
Ghealova akhirnya harus dirawat di rumah sakit, tidak hanya itu saat ini kondisi nya juga cukup membuat hati siapapun terenyuh, karena Ghealova harus terima jika saat ini dia harus terbaring sendirian tanpa ada suami atau keluarga yang mendampingi nya.
Ghealova hanya bisa menghela nafas, saat Adam pamit pulang karena harus menyelesaikan pekerjaan nya, sementara, dirinya hanya dititipkan pada suster yang berada di sana.
Ghea pun memejamkan mata nya, berharap semua rasa sakit itu segera berakhir, tidak mungkin dia akan bisa bertahan di keadaan seperti ini terus.
Adam sendiri bukan pergi ke kantor melainkan pulang dulu ke Mension yang sekarang tengah di huni oleh istri pertama nya, karena dia mengeluh sakit kepala.
sungguh ironis memang, Adam yang dulu mati-matian mengejar Ghealova, tapi setelah jadi istri justru pria itu perhatian nya lebih menonjol pada istri pertama yang dia bahkan tidak akui, saat ingin mendapatkan Ghealova.
hingga malam tiba, Ghealova yang hendak ke toilet, dia merasa ruangan itu berputar hebat, hingga dia terjatuh pingsan, Adam yang baru bisa datang, dia langsung kaget karena melihat istrinya tergeletak di lantai dengan ceceran darah yang cukup banyak karena jarum infus di tangan nya terlepas begitu saja hingga menimbulkan robekan di kulit punggung tangan nya,dan tidak hanya itu kening Ghealova juga beredar Adam langsung memencet tombol emergency yang ada di atas kepala ranjang.
"Sayang bangun kamu kenapa? bisa begini"ucap Adam sambil berkali-kali me mencoba menyadarkan Ghealova, hingga saat perawat dan dokter tiba di ruangan VVIP tersebut.
"Kalian kemana saja heuhhhhh, apa? kalian sudah bosan bekerja di sini, sudah aku bilang jaga istri ku, baik-baik tapi apa? kalian bahkan lihat keteledoran kalian!!"teriak Adam yang hampir saja menonjok wajah dokter itu, jika saja Ghealova tidak sadar dan menghentikan nya.
"Tolong hentikan, aku sudah tidak tahan kepala ku sungguh sakit"ucap Ghealova lirih.
dokter yang tadi terbengong karena kemarahan Adam dia langsung sigap mengobati Ghealova setelah membersihkan luka di kening dan di tangan Ghealova, dokter memasang perban setelah itu memasang infus kembali di tangan satunya lagi, dan menyuntikkan obat pada selang infus nya.
Ghealova pun kembali memejamkan mata nya, setelah obat itu mulai bekerja"Sekarang gejala nya bertambah dia mengalami vertigo"ucap sang dokter.
"Lalu apa? kalian tidak bisa, menyembuhkan nya"ucap Adam.
"Tentu saja bisa tuan, semua butuh proses, karena nyonya Ghealova, saat ini kondisi lambungnya sudah sangat parah"ucap sang dokter.
"Aku tidak mau tau lakukan yang terbaik, sampai istri ku sembuh dan tidak kesakitan lagi"ucap nya.
"Tentu tuan kami akan berusaha"ucap dokter tersebut.
setelah darah di lantai dibersihkan akhirnya semua meninggalkan ruangan hanya ada Adam dan Ghealova yang sudah kembali membuka mata, Ghealova berusaha bangkit untuk pergi ke kamar mandi, namun Adam menghentikan pergerakan nya.
"Mau kemana? Sayang"tanya Adam.
"Aku akan ke toilet"ucap Ghealova yang kembali bergerak.
"Pegang ini dan jangan bergerak"ucap Adam yang langsung mengangkat tubuh Ghealova ala bridal style, menuju toilet yang tak jauh dari arah ranjang.
"Aku bisa sendiri turunkan saja"ucap Ghealova.
"Jangan membantah, kamu tidak sadar tadi sudah celaka"ucap Adam tegas.
