Jerat Cinta Sang Duda Tampan

Jerat Cinta Sang Duda Tampan
#Pertemuan#


__ADS_3

Jordan yang sudah bersiap dan rapi untuk menemui Jane di pesta penyambutan anggota keluarga baru nya saat ini dia mencium kening istrinya yang baru tertidur beberapa jam .


"Yang bangun sudah pagi"ucap Jordan lirih.


"Heummm, masih ngantuk kak" ucap Vamela.


"Kamu bisa tidur nanti Sayang setelah tiba di sana"ujar Jordan lagi.


"Kak, apa?? mungkin putri ku, masih hidup benarkah ini bukan rekayasa orang lain"ucap Vamela.


"Aku tidak tau sayang tapi tidak mungkin Vio salah dengan semua itu"jawab Jordan.


mereka pun akhirnya berangkat bersama, menuju Mension milik Jane, yang hanya berjarak seratus meter tapi Jordan masih menggunakan mobil karena jika berjalan kaki, mereka butuh waktu sepuluh menit, Mension Jane pekarangan rumah nya lumayan jauh dari pintu. gerbang utama, rumah itu begitu megah, Edgar sengaja membangun rumah tersebut untuk putra dan putri mereka.


sesampainya di rumah tersebut Vamela langsung di sambut hangat oleh seluruh keluarga, begitu juga dengan ketiga anak-anak Edgar , langsung memeluk ketiga cucunya itu tapi lagi-lagi dengan elegan nya Chaterine datang menyambut Jordan dengan peluk dan cium, dan sialnya pria itu tidak bisa mengelak.


Vamela, yang melihat itu langsung pergi menuju ke arah Jane yang tengah menggendong putra pertama nya itu


"Hay sayang aunty, selamat datang di dunia ini"ucap Vamela.


"Siapa nama si tampan aunty yang satu ini"ucap Vamela, yang terus fokus pada bayi tersebut.


"Nama aku, Arjuna Ester Smith"ucap Jane menirukan suara anak kecil.


"Owh nama yang sangat bagus,sayang sini mommy gendong, Arjuna panggil mommy saja ya"ucap Vamela pada Jane.


"Ya itu jauh lebih baik"ucap Jane.


"Vamela, ikut keruangan Daddy, Daddy ingin bicara empat mata"ucap Edgar.


"Baiklah Daddy"ucap Vamela yang langsung berbalik mengikuti langkah Edgar, sementara wanita itu sempat melirik suaminya, saat itu juga.


Jordan sendiri hanya mengangguk dan Vamela tidak peduli dengan semua itu.


"Bagaimana apa? kamu bersedia bertemu dengan anak itu saat ini juga"ucap Edgar.


"Dimana dia Daddy"ucap Vamela.


"Dia sedang menuju kemari, Daddy berharap benar atau tidak nya, dia putri mu yang hilang kamu tetap mau untuk merawat nya"ucap Edgar.


"Tentu Daddy"ucap Vamela.


Edgar adalah seorang ayah sekaligus pengusaha sukses yang memiliki, banyak koneksi dan hanya perkara kecil untuk bisa mencari tahu atau mencari orang dalam waktu dekat, kecuali bila, orang yang dicari berada di seseorang yang sama pengaruhnya dengan nya, itu mungkin membutuhkan waktu lama.


tidak lama datang beberapa orang pengawal dengan membawa beberapa orang pria bertampang seram dengan tubuh yang dipenuhi dengan tato dan seorang gadis cantik yang kini dikawal puluhan pengawal pribadi.


"Putri ku, hiks hiks hiks putri ku"ucap Vamela yang langsung mengenali wajah putri kecilnya yang hilang saat bayi Vamela berjalan gontai hingga terjatuh tatkala melihat tatapan sendu, gadis kecil yang kini berusia sepuluh tahun lebih.


Vamela, terjatuh saking lemas nya tepat di hadapan gadis cantik yang kini sudah berpenampilan rapi, karena Edgar, tau menantunya pasti tidak akan pernah bisa kuat melihat penampilan aslinya selama ini.


