
Sesampainya di bandara, Jane langsung turun dan menemui semua keluarga nya sementara Jerry kini mengikuti nya dari jauh, Jerry melangkah dengan berat hati dia tidak ingin melihat kepergian adiknya itu tapi Jane sungguh keras kepala.
sampai di dekat Jane yang kini tengah dipeluk oleh sang Daddy, Jerry hanya menatap kearah lain.
"Sayang peluk adikmu sebentar lagi dia akan pergi"ucap Juli tapi bukan nya menurut Jerry malah pergi begitu saja.
"Jerry"ucap Edgar.
tapi pria itu tidak juga berhenti Jerry semakin menjauh, dan Jane tidak ingin mengejar nya dia langsung bergegas menuju pesawat tersebut.
Jane langsung masuk kedalam jet pribadi tersebut dan pesawat mulai bergerak setelah pintu tertutup perlahan maju dan semakin naik hingga pesawat itu terbang tinggi menuju Indonesia Jane hanya bisa mengusap air mata nya lalu berkata "selamat tinggal kak semoga kamu bahagia dan kalian Jeny dan Jordan nikmatilah hidup kalian bersama dengan kedua orang tua kita, semoga setelah ini kalian tidak lagi mem benci ku"ucap nya lirih sambil mengusap air mata nya yang sedari tadi menetes.
Jane pun memejamkan mata, karena ia ingin beristirahat sejenak, dia ingin melupakan semua nya saat ini, termasuk rasa sakit kehilangan kasih sayang sang kakak.
Sementara Jerry kini tengah berada di sebuah club malam untuk yang pertama kali nya, pria itu begitu frustasi kehilangan adik yang paling ia sayangi saat ini pria itu bahkan mulai menyentuh rokok dan minuman beralkohol meski dengan kadar rendah.
Jerry bahkan meracou bahwa dia tidak akan menikah jika adiknya itu tidak kembali Jerry begitu mencintai dan menyayangi adiknya itu sebagai kakak yang sangat menyayangi adiknya itu.
*******
Indonesia seorang gadis diikuti oleh beberapa orang asisten yang sengaja mengawal putri bos nya dengan beberapa koper besar dan juga barang lain nya .
wanita itu adalah Jane gadis yang kini berusia delapan belas tahun, wanita itu baru lulus SMA, dan kini dia akan belajar di Indonesia, sebenarnya dia tidak memerlukan sekolah tinggi untuk menjadi seorang desainer, karena dia sendiri sejak tiga tahun yang lalu sudah menjadi desainer yang cukup terkenal di negara kelahiran nya.
sampai lah dia di sebuah apartemen yang sangat megah yang sudah Daddy nya siapkan bahkan Edgar sudah menyediakan butik yang sangat besar untuk putri nya itu berkarya, seperti impian nya sejak dulu yaitu menjadi desainer terkenal meski dengan nama keluarga saja dia sudah dikenal seperti selebritis tapi Jane bukan wanita yang haus akan semuanya itu.
Jane langsung memasuki kamar nya yang sudah seperti istana ratu .
Edgar ingin putri nya tidak kekurangan apapun saat ia jauh dari keluarga nya.
di Paris keesokan harinya Jerry sudah bersiap untuk pergi ke kantor, pria itu langsung pergi begitu saja, tanpa pamit bahkan tanpa merespon ibunya yang mengajak ia sarapan.
"Jerry sayang kamu kenapa??... apa mommy berbuat salah"ucap Juli sendu.
tapi Jerry hanya melirik sekilas lalu pergi.
Juli mengerti putra nya tengah terluka saat ini karena semenjak kepergian Jane Jerry langsung berubah.
"Sayang Jane baik-baik saja dia akan pulang jika dia merasa tidak nyaman"ucap Juli.
"Dan jika nyaman dia akan tinggal selama nya di sana ia begitu"ucap Jerry penuh penekanan.
