Jerat Cinta Sang Duda Tampan

Jerat Cinta Sang Duda Tampan
#Istri kedua#


__ADS_3

Rara yang sudah mulai stabil kini akhirnya


dipindahkan ke ruang rawat inap VVIP satu,


dengan berbagai alat yang masih menempel


di tubuhnya jarum infus dan jarum transfusi


darah menempel di tangan nya begitu juga


dengan alat lain nya yang Rara butuhkan.


ranjang yang cukup besar untuk


mempermudah Jerry menemani isteri nya itu.


disana semua orang yang hadir di ruangan


tersebut berdiskusi untuk membicarakan


siapa yang akan menemani Jerry menjaga


Rara, dan di pastikan Jane dan vamela yang


akan membantu menjaga Rara.,


dan akhirnya Edgar dan Juli, Edgardo dan juga Sanny pamit pulang ke Mension, mereka juga harus mengurus Dena saat ini, bukan mereka kejam pada Dena, tapi sedari awal Edgar maupun Juli dan Edgardo,tau siapa Dena yang sebenarnya.


hanya saja dia tidak ingin merusak kebahagiaan putra nya saat itu, dan kini wajar jika mereka mendukung Jerry.


karena Dena, tidak pernah berubah setelah


diberikan kesempatan oleh Jerry dan keluarga.


Edgar sendiri tidak pernah mengira semua


akan menjadi seperti ini.


Angela, yang lugu ,saat pertama kali bertemu hingga belasan tahun menikah dan tragedi itu pun terjadi Edgar, masih tetap mencintai nya, hingga mereka kembali untuk yang kedua kalinya Edgar masih mencintai wanita itu hingga tanpa sengaja dirinya sudah menyakiti Juli ibu dari ke lima anak nya .


Kini Jerry tengah berbaring di samping


Rara,sang istri yang belum juga sadar kan diri.


"Sayang bangun mau sampai kapan kamu begini, maafkan aku.... aku tidak pernah bermaksud membiarkan semua ini terjadi dan membuat mu malu aku tidak tau kalau dia berada di Indonesia"ucap Jerry lirih.


Rara tetap tidak bergeming sedikitpun wanita itu masih terlihat anteng dengan alam bawah sadar nya.


"Jane sebaiknya kamu tidur besok jika Rara bangun kita bisa bicara baik-baik dengan nya"ucap vamela yang sedikit lebih dewasa dari keduanya mungkin karena sudah menikah dan menjadi ibu,sifat vamela yang serang lebih keibuan.


"Ya baik'lah, kakak juga harus istirahat agar nanti bisa menjaga Rara, saat dia ingin pergi dari kakak"ucap Jane tanpa ekspresi.

__ADS_1


Jane, sebenarnya sangat dongkol pada sikap Jerry, yang tidak pernah bisa bersikap tegas terhadap Dena, hingga wanita itu berbuat semaunya.


"Sayang kamu itu sebenarnya dukung siapa??..."ucap Jerry kesal.


"Aku dukung wanita itu bukan nya dia wanita tercinta kakak, yang sangat kakak cinta hingga kakak lupa padaku dan membuang ku dari hidup kalian semua, saat nanti Rara, pergi dan melupakan kakak, jangan pernah sesali karena itu adalah karma"ucap Jane yang langsung beranjak pergi.


Jerry pergi menyusul adiknya itu meski dia sendiri belum baik-baik saja karena cemas menunggu, Rara yang belum sadarkan diri juga, tapi dia lebih peduli pada adiknya yang dia tahu sedang tidak baik-baik saja.


Jane pergi menuju atap gedung rumah sakit tersebut, dia berdiri di depan pembatas gedung tersebut, Jane bercucuran air mata dia kembali teringat rasa sakit nya karena perasaan nya waktu itu.


"Sayang kamu ini apa-apaan, bahaya tau nggak!"ucap Jerry berteriak.


"Aku tau, tidak usah berteriak-teriak"ucap Jane.


