, dia kini berada di tepi pantai,di saat sunset telah tenggelam gadis itu berdiri di depan ombak yang datang bergantian, menerpa kaki Juni gadis itu tidak peduli akan terbawa arus, yang dia inginkan saat ini adalah menghilang dari dunia yang penuh dengan sandiwara.
hingga tubuh nya sudah terendam setengah oleh air, tiba-tiba seseorang datang menarik tubuh nya yang benar-benar sudah tidak mau kembali ke permukaan.
"Juni sadar sayang kamu tidak boleh mati sia-sia"ucap Arjuna.
"Juna aku tidak ingin hidup lagi, semua sudah tidak sejalan dengan yang aku mau, semua hanya menginginkan ku untuk dijadikan boneka yang bisa mereka atur sesuka hati"ucap Juni.
"Juni please bertahan lah setidaknya untuk ku, aku sangat mencintaimu tapi jika kamu tidak bisa bersama ku,aku rela Juni, aku hanya ingin membuat hidup mu bahagia"ucap Arjuna.
"Tidak ada kebahagiaan lain lagi untuk ku Arjuna, semua sudah berakhir,aku tidak punya alasan lain lagi untuk bisa bertahan"ucap Juni.
"Apa? aku tidak pernah berarti Dimata mu, Juni"ucap Arjuna.
__ADS_1
"Arjuna aku tidak tahu lagi harus apa? tapi aku berharap kamu bisa mendapatkan wanita yang lebih baik segalanya dari ku,aku sudah tidak ingin hidup lagi"ucap Juni.