"Jerry adikmu bukan hanya Jane tapi Jeny dan Jordan juga"ucap Edgar.
"Tapi hanya Jane yang sangat baik sejak kecil dia itu sangat penurut aku tidak ingin yang lain rasa sayang ku pada mereka berdua itu biasa saja"ucap Jerry, sambil mendelik menatap tak suka.
bukan Jerry tidak sayang hanya saja dia masih dongkol dengan sikap keduanya.
Jerry pun pergi ke kantor dia tidak sarapan seperti biasanya, saat ini yang selalu menjadi teman sarapan nya adalah kopi rokok dia jarang menyentuh makanan bahkan seakan lupa hingga Jerry dirawat di rumah sakit karena berhari-hari tidak mau makan.
satu Minggu lebih Jane tinggal di Indonesia bahkan saat ini dia tengah sibuk mengurus pendaftaran kuliah nya di sebuah kampus swasta di Jakarta.
Jane hanya ditemani dua orang asisten yang selalu menemani nya jika di Paris Jane selalu bersikap mandiri karena tidak jauh dari keluarga tapi saat ini Edgar tidak mengizinkan itu semua kebutuhan Jane harus di siapkan oleh asisten pribadi nya.
Jane pun menurut saja setelah dia beradaptasi dengan lingkungan hidupnya saat ini dia akan menghentikan nya.
Jane kini tengah berada sebuah pusat perbelanjaan, dia mendatangi butik demi butik yang ia tahu berada di mall tersebut.
Jane sedang mengadakan pengecekan bahan baku dan harga jual mereka .
__ADS_1
Jane tersenyum ketika ada baju hasil desain nya di jual dengan harga murah, tapi saat di cek ternyata barang tiruan.
tapi yang membuat dia sedih kenapa??... harus menggunakan nama produk nya kenapa merek nya tidak di palsu kan juga karena itu bisa membuat kerja keras nya rusak.
setelah lelah berkeliling Jane langsung pulang kini dia sudah berada di lobi apartemen tempat tinggal nya.
dia berpapasan dengan seorang pria yang kini tengah diikuti oleh beberapa orang bodyguard, yang kini masuk bersama dengan nya ke dalam lift.
"Tuan Nona Dena sudah dapat kita lacak kini dia sudah berada di kota Paris, bahkan sudah tujuh bulan lamanya, dia berpura-pura menjadi wanita buta "ucap seorang pria yang terlihat berpenampilan rapi seperti tuan nya.
"Terus"
"Nona Dena juga tengah dekat dengan anak pengusaha terkenal bahkan dikabarkan akan segera melakukan pertunangan"ucap pria itu lagi.
"Kurang ajar, setelah menipu adikku mentah-mentah wanita sialan itu kini mencari mangsa lain"ucap nya .
tidak lama kemudian pintu lift pun terbuka Jane sudah akan keluar tapi tiba-tiba bajunya di tarik oleh seseorang.
"Tuan wajah pengusaha tersebut milik wanita ini"ucap asisten pribadi pria itu sontak Jane menendang pria itu karena merasa di lecehkan.
"Lain kali jangan berbuat seenaknya aku ingatkan pada mu jika sekali lagi kau berbuat seperti itu pada ku aku akan pastikan kau akan kehilangan kepala mu"ucap Jane yang bicara menggunakan bahas Indonesia meski sedikit terbata tapi Jane terlihat sangat cantik.
Jane langsung pergi begitu saja, sementara Jeremy, langsung berjalan tanpa menghiraukan keadaan asisten nya yang masih kesakitan.
"Cari tau siapa wanita itu dan ingat jangan biarkan dia bebas "ucap Jeremy.
Asisten nya bergidik ngeri, saat mengingat wanita itu bahkan bisa menyerang nya saat dia membelakangi nya apa lagi jika saling berhadap-hadapan.
Jane sendiri saat ini tengah berendam di dalam bathtub.
