
Jordan pun mengikuti perjalanan vamela ke Bali bersama dengan Jane terpaksa Jane ikut karena dia tidak ingin Jordan salah langkah.
sesampainya di rumah tersebut vamela, tapi dia bahkan tidak melihat ada nya siapapun.
dia tidak siapapun dan vamela langsung masuk kedalam kamar dia melihat putranya sedang tertidur pulas, vamela masuk kedalam kamar tersebut tiba-tiba kamar itu tertutup dan seseorang membekap mulutnya dengan saputangan saat itu juga dia sudah tidak sadarkan diri.
Jane, yang sedari tadi menunggu di mobilnya namun tidak ada pergerakan sama sekali dari rumah tersebut dia langsung meminta Jerry meretas Cctv, karena Jerry pernah belajar untuk itu dari sahabat nya yang seorang heakcer.
"Kak, cepat aku tidak ingin terjadi apa-apa pada vamela" ucap Jane.
Jordan langsung membuka laptop nya dan jari nya menari dengan lihainya di atas keyboard laptop tersebut saat Jordan berhasil melihat semu Cctv, rumah tersebut tiba-tiba sebuah rekaman Cctv di sebuah ruangan membuat Jordan membulatkan matanya dan menutup mata Jane seketika itu.
terdapat adegan dimana vamela tengah dilucuti pakaiannya oleh suaminya beberapa detik yang lalu, setelah itu pria itu memaksa vamela untuk melayani nafsu nya.
dan itu berhasil membuat Jordan menelan Saliva nya kasar melihat kemolekan tubuh vamela, tidak ada cacat sedikitpun, tapi sayang wanita itu tiba-tiba menuruti kemauan suaminya, tanpa pikir panjang Jordan langsung menutup laptop nya, dan mengajak Jane, untuk segera pulang, menurut nya dia telah dibodohi oleh vamela.
tanpa Jordan tau vamela dibawah tekanan, suaminya yang kini bahkan telah meminta sejumlah dana untuk perusahaan milik nya.
sementara Jane tidak percaya dengan apa yang Jordan katakan dia nekad menerobos masuk bersama dengan orang-orang kepercayaan nya yang sudah bersiap sedari siang.
Jane langsung berlari menuju kamar yang disebut kan oleh Jordan tadi setelah itu dia pun meminta anak buahnya, untuk menyelamatkan vio anak dari Vamela dan suaminya itu.
sementara Jane, langsung bergegas menuju kamar utama milik vamela, disana ternyata telah di jaga ketat oleh para bodyguard, dan seorang perempuan cantik mungkin wanita itu istri pertama nya, yang vamela, ceritakan saat itu, tapi kenapa?... wanita itu mau-mau nya menunggui suaminya yang sedang bercinta dengan vamela, jika memang benar tidak ada paksaan.
Jane langsung memberikan isyarat pada Jordan untuk keadaan genting ini, dan Jordan Jordan pun mengerti dia langsung mengintruksikan kepada anak buahnya untuk menembakkan cairan bius pada mereka semua, agar tidak ada perlawanan seperti perintah Jordan akhirnya mereka seketika tumbang ke lantai.
Jordan langsung mendobrak pintu, dilihat nya Vamela, sangat mengenaskan, sudut bibirnya berdarah pelipis nya mengeluarkan darah dan tidak lupa mata bagian kanan nya bengkak, seperti nya hanya butuh waktu lima belas menit pria itu sudah selesai menganiayanya, istrinya.