"Kamu kenapa?... sayang kakak bingung dengan sikap mu"ucap Jerry.


"Tidak usah sok peduli kak, aku pun tidak pernah berharap kakak, akan peduli pada ku"ucap Jane.


"Sayang kamu masih dendam pada kakak"ucap Jerry yang mendekat ke arah Jane dan mencoba meraih tangan adik nya itu.


"Ya, aku dendam sama kakak, kenapa?... tidak sekalian saja Dena, menghilang dulu agar kakak tau bagaimana rasanya sakit ditinggalkan oleh orang yang kakak cintai, bagaimana rasanya sakit yang pernah aku alami"ucap Jane.


"Sayang, kakak minta maaf, kakak tidak memilih mu, saat itu bukan karena kakak tidak mencintai mu, tapi jika kita egois akan ada banyak orang yang terluka dan tuhan pun akan membenci kita"ucap Jerry.


"Bukan itu kak, bukan tentang itu, aku sudah melupakan rasa itu itulah kenapa?... aku mau menerima Sky, untuk menjadi calon suami ku, meskipun saat ini dia masih belum resmi berpisah dari istrinya, tapi demi ibunya yang koma aku rela memenuhi permintaan nya, aku hanya menyayangkan sikap kakak yang tidak pernah tegas terhadap Dena, selama ini aku sudah sering peringatkan kakak, untuk menceraikan wanita itu, karena Rara adalah wanita yang rapuh dibalik sifat cerianya itu, tapi kakak tidak mau mendengar kakak egois, sekarang bagaimana kalo sahabat ku mati,hiks hiks hiks bagaimana kalau saudara angkat ku pergi menghadap Tuhan, aku belum siap untuk kehilangan kak, aku belum siap untuk itu!!"ucap Jane yang diakhiri dengan tangis dan teriakan nya sambil memukul-mukul dada bidang kakak nya yang kini berusaha memeluk nya.


"jangan pernah bicara buruk tentang Vierra saat ini sayang kakak yakin dia akan selamat kakak yakin, dan jika Vierra, pergi aku akan mencari nya, hingga ke ujung dunia sekalipun, tapi jika dia pergi untuk selamanya menghadap Tuhan kakak tidak akan pernah memaafkan Dena, kakak akan membunuhnya dengan tangan kakak sendiri"ucap Jerry tegas.


"Sayang kamu sudah sadar"ucap Jerry.


"Eh...kak Jerry disini Jane juga , aduh tidak seharusnya kalian repot-repot datang ke sini itu juga vamela, sampai ketiduran gitu padahal aku tidak apa-apa ko selama satu tahun ini aku juga sendirian di rumah sakit"ucap Rara, yang bersikap seolah tidak terjadi apa-apa.


Jerry langsung menangis dan berhambur memeluk nya.


"Vierra, please jangan begini sayang kamu boleh membenci ku, tapi aku mohon tidak begini cara nya"ucap Jerry yang kini menangis sesenggukan sambil memeluk erat tubuh Rara.


"Jane, tolong bantu aku melepaskan kakak mu aku tau aku sangat mengagumi nya, tapi aku tidak bisa meninggalkan Lionel, dia tunangan ku"ucap Rara .


"Sayang aku ini suamimu, aku Jerry suami kamu please sadar sayang Lionel itu hanya mantan tunangan mu"ucap Jerry.


"Wah... kalian itu pura-pura lupa ya, atau sedang bikin kejutan bukan "Ujar Rara, yang benar-benar polos sambil terus mengusap hidung nya, yang mengeluarkan darah.


"Jane, aku bisa minta tolong nggak, tolong ambilkan obat di tas ku aku sudah tidak tahan rasanya sakit gak nyaman gitu,kalau sudah begini, dokter itu bohong pada ku, katanya aku mengidap penyakit langka, tapi nyatanya aku seperti orang kena kanker darah"ucap Rara tanpa sadar menyembunyikan itu dari mereka selama ini.


