
Kini Juni sudah berada di dalam kamar nya, dia merasa benar-benar aneh dengan hati dan pikiran nya, seakan ada sesuatu yang mengganjal meminta untuk dituntaskan, wanita itu pun berdiri di balkon kamar pribadi nya, di hotel tersebut, hingga saat jantung nya kembali berdebar kencang.
Juni melirik ke arah sebelah dan lagi-lagi bertemu pandang dengan pria itu, jantung nya berdegup kencang, dia tidak bisa melepaskan pandangannya saat ini entah perasaan apa? itu tiba-tiba air mata nya mengalir begitu saja, dan bibirnya berkata"Zayn"ujar nya lirih.
sementara pria itu pun, sama-sama tidak pop mau mengalah tatapan sendu itu begitu membuat siapapun akan merasa iba, Juni seketika sadar bahwa ia tidak seharusnya mengikuti kata hati nya.
hingga suara seseorang mengalihkan pandangannya."Honey kamu dimana"ucap Gavin.
"Aku disini kak"ujarnya sambil mengusap air mata nya yang sedari tadi sulit untuk berhenti.
"Ada apa? heumm"ujar Gavin.
pria itu langsung memeluk istrinya.
"Kak, aku tidak tau kenapa? sebelum aku bangun setelah operasi,aku melihat kisah cinta abadi seseorang yang sangat tragis dan itu berputar-putar terus di pikiran ku, seperti film yang terus diputar berulang-ulang kali, dan setiap kali datang hujan jantung ini berdetak begitu kencang, seakan merasakan sesuatu, aku bahkan bisa tiba-tiba menangis, saat melihat seseorang yang bahkan aku tidak tau siapa? dia, dan tiba-tiba bibir ku berkata Zayn"ujar Juni jujur.
Dia tidak bisa lagi menyimpan semua itu sendiri.
Gavin sempat mematung, dia bahkan tengah berpikir, mungkinkah di jantung yang kini dimiliki oleh Juni,ada jiwa yang penasaran, atau pemilik nya belum merelakan nya, pikiran Gavin mulai melayang tak tentu arah.
Gavin baru tersadar saat Juni mengecup bibir nya, untuk menyadarkan sang suami.
"Daddy kamu melamun"ujar Juni.
"Ahhhhhh...sayang kamu sudah bisa nakal rupanya"ujar Gavin.
"Aku nakal' hanya sama kakak"ujar Juni sambil tersenyum manis.
"Heumm benarkah, sepertinya kedua putra kita sudah meminta adik yang banyak"ujar Gavin.
"Jangan mulai kak, mana mungkin putra kita masih terlalu kecil, dan aku juga belum bisa membagi waktu dengan mereka"ujar Juni yang melirik ke arah kedua putranya yang ternyata sudah tertidur pulas setelah bermain.
"Tanpa Juni sadari bahwa kini tangan suaminya sudah merayap kemana-mana jika Juni tidak merasa kasihan dengan suaminya yang bahkan sudah tidak pernah melakukan hubungan suami istri, selama dua tahun lebih ini, mungkin Juni akan menolak karena jujur dia merasa belum siap, tapi untuk yang kedua kalinya saat ini mereka kembali melakukan itu.
hingga akhirnya malam telah larut, mereka bahkan melewatkan makan malam, dan beruntung nya kedua putranya itu terlelap mungkin saking lelahnya setelah puas bermain, akhirnya mereka pun tertidur pulas.
"Aku laper kak"ucap Juni.
"Biar kita pesan saja makanan nya"ucap Gavin.
"Aku turun saja kebawah sambil melihat proses masak nya"ujar Juni .
"Tidak-tidak sayang kamu sudah terlalu lelah biar mereka mengantar pesanan kita"ujar Gavin.
"Heumm baiklah-baiklah, sayangku"ujar Juni.
"Istri ku memang yang terbaik"ujar pria itu.
mereka pun akhirnya sepakat untuk memesan makanan untuk mereka berdua meskipun ini telah larut tapi mereka butuh asupan makanan setelah berolahraga panjang.
