
Juli tidak melakukan persiapan apapun semu barang-barang nya diangkut oleh asisten pribadi Edgar melalui orang-orang suruhan nya.
Edgar kini sudah berada di dalam mobil untuk pergi menuju rumah utama Edgar tersenyum manis ke arah Juli yang kini duduk di belakang bersama dengan Jerry, sementara Jane duduk di depan bersama dengan Edgar.
awalnya Edgar meminta Juli untuk duduk di depan tapi Juli tetap menolak dia bahkan menolak untuk ikut jika Edgar, memaksa nya.
selama di perjalanan mereka tidak ada yang mengobrol satupun suasana terasa hening Juli pun hanya menatap ke arah jendela saat ini dia tidak ingin pergi tapi keadaan memaksa nya.
sesampainya di Mension mereka pun turun dan langsung bergegas masuk kedalam Juli hanya berjalan seperti orang yang enggan untuk masuk ke dalam sana Edgar yang melihat itu dia langsung bergegas menghampiri Juli dan merangkul pinggang nya dengan posesif Juli tidak menolak karena seluruh pelayan kini tengah menatap ke arah nya.
"Sayang kamar kita di atas "ucap Edgar.
"Tidak aku tidur bersama dengan Jane saja"ucap Juli.
"Jane tidak punya kamar di sini mom"ucap Jane.
"Kalau begitu kita bisa tidur di lantai saja sayang"ucap Juli.
"Yannk... jangan macem-macem ini rumah mu juga honey, semua rumah kita.
"Itu menurut mu tapi tidak menurut ku"ucap Juli sambil menatap tajam kearah Edgar.
Edgar langsung mengangkat tubuh Juli dia berjalan menghampiri pintu lift yang kini langsung terbuka Edgar, tidak perduli dengan Juli yang berontak saat ini.
"Lepaskan aku mas, aku tidak mau pergi ke kamar kalian"ucap Juli.
"Kamar itu bukan kamar siapa-siapa tapi kamar kita"ucap Edgar.
"Kita.... heuuhh kita"ucap Juli sambil tersenyum sinis.
"Yannk...."Ucap Edgar yang langsung mencium bibir Juli dengan tatapan sendu dan penuh kelembutan, hingga mereka tiba di lantai teratas Mension tersebut dan kini sudah berada di depan kamar yang Edgar maksud.
Mension tersebut memiliki lima lantai, dengan setiap lantai nya memiliki ruangan yang luas dan mewah termasuk kamar Juli yang dimaksud oleh Edgar , lantai itu belum pernah di tempati oleh siapapun dan hanya beberapa asisten rumah yang selalu hadir untuk membersihkan setiap ruangan yang ada di lantai itu.
"Masuk lah honey, ini kamar kita di lantai ini adalah ruangan pribadi kita tidak akan ada yang lain datang kesini karena aku sudah membuat peraturan dan mulai saat ini hanya robot itu yang akan membersihkan seluruh lantai ini"ucap Edgar sambil menunjuk robot yang kini tengah berdiri, di dekat dinding robot pelayan tersebut Edgar,beli dengan harga yang cukup pantastis.
"Angela kemarin tinggal di mana??..."ucap Juli.
"Kenapa??... harus bahas tentang dia saat ini"ucap Edgar.
"Heeuh.... kenapa??.... apa??... kamu takut aku akan mengumpat dia"ucap Juli.
Juli berkata dengan sinis nya pada Edgar, tapi kemudian dia langsung bergegas melihat kamar yang akan ia tempati.
di lantai itu terdapat mini bar dapur mini tapi dengan perabotan yang sungguh serba mahal di sana juga ada kolam renang ruang santai dan juga ada salon kecantikan dan ada ruang olahraga pokonya lengkap Edgar yang menyediakan itu khusus untuk Juli.
Edgar pun masih punya kejutan lain nya untuk istri nya itu, saat Juli masuk kedalam kamar kamar itu sudah dihias rapi dan sangat cantik seperti kamar pengantin baru yang di seluruh lantai terdapat kelopak bunga mawar bertaburan dan juga di atas kasur kelompok bunga berbentuk love...
Juli merasa sangat bahagia dalam beberapa detik tapi kemudian ia tersadar seberapa mewah dan luasnya kamar dan lantai rumah itu semua itu bukan untuk nya seorang tiba-tiba Juli menghentikan langkahnya ia berbalik menuju pintu keluar kamar tersebut meskipun Edgar,menghadang langkah nya.
"Honey, mau kemana??...Ayo istirahat dulu"ucap Edgar.
"Aku tidak tidur di sini "ucap Juli sambil menunduk pelan.
__ADS_1
"Yannk... apa aku salah lagi"ucap Edgar lirih.
"Kamu tidak salah tapi aku tidak pantas berada di sini hanya dia yang pantas untuk ini semua"ucap Juli tegas.