Jerry, melotot kaget, saat ini dia tidak percaya apa yang dialami nya sewaktu kecil ternyata di alami oleh Rara.


"Apa?... maksud mu Ra"ucap Jane lirih.


"Aku mengidap kanker darah sejak pertama kali aku masuk kuliah, dan vamela tau itu, karena dia yang selalu menemani ku, berobat, seharusnya aku operasi tahun kemarin tapi paman menolak mendonorkan sumsum tulang belakang nya, untuk ku, sebelum uang yang dia minta dia terima tapi karena kejadian itu aku malah kehilangan tabungan ku dan uang peninggalan mommy, padahal itu bukan untuk operasi kaki tapi akumalah mengalami kerugian karena orang yang tidak bertanggung jawab, dan terpaksa aku hanya melakukan operasi syaraf tulang belakang"ucap Rara, sambil mengusap air mata nya yang meluncur deras.


Jerry, mematung melihat itu Rara, yang kini terlihat benar-benar seperti gadis polos, yang kehilangan arah dan tujuan Rara, seperti sedang menutupi rasa putus asa nya.

__ADS_1


"Jangan sekarang kak, dia sedang tidak baik-baik saja, biarkan dia bicara kejujuran yang dia sembunyikan selama ini"ucap Jane lirih.


🌹💖💖💖🌹


Tepat di pagi hari Rara, memaksa untuk pulang karena dia , ingin mencari obat miliknya yang menurut nya tertinggal di rumah nya.


"Sayang kamu akan sembuh aku janji"setelah dokter memeriksa nya dan memberikan obat penahan rasa sakit dan obat tidur akhirnya Rara, kembali tertidur.


Jerry terisak pelan, saat ini dan Jane terus mengelus punggung kakak nya itu.


sementara vamela kini tengah kebingungan melihat Jerry yang menangis dan Jane menenangkan nya.


"Jane ada apa?... bagaimana keadaan Rara"ucap Rara .


"Kamu jahat, Mel, kenapa?... tidak pernah bilang pada kami bahwa Rara, sakit parah selama ini"ucap Jane, sambil terisak.


"Aku tidak bisa bilang pada siapapun karena Rara yang selalu meminta ku untuk menutup semua rapat-rapat, hingga saat dia sudah tidak ada lagi di dunia ini, karena dia tidak ingin orang lain mengasihani nya, aku sendiri sebenarnya sudah tidak kuat lagi, apa lagi saat melihat dia kesakitan selama ini, apa kamu tau dia akan berusaha pergi sendiri ke rumah sakit, untuk mengurangi rasa sakit nya dia akan minta dokter membius nya"ucap vamela, sambil memeluk Rara dari samping dia bahkan menunduk di depan wajah Rara vamela kini benar-benar tidak tahan melihat Rara yang seperti ini, apa lagi jika dia tau bahwa dirinya hanya istri kedua.


"Bangun sayang jangan tinggalkan aku sendiri,disini kamu sudah janji akan terus bersama dengan ku, saat ini kedua orang tua yang selama ini aku anggap sebagai orang tua ku ternyata mereka hanya orang tua angkat ku, yang merasa iba , melihat anak tetangga nya ditinggalkan mati oleh kedua orang tua nya, kita sama Rara, sayang kita yatim Piatu, kamu sedikit beruntung karena mommy mu meninggalkan, harta untuk mu, sementara aku, aku tidak punya apa-apa karena mereka adalah orang miskin, dan aku tidak mungkin mewarisi harta mereka, tapi itu tidak masalah aku masih punya kamu yang bahkan lebih tegar dari ku, kamu bahkan mengajariku bahwa hidup ini terlalu berharga jika kita bersyukur atas apa yang Tuhan, berikan, aku tau kamu kuat sayang, aku akan membantu mu mencari donor lain yang tidak harus mengeluarkan uang sebanyak itu, kita pasti bisa Rara, sayang bangun jangan buat aku khawatir lagi, sudah cukup, sudah cukup selama ini aku berusaha memendam semua nya"ucap vamela yang langsung bangkit dan berlari setelah bicara panjang kali lebar sambil terisak.


