Jerat Cinta Sang Duda Tampan

Jerat Cinta Sang Duda Tampan
#Air mata#


__ADS_3

Rara masih berada di rumah sakit padahal butiknya kini sedang banyak pelanggan yang sangat membutuhkan desain baru Rara, sementara Jane hanya bisa memberikan semangat pada Rara,agar tidak berhenti berkarya meski dalam keadaan tidak baik seperti sekarang ini Rara, masih bisa membuat desain baru sambil duduk selonjoran tapi yang namanya orang sakit mana bisa semangat apa lagi yang seperti Rara, saat ini.


Hari ini saat pemeriksaan dokter sedang dilakukan Rara, minta pulang karena sudah tidak betah terlalu lama di rumah sakit, dia meminta suster untuk mengurus semua kepulangan nya, saat ini Rara sedang sangat sedih karena dia lumpuh meski masih bisa di obati bukan permanen.


Rara, sudah bersiap untuk pulang menggunakan kursi roda, dia di dorong oleh seorang suster, yang baik hati dia bahkan mencarikan taksi, untuk Rara.


Rara, sudah tidak ingin merepotkan siapapun lagi, mulai sekarang bahkan dia berniat akan menyendiri di villa peninggalan ibunya.


"Pak...ke jalan xx ya"ucap Rara.


"baik Nona"ucap sopir.


Rara sempat menangis di dalam taksi, karena bahan dia tidak bisa bergerak sedikit saja, saat ini kecuali mengandalkan kekuatan tangan, Rara belum tau siapa orang yang akan bekerja membantu memenuhi segala aktifitas nya nanti yang pasti saat ini dia hanya butuh sendiri.


sementara itu Jane dan Jerry kaget saat melihat ruangan yang sedari kemarin ditempati oleh Rara, dalam keadaan kosong saat ini.


"Kakak, Rara kemana??..."ucap Jane.


"Tidak tau sayang kan kakak tadi ada bersama dengan mu"ucap Jerry.


"Iya tapi Rara, kemana"ucap Jane lagi semakin Panik sampai Jerry berlari menuju resepsionis untuk bertanya.


"Sebentar tuan saya cek dulu"ucap seorang pegawai resepsionis, tersebut.


tidak sampai satu detik dokter pun mengatakan bahwa Rara, sudah keluar dari rumah sakit,sore tadi.


Jane langsung mencari ke rumah lama nya tapi Rara, juga tidak ada, dia tanyakan pada vamela, wanita itu pun sama mencari nya, dan akhirnya mereka semua pun mencari Rara, sama-sama hingga ke hotel yang mungkin ia kunjungi.


mereka tidak mengingat jika Rara, masih memiliki satu aset berharga yaitu villa peninggalan ibunya.


dua hari sudah mereka mencari keberadaan Rara, hingga Jerry meretas Cctv rumah sakit tersebut dan jalan sekitar nya Jane melihat vamela di bawa ke mobil taksi oleh seorang suster.


"Plat nomor mobil nya kak"ucap vamela dan akhirnya dia menemukan titik terang Jerry pun menelpon perusahaan mobil tersebut dan menanyakan mobil dengan plat nomor xx membawa penumpang yang menggunakan kursi roda saat itu diturunkan di mana.


tidak lama kemudian mereka mengabarkan bahwa penumpang taksi itu turun di jalan xx .


tiba-tiba saja vamela, langsung mengingat sesuatu, bahwa Rara, memiliki villa di daerah itu.


mereka bergegas menuju villa tersebut saat itu juga, hingga tiba di sana mereka terkejut saat mendengar suara barang berjatuhan sangat nyaring.


vamela langsung bergegas masuk kebetulan Pitu tersebut tidak dikunci .


Jerry dan Jane menyusul, alangkah terkejutnya mereka bertiga saat melihat Rara terkena pecahan gelas saat hendak mengambil gelas dari pantry tapi tangan nya malah menyenggol yang lain nya .


