
Seperti biasa Davin pulang jam empat dini hari, dalam keadaan mabuk, melihat Davin mabuk langsung saja Dira keluar kamar menemui Mama Lisa untuk memberitau kalau Davin sedang mabuk, dan Dira berpamitan untuk pergi sementara hati untuk menenagkan pikiranya, dan Dira titip Dewa kepada Mama Lisa,
"Tapi kamu pergi ke mana Nak ! Jawab Mama Lisa sambil menangis,
"Udah Ma ! Pergi ke mana aja untuk beberapa hari sampai hati Dira tenang, " jawab Dira sambil mencium tangan Mama Lisa,
Akhirnya Dira pergi tampa tujuan , langsung Mama Lisa menghubungi orang untuk mengikuti Dira pergi,
Di siang harinya Dira pergi ke luar kota rumah Bik Ita yang pernah bekerja di rumahnya Mama Lisa,
Dira di sambut oleh keluarga Bik Ita dengan hormat, dan Dira bercerita tentang apa yang sedang terjadi pada dirinya,
Tiga hari Dira berada di rumah Bik Ita, Dira merasa tenang tampa mengingat masalah yang sedang terjadi,
Dira menghubungi Rehan kalau Dira mengundurkan diri walau berat dalam diri Dira,
__ADS_1
Pas hari ke empat di sore hari, Dira sedang duduk bersama Bik Ita mendengar suara mobil yang berhenti, dan Bik Ita melihat mobil itu, Bik Ita mendekati Dira sambil berkata, " Non, ternyata itu mobil Den Davin Non, bagaimana ini,
"Jangan panik kamu Dira ! Hadapi dengan kuat apa pun yang terjadi, " ucap Dira,
Masuk lah Davin ke rumah Bik Ita, dan langsung saja Bik Ita mempersilakan Davin masuk, tampa basa - basi Davin mencari Dira dan mengajak pulang sekarang juga,
"Ngak Mas ! Dira mau di sini, kamu pulang saja, " ucap Dira dengan nada marah,
Davin menarik tangan Dira dengan kencang untuk di ajak pulang, merasa kesakitan dengan tarikan Davin, Dira berteriak sakit, tapi Davin tidak menghiraukannya dan tetap saja Dira di tarik di bawah ke dalam mobil,
"Iya Den ! Sama - sama, hati - hati di jalan ya semoga masalah Den Davin segerah selesai dan menjadi keluarga sakina, " ucap Bik Ita sambil bersalaman,
Davin tidak lupa membawahkan oleh - oleh dan sedikit uang untu Bik Ita,
Sampailah di jalan Dira hanya menaggis tampa henti, dan tidak sengaja Davin melihat pergelangan tangan Dira yang memar, Davin menghentikan mobilnya dan melihat tangan Dira, dan Dira hanya menangis saat tanganya di sentu Davin dan berteriak " Sakit, au sakit !
__ADS_1
"Maafkan aku ya Sayang, aku tadi ngak sengaja menarik kamu, hukum aku sebagai gantinya kamu sakit, " jawab Davin sambil memeluk Dira,
Sampai di rumah pukul dua, langsung saja Davin mengangkat Dira yang sedang tidur untuk di bawah ke kamarnya, Davin tidur di samping Dira dan melihat tanganya yang memar dan agak bengkak, sesekali Dira mengigau memanggil Mama Lisa,
"Mama ! Mama tolongin Dira, " ucap Dira sambil tidur,
Melihat dan mendengar Dira Davin menjadi panik dan tidak sengaja Davin menyentuh badan Dira, Davin terkejut saat badan Dira terasa panas, Davin menghubungi Dokter, lima belas menit Dokter datang dan memeriksa Dira,
"Nona badanya panas itu karena tanganya bengkak, dan Tuan terlalu keras sampai bengkak seperti ini, kasihan Tuan mungkin terlalu sakit baginya sampai badanya panas, semoga habis minum ini nyerinya cepat sembuh, " ucap Dokter sambil memberi obat,
Melihat Dokter keluar dari kamar Davin langsung saja Mama Lisa masuk dan melihat siapa yang sakit, Mama Lisa mendekati Dita sambil berkata, " Ya Aalloh kamu kenapa Sayang Nak ! Tangan kamu di gigit apa ! Badan kamu panas,
Mama Lisa berteriak memanggil Bik Atun untuk membuatkan minuman dan makanan sekarang juga untuk Dira,
Mama bertanyak kepada Davin apa yang sebenarnya terjadi , Davin bercerita ,
__ADS_1
"Kamu itu jadi lelaki jangan kasar sama perempuan apa lagi dia istri kamu ibu Ibu dari anak kamu, " ucap Mama Lisa sambil marah, dan menyuapin Dira,