
Setelah mengetahui segalanya Jerry langsung menelpon ke Paris meminta Daddy nya memberikan hukuman berat pada Angela, karena dia hampir saja melenyapkan Jane kecil dan meninggalkan trauma berat hingga saat ini yang selalu membuat Jane, tidak bisa tidur nyenyak.
"Sayang kita pulang saja"ucap Jerry.
"Aku tidak mau rasanya nyaman disini aku bisa merasakan kehangatan sebuah keluarga yang aku dapatkan dari orang-orang yang aku temui bisa bertegur sapa dengan orang yang tidak kita kenal sebelumnya juga jika kita bertemu mereka sudah memberikan rasa bahagia"ucap Jane, yang tidak pernah punya teman dekat dan tidak pernah percaya pada orang lain selain Juli, Morin dan sang kakak Jerry, karena kakak nya yang dua tidak sebaik Jerry.
"Tapi sayang kakak akan sangat merindukan mu, kamu tega ninggalin kakak sendirian"ucap Jerry beralasan.
"Tidak kak tapi mau sampai kapan aku terus bersama dengan mu, sementara kamu akan segera menikah, jadi aku harus bisa tanpa mu"ucap Jane.
Jerry langsung menarik nafas panjang dan menghembuskan nafasnya dengan kasar, karena adiknya masih keras kepala.
"Ayo kita pergi jalan-jalan karena besok kakak harus kembali, kasihan Daddy mengurus perusahaan bersama mommy"ucap Jerry.
"Tapi bareng teman ku ya kak??..."
"Baiklah"jawab Jerry.
kedua adik kakak itu pun bersiap untuk jalan-jalan hingga malam nanti, bersama kedua sahabat Jane.
Jane pun langsung bergegas menuju kamar mandi dan membersihkan diri, sementara Jerry hanya berganti pakaian dan menyempurnakan penampilan nya dengan menyemprotkan parfum milik nya yang membuat Jane, mengendus nya hingga ke dada Jerry, sudah seperti anak kucing dan tiba-tiba.
cup
Jerry mencium pipi adiknya itu.
"Kakak, aku sudah mandi!!..."teriak Jane.
"Memang nya kenapa, hanya kasih sayang"ucap Jerry.
"iya kak, tapi kakak belum menggosok gigi"ucap Jane.
"Owh ya ampun,Jane sayang kakak selalu gosok Gigi setelah kakak makan seperti yang kamu tau"ucap Jerry.
Setelah mereka berdua siap mereka pun pergi mereka langsung pergi.
mereka Jalan bareng kawan nya canda tawa itu pecah saat mereka berkumpul, apa lagi saat ini Rara, terus ada mimisan saat Jerry berjalan di samping nya.
"Ra, sebaiknya kamu pindah deh dan tutup mata mu agar darah itu tidak keluar lagi"ucap vamela.
"Lo pikir gue apakah??... hingga gue disuruh tutup mata"ucap Rara sambil menutup hidung nya.
mereka jalan di mall cafe dan beberapa tempat yang cukup indah Jerry tidak melepaskan genggaman tangan nya pada Jane dan sesekali mengelus puncak rambut nya.
Rara yang melihat itu merasa sangat kagum karena mereka begitu sangat menyayangi dan mencintai sebagai adik kakak yang sungguh sangat membuat semuanya iri.
saat mereka hendak makan malam di sebuah restaurant bintang lima, tiba-tiba seseorang mendatangi mereka dan tiba-tiba berkata.
"Nona Jane boleh saya bergabung"ucap Jeremy pengagum rahasia nya.
"Maaf tuan ini makan malam keluarga, mungkin lain kali"tolak halus Jane.
"Oh oke baiklah"ucap Jeremy.
pria itu langsung pergi ke meja nya semula tapi tiba-tiba saja seorang wanita datang langsung menjambak rambut Rara, hingga gadis itu memekik.
"Ternyata kau disini plakor sekarang Lo sembunyikan dimana suami gue"ucap wanita yang kini langsung di dorong Jerry.
"lepas!!...seru Jerry dengan suara bariton nya, dia tidak terima sahabat adiknya disakiti walaupun dia tidak tau ada urusan apa di antara mereka.
__ADS_1
"Aku tidak pernah menyembunyikan siapa pun, dan jika kalian punya saja masalah jangan pernah mengaitkan semua nya dengan ku karena kami hanya punya masalalu tidak untuk masa kini"ucap Rara, sambil menitikkan air mata saat mengingat cinta nya bersanding dengan sepupunya sendiri.
"Tapi dia tidak pernah lupain Lo, Lo harus nya mati saja agar tidak muncul lagi di hadapan nya"ucap wanita itu.
"Aku tidak pernah muncul di hadapan seperti yang kau tuduhkan"ucap Rara lagi.
"Maaf mbak... sebaiknya Emba bicara baik-baik dengan suami mbak, Rara adalah kekasih kakak saya Jerry jadi tidak mungkin merebut suami anda"ucap Jane, bohong untuk menolong Rara.