Jordan langsung menghajar pria itu dan langsung menutup tubuh vamela dengan selimut tebal itu, dan membawanya ke mobil sementara waktu itu juga diminta anak buahnya langsung bergegas ke rumah sakit.
pria yang baru mengenal vamela itu merasa sangat cemas dengan keadaan vamela saat ini bagaimana tidak wanita yang Jordan kenal humoris dan terlihat kuat itu memiliki problem hidup yang cukup besar.
vamela, terlihat sangat lemah saat ini setelah dianiaya oleh suaminya sendiri, yang katanya dulu sangat mencintai nya.
sementara itu di bandara Soekarno-Hatta Jerry dan Rara tengah berjalan keluar dari pesawat jet pribadi nya, mereka baru kembali dari Amerika, setelah dokter yang menangani nya selama ini menyatakan bahwa Rara sudah dinyatakan sembuh seratus persen setelah menjalani operasi dan serangkaian pengobatan khusus penderita kanker.
setibanya di depan pintu keluar bandara disana sudah ada sopir dan pengawal pribadi yang kini menjemput nya.
Jerry langsung masuk kedalam mobil setelah menutup pintu yang dibuka untuk istrinya dan setelah memastikan bahwa istrinya sudah duduk dengan nyaman dan memasang seat belt.
sesampainya di Mension,baru yang Jerry siapkan untuk Rara dan anak-anak nya kelak.
"Sayang, ini Mension milik siapa"ucap Rara.
"Ini milik Vierra Anastasya istri dari Jerry Ester, sayang"ucap Jerry.
"Terimakasih kak"ucap Rara.
"Sama-sama sayang"ucap Jerry.
Jerry langsung merangkul pinggang istri nya dengan lembut dan mendaratkan kecupan di kening Rara.
"Ayo masuk sayang"ucap Jerry.
__ADS_1
sesampainya di pintu utama pintu itu langsung terbuka Rara kaget melihat deretan pelayan yang kini tengah membungkuk memberi hormat pada tuan dan nyonya mereka, seperti cerita di dalam novel,atau Drakor jika pemain utama nya adalah seorang sultan.
Rara berjalan sambil tersenyum kearah mereka, walaupun Jerry, tetap terlihat sangat dingin, saat ini.
"Ini istri saya Nyonya Vierra Anastasya,bagi kalian yang suka dunia fashion, pasti tau siapa istri ku tercinta ini, mulai sekarang ucap nya adalah titah untuk kalian semua, mengerti!"ucap Jerry lantang .
dan semua nya menjawab serentak"Mengerti tuan"ucap mereka.
setelah itu Jerry langsung membawa Rara menuju kamar nya, karena sampai saat ini Rara, tidak diperbolehkan untuk beraktifitas di luar, kecuali saat bersantai dengan Jerry, ataupun sekedar jalan-jalan untuk menyegarkan suasana.
sesampainya di dalam kamar setelah keluar dari lift khusus yang langsung masuk ke dalam kamar Jerry membantu istrinya berbaring, meskipun Jerry dan Rara, belum melakukan malam pertama mereka, Jerry merasa sangat bahagia bagaimana tidak, saat ini Rara, sudah mulai menerima nya .
sebagai seorang suami yang sangat menyayangi istri tercinta nya, Jerry tidak ingin menuntut lebih pada istri nya itu, sudah diterima pun, sudah membuat nya bahagia,soal urusan lain nya Jerry menyerahkan sepenuhnya kepada Rara, kapan pun dia siap menjadi istri nya sepenuhnya.
"kak, aku lelah boleh tidak hari ini temani aku bobo"ucap Vierra.
"Baiklah sayang ku, apapun itu"ucap Jerry.
"Terimakasih kak, aku mencintai mu"ucap Rara.
"Sama-sama sayang love you more"ucap Jerry sambil memberikan kecupan di bibir.
Jerry pun berbaring membawa Rara kedalam pelukan nya.
hingga saat makan siang, seseorang mengetuk pintu kamar, Jerry.
"Tuan muda, makan siang sudah siap"ucap kepala pelayan itu.
"Kak, aku masih lama kakak duluan aja makan nya nanti kakak keburu laper"ucap Rara.
"Tidak sayang kita harus makan bersama jadi kakak, tidak akan meninggalkan istri Kakak, yang paling cantik di dunia ini"ucap Jerry.