Jerry langsung menghubungi Edgar dan menjelaskan semua nya, saat itu juga Edgar langsung bergerak menemui pria yang disebut kan oleh Rara, sebagai paman nya, yang memiliki kecocokan sum-sum tulang belakang dengan Rara.


sementara Jane, kini tengah bersiap untuk mengurus keberangkatan mereka semua ke Amerika, karena kondisi Rara, yang sudah sangat parah, dan ditambah dengan dengan hilangnya ingatan Rara sebagian saat ini.


mereka semua pun memutuskan untuk mengobati Rara di sana dan paman Rara kini sudah berhasil di temukan, dia berada di dalam penjara, karena dia adalah orang yang Jerry jebloskan ke dalam bui untuk pengerusakan gaun pengantin yang berharga miliyaran tersebut.


tanpa sepengetahuan Rara, dan itu semua dia lakukan karena untuk membuat Rara sengsara dan mati perlahan dengan penyakit nya, agar dia bisa menguasai harta milik Rara seorang diri.


pria itu memang adik dari ayah kandung Rara, dan Rara tidak mereka Akui karena Rara anak diluar nikah, artinya kakak Aldo paman kandung Rara , menghamili ibu Rara agar cinta mereka tidak terpisahkan, sementara Aldi, adalah pewaris tahta kerajaan bisnis dari kakeknya.


semua keluarga membenci kehadiran ibu Rara yang menurut mereka adalah orang tak punya, padahal orang punya tidak akan pamer apa yang mereka miliki,beda dengan yang baru punya atau pura-pura Punya itu sih kebanyakan.


akhirnya setelah menjanjikan uang sebanyak tiga puluh miliar dan jaminan bebas bersyarat setelah membayar denda Aldo pun mau mendonorkan sum-sum tulang belakang nya pada Rara.


Jerry selalu ingin mendampingi Rara, tapi Rara, selalu menolak dengan alasan takut Lionel marah pada nya, dan demi kebaikan istri nya itu Jerry, rela menjadi orang lain untuk Rara.


kesedihan terus dirasakan Jerry, karena Rara tidak ingin ia temui saat ini, Rara hanya ingin Lionel yang bahkan Jerry tidak Sudi pria itu menatap wajah cantik istrinya sekali pun.


"Sayang aku mohon beri aku kesempatan sekali saja, aku ingin memeluk mu"ucap Jerry lirih.


Edgar, yang mendengar itu dia hanya bisa menguatkan anak pertama nya itu, dia pernah berada di posisi Jerry, saat Juli menolak nya untuk ia temui.


dokter pun memberitahu jika saat ini Rara, akan langsung masuk ruang operasi untuk melakukan transplantasi sumsum tulang belakang.


Jerry pun memaksa kan diri untuk memeluk Rara, meski Rara mungkin tidak ingin itu, Jerry masuk dia melihat Rara, yang tengah melamun saat ini.


"Hai sayang (J'Time Vierra) I love you"ucap Jerry, meniru ucapan Rara, saat pertama kali mereka bertemu Rara langsung tertawa terbahak-bahak, wanita itu seakan tak punya beban apa pun.


"Hahaha... kakak benar-benar lucu, aku waktu itu hanya berharap, seperti vungguk merindukan bulan"ucap Rara.


Jerry tersenyum getir, dia bahkan baru tau kalau saat itu Rara, minder saat ia menyatakan cinta pada Jerry, andaikan saja dia tau saat itu Rara, serius mungkin dia adalah orang pertama yang paling bahagia saat itu, tapi waktu tidak bisa diulang kembali mengeluh pun percuma.

__ADS_1


setelah Jerry mengatakan ingin memeluk nya sebagai seorang kakak, untuk memberikan dia semangat akhirnya Rara pun mau, tapi saat dia tahu bahwa dia istri kedua entah apa yang akan terjadi.


__ADS_2