JODOH PILIHAN PAPA

JODOH PILIHAN PAPA
Mengendap - endap


__ADS_3

Di dalam kamar Dira hanya terdiam tanpa menghiraukan ajakan Davin untuk makan siang, Davin menghampiri Dira sambil memegang tanganya dan betkata, " ayo makan dulu, biar ngak sakit lagi, apa aku ambilkan makananya bawah sini,


"Ngak usah, Dira udah kenyang, ngak usah repot - repot, kalau Dira lapar nanti Dira makan sendiri, " jawab Dira sambil bibirnya manyun,


"Oh gitu, ngak mau ngerepotin, kebetulan banget, ah bisa tidur nyenyak deh hari ini ngak ada yang ganguin, " ucap Davin sambil melihat Dira dengan muka senyum,


Davin merebahkan badanya sambil memejamkan matanya dan tidak terasa lima menit Davin sudah berada di alam bawah mimpi,


Dira mendekati Dira dan memainkan tanganya untuk di gerakkan ke muka Davin, Dira tersenyum sambil berkata dalam hati, " Asik Mas Davin sedang tidur nyenyak Dira mau beli makanan ah di luar komplek,


Dira berjalan dengan pelan dan tidak sengaja Dira menyengol remot AC yang berada di samping meja dan terjatuh,


Prak,,,,,,,,,,

__ADS_1


Suara remot jatuh, membuat Davin terbangun dari tidurnya, mata Davin terbuka, dan tidak sengaja Davin melihat Dira sedang berjalan mengambil jaket di dalam lemari dengan pelan dan mendekati Davin sesekali tangan Dira di mainkan di atas mukanya,


"Ah ternyata Mas Davin masih tidur, asik bisa beli makanan di pinggir jalan deh, " ucap Dira dengan pelan sambil joget - joget kegirangan,


Sebelum Dira keluar kamar Davin langsung meremot pintu kamar agar Dira tidak bisa keluar, merasa pintu kamar terkunci Dira mendekati Davin yang sedang tertidur, Dira langsung mengambil remot pintu kamarnya, dan Dira bisa lolos dari kamar menuju pintu utama,


Dengan spontan Davin menyuru Pak Rori untuk menggunci nya dan mencegah Dira untuk keluar, dua menit Dira memintak Pak Rori untuk membukakkan gerbangnya,


"Ma ___ maaf Non, ngak bisa nanti di marahin Den Davin kalau Non keluar, " ucap pak Rori sambil melihat ke arah atas kamar Davin,


Davin menghubungi Pak Rori tentang Dira, dan Pak Rori bercerita kalau Dira lagi duduk di ruangganya, dengan spontan Davin menjemput Dira untuk di ajak masuk rumah, saat Davin mengajak Dira, Dira hanya menurut apa yang di katakan Davin,


Dira langsung masuk kamar sambil memanyunkan bibirnya, sampai di kamar Dira merebahkan badanya di atas kasur sambil memeluk guling dan memejamkan matanya,

__ADS_1


"Sayang kamu tadi mau ke mana ? Kok jalanya pakai mengendap - endap segala, ayo aku antar beli bakso di pingir jalan tadi,kelihatanya enak, " ucap Davin sambil sambil memeluk Dira dari belakang,


"Jangan Mas ! Kamu kan anak Mama ! kamu ngak takut kuman dan debu makananya, dan Dira ngak mau merepotkan kamu, Dira bisa beli sendiri, " jawab Dira sambil manyun dan meledek Davin,


Davin langsung menciummin muka Dira dan bibirnya yang manyun itu, dengan penuh gairah sambil berkata , " Ayo aku antar sekarang, cepat kamu ganti pakian sebelum aku marah, aku tunggu di depan,


Sepuluh menit Dira tidak terlihat hidungnya, dan Bik Ita memanggil Dira, " Non di tunggu Den Davin di teras, Non ! Rupanya Den Davin marah - marah ayo Non Dira cepat keluar sebelum Den Davin marah beneran,


Sepuluh menit akhirnya Davin mendatangi Dira yang ada di kamar sambil nada marah - marah sambil menjatuhkan barang,


Dan alangka terkejutnya Dira mendengar barang yang jatuh dengan spontan Dira menoleh sambil berkata, " Semoga calon bayiku sehat, sambil mengelus perutnya,


Dira berjalan menuju mobil Davin dan Davin berjalan di belakang Dira sambil marah - marah tidak jelas,

__ADS_1


Di dalam mobil Dira menghidupkan ponselnya dengan nada tinggi dan Dira menirukan lagu di ponselnya dengan keras tampa menghiraukan Davin yang ada di sisinya


__ADS_2