
"Jane"
Tiba-tiba, seseorang mencegat laju mobil nya, Jane pun berhenti, dia tidak melihat siapa??.. orang yang telah menghentikan nya karena dengan langkah cepat orang tersebut sudah berada di dalam mobil nya.
pria itu adalah sky, yang tau bahwa Jane, sedang tidak baik-baik saja,sky langsung membawa mobil tersebut menuju rumah nya, yang belum lama ini ia beli.
"Yang kamu kenapa hentikan aku, aku tidak bisa begini terus aku tidak ingin terus seperti ini aku ingin mati saja, kenapa??... setelah aku bisa menerima kesendirian ku, mereka datang seolah semua itu bisa hapus dengan kata maaf, padahal selama satu tahun ini aku sudah berusaha mati-matian untuk hidup lebih baik, dan benar-benar mandiri, aku bisa meski setiap malam semua rasa sakit itu selalu hadir, aku bahkan hampir mati karena rasa sakit itu tidak mau pergi, aku memang salah aku jatuh cinta dengan kakak ku sendiri tapi semakin kesini, aku sadar itu bukan cinta yang sebenarnya yang biasa terjadi pada lawan jenis, aku mencintai kakak ku, dan aku takut kehilangan kasih sayang nya,itu yang sebenarnya terjadi aku mencintai dia sebagai saudara ku, tapi mungkin karena kami tidak terpisahkan jadi aku sempat salah paham dan aku takut kehilangan dia, karena setelah dia menikah bahkan aku tak bisa tidur dalam pelukannya lagi, aku mengalami trauma berat hingga setiap malam mimpi buruk, dari bayangan kejadian masalalu itu selalu menghantui ku, tapi mereka semua salah mengartikan nya, aku pergi menjauh karena aku harus bisa terima , jika suatu hari kakak ku menikah aku sudah terbiasa hidup sendiri seperti saat aku kecil dulu"ucap Jane panjang kali lebar menjelaskan semua yang terjadi.
"Yang... aku bisa mengerti dengan kondisi mu, aku tau hidup yang kamu jalani itu tidak mudah, dan tidak seharusnya mereka membohongi atau tidak mengabari mu tentang pernikahan mereka, tapi kamu juga harus mengerti bahwa, mereka melakukan semua itu karena sayang kamu, mereka tidak ingin buat kamu kecewa, sehingga niat mereka adalah memberi pengertian kepada mu, secara perlahan, tapi di saat itu, kamu sudah menghilang, jadi yang terjadi sebenarnya adalah kalian salah paham"ucap Sky yang membawa Jane, kedalam dekapannya dan mendaratkan kecupan.
"Aku sakit hati yang kamu ngerti,kan bagaimana rasanya sakit, saat mengetahui kabar penting yang harus nya, datang dari seseorang yang selama ini aku sayangi, tapi malah di kasih kabar oleh, seseorang yang sangat membenciku, apa??... kamu tau yang, aku bahkan sudah menyiapkan beberapa set gaun terindah untuk calon kakak ipar ku, dan jas yang aku buat khusus untuk kakak tercinta ku Jerry, tapi semua tidak satupun yang ia kenakan, mungkin karena aku adalah perancang amatiran hingga dia takut mengecewakan calon istri nya itu, sakit tau yang, aku bekerja siang malam untuk semua itu bahkan aku sampai lupa makan, jika kakak , tidak memaksa aku untuk pergi makan bersama, bahkan aku tolak klien yang menginginkan stelan jas dan gaun tersebut walaupun dengan harga yang sangat pantastis untuk seorang pemula seperti ku"ucap Jane lagi.
sky langsung menghentikan mobilnya di pinggir jalan saat itu juga, dia ingin benar-benar membuat Jane , merasa sangat nyaman saat ini agar dia bisa melupakan semua kesedihan nya.
"Sayang, aku tau semua rancangan mu tidak ada yang biasa saja, aku bahkan pernah melihat seseorang menikah menggunakan gaun, yang sama saat mereka lamaran, dia adalah teman bisnis ayah ku itu, dan semua orang takjub dengan gaun dan jas hasil rancangan mu, karena dia juga sempat mempromosikan mu pada rekan bisnis nya yang lain, Alex ya aku ingat nama itu"ucap Sky.
"Apa tuan sky sudah mengenal ku sedari dulu,,"ucap Jane yang akhirnya bisa tersenyum.
"Aku mengenal nya sejak masih dalam perut mommy nya, hehehe"ucap Sky yang bercanda.
"Sayang ....ah nggak lucu tau, masa dosen fakultas hukum, suka bercanda"ucap Jane.
"Ralat, sayang aku bukan dari fakultas hukum, aku mengajar klas bisnis manajemen, dan tentang yang kamu sebut kan tadi semua hanya gosip karena banyak anak jurusan hukum mengejar ku, mungkin karena aku...ah sudahlah"ucap Sky , yang masih belum mau serius.
"Aku apa??... tampan gitu iya"ucap Jane yang kini langsung memasang wajah kesal.
"Ya... gitu deh"ucap Sky, yang masih ingin menggoda Jane.