"Yang bangun, kamu harus kuat, jika dia benar-benar putri kita"ucap Jordan yang kini berjongkok ingin membantu istrinya untuk berdiri.


gadis kecil itu mendekat.


"Mom... benarkah aku masih memiliki mommy ucap gadis itu.


"Viona, putri kecil ku, hiks hiks hiks, kamu adalah putri kecil ku, princess mungilku yang hilang kak, putri ku sudah kembali kak putri ku"Vamela langsung pingsan, dia tidak kuat menahan haru saking bahagianya.


"Mel"ucap Juli yang baru masuk.


"Mom... tolong bawa putri ku ke kamar,biar Daddy yang mengintrogasi mereka semua"ucap Jordan yang langsung mengangkat tubuh istri nya yang terlihat sangat lemah karena merasa sangat haru bisa kembali menemukan putri kecilnya.


Jordan yakin Daddy nya, sudah mengetahui semua kebenaran nya, saat itu juga, maka dari itu Jordan yakin jika gadis itu adalah putri sambung nya.


"Viona, sayang duduk lah, peluk mommy mu, dia begitu tersiksa dengan kehilangan putri kecil nya, dulu apalagi, ada seseorang yang mengirimkan mayat bayi berlumuran darah yang dia kira adalah dirimu, setelah insiden penculikan kamu, mommy mu hampir gila, jika saja tidak ada kakak mu Vio, yang menguatkan nya, saat itu kamu masih berusia tiga bulan"ucap Vierra yang ikut menjelaskan karena dia tau semua kejadian itu, saat kakinya masih lumpuh dulu.

__ADS_1


Jordan yang kini tetap berada di samping Vamela karena kini tengah di periksa oleh dokter.


setelah dokter memasang infus karena Vamela , itu pingsan karena syok , akibat rasa bahagia yang berlebihan setelah melihat putri nya, yang memang sangat mirip dengan nya, dan juga Vio, dan ciri-ciri mereka juga sama tidak hanya itu golongan darah dan juga tes DNA yang diberikan oleh Vio, seratus persen asli bahwa Vio dan Viona adalah keluarga sembilan puluh sembilan persen, hasil tes itu adalah benar.


juga ciri-ciri dari tanda lahir dan yang lain nya.


Vierra pun memperlihatkan foto dirinya yang sedang duduk di kursi roda menggendong bayi, yang kini sudah berusia sepuluh tahun lebih.


"Putri ku"ucap Vamela yang baru saja sadar


" mommy"ucap suara gadis kecil berusia sepuluh tahun itu, akhirnya mendekat ke arah ibunya yang terlihat lemas.


Vamela langsung memeluk nya dengan sangat erat tangis pilu itu pecah karena dia benar-benar merindukan Viona nya.


"Kamu dimana selama ini sayang mommy sudah mencari mu kemana-mana, dan saat mayat itu tergeletak di dalam kardus, mommy sudah tidak bisa berpikir jernih jika kakak mu tidak ada di samping mommy lagi, tapi saat itu mommy masih percaya bahwa kamu masih hidup, dan bayi itu bukan kamu"ucap Vamela.


"Mereka semua sudah mengakui, dalang dibalik semua ini, adalah istri dari mantan suami mu"ucap Edgar.


"Wanita gila itu, dimana dia Daddy, aku sendiri yang akan menghabisi nya"ucap Jordan.


"Tidak Jordan kamu tidak usah bertindak gegabah, karena wanita itu dilindungi oleh kakak nya, yang seorang mafia yang tidak akan pernah bisa di kalahkan begitu saja, yang harus kita lakukan, adalah melindungi mereka semua"ucap Jerry.


"Viona, apa? selama ini kamu hidup dengan baik sayang, apa? mereka tidak menyakiti mu"ucap Vamela yang kini memeluk dan mencium seluruh wajah putri kecilnya itu.