Gavin pun bergegas menuju pintu kamar karena pesanan yang mereka pesan saat ini sudah datang.
setelah mereka menghidangkan makanan tersebut, keduanya langsung bergegas duduk di sofa depan meja yang kini terdapat beberapa hidangan lezat.
"Ini enak sayang kamu mau"ujar Gavin yang langsung menyuap kan makanan tersebut kedalam mulutnya.
"Boleh"jawab Juni.
"A a "ucap Gavin sambil menyodorkan sendok berisi makanan yang tadi dia cicipi.
"Heumm, benar kak ,ini enak, setelah dua tahun tidak kembali,aku hampir lupa mengurus semua ini"ucap Juni.
"Heumm sudah lah sayang"ujar Gavin.
pria itu merasa sangat bersalah jika Juni mengingat kembali tentang masa kelam itu.
hingga waktu makan pun selesai mereka kembali menelpon layanan kamar untuk membersihkan bekas mereka makan.
sampai Juni selesai mandi dengan Gavin mereka pun keluar dari dalam kamar mandi dan semua sudah bersih bahkan sprei dan bedcover pun sudah diganti oleh mereka, dari sisa percintaan mereka tadi.
kini keduanya tengah saling bantu mengeringkan rambut keduanya hingga selesai Juni pun menggunakan kimono tidur nya begitu juga dengan Gavin mereka pun memindahkan kedua putranya ke atas ranjang yang mereka tempati kedua tidur dengan posisi di tengah.
hingga matahari mulai menampakkan sinarnya, tiba-tiba seseorang mengetuk pintu, Juni yang merasa heran tidak biasa nya ada yang mengetuk pintu, dia pun bergegas bangkit dari atas ranjang nya, dan berjalan menuju pintu dengan muka bantal nya.
hingga akhirnya ia membuka pintu, tapi tidak ada satu orang pun disana dan yang ada hanya sebuah buket bunga Lily putih yang sangat cantik, dengan kartu ucapan"selamat pagi untuk yang terindah, Lian"
__ADS_1
Deg....
seakan jantung nya kembali berpacu begitu kencang wanita itu sempat mematung sungguh ada perasaan aneh yang menyeruak kedalam relung hati nya, dia bahkan seakan merasakan menjadi seseorang yang berbeda dia begitu menyukai keindahan bunga tersebut padahal dulu Juni tidak pernah menjadi penyuka bunga, dan tidak pernah peduli dengan urusan berbau keromantisan.
tapi kenapa jiwanya seakan telah berubah dia bahkan mencium buket bunga tersebut.
seseorang tengah menatap ke arah nya dan mengabadikan momen tersebut.
"Lian benarkah itu kamu, tapi kenapa? kamu disana, aku bahkan tidak pernah bisa menyentuh mu"ujarnya.
pria itu tidak pernah tau jika Juni, adalah wanita yang sudah mendapatkan donor jantung milik kekasih nya itu, bahkan dia tidak tau jika jantung Berliana di donor kan.
Juni pun kaget saat ada tangan kekar yang melingkar di pinggang ramping nya kini, hingga saat dia menoleh.
cuph....
satu kecupan sebagai ungkapan selamat pagi pun mendarat di bibir manisnya.
"Daddy hampir saja aku jantungan"ucap nya.
"Jangan sampai sayang, siapa yang datang"tanya Gavin celingukan.
"Tidak ada hanya ada ini di depan pintu"ucap Juni sambil menunjukkan buket bunga Lily tersebut.
"Sepertinya ada pengagum rahasia"ujar Gavin, sambil menatap kearah Juni.
wanita itu langsung menggeleng, dia juga takut Gavin salah faham, Juni langsung memeluk dan mencium bibir Gavin.
"Aku tidak tau itu, tapi yang jelas aku sangat mencintaimu"ucap Juni.
"Love you too"ujar Gavin sambil mengecup bibir Juni kembali.
"Sayang aku harus kekantor apa? kamu tidak sibuk sikecil tidak bisa aku bawa karena ada meeting penting"ujar Gavin.