πΉππππΉ
Jerry sendiri tidak tahu siapa yang membawa nya saat ini, Jerry hanya tau kalau asisten nya juga ikut bersama dengan nya saat ini Jerry langsung di seret masuk ke dalam Mension nya.
"Daddy jadi yang menyuruh mereka itu Daddy"ucap Jerry .
"Iya lalu kenapa??... kamu tidak pernah mau mendengarkan kata-kata kami lagi lihat mommy mu hingga sakit seperti ini"ucap Edgar menunjuk ke arah ranjang.
"Mommy"gumam Jerry merasa bersalah.
Jerry mendekat ke arah Juli yang kini terbaring lemah, padahal baru kemarin dia meminta Edo, untuk mencari tahu kabar tentang ibunya itu.
"Sayang pulang lah mommy sangat merindukan mu"ucap Juli lirih.
"Aku akan pulang setelah Jane kembali"ucap Jerry.
"Mau sampai kapan??... Jerry sampai kapan?.. kamu akan bersikap kekanak-kanakan seperti ini, adikmu sudah bahagia dengan hidup nya saat ini, dia bahkan terlihat baik-baik saja dan selalu memberi kami kabar lalu kamu apa yang kamu lakukan"ucap Edgar.
"Daddy masih bertanya aku melakukan apa... apa Daddy tidak melihat kalau aku setiap hari pergi bekerja.
Jerry pun duduk di samping mommy nya itu saat ini pria muda itu sedang menggenggam tangan ibunya sambil memohon.
"Mom... tolong bawa Jane kembali pulang aku mohon"ucap Jerry lirih.
"Jerry mommy tidak ingin merusak kebahagiaan adik mu itu biarkan dia melakukan apa yang dia inginkan seharusnya kamu mendukung nya,agar dia bahagia"ucap Juli.
"Tapi mom... aku tidak bisa jauh dari nya"ucap Jerry lagi.
"Kalian itu sudah dewasa jadi tidak usah berlebihan begitu, bukan nya kata Jane kau akan segera bertunangan"ucap Juli sambil menatap lekat meminta jawaban.
__ADS_1
"Aku tidak akan menjalani nya jika dia tidak hadir di pertunangan ku nanti"ucap Jerry tegas.
"Sayang jarak nya terlalu jauh kasihan adikmu jika dia harus datang bukan nya bisa video call.
"Aku tidak mau pokoknya dia harus hadir"ucap Jerry.
"Daddy lebih baik kamu batal tunangan dari pada harus mengganggu kenyamanan adikmu"ucap Edgar tegas.
"Tapi Daddy tidak akan mendapatkan cucu jika itu batal."ujar Jerry lagi.
"Gampang saja bahkan untuk memiliki anak tidak perlu menikah dan berhubungan dengan wanita seperti saat kehadiran mu, Daddy tidak mengenal mommy mu dan bahkan"
"Daddy"ucap Juli langsung menghentikan ucapan suaminya itu, menurutnya itu adalah aib yang tidak boleh di ceritakan kepada siapapun.
"Mommy... dia harus tau agar dia tidak perlu bersikap egois lagi"ucap Edgar.
"Apa ??... yang kalian sembunyikan dari ku"ucap Jerry .
"Kau hadir di rahim mommy mu, karena sebuah keteledoran benih yang seharusnya di tanam pada wanita lain tapi justru mommy mu lah yang menerima nya karena kesalahan dokter, pada saat itu.jadi menurut Daddy jika kamu menolak menikah ya lakukan seperti"
"Daddy"ucap Juli kesal.
"Daddy gak salah kan honey, justru malah untung tapi sayang kakak mu meninggal saat dilahirkan, karena kondisi nya terlalu lemah disebabkan mommy mu terlalu memaksa kan diri untuk bekerja"ucap Edgar.