"Viona hidup di jalanan untuk mencari uang dan jika tidak dapat uang untuk disetorkan pada mereka aku akan dipukuli bahkan tidak dikasih makan selama satu hari satu malam"ucap Viona, semua orang yang mendengar itu semua, begitu merasakan kesedihan dan kemarahan yang teramat.


Jordan langsung memeluk kedua nya"Sayang mulai detik ini tidak akan ada siapapun yang akan berani menyentuh mu lagi, dan kamu tidak akan pernah hidup kekurangan lagi, Daddy janji akan menjaga dan melindungi mu, mommy dan semuanya"ucap Jordan.


🌹💖💖💖🌹


pesta pun usai sedari tadi Vamela hanya diam di dalam kamar tamu di Mension milik Jane, Vamela tidak membiarkan putri nya jauh darinya barang sedetik pun, dia bahkan menyuapi nya makan.


"Sayang kamu tidak sendirian,ada kakak mu Vio dan kedua adik kembar mu, Jayden dan Hayden, mereka begitu lucu dan sangat tampan"ucap Vamela.


"Dimana mereka mom"ucap Viona.


"Apa aku masih ada banyak keluarga"ucap nya bingung.


Edgar kembali menimpali sambil masuk ke dalam kamar.


"Kita adalah keluarga besar sayang aku adalah opah mu, dan ini omah mu, kita semua sayang kamu"ucap Edgar.


"Untuk sekarang mungkin kamu masih bingung, tapi nanti saat kamu berulang yang kesebelas, kita akan segera berkumpul bersama keluarga besar kita"ucap Vamela.


"Mommy ayo pulang"ucap Jay.


"Baiklah kita pulang, tapi kemarilah peluk kakak kalian dulu"ucap Jordan yang langsung mengangkat tubuh si tampan itu keatas ranjang.


"Kakak, bukan nya mommy anak nya, cuma kita bertiga"ucap Jay bingung.


"Kakak kalian selama ini ada di Amerika"ucap Juli, agar mereka tidak bingung


"Owh, jadi mommy masih ada banyak anak di Amerika, ada Ade bayi nya enggak mommy"ujar Hay yang baru datang dengan Vio.


"Kak Vio.."ucap Viona.


"Viona"Vio langsung berlari berhambur memeluk Viona, ada tangis haru yang terjadi di hadapan kedua orang tua mereka, Vio begitu menyayangi Viona, sejak pertama kali mereka bertemu.


Vio selalu memberikan uang lebih, untuk Viona, saat mereka bertemu, agar gadis itu tidak lagi dipukuli.


"Sayang maafkan kakak, jika saja Kakak tau saat itu, kamu adalah adikku aku tidak akan pernah membiarkan kamu hidup terlantar kakak akan memberitahu mommy, saat itu juga, tapi kakak baru tau beberapa hari ini"ucap Vio.


"Kakak"tangis Viona pecah.


"Sayang Daddy, kalian semua mulai saat ini kita akan saling menjaga satu sama lain, sekarang kita pulang ke Mension kita"ucap Jordan yang kini merangkul pinggang istri dan bahu putri sambung nya, saat ini mereka berjalan beriringan dan di paling depan Vio dan kedua adik laki-laki nya, hingga tiba di mobil.

__ADS_1


setelah keenam orang itu pergi menuju rumah mereka yang tidak jauh dari sana akhirnya mereka tiba di rumah mewah itu, Vamela pun turun setelah Jordan membukakan pintu.


disusul Vio yang membuka pintu untuk ketiga adiknya yang kini sudah keluar dari mobil.


"Sayang selamat datang di rumah kita"ucap Jordan.


"Mommy rumah kita besar juga ya, pasti sangat nyaman"ucap Viona.


"Tentu saja Sayang ku"ucap Vamela.


"Mulai sekarang kalian berdua adalah ratu di rumah ini"ucap Jordan yang langsung. merangkul kedua nya.


Vamela, pun langsung bergegas menuju ruang keluarga, saat ini dia ingin membahas untuk semua kebutuhan putri pertama nya.


