
Suasana di rumah saat itu kelihatan sunyi, sepertinya tidak ada orang. Aku turun dari motorku dan membuka pintu rumah, ternyata terkunci. Untung saja ada satu kunci yang aku pegang.
Aku masuk seraya mengucapkan salam, namun tidak ada yang menjawabnya. Aku segera masuk kamar dan ganti pakaian. Aku mencoba menghubungi kakakku untuk menanyakan keberadaan mama tetapi tidak ada jawaban, papa pun tidak mengangkat telfonku. Entah ke mana mereka, tidak mungkin juga papa dan mama ikut ke kantor kakakku kan.
Aku menuju ruang dapur dan melihat ada banyak makanan di atas meja. Aku pun segera makan, tiba_tiba telfonku berdering. Aku lari masuk ke kamarku dan ternyata papa yang menelfonku,
Papa di mana..? tanyaku saat mengangkat telfonnya.
Aku ada di rumah om Salim ( sepupu papa )...? katanya
Terus mama...? tambahku
Mama ada di rumah dengan Ayla. Jawabnya
Aku sudah di rumah dan mereka tidak ada. Kataku
Mungkin mama menemani Ayla keluar belanja, tidak lama juga aku pulang. Sahut papa
Iya, pah hati_hati kalau pulang.
Papa menutup telfonnya, aku kembali melanjutkan makanku. Setelah aku makan, aku berniat untuk keluar mencari mama. Beberapa tempat perbelanjaan di perumahaan itu aku datangi, tetapi aku tidak menemukan mereka berdua, akhirnya aku pulang. Setelah sampai di rumah, pintu terbuka. Di pikiranku papa yang sudah pulang, tetapi ternyata mama dan Ayla yang datang. Aku beritahu mama kalau baru saja aku keluar mencarinya, dan benar apa prediksi papa bahwa mama menemani Ayla keluar belanja dan lewat jalan sebelah, jadi aku tidak bertemu dengannya.
__ADS_1
Ayla sedang menikmati jajanannya di depan TV, aku menghampirinya dan lucunya dia langsung menyembunyikan semua makanan yang ada di depannya. Aku pura_pura menangis dan minta uang pada mama untuk beli coklat. Aku tahu Ayla suka coklat makanya aku jadikan coklat itu sebagai alasanku. Ayla melihat_lihat mama dan mama memberiku selembar uang. Ayla menangis karena dia juga pengen coklat sedang di jajanannya barusan tidak ada coklat cuma kerupuk. Aku menggodanya supaya dia memberiku separuh kerupuknya dan berjanji nanti sore aku keluar beli coklat untuknya. Dia pun tergoda dan menyerahkan semua kerupuknya demi coklat.
Cuma satu bungkus kerupuk yang dia habiskan. Tak lama dia tidur di samping mama. Aku melihat mama begitu memanjakan Ayla karena mungkin Ayla adalah cucu pertamanya yang masih satu_satunya dan tidak tahu kapan akan dapat cucu kedua.
Aku berfikir bahwa ketika kelak Ayla besar, dia pun akan sepertiku, menjadi anak manja tetapi hanya pada mama karena kakak iparku tidak begitu memanjakan Ayla.
Aku pun baring di samping mama sambil memeluknya dari belakang karena saat itu mama menghadap ke Ayla dan melambaikan satu tangannya ke atas tubuh Ayla. Tidur Ayla terlihat begitu nyenyak.
Tak terasa waktu terus berjalan, adzan Adzar telah di kumandangkan. Ibu bangun dan segera mengambil air Wudhu untuk sholat. Aku yang menggantikan posisi ibu memeluk Ayla. Betapa besarnya kasih sayangku kepada keponakanku yang cantik, imut dan lucu dan juga nyebelin. Aku sedikit tersenyum ketika memikirkan bagaimana reaksi Ayla ketika dia terbangun dan melihat kalau aku yang memeluknya. Aku segara menarik tangannku dari atas tubuhnya karena aku juga merasa takut dia akan berteriak menangis ketika dia terbangun dalam keadaan aku memeluknya.
Aku bangkit dari pembaringanku meninggalkan Ayla yang tertidur pulas. Aku segera mengambil air wudhu lalu sholat. Mama kembali ke depan TV setelah sholat karena Ayla masih tidur. Setelah aku sholat aku juga kembali ke depan TV. Suasana rumah kakakku pada sore ini sangat sunyi, aku mencoba untuk membangunkan Ayla karena cuma Ayla yang bisa meramaikan suasana pada sore hari ini dengan suaranya yang nakal dan imut, tetapi mama memarahiku. Aku pun tidak melakukakannya.
Aku merasa sangat kesepian karena mama sedang sibuk di dapur untuk memasak makan malam. Sementara aku masih di depan TV menunggu Ayla bangun, ibu melarangku untuk beranjak dari tempat itu karena Ayla masih tidur.
Untuk mengobati rasa kesepianku, aku Videocall dengan kakak ke duaku yang lagi di luar kota melanjutkan S2nya. Aku sangat senang melihat muka kakakku, aku jarang s’kali melakukan Videocall dengannya karena biasanya jaringanku tidak mendukung, tetapi untuk kali ini jaringan lancar.