"Tidak ada kak, biar saja aku yang menjaga putra kita, aku juga ingin membawa dia berkeliling taman hotel"ujar Juni.
"Baiklah ayo bersiap, aku ingin kita sarapan pagi bersama"ujar Gavin.
"Aku pesan dulu sarapan nya, kakak mandilah aku akan siapkan pakaian mu dulu"ujar Juni yang langsung menelpon butik langganan nya meminta satu stell jas lengkap dengan dasi dan lain nya.
Gavin pun mandi lebih dulu, setelah itu dia yang masih menggunakan bathrobe, sambil menunggu pakaian kerja nya datang pria itu pun memandikan anak di kamar mandi yang sama yang ditempati oleh sang istri, Juni pun membantu Gavin.
Setelah selesai bersiap dan juga, sarapan pagi, Juni dan Gavin pun turun ke bawah, sesampainya di lobi hotel Juni pun melambaikan tangan, Gavin tersenyum kearah ketiga nya.
penampilan Juni yang sedikit tomboi saat ini karena baju-baju lama nya memang seperti itu, dia memakai celana jeans panjang berwarna hitam dengan t-shirt berwarna putih dan topi putih juga masker dan kacamata hitam yang bertengger di hidung mancung nya, dengan rambut sebahu yang digerai terlihat sangat cantik, menggunakan tas punggung kecil dia berjalan dengan menuntut kedua putranya yang dengan berpakaian sama seperti dirinya.
dengan topi yang sama pula mereka menjadi pusat perhatian, bukan karena dia pemilik hotel tersebut, tapi karena penampilan ketiganya.
Tanpa Juni sadari mereka diikuti oleh seseorang yang tadi pagi memberi dia bunga dan itu tentu bukan sebuah kebetulan, pria itu bahkan rela kehilangan tender, bernilai milyaran tersebut, saat ini demi mengikuti kata hati nya.
hingga Juni memberikan mereka masing-masing satu eskrim, sambil berjongkok mensejajarkan diri nya dengan kedua putranya itu, seseorang tengah asik mengabadikan momen tersebut.
Juni pun tidak tahu itu.
sampai saat anak-anak nya, meminta makanan yang menjadi favorit mereka, akhirnya Juni pun membawa keduanya ke arah restaurant.
sesampainya di sana dia langsung membantu mereka duduk, dan keduanya pun dengan sabar menunggu pelayan menyajikan makanan tersebut.
Juni sendiri sedari tadi mengajak keduanya berbicara sambil sesekali mengusap puncak kepala kedua nya.
"Mommy mau itu"ujar Gerald.
"Tunggu sayang"ujar Juni sambil mengelus puncak kepala putranya dengan sayang.
"Mom...Gema mau itu"ujar Gema yang sedikit terbata.
"Iya tuh pesanan sudah datang kalian harus tenang ok"ujar Juni.
kedua putranya pun mengangguk,patuh mereka berdua duduk dengan tenang, saat itu pelayan langsung menghidangkan makanan tersebut, keduanya begitu antusias, saat ini.
"Sayang pelan-pelan tunggu Mommy suapi ya"ujar Juni.
"Aku bisa sendiri Mommy"ucap Gerald.
"Baiklah Sayang ku tapi hati-hati ya"ujar Juni.
__ADS_1
sementara Juni sibuk membantu mereka, Juni tiba-tiba di kejutkan dengan kedatangan seseorang yang selalu membuat jantung nya bergetar hebat.
"Boleh saya bergabung"ucap pria itu dengan menatap wajah cantik wanita yang kini berada di hadapan nya itu.
Juni pun mengangguk karena tidak enak jika harus menolak, akhirnya mereka pun duduk bersama.
"Aku Zayn"ujar nya sambil menyodorkan tangan.
"Juni" balas Juni.
"Sudah berapa? lama anda mendirikan hotel ini"ujar Zayn.
"Heumm, sudah lama mungkin sebelum aku lahir"ujar Juni sambil tersenyum kecil.
"Itu artinya ini warisan budaya"ujar Zayn.
"Heumm bisa jadi"ujar Juni serius, padahal dia berbohong akan hal itu.
