Jerat Cinta Sang Duda Tampan

Jerat Cinta Sang Duda Tampan
#Tangis Ghealova#


__ADS_3

Satu hari berada di tempat yang sepi, membuat Ghealova terus menitikkan air mata ,rindu bayi nya yang sudah tiada, dan benci pada pria yang benar-benar munafik seperti suaminya.


Ghealova bahkan melihat kemesraan mereka saat berada di ruang bersalin, Vio tidak sadar jika selama berada di rumah sakit Ghealova melihat kebersamaan mereka, Ghealova bahkan melihat kebahagiaan yang Vio rasakan saat putra mereka lahir, dan bahkan saat Vio mencium kening Eleanor.


"Kau sangat menjijikkan Vio, aku sangat membenci mu, aku sangat membenci mu!"teriak Ghealova, sambil terduduk di lantai tangis pilu itu terdengar hingga ke tempat para pelayan, tapi Ghealova mengunci diri di kamar nya.


tangisnya semakin memilukan saat dia mengingat setiap kenangan yang mereka lewati bersama selama ini bahkan dihari pertama mereka bertemu, seperti sebuah film yang diputar berulang-ulang, Ghealova menangis sesenggukan hingga tertidur, karena merasakan sesak dan sakit yang teramat sangat.


Ghealova benar-benar terluka dalam karena cintanya pada Vio.


sementara Vio sendiri kini tengah berada di club malam miliknya, dan pria itu pun minum hingga sudah tak lagi mengenali siapapun.


semua anak buah nya tidak ada yang berani mendekat karena Vio bahkan marah besar jika ada orang yang mendekat ke arah nya.


di kepalanya terngiang ucapan sang Mommy dan juga bayangan kekecewaan Ghealova hingga dia harus kehilangan bayinya yang benar-benar terbakar rasa marah karena penghianatan Vio, berbuah kepahitan akan kehadiran putra hasil dari penghianatan dan kedua anak kembar nya lenyap saat itu juga.


"Maaf kan aku honey maafkan aku"


Vio terus meracaw meminta maaf kepada Ghealova yang kini tidak ada lagi di sisi nya, detik menit terus berlalu hingga semakin membuat rasa sakit nya semakin terasa.


Vio pun bangkit dan berjalan sempoyongan, pria itu bahkan sudah tidak mampu untuk berdiri lagi, beruntung seseorang datang untuk membantu nya pulang.


Ghealova sendiri baru bangun tidur kepalanya terasa begitu sakit.


dia bangkit dan berjalan menuju kamar mandi, mengisi air kedalam bathtub dan tidak lama dia pun masuk ke dalam bathtub dia berendam di bathtub hingga merasa jauh lebih baik, setelah itu dia pun langsung bergegas membersihkan tubuh nya dari sisa sabun.


sampai saat dia selesai mandi, Ghealova langsung menggunakan kimono tidur nya wanita itu bahkan tidak ingin menyentuh makanan yang dikirimkan oleh pelayan di rumah tersebut.


hingga seseorang datang bertamu dia adalah seorang polisi pantai, yang melihat keanehan dari rumah tersebut yang tidak biasanya terang benderang, kecuali rumah pelayan yang ada di bagian belakang.


"Nona, dibawah ada polisi pantai, dia ingin bertemu dengan Nona"ucap seorang pelayan.


"Tunggu aku turun sebentar lagi"ucap Ghealova yang langsung turun menuju lantai bawah.


hingga tiba di lantai bawah, dia melihat seorang pria berdiri membelakangi nya.


"Maaf ada perlu apa? anda datang ke tempat saya"ucap Ghealova.


"Saya hanya ingin memastikan sesuatu, karena sudah lama rumah ini tidak pernah ada penerangan berlebihan, seperti sekarang"ucap nya.


"Aku putri pemilik rumah ini, dan mulai saat ini aku akan tinggal di sini"ucap Ghealova.