"Ya ampun Rara, Jane dan vamela berlari memeluk Rara, yang kini tengah menunduk malu karena dia tidak berguna bahkan untuk mengambil gelas saja dia tidak bisa, Air mata nya mengalir deras, saat ini ditambah, lagi kedua temannya juga menangis sementara Jerry menyingkirkan pecahan tersebut dari lengan Rara Jerry, bertanya.


"Apa??... disini ada obat untuk luka"ucap Jerry.


"Ada di kamar ku"ucap Rara.


Jerry langsung bergegas menuju kamar Rara, dia yakin Rara, akan tinggal di lantai bawah dan benar saja dia mencari keberadaan kotak obat-obatan.

__ADS_1


Jerry langsung berlari, saat dia keluar dia melihat Rara yang kini dipeluk oleh Jane.


"Gue gak berguna , gue bahkan tidak bisa mengambil minum untuk diri gue sendiri dari kemarin aku tidak minum saat malam hari karena kesulitan untuk membeli makanan dan minuman secara online"ucap Rara.


Jane langsung terperanjat kaget.


"Oh ya ampun Ra,itu artinya Lo juga belum makan"ucap vamela dan di jawab dengan anggukan.


"Ya ampun Rara, Lo anggap kita apa??... heuhhhhh, Lo bahkan pergi gitu aja dari rumah sakit"ucap Jane.


"Gue hanya tidak ingin merepotkan kalian semua, gue cacat Jane, gue cacat dan itu artinya gue akan ngerepotin Lo semua, dan gue gak mau itu terjadi"ucap Rara.


Jerry yang sedari tadi mematung dia langsung berkata"kita akan menikah, dan aku yang akan menanggung semua biaya hidup mu, dan akan merawat mu hingga sembuh nanti"ucap Jerry.


"Tidak kak , aku tidak mau kakak nikahi aku, karena kakak, sudah punya istri dan kita tidak ada hubungan apapun sebelum nya, aku tidak ingin dikasihani oleh siapapun, biarkan aku sendiri saja di sini, lagian villa ini sudah lama kosong, aku yakin bisa"ucap Rara.


"Nggak... ucap Jane Lo itu lebih berharga dari apa pun,buat gue dan vamela, gue gak akan biarin Lo hidup sendiri di sini, jika perlu kita akan ikut Lo pindah kesini"ucap Jane tegas.


"Semua ini, terjadi atas kecerobohan ku sendiri jadi biarlah aku yang menjalani semua ini sendiri, kalian masih punya masadepan panjang tidak seperti gue, sudah tidak ada lagi yang bisa diharapkan dari orang cacat seperti gue, silahkan kalian pergi saja "ucap Rara yang langsung mencoba untuk pergi dari mereka tapi Jerry menghadang nya.


"Rara saya tidak tidak main-main , saya akan menjadikan mu istri saya"ucap Jerry.


"kak, aku tidak ingin merusak kebahagiaan orang lain, jika aku bisa lakukan itu maka sejak dulu aku akan merebut Lionel ku kembali, tapi aku tidak ingin menyakiti siapapun, biarlah aku sendiri sampai akhir hidup ku, lagi pula menjalin sebuah hubungan karena rasa kasihan, semua tidak akan pernah baik-baik saja"ucap Rara, yang mencoba menyingkirkan tangan Jerry yang kini menahan kursi roda nya.


"Aku sudah meminta seseorang untuk bekerja di sini mungkin sebentar lagi akan datang jadi kalian tidak perlu menunggu ku jika ingin kembali"ucap Rara, dia bahkan masih merasakan perih yang lumayan di tangan nya tapi dia membawa kotak obat itu sendiri ke dalam kamar dari tangan Jerry.


"Mel , gue gak bisa ninggalin Rara,gitu aja jika Lo mau pulang Lo bisa pulang dengan kak Jerry"ucap Jane pelan.