"Ya, sudah sana kejar balik sayang kan kalo dibiarkan gitu aja"ucap Jane.
"Sayang jangan cemburu, gitu kamu harus tau aku adalah laki-laki setia , hanya akan ada satu wanita yang pertama dan yang terakhir , yaitu pertama Bunda, kedua kamu dan terakhir"ucapan Sky, lagi-lagi menggantung .
"Yang terakhir siapa??...!!"teriak Jane yang kini kembali menangis.
"Cup...cup...cup... sayang kamu mau tau yang terakhir itu siapa bukan"ucap nya sambil tersenyum manis, dan teramat sangat manis.
"Siapa??..."ucap Jane geram.
"Rahasia"ucap Sky.
"Kita putus "ucap Jane, karena sudah teramat sangat kesal, tapi tiba-tiba Sky langsung mencium bibir Jane, untuk yang terakhir kali nya, dia benar-benar tidak suka dengan kata-kata, yang keluar dari bibir wanita yang sangat di cintai nya.
Jane membulatkan matanya tak percaya, saat bibir kenyal dan seksi itu, mendarat di bibir Jane, pria tampan dan gagah tersebut sudah menjadi dosen termuda di kampus nya, karena skill yang ia miliki selama ini.
"Anak kita nanti yang, kamu gak bisa tebak, gimana kalo kita nanti punya anak perempuan sayang jadi jangan, suka memutuskan semua sendiri Ok,satu lagi jangan pernah katakan itu lagi aku tidak suka"ucap Sky.
"Aku minta maaf"ucap Jane, yang kini membenamkan wajahnya di dada bidang Sky.
"Sekarang kita akan, mengunjungi rumah masadepan kita nanti, tapi maaf, rumah nya mungkin tidak senyaman apartemen mu, yang berharga delapan puluh miliar"ucap Sky.
"Yang... jangan ungkit yang lalu , andaikan kamu tau Jane kecil, saat dia berusia satu hari sampai tiga tahun, aku dipaksa untuk hidup mandiri, karena mommy, harus bekerja banting tulang untuk menghidupi ku, bahkan aku saat itu bisa makan dan mandi sendiri bahwa merapikan tempat tidur, semua itu terjadi saat mommy dan Daddy, harus terpisah karena urusan yang tidak pernah aku mengerti sebelumnya tapi aku bisa lewati itu sendiri, hingga Kakak Jerry datang menggantikan posisi Daddy di mataku dari saat itu kami tidak tahu kalau kami beradu tidak terpisahkan"ujar Jane.
__ADS_1
mereka pun tiba di sebuah gerbang menjulang tinggi, dan pagar otomatis terbuka.
mobil masuk ke area pekarangan rumah mewah yang ditaksir mencapai lima miliar tersebut.
🌹💖💖💖🌹
Sky, turun dari mobil lalu mengitari mobil dan membukakan pintu untuk Jane, dia bahkan menyodorkan tangan agar Jane , menyambut nya dan itu dilakukan oleh Jane.
Jane dan Sky, pun masuk, melalui pintu utama rumah itu tampak sepi hanya ada pelayan perempuan paruh baya yang selalu menjaga kebersihan rumah.
"Aden ,bibi kira itu nona bunga"ucap nya.
sontak Jane mematung dia bertanya-tanya siapa bunga, bukan nya dia wanita pertama menjadi kekasih nya.
sementara Adnan, ikut berhenti dan melirik ke arah Jane, setelah memberikan teguran pada wanita itu.
"Maaf nona saya salah bicara"Ucap si mbok Darmi.
"Tidak perlu ada yang di sembunyikan bang Sky sekalipun kamu sudah beristri, aku akan pulang, mungkin aku salah aku pergi saja"ucap Jane yang hendak berbalik untuk pergi tapi lengan nya ditarik oleh Sky .
"Aku tidak akan membiarkan mu salah paham, hanya saja waktu nya belum tepat untuk aku ceritakan saat ini, dan juga itu tidak lah penting"ucap Adnan.
📱"Halo, Mel... ada apa??..."Jane.
📱"Apa??... Ok gue langsung meluncur ke sana"ucap Jane lagi, yang langsung melepaskan diri dari Adnan.
"Aku pergi dulu Rara,jatuh dari tangga dan dilarikan ke rumah sakit"ucap Jane setengah berlari.
"Sial, tuan Sky, tolong buka gerbang nya ini darurat"ucap Jane yang kini terpaksa harus kembali.
Jane turun dari mobil, dia memanggil Sky, tapi tidak satupun orang yang ada di sana dia berjalan tergesa-gesa,si mbok, tengah berada di sebuah ruangan tanpa atap tepat dekat arah menuju ruang makan.
"Mbok bisa minta tolong bukain gerbang, saya sedang terburu-buru, teman saya kecelakaan"ucap Jane.
"Maaf, non kalo itu saya tidak tau karena hanya tuan muda dan ... iya tuan muda saja yang bisa keluar masuk gerbang itu"ucap si mbok seperti sedang ketakutan.
"Dimana tuan??"ucap Jane tanpa ingin menunda lagi.
"Di kamar nya, Nona, di atas"ucap si mbok.