"Aku sedang mencari pekerjaan, apa? kira-kira anda memiliki lowongan untuk saya disini"ujar Zayn.
"Lowongan, seorang Presdir dari perusahaan ternama ingin mencari pekerjaan di tempat saya, bukan kah itu lucu"ujar Juni datar.
"Aku serius, dan berapapun upahnya aku akan sangat berterima kasih"ucap Zayn.
"Maaf tuan, saya sedang sibuk jika ada sedang tidak ada pekerjaan silahkan cari orang lain yang bisa anda ajak bercanda"ujar Juni tegas.
"Bagaimana jika menjadi teman"ucap pria itu.
"Jangan konyol, saya tidak sedang berminat untuk itu, karena suamiku tidak mengijinkan saya untuk berteman dengan seorang pria"ucap Juni tegas.
"Heumm, seperti nya, suamimu terlalu mencintaimu"ujar Zayn.
"Sudah tentu"jawab Juni dingin.
"Mom, sudah kenyang"ujar keduanya kompak.
"Owh ya sudah kita bersiap untuk pulang oke"ujar Juni.
"Oke Mommy"ujar nya mereka pun dibantu oleh Juni untuk turun.
"Begini, tuan maafkan saya harus pulang dulu jika Anda ingin berteman disini banyak staf yang bisa menjadi teman sementara Anda.
Juni pun berjalan menuju lift bersama dengan kedua putranya di sisi kanan dan kiri nya.
sesampainya di dalam kamar Juni pun bersiap memasukkan barang pribadi nya setelah itu dia pun pergi meninggalkan hotel bersama kedua putra nya.
entah kenapa? ada rasa sakit yang menjalar saat mereka kembali berpapasan dengan pria itu di lobi hotel, Juni pun langsung melewati nya begitu saja.
Juni sadar rasa itu tidak seharusnya ada, awal nya dia mengira itu adalah sebuah gangguan, tapi kemudian wanita itu sadar bahwa setiap kali bertemu dengan orang tersebut degup jantung nya begitu kencang, dan terasa tidak nyaman.
Juni pun mencoba untuk tidak peduli dengan semua itu, hingga dia tiba di samping mobil yang terparkir tepat di depan pintu lobby hotel tersebut.
tatapan pria itu benar-benar membuat hati Juni terasa begitu perih Juni pun masuk kedalam mobil nya dan langsung mengemudi kan mobil nya menuju kediaman nya.
sementara itu Gavin baru selesai meeting, pria itu kini tengah duduk di ruangan nya, Gavin pun menghubungi sang istri tercinta dengan kedua putranya yang ternyata baru sampai di rumah nya.
📱"Sayang kamu sedang apa? heumm"ujar Gavin.
📱"Ini baru saja sampai Daddy, anak-anak juga sudah tidur"ucap Juni.
📱"Heumm kangen"ujar Juni.
📱"Pulang lah"ujar Juni.
📱"Mungkin sebentar lagi sayang"kata Gavin.
📱"Oke, mau makan malam di rumah"tanya Juni.
📱"Tentu saja Sayang, tapi biar aku yang masak sayang tinggal duduk manis dan jangan lupa dandan yang cantik Daddy sudah beli lingerie yang mungkin sebentar lagi mungkin sampai"ujar Gavin.
📱"Heumm benarkah itu"ucap Juni sambil tersenyum.
📱"tentu saja Sayang ku"jawab Gavin.
akhirnya telpon pun berakhir Juni bersiap untuk menyambut suaminya, sementara kedua putranya masih terlelap dalam mimpi indahnya.
__ADS_1
waktu sudah menunjukkan pukul tiga sore, saat ini Juni sudah selesai mandi dan berdandan dengan cantik, dia menggunakan dress di atas lutut yang hampir mengekspos seluruh bagian paha jenjang nya yang begitu molek tersebut Juni.
Juni pun berjalan menyambut suaminya yang baru saja datang, Gavin begitu terpana melihat kecantikan istrinya yang kini sudah mulai layaknya perempuan feminim