"Yannk,sekali ini saja tolong aku mohon jangan selalu mengingatkan aku atas kesalahan ku, aku memang bersalah karena telah kembali bersama dengan nya, tapi apa ??... kamu lupa bahwa yang meminta aku untuk kembali"
"Iya itu aku, aku yang menyuruh mu kembali padanya tapi kau sendiri sangat menikmati itu hingga kau pun, selalu bergumam saat jauh dari nya, dia memang sangat memuaskan mu aku tau itu"ucap Juli memotong perkataan Edgar.
pria itu tiba-tiba meninju sebuah cermin yang kini berada di samping Edgar, pria itu begitu emosi, tapi dia tidak ingin menyakiti istrinya itu hingga dia berbuat seperti itu darah pun mulai menetes deras dari punggung tangan Edgar, pria itu kini hanya menatap datar pada Juli yang langsung meraih tangan Edgar.
"Mas... kenapa??... kenapa?.. kamu lakukan ini kamu bisa memukul ku sepuasnya jika kamu mau tapi jangan lakukan ini lagi, aku yg salah disini aku biang masalah nya.
hingga Juli, hendak mengambil air hangat dari dalam kamar mandi untuk membersihkan luka.
Edgar terdiam di tempatnya duduk nya saat ini hingga ponsel nya saat berdering nyaring.
setelah itu Edgar langsung mengangkat panggilan tersebut.
"Halo honey aku dan anak-anak kita sudah ada di Mension, aku naik atau tunggu"ucap Angela.
"Tunggu di sana aku yang akan turun.
Tanpa diberi tahu Juli tau siapa yang sudah menelpon Edgar saat ini.
"Sayang baik-baik di sini kamu harus istirahat setelah membersihkan diri nanti"ucap Edgar yang langsung turun ke bawah.
Edgar langsung turun ke bawah untuk menyambut Angela dan kedua anak nya saat ini, sesampainya di lantai dasar Angela langsung memeluk Edgar, menghujani pria itu dengan kecupan mesra di hadapan keempat anak nya yang berada di sana.
Jerry langsung berteriak"mommy ... mommy dimana??..."ucap Jerry, Edgar yang tau putra nya tidak suka dengan hal itu dia langsung melepaskan ciuman mereka saat ini.
"Tidak sayang mommy mu sedang sangat lelah jadi kalian belum bisa menemui nya saat ini"ucap Edgar lagi.
"Daddy, mommy akan merasa lebih baik saat melihat mereka berdua"ucap Jerry.
tapi Edgar tetap kekeuh melarang nya Angela melihat itu hanya tersenyum dipaksakan, dia sebenarnya tidak rela Edgar, kembali bersama dengan Juli seperti saat ini.
"Dia ada di sini,... baik'lah kalau begitu aku akan kembali ke hotel"ucap Angela.
"Tidak ada yang boleh kemana-mana kalaupun ada itu adalah aku"ucap Juli yang kini berada di belakang mereka
Juli beranjak pergi saat itu juga ia setengah berlari menuju lobi dan di kejar oleh Edgar.
"Berhenti .., Yannk aku mohon berhenti jangan pergi, jika kamu pergi lebih baik aku mati saja"ucap Edgar lantang .
"Itu tidak akan pernah terjadi Edgar kau akan rugi kebahagiaan kalian baru saja dimulai"ucap Juli lantang.
"Diam !!...." ucap Edgar kesal.
🌹💖💖🌹
Di tempat lain kini Juli, tengah berusaha untuk bersembunyi karena Edgar terus mengejar nya bersama dengan anak buah nya, ketika ia akan berlari kembali tiba-tiba seseorang langsung menarik tangan Juli membawa nya kedalam mobil.
Juli mengira itu adalah orang suruhan Edgar, tapi ternyata bukan, pria itu hanyalah orang asing yang kasihan melihat Juli, sedari tadi mencoba terus menghindar dari kejaran orang-orang berbaju hitam.
__ADS_1
Edgar begitu frustasi hingga ia mengamuk pada anak buah nya yang selama ini ia minta untuk siaga jika terjadi apa-apa.
sampai lah Juli dan orang asing itu di sebuah Mension yang cukup luas mungkin hampir sama dengan luas Mension Edgar.
pria bernama Hansel Luis itu , membukakan pintu untuk wanita yang baru ia kenal saat ini dia ingin memberikan Juli tumpangan untuk sementara karena melihat Juli yang terlihat sangat menyedihkan terlihat dari tatapan matanya.
"Turun lah, aku bukan orang jahat jika kamu butuh tempat tinggal untuk sementara di sini adalah tempat yang tepat, aku tidak suka ada orang asing di rumah ku, tapi melihat mu entah kenapa??.... tiba-tiba aku ingin menolong mu"ucap Hansel Luis.
"Terimakasih"ucap Juli yang turun dan mengikuti langkah pria itu.
sampai lah dia di pintu utama, tiba-tiba Juli dan Hansel di sambut oleh deretan para pelayan, yang kini tengah menyambut nya.
Hansel terlihat datar dan sangat berkarisma saat ini, tiba-tiba seseorang yang terlihat sangat cantik langsung memeluk dan memberikan pada Hansel.
"Hansel, sayang kamu sudah pulang"ucap seorang wanita yang seperti Hansel benci.