Juli seketika menunduk air mata nya jatuh tapi tidak lama karena Edgar dan Jerry langsung memeluk nya, memberikan dia semangat.
di Indonesia Jane sudah memulai aktifitas perkuliahan nya, dia bahkan kini sudah menjadi wanita yang mudah bergaul tidak seperti dulu yang selalu menutup diri.
dia bahkan memiliki banyak teman tapi yang sangat dekat ada dua vamela dan Sarah kedua gadis itu sangat ramah pada Jane bahkan Rara dan vamela rela menjadi asisten Jane untuk mengerjakan setiap produk yang sedang ia buat saat ini.
meski keduanya adalah anak orang kaya tapi mereka adalah orang-orang yang suka hidup mandiri seperti Jane,jauh dari orang tua ya... ketiga gadis itu kini tinggal jauh dari orang tua.
setiap pulang kuliah Jane dan kawan-kawan akan langsung ke butik untuk mengerjakan sebuah gaun pengantin kedua wanita yang masih pemula dalam bidang desain, mereka hanya membantu dan sesekali menyimak apa yang sedang Jane kerjakan.
hingga satu Minggu pengerjaan gaun pengantin pertama yang Jane rancang dengan bantuan kedua sahabat nya itu,kini tengah di pajang di lemari kaca yang menandakan selamat datang tidak hanya itu jas yang ia buat juga sudah di pajang di sisi satunya.
Jane sudah membawa barang hasil rancangan nya juga dari Paris, dia dibantu oleh kedua kawannya itu untuk memajang dan membereskan semua nya di butik yang masih menggunakan nama besar perusahaan nya di Paris, tidak hanya dua orang itu, asisten Edgar juga membantu semua nya dan itu lebih cepat rapi kini semu sudah selesai tinggal menunggu launching perdana pembukaan butik tersebut.
Senny, yang mengetahui hal itu dari Edgar, rencananya dia akan berkunjung ke tempat keponakan suaminya itu.
Edgardo yang lebih dulu tau jika keponakan nya saat ini tengah berada di Indonesia dan menetap di sana. sendirian dia langsung menyuruh orang kepercayaan nya untuk menjaga nya dari jauh.
rencananya Jane akan mengadakan doa bersama dengan para anak yatim, meski dia dibesarkan di lingkungan non muslim tapi keyakinan yang diwariskan oleh Daddy nya menjadi pegangan nya selama ini meskipun belum sepenuhnya mengikuti ajaran tersebut, tapi di Indonesia yang kebanyakan mayoritas Islam Jane akan belajar lebih baik lagi.
Jane langsung pulang ke apartemen kali ini dia membawa serta sahabat nya yang kini terperanjat melihat betapa mewah apartemen tersebut, dan satu hal lagi setelah ia mengecek nya ternyata harganya mencapai 80 milyar rupiah.
Jane sendiri tidak pernah peduli dengan itu karena semasa hidupnya dia sudah merasakan pahit manis kehidupan, dan saat bertemu dengan Daddy nya, semua pasilitas tersebut tidak ada apa-apa nya, bagi Jane yang notabene seorang anak Milioner...
"Jane ....ini kami tidak sedang bermimpi bukan"ucap vamela.
"Kalian tidak usah lebay sayang... aku sendiri tidak tahu kenapa??... Daddy membeli tempat ini untuk ku, ya meski jauh lebih kecil dari punya kak Jerry"ucap Jane yang langsung membuat keduanya melotot.
"Apa..."ucap mereka kompak.
"Jadi si raja minyak dari Medan itu pun tersaingi oleh mu"ucap Rara.
Rara yang selalu mengejek teman satu jurusan nya yang mengaku super kaya itu adalah si raja minyak dari Medan padahal kenyataannya raja minyak itu ada di Saudi Arabia π
Author hampir kebablasan πsalam kenal dari author yang amatir ini semoga kalian suka dengan cerita yang author tulis ini jika banyak kesalahan dalam penulisan author harap maklum karena masih proses belajar dan semoga kalian berkenan untuk memberikan dukungan πππΉ
__ADS_1