Dia menanyakan akan keadaan kuliahku. Kakaku yang satu ini sangat perhatian dengannku, beda dengan kakak pertamaku ayah Ayla yang sedikit cuek dengannku, tetapi sebenarnya dia juga sayang denganku namun dia tidak menamppakkannya, kasih sayang kakak pertamaku lewat materinya.
Aku menceritakan semua kejadian_kejadian yang aku alami selama aku kuliah. Aku pun memberitahunya kalau keponakan papa yang pengen dia jodohku denganku itu adalah salah satu dosenku. Kakakku sempat tertawa dan mengejekku dan mengatakan kalau cintaku bersemi di dunia kampus. Dia memang suka membercandaiku apalagi soal cinta, walau dia tidak pernah terjerumus dalam dunia percintaan tetapi dia bisa memahami orang yang yang jatuh cinta.
Aku memanggil mama dan memberitahunya kalau aku sedang Videocall dengan kak Reza( kakak keduaku). Aku tidak memberitahu kak Reza kalau mama ada di sini, aku pengen kasih dia surprises. Aku mengangkat handphoneku di depan wajah mama dan menyuruh kak Reza untuk menebak wajah itu. Dia pun berteriak mama..... haloo aku Reza, teriakannya sambil melambaikan tangannya. Mama tidak mengerti kenapa bisa ada wajah dan tangan kak Reza di handphoneku. Aku pun memberitahunya kalau ini namanya Videocall, mama akhirnya bisa mengerti dan mereka berdua pun berbicara, untung saja jaringan hari ini sangat mendukung dan kartu internetku juga unlimited, jadi mereka bisa berbicara sepuasnya.
__ADS_1
Suara teriakan anak kecil yang begitu besar. Sepertinya Ayla sudah bagun, aku keluar melihatnya dan ingin aku menggendongnya tetapi dia tidak mau, dia hanya memukulku. Dia terus berteriak memanggil mama sampai dia keluar. Aku mengambil handphoneku dari tangan mama. Aku menyuruh mama untuk cerita saja dan aku yang memegang handphone itu, tetapi tiba_tiba saja Ayla merebutnya dari tanganku. Ayla melambaikan tangannya dan say “HALLO”kepada kak Reza, Ayla layaknya sudah bukan anak kecil lagi. Begitu pintarnya dan begitu mengertinya dia akan Videocall itu, walau dia masih terlihat ngantuk tetapi dia sangat excited melakukan videocall dengan kak Reza sampai_sampai mama tidak sempat lagi berbincang_bincang dengan kak Reza.
Kak Reza sangat terkejut melihat pertumbuhan Ayla, belum cukup satu satu tahun dia tidak melihatnya tetapi kak Reza mengatakan bahwa Ayla semakin cerewet dan sangat banyak perubahan dalam dirinya. Aku pun menambahkannya kalau Ayla juga semakin nakal, lagi_lagi Ayla memukulku saat aku berkata seperti itu. Tiba_tiba handphoneku mati, tandanya sudah lowbet. Aku mengambilnya dari tangan Ayla lalu segera mengecasnya dan mengirimi kak Reza sms bahwa hp aku lowbet.
@@@
Tak terasa waktu malam telah tiba, adzan Magrib akan segera di kumandangkan, tetapi ketika dari mereka itu belum juga ada yang pulang ke rumah. Mama khawatir, akupun menghubungi papa dan juga kakakku. Kata papa dia masih di rumah om Salim, nanti dia sholat magrib di mesjid terdekat, kakakku dan istrinya masih sementara di jalan, katanya macet waktu pulang kerja.
Aku kembali menjahili Ayla setelah aku sholat Magrib, sementara mama masih sementara sholat. Suara mobil yang semakin dekat semakin terdengar besar, aku yakin kalau itu suara mobil kakakku.
Aku keluar untuk membukakan mereka pintu, Kanton yang ada di tangan kakak iparku langsung aku ambil dan membawanya masuk. Ternyata isi kantong itu berupa kue_kue dan beberapa cokelat.
Aku berusaha menyembunyikan coklat itu di balik tikar yang aku duduki agar Ayla tidak melihatnya. Ini salah satunya cara untuk memancing Ayla. Kejailanku terhadapnya segera bereaksi, aku menyuruhnya untuk memelukku dan menciumku, setelah itu aku baru menyerahkan 2 batang coklat untuknya. Kalau aku tidak melakukan hal ini, Ayla tidak akan memeluk dan menciumku, sementara itu aku kangen dia memelukku, lama dia tak pernah memeluk dan menciumku kecuali aku yang menciumnya itupun kalau dia dalam keadaan tidur. Bagaimana juga dia melakukannya kalau aku selalu saja menjailinya.
Setelah kedua coklat yang aku berikan tadi telah habis, dia kembali meminta. Aku pun tidak memberinya. Cokelat itu akan aku jadikan sebagai pancinganku terhadap Ayla agar dia bisa dekat dengannku.
Aku kangen dengan cerewet manjanya padaku karena selama ini aku selalu membuatnya menangis dan marah, dan sudah lama aku tidak memanjakannya. Untuk beberapa saat aku menyanyanginya dengan memanjakannya tidak lagi membuatnya menangis. Aku juga kasihan kalau dia menangis terus. Aku takutkan kalau dia sudah besar nanti dia tidak mau dekat denganku.
Beberapa saat kemudian papa datang, kami semua makan malam kecuali Ayla si manja tidak mau makan kalau bukan mama yang nyuapin.
@@@
__ADS_1