"Plakor itu hanya membutuhkan uang, jadi jangan sampai dia menguras harta dari kalian"
"Stop mbak... jangan keterlaluan aku tidak pernah menguras uang siapapun, aku tau aku bukan orang punya, aku juga tidak punya siapa-siapa tapi aku tidak pernah memeras orang lain aku hidup dari harta peninggalan kedua orang tua ku!!...."ucap Rara.
"Rara, yang sabar ya"ucap vamela.
"Dia sudah keterlaluan selama ini aku tidak pernah meminta uang pada siapapun, aku berbisnis dan berkuliah dengan harta peninggalan orang tua ku mungkin tidak sebanyak yang kalian punya tapi aku bersyukur setidaknya aku tidak mengemis di jalanan"ucap Rara, sambil menangis Rara langsung meraih tasnya dan pergi.
"Ra tunggu!!..."ucap Jane.
"Kak tolong kejar dia"ucap Jane,lagi yang langsung diiyakan oleh Jerry.
Jerry berlari mengejar Rara yang kini semakin menjauh, sementara keduanya mengikuti nya setelah membayar makanan yang tidak mereka sentuh sedikit pun.
"Rara, tunggu"ucap Jerry.
Rara terus berlari dia menangis hingga penglihatan nya kabur karena penyakit nya selama ini yang ia derita, tiba-tiba.
bug...
Rara jatuh pingsan di trotoar Jerry langsung berlari dan menghampiri lalu dia langsung mengangkat tubuh Rara, dan langsung minta Jane dan vamela membawa mobil kearah mereka.
mereka pun langsung berlari mengambil mobil di parkiran restaurant tersebut.
Rara langsung dibawa ke IGD, oleh perawat setelah itu mereka pergi menuju resepsionis untuk mengurus administrasi dan Jerry membayar biaya rumah sakit untuk Rara.
saat ini Rara masih ditangani oleh dokter yang biasa menangani nya, beruntung dokter itu sudah terbiasa dengan kondisi Rara, saat ini karena yang lain sedang sangat kebingungan karena Rara tidak memiliki penyakit apapun dan hasil laboratorium tidak menunjukkan hasil apa pun.
setelah keadaan Rara, stabil akhirnya Jerry yang sudah meminta untuk di rawat di ruang VVIP satu karena dia tidak ingin adiknya sedih dengan keadaan Rara saat ini.
Jerry terus mengelus puncak kepala adiknya yang sesenggukan karena syok melihat Rara benar-benar mengeluarkan darah sangat banyak dan kini dia harus melakukan transfusi darah.
🌹💖💖💖🌹
seharusnya Jerry kembali dua hari yang lalu tapi karena melihat kondisi Rara, belum pulih juga dia masih belum tidak sadarkan diri.
Jerry bahkan menunggu Rara di ruangan nya karena adiknya saat ini tengah kuliah bersama dengan vamela.
Jerry sesekali melihat Rara yang kini masih terlihat enggan untuk bangun bahkan hingga saat ini tidak ada sedikit pun pergerakan tubuh nya hanya suara detak jantung yang terdengar nyaring, Jerry mendekat menghampiri Rara dia mencoba menggenggam tangan Rara seperti yang ia baca di internet, bahwa orang yang sedang koma bisa mendengar suara kita meski mereka tidak membuka mata.
Jerry pun berhasil menggenggam tangan Rara.
"Rara... aku tidak tau apa yang sebenarnya terjadi pada mu, tapi sebagai orang yang mengenal mu beberapa hari ini, aku hanya ingin katakan cepat lah bangun dan dan jangan buat sahabat mu bersedih dan ketakutan karena mereka begitu menyayangi mu, apa kamu tau mereka lebih memilih untuk menjaga mu ketimbang pergi untuk kuliah dan bekerja semua karena kepedulian nya terhadap mu termasuk aku, aku tidak ingin melihat adikku bersedih itulah kenapa aku tidak jadi kembali karena kalian bertiga"ucap Jerry lirih.
beberapa menit kemudian saat Jerry hendak melepaskan genggaman tangan nya, dia langsung kaget melihat gerakan telunjuk tangan nya.
"Rara"gumam Jerry yang langsung refleks langsung memencet tombol yang ada di atas berankar tidak lama dokter dan suster langsung bergegas menuju ruang Rara mereka meminta Jerry keluar, setelah itu mereka memeriksa kondisi Rara, sampai tiga puluh menit,dokter baru keluar, dia kembali menyarankan untuk memberikan rangsangan pada Rara dengan cara mengajak ia bicara..
Jerry hanya diam setelah kembali masuk.
Rara bisakah kamu berjanji untuk tetap bertahan hidup demi sahabat mu terutama untuk adikku karena aku tidak selamanya ada untuk melindungi nya jadi untuk itu tetap lah hidup dan tetap lah menjadi sahabat terbaik untuk Jane, dan jika kamu membutuhkan apapun aku bisa membantu mu, aku janji bangun lah karena nanti malam aku harus segera kembali ke Paris.