"Aku hanya tidak ingin merepotkan mu, dia lebih membutuhkan mu, dari pada aku"ucap Ghealova.
"Sudah seperti ini masih bilang tidak membutuhkan ku"ucap Adam yang mendidikan Ghealova di atas closed .
"Aku masih bisa melakukan semua ini sendiri"ucap Ghealova.
"Ghealova "ucapan Adam terhenti saat melihat darah yang keluar dari hidung Ghealova.
"Sayang hidung kamu berdarah"ucap Adam yang langsung meraih tisu.
"Sini, biarkan aku sendiri saja"ucap Ghealova.
"Ghea!! kamu ini kenapa? aku tidak bisa membiarkan semua ini begitu saja, kau istri ku, aku berhak atas dirimu, dan aku sudah sepantasnya merawat mu saat kamu sakit"ucap Adam yang langsung memukul dinding kamar .
"Tolong keluar aku ingin buang air ucap Ghealova yang langsung memalingkan wajahnya karena darah sudah mengalir deras Ghealova tidak ingin Adam, tau rasa sakit yang ia derita saat ini.
__ADS_1
Adam yang sedang gusar pun keluar, sambil membanting pintu, dia tidak menyangka bahwa Ghealova bisa bersikap sedingin itu.
Ghealova sudah menghabiskan satu gulung tisu toilet tersebut tapi darah nya masih saja keluar dia sendiri lupa membawa obat untuk menghentikan pendarahan tersebut, dia pun terpaksa menjepit hidung nya dan menengadah ke atas tapi darah masih saja keluar deras, dari hidung nya hingga Adam kembali masuk karena tidak ada suara.
betapa kagetnya Adam saat melihat semua itu dia langsung berteriak memanggil dokter, sambil membawa wanita itu kembali ke atas ranjang nya, meskipun Ghealova terus menolak.
Ghealova pun sudah kehilangan kesadaran nya, saat ini.
Adam terlihat menangis dalam diam, dia tidak tau apa? sebenarnya yang terjadi pada sang istri yang tidak dia ketahui selama ini, selama mereka bersama.
hingga saat dokter melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap Ghealova, tidak ada penyakit yang lain lagi selain lambung nya, tapi dokter pun menyarankan agar Ghealova tidak terlalu banyak pikiran, dan harus rileks, saat ini Ghealova sedang menjalani transfusi darah, untuk pengganti darah yang keluar tadi.
Adam duduk di samping ranjang menghadap ke arah Ghealova yang kini masih belum sadarkan diri.
"Sayang maafkan aku, jika karena aku kamu tersakiti, aku tidak ingin semua ini, Jujur aku pun tertekan dengan keadaan ini, tapi aku bahkan tidak bisa mengambil keputusan sepihak"ucap Adam lirih.
"Tidak, perlu berbicara apapun lagi, kamu juga bisa melepas ku, agar kamu tidak terbebani kamu sebenarnya mencintai istri mu , dan hanya berambisi untuk mendapatkan aku, jadi ambisi dan cinta itu dua hal yang berbeda kamu bisa melepaskan aku, karena kamu sudah mendapatkan apa yang kamu mau"ujar Ghealova, yang mendapat gelengan kepala dari Adam, wanita itu sudah sadar sebelum Adam berkata seperti itu.
"Aku tidak akan pernah melepaskan mu, jadi jangan berharap bisa pergi dari ku"ucap Adam.
"Kamu ingin membunuh ku secara perlahan, baiklah lakukan apapun yang kamu mau"ucap Ghealova yang hendak melepaskan infus dari tangan nya, tapi Adam menghentikan nya.
"Tunggu, sampai saat dia hamil anak ku, aku akan melepaskan nya, karena Daddy hanya menginginkan seorang cucu dari nya"ucap Adam.
Ghealova pun tersenyum miris, begitu kejam nya laki-laki yang dia kira adalah pria sempurna.