"Baiklah, setidaknya aku memastikan semua nya aman karena aku juga harus menggantikan tugas Ayah ku"ucap nya.


"Saya Adam, yang bertugas di sekitar perairan disini"ucap nya.


pria tegap dan gagah itu memperkenalkan diri, Ghealova pun menyambut nya dengan ramah.


"Saya Ghealova pemilik rumah ini"ucap Ghealova.


Ghealova pun langsung mempersilahkan Adam untuk duduk dan sekedar minum kopi, itung-itung beramah-tamah sebagai tuan rumah dan juga sebagai rasa terimakasih atas keamanan dan kenyamanan yang mereka berikan selama puluhan tahun rumah itu masih terjaga dengan baik tanpa ada penyusup yang memasuki kawasan pulau tersebut.


"Seperti nya ,anda baru tinggal di pulau ini, karena saya sering kesini tapi tidak pernah bertemu dengan anda, selain asisten nyonya Jeje"ucap Adam.


"Aku memang tidak pernah berkunjung ke sini, karena sejak kecil, aku tinggal dengan Daddy ku aku bertemu dengan Mommy hanya bertemu empat kali dalam satu tahun, dan itu juga di Thailand bukan di sini"jawab Ghealova.


Adam menatap wajah pucat dari wanita cantik itu, dia tengah memastikan apakah benar, bahwa wanita manusia, bukan hantu yang selalu disebutkan oleh orang-orang bahwa di rumah ini terdapat hantu pemilik rumah tersebut yang sudah lama tiada.

__ADS_1


"Aku manusia asli tuan bukan hantu jika kamu ingin bukti boleh datang lagi kesini kapan-kapan siang hari kita bisa makan siang bersama, kamu juga bisa mengajak teman mu yang bertugas di sini"ucap Ghealova.


"Tentu, terimakasih"ucap Adam.


"Sama-sama, anda bisa gabung makan malam bersama dengan ku"ucap Ghealova lagi.


"Tidak terimakasih Nona, saat ini saya harus segera kembali ke kapal"ucap Adam.


"Ya sudah terimakasih untuk semua nya"ucap Ghealova tulus.


"Sama-sama sudah tugas kami memastikan keamanan daerah sini"ucap nya sambil tersenyum manis lalu Adam menjabat tangan Ghealova yang super halus dan lembut itu, dengan tangan khas pria yang kekar dan berotot.


Adam pergi meninggalkan rumah tersebut diantar oleh salah satu penjaga rumah, dan Ghealova duduk di kursi meja makan tersebut, untuk mengisi perut nya yang laper.


hingga seorang pelayan dan penjaga rumah kembali menghampiri nya, lalu berkata"Nona muda tuan Adam memberikan kartu nama nya untuk anda, katanya anda bisa menelpon dia jika anda butuh bantuan nya"ucap pelayan wanita itu.


"Baiklah tolong simpan di meja"ucap Ghealova sambil melanjutkan suapan makanan nya.


"Kalian istirahat lah tidak perlu menunggu ku, aku akan menikmati udara pantai di malam ini"ucap Ghealova.


"Baiklah Nona"jawab sang penjaga rumah tersebut.


Ghealova pun berdiri di balkon kamar nya yang menghadap ke arah pantai, wanita itu melihat sebuah kapal besar yang mungkin Adam tempati saat ini.


hingga saat cahaya lampu kapal itu menyinari ke arah nya sekilas.


sebelum kapal besar itu menjauh.


Ghealova merasa dimana pun dia berada akan ada yang akan menjaga dirinya, seperti saat ini dia mungkin adalah orang asing di tempat itu, tapi masih ada yang peduli dengan diri nya.


sementara Vio, sudah berada di apartemen nya bersama dengan wanita yang sudah menghancurkan rumah tangga nya dengan Ghealova.


