
"Tanpa persetujuan Viona, Jordan mengirim putri nya itu ke Paris.
sesampainya di Paris, Viona disambut Edgar dan juga Juli, dia akan tinggal di Mension, utama bersama dengan Edgar, tapi Mension Jerry juga tidak jauh dari sana.
Edgar menyambut cucu sambung nya itu dengan penuh kasih sayang, saat ini bahkan mereka meminta semua anak cucunya berkumpul di Mension utama, dan itu membuat Viona, sedikit merasa terhibur, meskipun dia tidak pulang ke rumah ayah nya.
Viona bahkan di kenal kan dengan Sajira, dan saat ini dia juga berkumpul dengan semua saudara sepupu mereka di ruang keluarga yang sangat luas itu mereka semua mengobrol dengan santai, bahkan sesekali mereka tertawa karena Juni dan Jessi membuat pertunjukan yang tidak mereka sangka- sangka, Jerry yang sedari tadi fokus dengan laptop nya, tiba-tiba saja ia ikut tertawa bagaimana tidak putrinya sedang berakting menjadi Cinderella dan ibu tiri nya, tidak hanya mereka berdua Edgar dan Juli juga diharuskan ikut berakting dan yang menjadi saudara tiri Cinderella adalah Vivian dan Sajira yang mereka dandani seburuk mungkin, dan mereka pun mau saja sementara yang menjadi pangeran nya adalah Arjuna.
namun ada satu adegan saat panglima kerajaan dan asisten nya hendak memasang sepatu kaca Juli langsung membulat kan mata nya, karena sepatu kaca itu adalah sandal terbaru hadiah dari Edgar, saat dia berulang tahun kemaren, dan sandal tersebut tidak cocok dari siapapun termasuk shinderela otomatis si asisten memasangkan sandal tersebut di kaki Juli tapi Edgar protes dan saat itu lah anak cucu mereka tertawa terbahak-bahak, termasuk Viona, dan akhirnya mereka pun mengucapkan selamat datang pada Viona.
Jordan yang tengah melakukan panggilan video Dengan Vamela, melihat istrinya yang akhirnya menangis terharu karena keluarga dari suaminya, bisa menerima putri nya dengan sangat baik dan penuh sayang.
"Jangan menangis sayang ku, putri kita akan baik-baik saja disini bersama dengan keluarga kita"ucap Jordan.
sementara Vero, sedari tadi hanya memandang ke arah Viona, yang terlihat semakin cantik.
Jerry masih tertawa karena inti dari kisah itu adalah pangeran yang tertukar.
sementara Jordan masih sibuk dengan istri nya, yang menangis di sebrang telpon.
drama berakhir kini semua tengah bersiap untuk makan.
sambil merencanakan apa? saja yang akan mereka lakukan malam nanti, karena semua orang menginap di Mension, tersebut.
hingga Sajira duduk di samping Viona.
"Hay... aku Sajira"ucap Sajira.
"Viona"jawab Viona.
"Indonesia"ucap Sajira.
"Dulu, tapi selama ini di Norwegia bersama mommy dan Daddy"ucap Viona.
"Kalian tidak mirip" ucap Sajira sambil tersenyum.
"Heummm"ucap Vero.
"Dia mirip aunty" ucap Vero, yang kini melirik ke arah Sajira.
"Owh pantesan, tapi disana ada dua anak kembar mirip aunty dan uncle, tapi yang laki-laki sama dia tidak mirip uncle"ucap Sajira yang terlanjur jujur.
"Aku anak "
"Dia anak uncle tapi lebih mirip aunty"jawab Jordan.
Jordan sedikit merasa kesal karena Sajira, mendesak putri nya.
"Jo dia hanya penasaran itu saja"ucap Jerry.