"Lo pikir gue akan tega ninggalin saudara gue dalam keadaan begini,tentu saja tidak"ucap vamela yang mulai membereskan semua kekacauan di villa tersebut dengan membersihkan semua ruangan dibantu oleh Jerry dan Jane.


🌹💖💖💖🌹


Dua jam sudah selesai beres-beres dan memasak, bersama Jane pun berjalan menuju kamar Rara, yang belum mereka bersihkan dan rapihkan, Jane kembali menangis saat ia masuk ke dalam dilihat nya Rara, tengah tergeletak di pinggir ranjang mungkin dia terjatuh saat hendak naik ranjang tubuhnya begitu lemah mungkin karena tidak ada sedikit pun makanan atau pun minuman yang masuk kedalam tubuh nya.


Jane berteriak memanggil Jerry.


"Kakak,bantu aku"ucap Jane Jerry dan vamela pun berlari menuju kamar Rara.


"Rara!"teriak vamela yang langsung mencoba mengangkat nya tapi tidak bisa dan Jerry langsung mengambil alih Rara membawa nya ke tempat tidur Jerry langsung mencari minyak angin untuk di oles ke pelipis dan hidung Rara, Jane langsung mengambil itu dari tas nya.


setelah Rara, sadar Jane langsung memberikan dia minum dan vamela, memberikan dia makan bubur yang sempat Jerry masak khusus untuk Rara.


"Aku bisa makan sendiri, ucap Rara, yang berusaha bergeser agar bisa menyandar di kepala ranjang.


Jane pun membiarkan itu,agar Rara tidak merasa minder.


"Ra apa boleh kak, Jerry tinggal di kamar sebelah"ucap Jane hati-hati.


"Kalian kenapa??... masih saja keras kepala??... aku bisa sendiri"ucap Rara.


"Lo bilang Lo bisa sendiri,Lo lihat tadi hampir saja Lo kenapa-kenapa, sekali ini saja Ra,Lo jangan egois, gue juga mau Lo cepat sembuh dan bisa beraktifitas seperti biasa tapi untuk saat ini Lo butuh orang untuk membantu Lo, kita itu saudara Lo gak boleh egois"Ucap vamela yang kesal karena itu Rara tetap saja ngotot.

__ADS_1


lagi-lagi mereka pun menangis dan berpelukan, Jerry pergi meninggalkan mereka, karena Edgar, menelpon mengabarkan bahwa dia akan segera kembali ke Paris untuk mengurus perusahaan mereka.


Jerry juga mendapat panggilan dari Dena, yang kini sedang berada di luar Paris bersama kedua sahabat sosialita nya.


Jerry, sudah terbiasa dengan hal itu karena ini bukan kali pertama melihat istrinya menghamburkan uang.


saat Jerry berbalik hendak mencari keberadaan Jane, Jerry terpana melihat kecantikan Rara, saat ini meskipun dia duduk di kursi roda dengan menggunakan dress hitam dengan tali spaghetti yang menampakkan kulit mulus bagian atas nya itu meski di bagian pelipis masih di tempel perban kecil, tapi tidak mengurangi kecantikan alami wanita Indonesia asli itu.


"Kalian mau kemana"ucap Jerry.


"Mau cari cowok"ucap Jane asal .


"Sayang"ucap Jerry yang tidak terima dengan ucapan Jane.


"Habis mandi kita kak, seru-seruan,ia kan Ra"ucap Jane.


sebenarnya mereka mandi bersama dengan Rara, sambil membantu dia mandi agar dia tidak merasa minder mereka pun mandi sambil main basah-basahan di kamar mandi sambil saling menggosok punggung, semua itu mereka lakukan hanya untuk sahabat nya itu.


"Ok ... kalau begitu kalian foto dulu biar kakak punya kenang-kenangan para bidadari cantik"ucap Jerry.


"Oke"ucap Jane dan vamela kompak sementara Rara, hanya mengangguk pelan, jujur dia merasa malu.