"Kak, aku harus berbelanja semua keperluan Viona dulu, apa? sore ini aku boleh pergi"ucap Vamela.


"Tidak perlu sayang aku sudah meminta asisten ku mengurus semuanya, dan hari ini akan segera tiba barang-barang untuk seluruh kebutuhan putri kita, dan juga ketiga putra kita, dan seluruh keluarga"ucap Jordan baru saja Jordan selesai bicara.


tiba-tiba ada beberapa orang asisten yang datang membawa barang-barang untuk kebutuhan sehari-hari Viona dan untuk melengkapi kamar nya.


semua barang-barang milik perpaduan warna putih dan pink, seperti pada kamar anak perempuan pada umumnya.


"Daddy" lirih Vamela, sambil memeluk Jordan wanita itu menangis sesenggukan sambil memeluk suaminya yang begitu mencintai nya, meskipun Jordan masih berstatus sebagai suami Chaterine.


"Sayang jangan bersedih, ayo kita dekorasi kamar kita semua bersama-sama"ucap Jordan.


Vamela memeluk Jordan berkali-kali dan mencium bibir suaminya sekilas, setelah itu mereka berjalan menuju lantai dua, dimana letak kamar mereka semua.


mereka melihat Vamela dengan cekatan mengurus letak posisi barang-barang Vamela.


sementara Jordan, membantu memasang pajangan untuk mempercantik ruangan princess mereka .


"Sayang ini diletakkan di mana?"ucap Jordan.


"Di sini saja kak"ucap Vamela.


mereka pun selesai menempatkan semua letak perabotan kamar, Viona.


Viona merasa sangat bahagia, dia berkali-kali memeluk Jordan dan Vamela.


Viona pun langsung bergegas menuju dapur setelah selesai mengisi walk in closed milik putri nya, dengan seratus steel pakaian baru mulai dari gaun pesta dan baju santai dan masih banyak yang lain nya, termasuk aksesoris dan lainnya.


sesampainya di dapur, Vamela dan Viona yang memaksa ingin ikut dengan mommy nya itu.


Vamela pun menyediakan kursi di sana agar putri nya itu duduk dan tugas nya hanya melihat mommy nya memasak, kebahagiaan dan impian Vamela, terwujud saat ini karena impian sederhana itu, sudah ia cita-citakan sejak mengetahui bahwa dirinya tengah mengandung anak perempuan.


sementara Jordan dan ketiga putra nya tidur di satu ranjang, saat ini tepat di kamar kedua Bocil yang mengajak mereka berdua menonton film kartun kesayangan nya.


"Mom... apa Daddy Viona dan kak Vio sama dengan mereka berdua"pertanyaan tersebut sontak membuat Vamela mematung.


sedetik kemudian ia menoleh dan berkata.


"Kenapa? kamu bertanya begitu sayang"ucap Vamela.


"Aku melihat perbedaan wajah di antara kita, Daddy Jordan itu orang bule tapi aku dan kak Vio tidak mirip Daddy"ucap Viona.


"Daddy, kalian memang berbeda tapi Daddy Jordan sangat sayang kita semua"ucap Vamela.


"Lalu Daddy Viona dimana"ucap Viona.


"Daddy kalian ada di luar kota, dan jarang bertemu dengan mommy atau pun kak Vio, mommy dan Daddy sudah berpisah tapi kalian bisa bertemu kok, suatu hari nanti" jawab Vamela.


mereka pun melanjutkan memasak setelah memasak mereka lanjut mandi, Vamela pun membantu dan mengajarkan cara mandi yang baik dan benar, pada Viona.


Viona merasa sangat bahagia karena, setelah penderitaan selama dua tahun ini akhirnya dia kembali merasakan kehidupan yang baik, meskipun dulu selalu hidup dalam kekurangan, tapi saat ini semuanya tergantikan oleh orang tua aslinya.

__ADS_1


"Mom... apa? mereka tidak akan memisahkan kita lagi, aku sudah lelah dan tidak ingin lagi tinggal di kolong jembatan"ucap Viona.


__ADS_2