"Aku tidak bisa, silahkan kita jalani hidup masing-masing pengacara ku akan mengurus perceraian kita"ujar Ghealova.
🌹💖💖💖🌹
perdebatan itu berhenti saat Juni datang bersama Gavin dan Widia bersama dengan Arjuna.
"Aku tidak ingat apa-apa"ucap Ghealova.
"Apa? kau mengalami pendarahan lagi"tanya Widia.
"Heumm"ucap Ghealova .
"Sudah dibilang jangan terlalu banyak pikiran, dan jangan membebani diri dengan semua yang tidak berguna buang semua nya termasuk suami yang hanya bisa menyakiti mu itu, dulu kau sendiri yang bilang pada ku sekarang apa? kamu masih bertahan, buka matamu Ghealova, masih banyak pria singgel yang sangat baik dan bisa diandalkan"ucap Widia, tanpa menoleh ke arah Adam yang menatap tajam kearah nya begitu juga dengan Gavin yang merasa tersindir.
"Jaga bicaramu mu"ucap Adam.
"Kenapa? aku benar bukan kau bahkan hanya bisa memberikan rasa sakit untuk Ghealova ku"ucap Widia tanpa takut.
"Kau tidak berhak ikut campur"ucap Adam.
"Sayang sudah lah ayo kita keluar"ucap Arjuna.
"Tapi sayang dia itu sudah kurang ajar, menyakiti sahabat ku, saudara ku satu-satunya selama ini"ucap Widia.
"Sayang sudah lah sebaiknya kita keluar"ucap Arjuna yang merangkul pinggang istri nya yang sedang sangat kesal.
"Awas ya, aku akan bilang pada asisten keluarga Ghealova jika putri nya yang selama ini dia jaga, sudah menderita"ancam Widia yang membuat Adam mengepalkan tangannya.
"Sudah-sudah jangan ribut kepala ku sakit"ucap Ghealova..
Adam langsung mendekat hendak memeluk nya tapi Ghealova menahan dada bidang Adam" Juni aku bisa minta tolong hubungi asisten ku, dan tolong suruh dia mengambil kan obat ku di laci di meja kerja ku, sekarang juga"pinta Ghealova.
__ADS_1
Gavin yang sedari tadi duduk di sofa, dia pun ikut angkat bicara.
"Apa? pernah melakukan pengobatan di psikolog"ucap Gavin yang melihat kasus yang sama pernah terjadi pada sahabat nya, jika dia sedang dalam keadaan batin yang tertekan maka ia akan mengalami pendarahan dari hidung nya.
"Aku didampingi oleh psikolog setelah bercerai dari Vio, karena saat itu kondisi ku tidak sedang baik-baik saja"ucap Ghealova.
"Bagaimana jika kamu melakukan hipnoterapi, sepertinya itu cocok untuk mu"ujar Gavin.
"Aku akan coba"ujar Ghealova.
"Kak, kamu tidak mendengar ku, apa yang aku katakan waktu itu juga bisa membantu mu"ucap Juni .
"Aku tidak sekuat itu, sayang dan mungkin pilihan nya, adalah sendiri"ucap Ghealova.
Adam terus menatap lekat wajah pucat itu, yang lagi-lagi ingin berpisah dari nya.
"Ya, jika bisa itu adalah jalan terbaik"ucap Juni.
"Tidak ada perpisahan yang akan terjadi, dan aku akan pastikan itu"ucap Adam penuh amarah.
Gavin langsung membawa Adam keluar ruangan karena itu hanya akan memperburuk keadaan, perbincangan pun terjadi diantara mereka.