"Aku tau tapi tidak harus memojokkan juga kan"jawab Jordan lirih.
sementara Jane hanya tersenyum pada kedua kakak nya, Eleanor tidak ikut berbincang mereka juga sibuk makan dengan porsi yang sedikit lebih banyak, gadis itu lebih sering merasa lapar tapi tubuhnya masih ramping dan diantara semua cucu Edgar, Eleanor, adalah yang paling tidak pernah beruntung karena sebagai cucu pertama dan paling dewasa tidak pernah sekalipun ia mengenali sosok ayah kandung nya, hanya ayah sambung yang selalu memberikan dia perhatian, apa lagi ada si kembar Davin dan Devan , kedua adik laki-laki nya itu.
"Elea, sayang kamu itu seperti tidak pernah diberi makan oleh mommy saja kenapa? makan nya buru-buru begitu"ucap Jeny.
"Lapar mommy"ucap gadis itu.
"Ia mommy tau tapi tidak begitu juga"ucap Jeny.
__ADS_1
"Sudah Sayang... biarkan saja"ujar suaminya.
selama ini Eleanor lebih banyak tinggal di sana untuk menemani Edgar dan Juli yang sudah lanjut usia.
dan sekarang ada Viona yang juga akan tinggal di sana, jadi Eleanor tidak akan kesepian lagi.
hingga selesai makan Edgar pun berbicara pada seluruh anak mereka.
"Daddy minta pada kalian semua cucu opah, harus tinggal di Mension ini semua, termasuk Arjuna"ucap Edgar.
"Tapi Daddy, aku hanya punya Arjuna"ucap Jane.
"Kamu juga tinggal di sini mengurus keponakan mu semua bersama mommy lagi pula rumah ini terlalu besar, dan tolong wujudkan cita-cita kami"ucap Edgar.
"Aku di rumah saja Daddy please jangan minta Arjuna"ucap Jane yang takut kesepian.
"Apa? aku juga harus mengirim Jay dan Hay, karena Vio sibuk di kantor"ucap Jordan.
"Tentu saja"ucap Juli.
"Baiklah mom... tapi aku dan mommy mereka akan kesepian"ucap Jordan.
"Jordan kalian bukan anak kecil lagi"ucap Juli.
"Baiklah mom"ucap Jordan patuh dan sudah di sepakati, Arjuna dan Jane tinggal di Mension utama.
sementara Vierra hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Mom, tidak satu saja yang ikut kita"ucap Vierra.
"Tidak, kalian bisa membuat anak lagi lebih banyak maka lebih baik"ucap Juli tegas.
begitu juga dengan Juli yang merelakan Davin dan Devan yang kini berusia tujuh belas tahun.
mereka harus jauh dari kedua orang tua yang selalu memanjakan mereka berdua.
dari Jerry, lima anak: Vero dan Vivian serta Juni dan Jessi, juga Sajira.
dari Jeny, ada tiga anak: Eleanor, Davin dan Devan.
dari Jordan, ada empat: Vio dan Viona serta Jayden dan Hayden.
dari Jane, satu anak: Arjuna.
Dari ketiga belas cucu Edgar dan Juli, terdapat dua anak sambung dan dua anak adopsi, tapi mereka semua sudah dimasukkan dalam kartu keluarga asli mereka, antara sambung dan adopsi kata-kata itu hilang begitu saja, bahkan semua informasi tentang mereka, sangat dilindungi oleh Edgar.
kedua belas cucu mereka saat ini tinggal di Mension utama Edgar, semua akan bangun dan tidur di waktu yang sama dan disarankan sesuai umur mereka melakukan aktifitas rumah yang berbeda-beda, selain belajar bermain bersama dan tidur juga mandi di jam yang sama kecuali Sajira, selalu taat beribadah, mereka juga mendatangkan guru-guru handal untuk mereka, termasuk guru agama Islam, Edgar ingin memperbaiki kehidupan seluruh anak keturunan nya, meskipun anak mereka semua adalah anak yang berpendidikan tinggi tapi dalam hal agama nol, jadi mulai sekarang Edgar akan menerapkan semua aturan itu.