Setelah beberapa kali mengambil foto mereka bertiga kini Jerry dan Rara, yang Jane foto, alih-alih foto biasa, Jerry,malah diarahkan seperti gerakan orang yang sedang prewedding, bahkan ada juga foto Rara, yang di gendong ala bridal style oleh Jerry, semua itu permintaan Jane yang tidak bisa ia tolak hingga Jerry memohon pada Rara,agar mau melakukan permintaan adiknya itu.


"Semua sudah selesai,ayo kita makan"ucap vamela yang langsung mendorong kursi roda Rara,menuju meja makan,kalo diperhatikan villa itu begitu nyaman dan tenang bahkan sangat asri meskipun bangunan villa itu dari beton, yang berdiri kokoh hingga saat ini.


mereka bahkan menonton dari laptop milik Jerry, yang di taruh di atas meja Rara Duduk paling depan ber selonjoran sementara Jerry di samping Jane, dan vamela di atas sofa.


Rara, akan menutup wajahnya jika ia sedang ketakutan, karena yang mereka tonton adalah film trailer, dan jika ada adegan ciuman vamela akan heboh sendiri sambil memukul-mukul bantal sofa, dengan tangan nya sementara Rara hanya bisa menggigit bibir bawahnya,biar bagaimanapun dia pernah merasakan hal itu.


sementara Jerry datar saja tanpa ekspresi, Jane lain lagi, dia akan berfantasi dengan Sky, laki-laki yang beberapa waktu ini tidak ia jumpai dimana pun.


"Kak,bisa ganti film nya jangan yang ini, aku takut"ucap Rara, saat melihat wanita lumpuh hendak di bantai dan dia langsung ngesod hingga akhirnya mati juga.


Jerry langsung tersadar, dan meminta maaf.


terus mereka pun mengganti filmnya dengan yang romantis, saat di tengah-tengah film lagi-lagi ada korban kecelakaan yang mengalami lumpuh seperti dirinya bergantung pada orang lain, akhirnya Rara menangis pilu dalam diam dia bergeser perlahan dan mencoba untuk naik ke kursi roda itu, tapi hampir saja terjatuh beruntung Jerry langsung membantu nya meski Rara, sempat menolak.


"Ra Lo mau kemana"ucap vamela yang lagi tanggung-tanggung nya menonton.


"Aku ngantuk kalian lanjut saja"ucap Rara.


Jerry langsung mendorong kursi roda itu di tengah jalan Rara berkata.


"Stop disini saja kak, maaf aku merepotkan kakak"ucap Rara, yang kini menunduk dan hendak pergi, tapi Jerry menahan kursi roda tersebut.


"Aku antar kamu Ra, please jangan putus asa begitu kamu akan sembuh aku janji akan segera membawa mu untuk terapi"ucap Jerry lembut.


"Tidak kak, kakak tidak perlu melakukan itu karena kakak tidak memiliki kewajiban untuk itu, dan aku yang ceroboh aku tidak menyalahkan siapapun, lagi pula kakak tidak tau apa-apa jadi tidak usah merasa bersalah, yang pasti aku yang seharusnya minta maaf karena telah berani men"ucapan Rara, terhenti.


"Ini sudah larut, sebaiknya kakak juga istirahat kamar sebelah ataupun kamar atas kosong tapi mungkin belum sempat di bersihkan karena sudah beberapa tahun aku tidak kesini

__ADS_1


"Ra aku tidak keberatan jika kamu mencintai ku, aku akan menerima nya, ayo kita menikah tapi mungkin aku akan jarang menemui mu nanti, tapi aku janji akan mencukupi semua kebutuhan mu, dan satu lagi aku ingin kamu cepat sembuh,agar kita bisa segera memiliki anak nanti nya"ucap Jerry, sambil tersenyum manis.


sontak Rara,kaget dan menatap tidak percaya, pada ucapan Jerry, yang sudah merencanakan semua itu dari awal.


__ADS_2