"Maaf tuan Adam, bukan nya ingin ikut campur, tapi tidak akan ada hasil yang baik jika kamu terus ngotot untuk mempertahankan semua nya, apa? kamu tidak tau apa yang pernah terjadi pada kasus yang sama dengan Ghealova dulu pernah menimpa sahabat ku, dia akhirnya meninggal dunia, karena tekanan yang tak pernah usai, dan ada solusi lain nya, jika kamu ingin terus bertahan maka jalan terbaik nya adalah sebisa mungkin jangan pernah perlihatkan kebersamaan kalian, dihadapan Ghealova meskipun itu ketidak sengaja an, itu setidaknya akan sedikit membantu hubungan kalian membaik meskipun luka itu akan tetap ada dan tidak pernah hilang, tapi setidaknya Ghealova akan tetap hidup dan hubungan kalian akan kembali membaik"ucap Gavin.
"Apa? itu yang anda lakukan selama ini"tanya Adam dan mendapatkan anggukan kepala dari Gavin.
"dan yang lebih baik lagi segera lakukan pengobatan terbaik, karena nyawa istri mu bisa terancam kapan saja"timpal nya lagi.
Adam pun mengangguk dia berterima kasih kepada Gavin, mungkin mereka bisa melakukan itu, tanpa berpikir bahwa ada seseorang yang terluka saat ini, tapi mereka terlalu mencintai pasangan nya, masing-masing.
sementara itu di kediaman Hayden, dia tengah berbahagia karena sang istri kini tengah hamil dengan usia kandungan empat minggu, terhitung dari saat mereka berhubungan.
Hayden bahkan memberi tahu kabar tersebut pada Vamela yang menyambut bahagia kabar tersebut, dia bersyukur atas kehadiran anggota keluarga baru yang masih berupa janin tersebut terutama bagi Jordan, karena itu adalah cucu kandung pertama nya.
mereka bahkan langsung datang ke rumah Hayden, untuk merayakan semua nya, sementara Jayden sang kakak, saat ini tengah merajuk karena lagi-lagi calon istri nya ditolak oleh kedua orang tua nya, bukan tanpa alasan mereka menolak nya, karena Jayden memilih wanita malam, bukan hanya profesi yang jadi masalah, tapi juga usia.
usia wanita itu lebih tua dari nya, entah darimana dia mendapatkan wanita tersebut, hingga bisa benar-benar jatuh cinta.
akhirnya Jordan pun turun tangan menyelidiki semua nya sendiri.
hingga semua fakta itu terbongkar Jordan langsung menolak mentah-mentah, bukan dia merendahkan sesama manusia tapi, dia berharap yang terbaik dan yang lebih baik untuk putra pertama nya itu.
tidak peduli kaya atau pun miskin, wanita itu Jordan ingin Jayden memiliki istri yang baik seperti menantunya saat ini.
bukan tidak mungkin jika ia menikah dengan wanita malam tersebut suatu saat nanti sifat asli nya akan kembali, seperti dulu istrinya yang pertama Jordan menemukan Catherine, di sebuah club malam yang ada di Singapura.
dan benar saja wanita itu pun kembali pada kodrat nya, meskipun Jordan sudah berusaha mengubahnya untuk menjadi lebih baik, tapi itu tidak berlangsung lama, Chaterine kembali pada sifat nya yang tidak puas dengan satu pasangan.
dan Jayden yang mendengar penjelasan sang Daddy masih sulit untuk untuk menerima kenyataan itu, karena menurut nya wanita itu tidak seperti mantan istri sang ayah.
dan Vamela hanya bisa geleng-geleng kepala, jika cinta sudah bicara, maka keburukan pun akan tersamarkan, hingga dia pelan-pelan memberikan pengertian terhadap putra nya itu yang kini ikut pergi berkunjung ke rumah Hayden.
sesampainya di sana dia juga mengasingkan diri.
Hayden pun menghampiri sang kakak yang kini tengah termenung di balkon
"Dunia masih lebar Daddy juga bilang kakak boleh memilih wanita dari kalangan manapun kecuali yang satu itu, kakak bisa cari di pedesaan mungkin atau di luar negeri"ujar Hayden menggoda sang kakak.
__ADS_1
"Aku tidak tau, Hay semua hanya membuat ku pusing, jika saja wanita itu adalah wanita baik-baik mungkin saat ini aku adalah orang yang paling berbahagia"