"Untuk apa kau disini"ucap nya tegas.
"Aku sedang berusaha memperbaiki semua nya sayang ayolah jangan begini kita bisa bicara baik-baik bukan seperti dulu, semua itu hanya fitnah yang sudah di rekayasa oleh seseorang"ujar wanita itu.
Juli, yang mendengar itu tiba-tiba dia ikut pergi bersama dengan seorang pelayan yang tadi berjajar menyambut nya.
"Maaf apa??... aku boleh tau siapa wanita itu"ucap Juli penasaran.
pelayan itu hanya menggeleng kan kepala sedetik kemudian ia mengambil alat tulis kecil yang ia gunakan untuk menjawab pertanyaan Juli , wanita itu cukup cepat dalam menulis.
Juli mulai mengerti wanita itu tidak menjawab karena dia bisu, entahlah yang jelas saat ini Juli merasa iba.
"Terimakasih"ucap Juli saat membaca tulisan yang mengatakan"Jangan pernah mencari tau tentang nya, karena tembok bisa bicara di sini ayo ikut aku untuk menuju ke kamar mu"ucap wanita itu.
sesampainya di depan sebuah pintu kamar pelayan tersebut langsung membuka kan pintu tersebut dilihat nya, sebuah kamar yang berukuran luas, dan sangat mewah Juli hanya diam tiba-tiba, pelayan itu menulis sesuatu.
"Selamat beristirahat nona,ini adalah kamar anda, jika butuh sesuatu bilang saja padaku aku adalah Aluna "ujar wanita itu.
"Baik Aluna terimakasih"ucap Juli.
Juli pun merebahkan diri di atas ranjang, saat ini ia merasa sangat lelah setelah kepergian Aluna, Juli langsung menitikkan air mata, hidup nya terlalu sulit untuk ia lewati seorang diri.
"Kaka aku sudah lelah menjalani hidup ini andaikan saja kelima anak itu tidak pernah hadir, dalam rahim ku mungkin aku sudah lama mati bunuh diri, andaikan semua orang tau perasaan sakit yang aku alami karena mencintai pria egois yang saat ini terus mengejar ku dan aku dengan bodohnya masih merasakan cinta terhadap nya padahal dia sudah berkali-kali menghianati cinta ku"ujar Juli lirih.
mata Juli pun terpejam saking lelahnya saat ini , saat seseorang masuk dan menghampiri nya lalu menyelimuti tubuh nya saat ini, Juli tidak terganggu sedikit pun.
Kau adalah orang asing yang pertama kali mengetuk pintu hati ku, aku mungkin tak mengenal mu begitu pun sebaliknya tapi entah kenapa aku bisa merasakan penderitaan yang kini kau rasakan tidur lah semoga dengan tidur rasa sakit itu akan lenyap kala kau bangun esok pagi, jangan pikirkan hubungan apa yang akan kita jalani nanti yang harus kamu tahu adalah aku bukan pria jahat,kau bisa menjadi saudara teman dan bahkan mungkin calon istri jika kau mau hehehe aku bercanda bagiku menikah hanya cukup satu kali dalam seumur hidup,itu prinsip ku yang selama ini aku pegang maka dari itu aku tidak berani mengenal wanita lebih dalam seperti pria lain nya, menurut ku jodoh pasti datang di waktu yang tepat menurut tuhan"gumam pria tampan itu.
lalu Hansel mengelus puncak kepala Juli dan pergi begitu saja dari kamar yang Juli tempati saat ini, pria itu menutup pintu perlahan.
Juli membuka mata, perlahan tapi pasti dia tersenyum kecil, wanita itu merasa kagum pada pria yang sudah menolong nya, pria tampan yang baik hati, menurutnya lalu Juli kembali memejamkan mata nya.
sementara itu di Mension, Edgar masih tidak bisa memejamkan mata meski Angela, sudah berkali-kali membelai nya meminta Edgar, untuk tidur tak hanya itu Angela, seperti seorang ibu yang sedang me ninabobo kan putra nya.
"Daddy, sayang tidur lah aku yakin Juli baik-baik saja"ucap nya meski didalam hati ia berharap Juli harus mati agar dia tidak bisa merebut Edgar dan anak-anak nya lagi.
"Juli honey kamu dimana, apa kamu baik-baik saja saat ini, tolong maafkan aku, aku adalah pria bodoh yang tidak ingin kehilangan mu, aku sangat mencintaimu bagaimana cara nya agar aku bisa bersama dengan mu tanpa harus menyakiti mu dan juga Angela, aku sangat mencintai kalian berdua, kembali lah sayang aku sangat mencintaimu kembali lah"gumam Edgar dalam hati Air mata nya menetes dari sudut mata nya.
__ADS_1
dua hari sudah berlalu, Edgar, tidak pernah bisa melacak keberadaan Juli hingga saat ini sementara yang ia cari saat ini hidup nya di kelilingi oleh orang-orang baik meskipun ada satu orang yang tidak pernah menyukai nya yaitu mantan kekasih Hansel.