🌹💖💖💖🌹
Dua hari setelah kedatangan dua anak muda dari Norwegia, kediaman Edgar, semakin tampak lebih berwarna, apalagi di sana kedatangan dua orang calon profesor, Jayden dan Hayden yang sering bereksperimen dengan segala hal yang ada di sekeliling nya, membuat mereka berdua selalu kompak, kini mereka berdua memiliki ajudan resmi selain para pengawal nya, ada Davin dan Devan yang akan menjadi partner kerja mereka.
tidak tanggung-tanggung kedua bocah jenius itu juga bisa merakit komputer dan juga bom entah akan jadi apa? mereka nanti, hingga keduanya kini disediakan sebuah tempat khusus ilmuwan hebat oleh Edgar.
sementara Eleanor, yang sedang kuliah di kedokteran itu kini tengah sibuk menjalani kehidupan perkuliahan yang teramat padat.
sementara Vero masih sibuk kuliah dan sesekali ia belajar tentang bisnis, dari Daddy nya, sesuai dengan jurusan yang dia ambil.
Jay dan Hay, masih SMA, dan saat pulang cepat mereka akan seharian penuh di ruangan mereka, termasuk Davin dan Devan yang terpaksa harus menuruti kakak sepupu nya itu, meskipun itu jadi ajang pelarian dari kerumitan dalam belajar.
__ADS_1
sementara untuk para gadis mereka akan belajar dengan guru tambahan sesuai jurusan yang tengah mereka geluti, tapi untuk Jay dan Hay, peraturan Edgar tidak berlaku, namun kelembutan Juli, menjadi sebuah pengecualian untuk mereka berdua bukan mereka tidak sayang dengan kakek nya, itu tapi keduanya suka kelembutan, seperti mommy nya, selama ini mereka yang super nakal itu kini bahkan tidak pernah dapat teguran keras dari ibunya, tapi Vio yang selalu memberikan hukuman untuk mereka, dan Jordan membiarkan nya, karena sudah ada Vio yang selalu menggantikan tugas nya.
berbeda dengan Vamela, yang hanya akan menasehati mereka dengan penuh kelembutan dan kasih sayang, hingga mereka pun bersikap lunak pada ibunya itu.
seperti saat ini, Juli bahkan rela masuk ke dalam tempat yang super berantakan, tempat keempat cucunya bermain dengan eksperimen mereka sambil diikuti oleh para pelayan yang kini membawa empat nampan berisi makanan.
Jayden langsung menghentikan aksi nya, dan begitu juga dengan Hayden, sementara Davin dan Devan, selalu mengikuti kedua kakak sepupu mereka.
"Jayden dan Hayden Davin dan Devan, omah sudah bilang kan sayang, sesibuk apapun kalian berdua jangan sampai lupa makan"ucap wanita yang sudah lanjut usia itu tapi masih terlihat sangat cantik dan energik, dia mengelus dan memeluk cucunya satu persatu.
"Iya omah jawab mereka berempat yang kini sudah duduk di kursi nya masing-masing disana juga terdapat meja dan sofa juga meja makan untuk para remaja itu.
Juli duduk menemani mereka yang sedang asyik menyantap makanan.
"Apa? di Norwegia kalian selalu seperti ini"ucap sang nenek bertanya.
"Tidak omah, kak Vio selalu menghukum kami jika kami melakukan semua ini katanya rumah berantakan dan mommy sudah lelah untuk membereskan barang-barang kami, padahal omah di Mension ada banyak pelayan, kenapa? mommy tidak memperbolehkan mereka membereskan barang-barang kami"ucap Jay.
"Karena mommy mu teramat sangat sayang pada kalian, itu adalah salah satu bukti kasih sayang nya"ucap Juli, memberikan pengertian, padahal jika dilihat tidak akan ada yang sanggup untuk membereskan barang-barang yang penuh dengan jebakan Batman di dalam nya, karena mereka adalah bagian dari Vamela, maka wanita itu mampu mengatasi semua kekacauan yang kedua anak nya buat.