Vio tersenyum dan bangkit lalu masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan diri setelah itu dia langsung menggunakan baju yang Eleanor sediakan untuk pergi ke kantor setelah selesai berpakaian rapi Vio langsung menggendong bayi merah yang tampan seperti cerminan diri nya, tapi saat akan mencium putra nya itu, tiba-tiba bayangan tangis Ghealova melintas di pikiran nya, dia hanya mengelus pipi putra nya itu lalu kembali memberikan nya pada Eleanor.


🌹💖💖💖🌹


Satu minggu berlalu, kini Ghealova sudah tinggal di pulau tersebut, dia sudah mulai terbiasa dengan kesendirian nya, tapi tidak terlalu kesepian karena Adam kadang datang untuk sekedar menemani dia menghabiskan hari jika sedang tidak bertugas.


pria itu merasa iba dengan kesendirian Ghealova yang hingga saat ini tidak pernah bercerita alasan apa? yang membuat seseorang wanita kaya raya mau hidup di pulau terpencil itu sendirian.


sementara Ghealova, hanya menganggap Adam, sebagai seorang sebagai teman baru nya.


setiap kali datang Adam akan membawa siput laut atau yang lainnya sayuran segar yang dia beli dari pulau sebrang mungkin tapi yang pasti mereka akan masak dan makan bersama hingga Adam,di jemput oleh kawan nya yang menggunakan helikopter pribadinya.


Ghealova tau Adam bukan orang biasa, pria itu begitu tampan dan berkarisma.


Ghealova, kadang mencuri pandang hanya untuk bisa melihat dengan jelas siapa pria yang kini tengah berada di samping nya, dia begitu piawai dalam mengolah bahan.


"Kenapa? apa.. ada yang mengganggu pikiran mu nona"ucap Adam.


"Siapa? kau sebenarnya"ucap Ghealova.


"Aku petugas perairan"ucap nya terlihat tenang dan tidak mencurigakan.


"Jangan berbohong ,aku tau setiap daftar petugas perairan di sekitar sini"ucap Ghealova tegas.


"Kalau aku bilang bahwa aku adalah seorang pengembara, apa? kau akan percaya"ucap Adam.

__ADS_1


"Tidak"ucap Ghealova tegas.


Adam pun tersenyum begitu teduh, pria tampan itu bahkan tidak sedikit pun terlihat gugup karena menyembunyikan sesuatu.


"Aku perkenalkan diriku ,satu kali lagi"ucap nya sambil tersenyum manis.


pria itu menyodorkan tangan nya, tapi Ghealova hanya menatap lekat wajah pria itu.


"Ah... sudah lah tidak ada gunanya juga aku memberitahu semua identitas ku, aku tidak akan lama berada di sekitar sini"ucap nya.


"Katakan siapa? dirimu atau kamu sebaiknya tinggal kan tempat ini, secepatnya"ucap Ghealova yang masih menatap wajah pria itu.


"Aku seorang pengembara yang singgah di pulau sebelah dan aku melihat ada kehidupan lain di pulau ini, hingga aku memberanikan diri untuk menepi tapi ternyata ada bidadari cantik yang tinggal seorang diri di sini, aku sempat bertanya kepada petugas perairan di sekitar area sini dan aku mengantongi izin melintas dari nya dan dia memberitahu tentang informasi penghuni rumah ini hingga aku tau semua"ucap nya.


Ghealova pun tersenyum, setelah itu kembali bertanya"Apa? tujuan mu berada di pulau ini"ucap Ghealova.


"Aku akan membuka tambang mutiara di sekitar sini dan aku seperti nya akan membangun rumah biar kita bisa bertetangga"ucap Adam.


obrolan ringan di antara mereka, terus berlanjut hingga masing-masing di antara mereka pun saling berpamitan karena hari ini Ghealova akan menggugat cerai Vio.