"Gombal mas ku ini, siapa sih yang ngajarin"ucap Rara sambil mengusap rahang Jerry yang sangat kokoh itu.
"Istri ku,dulu kan sering gomballin aku sebelum aku mengerti bahasa nya"ucap Jerry.
"Istri pertama atau istri kedua, heummm??..."ucap Rara.
"Hanya kamu sayang lalu siapa lagi"ucap Jerry.
"Owh... istri pertama nya, dilupain nih, heumm.... bisa gak kak, jangan begitu, aku dan dia sama-sama perempuan, aku juga akan merasakan seperti dia jika posisi kami di balik, setidaknya dia pernah berjasa dalam hidup mu, entah itu menghangatkan ranjang, atau sekedar melayani semua kebutuhan mu"ucap Rara.
"Sayang itu tidak pantas kita bahas, lagi bukan kakak, melupakan jasa nya, tapi yang kamu katakan itu semua nya tidak pernah dia lakukan, Ok, kakak pernah menyentuhnya, tapi saat itu dia meminta sesuatu yang lebih dari itu sebagai bayaran nya, menurut mu wajar gak sayang"ucap Jerry.
"Heummm, ok biarkan itu menjadi rahasia kalian berdua, tidak baik di umbar "ucap Rara.
obrolan mereka terus berlanjut hingga Rara, siap .
🌹💖💖💖🌹
Sementara itu di Bali Jane, masih berada di dalam ruangan VVIP rawat inap, Jordan duduk di sofa sambil terus fokus dengan laptop nya, pekerjaan nya terlalu banyak saat ini meskipun dari laptop dan berada jauh di Indonesia.
Jane hanya duduk di samping vamela, yang belum juga sadar dari malam kemarin , karena penganiayaan tersebut seperti nya meninggalkan trauma yang mendalam.
__ADS_1
"Mel cepat sadar kasihan Vio, sendirian di Jakarta" ucap Jane.
Jane mengelus puncak kepala vamela dengan sayang dia tidak tega melihat sahabatnya seperti ini, dia adalah wanita yang sangat kuat dan periang, bahkan vamela, sangat mencintai pria yang sudah lima tahun menjadi pacarnya, sejak dia SMA, dan saat mereka menikah vamela tampak sangat bahagia, hingga dia memiliki anak dan terakhir saat Jerry dan rasa menikah mereka masih terlihat harmonis, makanya Jane syok saat mendengar kabar bahwa vamela di usir dari rumah nya.
Jordan melirik ke arah Jane, dia juga menatap wajah vamela yang terlihat menyedihkan bekas kekerasan itu terlihat buru-buru, Jordan tidak tau siapa yang memukul vamela dengan teganya saat kejadian itu Jordan hanya melihat wanita itu tengah berada di bawah Kungkungan pria itu.
beberapa jam kemudian vamela, mulai sadar dia langsung menangis dalam pelukan Jane, karena rasa sakit yang ia alami saat ini karena luka pisik dan batinnya.
"Jane, aku ingin pulang tapi Vio masih ada di rumah pria gila itu"ucap vamela.
"Tidak sayang vio sudah berada di rumah ku, dia aman sebaiknya kamu cepat pulih setelah itu kita bisa pergi"ucap Jane.
"Aku bisa pulang sekarang saja Jane aku takut disini, wanita itu mengancam akan membunuh ku, jika aku tidak memberikan apa yang mereka mau"ucap vamela.
"Tidak sayang kamu aman"ucap Jane.
Jordan, menghampiri keduanya.
"Vamela, kamu masih ada mommy dan Daddy mu bukan, kenapa??..tidak kembali ke mereka saja"ucap Jordan.