Dan satu lagi tidak mungkin Vamela, akan terus-menerus memberikan ganti rugi, pada para pelayan jika terjadi kecelakaan karena asuransi jiwa lebih mahal di negara tersebut.
dan Vio, adalah pawang mereka berdua.
tapi meskipun demikian Vio teramat sangat menyayangi, kedua adiknya itu.
"Terus jika kalian berdua tidak bereksperimen apa?? yang kalian berdua lakukan"ucap Juli.
"Kami jadi model aksesoris dari butik dan jewelry yang mommy miliki, mulai dari jam tangan sepatu topi dan kacamata juga banyak lagi perhiasan kami selalu bekerja sama, omah"ucap Hay.
"Kalian memang anak yang cerdas, Omah harap setelah dewasa nanti, kalian bisa saling menjaga dan melindungi satu dan yang lain nya, dan satu lagi kalian harus jadi anak yang berguna, seperti Daddy dan mommy kalian, semua untuk masadepan kalian berempat, jangan malas untuk belajar, agar masadepan kalian bisa cerah, kalian harus ingat kata-kata Omah"ucap Juli.
"Baiklah, Oma"ucap keempat nya, sementara Edgar yang sedari tadi mendengar kan ada kebahagiaan tersendiri di hati nya, hidup nya kini begitu penuh warna.
jika ada yang bilang, ingin memiliki masadepan cerah dan menuai kebahagiaan di masa tuanya, dialah Edgar, dan suatu keberkahan bagi dirinya karena telah bertemu dengan Juli, wanita yang memberikan kebahagiaan pada nya lewat darah daging keturunan nya.
sementara itu di dalam Mension, mereka sedang sibuk belajar dengan masing-masing jurusan, berbeda dengan Vero, yang meminta Viona untuk mengajarkan nya, cara membuat sebuah sketsa gambar sebuah gedung, karena Viona kuliah di jurusan teknik arsitektur bangunan.
Viona pun masuk kedalam kamar Vero, pria itu tengah duduk di kursi meja belajar milik nya, tapi saat Viona datang dia langsung mempersilahkan Viona, untuk duduk di kursi tersebut dan dia berdiri setengah membungkuk memperhatikan cara Vio membuat pola tersebut.
tapi ada seseorang yang kini merasa tersaingi, dia adalah anak baru, tentu saja Sajira, tidak ada anggota keluarga baru selain dirinya, dia tengah sibuk mengumpat dalam hati nya, dia cemburu, saat pria tampan yang berada di dalam tengah begitu dekat dengan Viona, yang menurut dia tidak pantas berada di dalam kamar tuan muda, Vero, sebagai anak dari keturunan tertua Sajira, tidak rela jika ada orang yang menyaingi dirinya.
hingga posisi Vero, terlihat seperti tengah mencium Viona, tiba-tiba saja Sajira, mendapatkan dorongan.
"Sajira!"Teriak keduanya kaget, saat pintu terbuka dan Sajira terjatuh tepat di depan pintu masuk kedalam.
"Arjuna!"teriak Sajira, saat itu juga sambil mencoba bangkit berdiri.
"Dasar anak"ucapan Sajira terhenti saat mendengar suara bariton yang khas dari Edgar.
"Heummm, Sajira opah perhatikan kamu sibuk mengurus urusan orang, padahal kamu juga memiliki kegiatan yang lebih penting untuk kalian selesaikan.
"Ini opah sebenarnya, Sajira ingin minta bantuan kak Vero, untuk mengajarkan Sajira soal yang sulit"ucap nya memelas.
"Lalu kenapa? tidak masuk saja"ucap Edgar.
"Takut ganggu opah.
"Arjuna tolong bilang pada Vero, Sajira "pinta Edgar pada cucunya yang paling kecil.
__ADS_1
"Baik opah"ucap Arjuna pergi