Adam pun menatap kepergian Ghealova dari kapal yang tidak jauh dari area sekitar , wanita itu menaiki helikopter nya, untuk pergi ke ibukota.


sementara itu Vio, yang menerima surat gugatan cerai dari pengadilan setempat dia menunggu Ghealova, untuk datang menemui nya, namun hingga sore hari tiba, Ghealova tidak kunjung datang ketempat nya,anak buah Vio bilang bahwa Ghealova berada di sebuah hotel.


hingga Vio nekad datang ke hotel tersebut tepat setelah jam makan malam tiba, Vio langsung mengetuk pintu kamar hotel tersebut.


"Sayang"ucap Vio yang hendak memeluk Ghealova yang saat itu juga langsung menghindar.


"Tidak usah memeluk ku, sebaiknya langsung tanda tangan surat gugatan cerai yang aku kirim"ucap Ghealova.


"Ghea, aku sangat mencintaimu aku tidak akan pernah menceraikan mu, ayo kita pulang"ucap Vio.


"Aku akan pulang tapi bukan pulang ke rumah kalian, aku punya rumah sendiri"ucap Ghealova.


"Ghea please jangan egois seperti ini, aku suami mu,aku berhak menentukan semua nya, maka tidak akan ada perceraian diantara kita"ucap nya.


"Kita lihat saja, siapa yang akan menang"ujar Ghealova.


Vio hendak meraih lengan Ghealova, tapi wanita itu kembali menghidar hingga Ghealova langsung meminta pria itu pun pergi, tapi Vio bukan pergi tapi malah menyeret wanita itu kedalam, Vio benar-benar merasa sangat marah dan kecewa saat ini dia tidak terima bahwa Ghealova benar-benar akan meninggalkan nya.


"Ghealova tatap aku!, apa? kau tidak pernah mencintai ku, atau selama ini ada pria lain disamping mu"ucap Vio.


"jangan bicara yang tidak-tidak Vio, sementara yang selalu membuatku pergi adalah kau sendiri"ucap Ghealova.


"Tidak sayang kamu yang salah faham, kamu pergi tanpa alasan yang jelas aku akan menjelaslan nya, dia memang benar-benar mengandung putra ku, tapi aku tidak pernah mencintai nya, aku hanya mencintai mu Ghea please jangan minta perceraian"ucap Vio lembut.


"Mungkin dirimu bisa membohongi orang lain Vio, tapi tidak dengan ku, aku bahkan tau semua yang kamu lakukan bersama nya, kamu lebih peduli pada nya dan putra kalian ketimbang aku yang bahkan harus kehilangan buah hati ku, bahkan disaat aku baru tersadar dan kehilangan anak ku,kau dimana? heuhhhhh,kau dimana?? Vio kau bahkan tidak menjawab ku , bukan tapi aku tau Vio kau sedang bersama dengan nya diruangan bersalin dengan menungguinya bahkan kau mengecup nya berulang kali aku sangat tau Vio, dan sekarang kalian tinggal bersama, aku tau semua nya"ucap Ghealova.


Vio langsung mematung, tapi kemudian dia hendak menjelaskan kepada Ghealova namun ponsel Ghealova tiba-tiba berdering dan tertera nama Adam.


"Siapa? Adam"ucap Vio tegas.


"Bukan urusan mu, cepat tandatangani surat perceraian kita"ucap Ghealova.


"Tidak Ghea sekali lagi aku bilang tidak akan pernah melepaskan mu titik"ucap Vio sambil mendorong Ghealova ke atas ranjang empuk nya .


Ghealova benar-benar sangat marah berulang kali dia mendorong Vio agar Vio melepaskan dirinya tapi pria itu, malah memeluk nya erat bahkan dia mulai melakukan semua hal yang dia mau pada akhirnya Ghealova , hanya bisa pasrah.

__ADS_1


hingga seseorang menggagalkan aksi Vio, saat ini ternyata Adam pun tengah berada di Jakarta, Adam langsung menarik Vio, dan langsung menghajar Vio, karena dia kira Vio. hendak me memperkosa, Ghealova tapi ternyata mereka ribut bukan karena pria itu ingin memperkosa istrinya itu, tapi kemudian Vio berteriak"Jangan ikut campur urusan kami "


__ADS_2