"Mereka sudah memutuskan hubungan kak, karena aku hanya anak adopsi mereka,aku sudah tidak punya siapa-siapa, selain Vio, dan jika sewaktu-waktu aku dibunuh oleh mereka, aku tidak takut mati, tapi aku takut putra ku terlantar tanpa ku,di sisinya,hiks hiks hiks,aku tidak ingin putra ku yang masih sangat kecil bernasib sama seperti ku, meskipun ada orang baik hati mengangkat ku jadi anak nya, sumpah itu tidak akan pernah baik untuk kembang tumbuh nya, karena tidak semua anak bisa menerima kenyataan pahit,aku saja masih sangat sok saat tahu bahwa aku hanya anak angkat dan butuh satu tahun lebih untuk menghilangkan semua rasa sakit itu"ucap vamela.
"Kamu aman sayang tidak akan pernah ada yang melukai mu,aku jamin itu"ucap Jane.
"Untuk sementara demi keamanan mu, sebaiknya kamu ikut dengan kak Jordan ke Paris, dengan Vio,aku akan menyiapkan pengacara terbaik untuk memproses perceraian mu"ucap Jane.
"Aku tidak mungkin menyusahkan kalian lagi,aku akan pulang kampung saja, setidaknya kami bisa hidup sederhana di sana, dan Vio,aman jika hidup sederhana dengan ku"ucap Jane.
"Tidak Mel...itu bukan solusi"ucap Jane.
"Tapi dia tidak akan mengejar kami jika kami tidak punya apa-apa"ucap vamela.
"Mel, dia mengharapkan Vio, wanita itu mandul dan bukan harta yang dia incar seperti nya, suamimu, juga dibawa kendali dia"ucap Jane.
"Jane, aku tidak perduli dengan hal lain nya, yang aku pedulikan itu Vio, dia satu-satunya harta yang paling berharga yang aku punya"ucap vamela.
"Oke, aku tau itu tapi kamu juga harus tau yang mereka jadikan incaran itu bukan hanya vio, karena kenapa?... saat Vio, sudah berada di tangan mereka, mereka juga masih nyakitin kamu, urusan nya tidak sesimpel itu sayang maka dari itu ikuti saran ku kamu ikut kak Jordan untuk sementara ke Paris, setelah perceraian mu beres, sambil mencari tau apa?... yang sebenarnya mereka ingin kan saat ini.
Vamela terdiam hingga, Jordan kembali bicara"Tenang saja kamu tidak perlu merasa tidak enak hati, aku sudah minta izin pada calon istri ku"ucap Jordan datar.
vamela hanya mengangguk pasrah, dia ingin tahu, semua itu demi kebaikan nya dan putra semata wayangnya itu.
mereka pun kembali ke Jakarta sore hari tiba pukul tujuh malam di kediaman Jane, vamela langsung menangis saat Jordan membuka kan pintu untuk nya, wanita itu menghambur di pelukan Jordan, saat melihat putranya ternyata duduk di kursi roda saat ini.
vio mengalami kebutaan, saat ini, itulah kenapa, dia tidak menyadari kedatangan ibunya saat di Bali, atau pun saat ini, dia mengalami kecelakaan parah terjatuh dari lantai dua rumah ibu tirinya, saat ibu tirinya hendak menyakiti nya, selain itu trauma berat juga dialami nya.
Jordan pun memberikan pelukan erat di tubuh wanita rapuh itu.
"Kak, tolong aku, hiks hiks hiks tolong .... tolong kak,aku tidak kuat menghadapi kenyataan ini, Jane kenapa?...aku tidak ikut mati saja bersama kedua orang tua ku dulu,aku tidak kuat melihat vio ku menderita begini tidak aku tidak kuat, ya tuhan cobaan apa lagi ini, hiks hiks hiks aku tidak kuat"ucap vamela yang kembali tidak sadarkan diri.
sementara vio saat ini hanya diam sambil mencoba mencari sumber suara, dia seakan mengenal suara ibunya.
Jordan langsung membawa vamela,ala bridal style menuju kedalam kamar nya, yang ada di rumah Jane, sementara Jane, menyapa Vio yang hanya bisa merespon dengan anggukan, saat ini bukan dia bisu tapi trauma membuat nya sulit untuk bisa berbicara.
__ADS_1