__ADS_1
tiba-tiba saja Rara mengerjapkan mata nya saat ini Jerry langsung mendekat ke arah Rara.
perlahan tapi pasti Rara kini telah membuka mata meskipun hidungnya kembali mengeluarkan darah tapi itu tampak wajar karena tekanan batin cinta pada Jerry.
"Rara kamu sadar tenang-tenang ya jangan merasa tertekan, aku yang menjaga mu semalam"ucap Jerry dengan menggunakan bahasa Inggris, tapi kemudian Rara malah menangis, dan itu membuat Jerry bingung Jerry langsung bertanya.
"Rara kenapa??... kamu menangis"ucap Jerry yang kebingungan.
"Aku tidak tidak bisa membalas ucapan mu kak Jerry karena aku tidak pandai berbahasa Inggris"ucap Rara yang langsung membuat Jerry terkekeh geli.
"Ih malah diketawain"ucap Rara lagi.
"Kamu cantik saat ini"ucap Jerry lembut sambil mengelus puncak kepala Rara, dia memperlakukan Rara, seperti Jane.
"tidak usah khawatir jika kamu tidak bisa kamu bisa belajar pada Jane ok"lagi-lagi Jerry berkata dengan bahasa Inggris.
"Aku hanya bisa berkata I love you kak Jerry"ucap Rara, yang membuat Rara dan Jerry.
sebenarnya Rara hanya berpura-pura padahal dia menguasai Lima bahasa.
"Ok tidak apa-apa"ucap Jerry.
sementara itu di Paris, Jason sudah mendapatkan maaf dari kedua orang tua nya dia kembali mendapatkan pasilitas nya kembali tapi dalam pengawasan orang kepercayaan Edgar.
sementara Juli saat ini selalu menghabiskan waktu dengan suaminya itu berdua kemanapun Edgar pergi dia akan selalu mendampingi Edgar, dan itu membuat Edgar bahagia.
Edgar saat ini kembali sibuk dengan pekerjaan kantor nya karena Jerry belum juga kembali dari Indonesia.
Juli juga mengurus butik milik putri nya yang kini telah memulai hidup baru dan butik baru nya di Indonesia.
saat Jane menghubungi nya dan meminta dikirim kain untuk rancangan baru nya barulah saat itu dia meminta orang kepercayaan Edgar untuk mengantar tumpukan kain itu.
demi putri nya dia tidak ingin mengabaikan semua itu, Juli bukan tidak sayang dengan Jeny, tapi gadis itu lebih suka hidup hura-hura dari pada belajar dan membuka usaha tapi Juli masih memberikan hak yang sama.
di Indonesia semua sudah bersiap untuk mengantar Jerry ke bandara termasuk Edgardo dan istrinya mereka bahkan menitipkan masakan khas Indonesia yang di kemas dengan baik agar tidak cepat rusak karena makanan itu tidak berkuah dan kering agar tidak basi itu adalah makanan kesukaan Edgar sang kakak,yaitu rendang yang sudah di masak hingga tujuh jam lamanya.
Jerry berdiri di depan pintu masuk setelah berpamitan dengan adik dan sahabatnya , tapi kemudian dia kembali turun dan memeluk juga mencium Jane bertubi-tubi.
"Sayang jaga diri baik-baik ingat telpon kakak dan jangan meminum obat tidur lagi kamu bisa bobo bareng' mereka berdua"ucap Jerry lembut.
"Iya kak,kakak tenang saja"ucap Jane.
"kalian jaga diri"ucap Jerry.
"Tentu"ucap vamela.
Jerry juga bergantian memeluk mereka tapi saat memeluk Rara, sebelum nya Jerry memberikan saputangan milik nya, agar darah dari hidung Rara tidak kena jas mahal nya saat ini bukan Jerry jijik tapi sesampainya di Paris, dia harus langsung masuk kantor.
"Kak Jerry I love you"ucap nya sontak Jerry tertawa terbahak-bahak bersama semua nya begitu juga Rara, tapi kemudian " J'Time and Wo-Ai-Ni and aku cinta padamu"ucap Rara yang langsung membuat Jerry terdiam sejenak lalu tersenyum sambil mengelus puncak kepala Rara.
Rara yang mendapatkan perlakuan seperti itu dia hanya tersenyum kecil, dimana ada laki-laki yang akan bisa menerima kekurangan nya begitu saja apa lagi Jerry, yang bagaikan langit di atas sana tidak bisa di sentuh oleh siapapun kecuali jika dia Sudi menurunkan hujan cinta untuk wanita yang jauh dari kata sempurna itu.
Jerry tersenyum kearah mereka dan kembali menaiki jet pribadi nya itu dengan gagahnya.
selamat jalan pangeran negri dongeng.
setelah jet itu pergi Edgardo dan istrinya kembali ke hotel, begitu juga Jane yang harus kembali membawa Rara kembali ke rumah sakit.
karena Rara masih harus memulihkan kondisi nya, Jane dan vamela pun menginap di rumah sakit.
__ADS_1
sementara Jerry, di dalam jet tersebut dia kepikiran ucapan Rara yang kini terus terngiang di telinga nya.