Jane berlari ke atas melewati tangga meski disana ada lift untuk naik.
sesampainya di atas Jane langsung bergegas menuju kamar yang tadi diberitahukan oleh mbok tapi dia tidak sempat masuk karena mendengar suara seseorang yang tidak pernah ia temui tengah mengobrol dengan Sky.
Jane menghentikan langkahnya saat dia melihat seorang wanita yang kini tengah bergelayut manja sambil membenamkan wajahnya di dada Sky.
"Tuan sky, tolong buka pintu gerbang nya, teman saya masuk rumah sakit dan saya harus kesana segera"ucap Jane datar.
Sky ,kaget dan langsung melepaskan tangannya yang dirangkul oleh mawar.
"Sayang semuanya tidak seperti yang kau lihat, aku bisa jelaskan"ucap Sky, gugup, dia tidak sadar bahwa gerbang tidak bisa dibuka tanpa sensor wajah nya.
__ADS_1
"Aku tidak peduli, dengan itu yang aku inginkan saat ini adalah segera menemui Rara"ucap Jane yang langsung kembali turun, Sky, menyusul dan berlari mengejar Jane.
"Yang dia sepupu ku, bukan apa-apa aku"ucap Sky.
"Terserah dia mau sepupu atau kekasih maupun istri, aku nggak perduli, yang aku inginkan saat ini adalah segera menemui Rara,maka dari itu buka gerbang nya"ucap Jane datar.
"Sumpah demi apapun aku tidak ingin membuka gerbang, jika kamu masih bersikap acuh seperti ini"ucap Sky , yang kini berdiri mematung.
"Tuan aku mohon,ini bukan saat nya membahas tentang itu, aku tidak ingin sahabat ku kenapa-napa"ucap Jane.
"Peluk aku baru aku buka gerbang"ucap Sky.
Jane tidak bergeming sedikitpun dia hanya menatap sendu pada Adnan, jujur dia ingin segera pergi menjauh dari manusia dengan seribu rahasia itu.
"Yang aku bilang peluk aku, jika kamu ingin gerbang dibuka"ucap Sky.
Jane tidak menunggu lama lagi dia langsung memeluk erat Adnan, bahkan dia mengecup pipi Sky, untuk meyakinkan pria itu.
"Tolong buka gerbang nya"ucap Jane lembut.
"Aku tau kamu tidak tulus"ucap Sky, yang langsung melepaskan pelukan tersebut dan berbalik berjalan menuju pintu masuk, tapi Jane langsung mengejar dia bahkan bersimpuh di hadapan Sky.
"Jika itu tidak membuat mu percaya"ucap Jane tapi Sky langsung pergi begitu saja.
"Tuan Sky, aku salah apa??..."ucap Jane yang kini berdiri melihat kepergian pria itu, Jane tau itu tidak akan pernah bisa membujuk pria itu, dia langsung bergegas menuju mobilnya dan mengambil tas selempang nya juga jaket dari dalam mobil lalu mengunci mobil tersebut dan pergi melewati pintu pagar, dia langsung berjalan ke luar komplek perumahan tersebut untuk mencari taksi yang lewat.
beruntung taksi langsung menghampiri nya saat itu juga jadi dia tidak perlu khawatir lagi, sampai dia tiba di rumah sakit, dia langsung berlari menuju ruangan Rara, yang kini tengah ditungguin oleh Jerry dan vamela.
lagi-lagi Jane menangis sesenggukan saat melihat kondisi Rara, yang sangat memprihatinkan .
"Rara...hiks hiks hiks Lo kenapa??...bisa seperti ini,ada apa?.. ayo bangun dan katakan sama gue"ucap Jane.
Jerry, langsung memeluk adiknya itu, dia ingin Jane tenang.
"Dia terjatuh karena mengalami pusing saat akan menuju lantai dua "ucap Jerry.
"Mel Lo tau penyebabnya bukan"ucap Jane.
"Yang pastinya dia ,syok saat mendengar bahwa kak, Jerry sudah menikah, sementara Lo tau sendiri kan, Rara, sangat mencintai kakak Lo yang satu ini"ucap vamela bongkar rahasia.
"Sekarang kakak,tau bukan dimana letak masalah nya"ucap Jane yang langsung membuat Jerry terperanjat kaget.
"Aku tau kakak, sudah menikah dan sangat bahagia, tapi aku mohon jangan berikan perhatian berlebihan hingga membuat seseorang berharap banyak pada mu, aku tidak menyalah kan kakak, tapi semua itu terjadi karena kakak yang memberikan dia harapan"ucap Jane yang .
"Sayang, kakak tidak pernah memberikan dia harapan, dia sendiri yang mengagumi kakak, apa??...itu salah kakak"ucap Jerry sedikit emosi.
Jerry langsung pergi dari ruangan tersebut, di ikuti oleh Jane yang tidak ingin melihat kebencian terhadap nya.
"Kak"
belum sempat Jane,meraih Jerry , tiba-tiba lengan nya ditarik.
__ADS_1
"Yang... kamu itu bisa sabar dikit nggak sih, aku sudah bilang tunggu aku"ucap Sky.