
Tidak terasa matahari mulai bersinar dan menampakan diri di sela - sela cendela, pas jam tuju Dokter memeriksa Dira , dan hari ini Dira di perbolehkan pulang,
"Nyonya ngak boleh banyal pikiran agar lambung nya tidak kambuh lagi, " ucap Dokter sambil memeriksa Dira,
"I ___ iyo Dok ! Akan aku coba , " jawab Dira dengan nada senyum,
Dokter bicara dengan Davin agar bisa menjaga kesehatan Dira dengan benar, jangan sampai membebani Dira dengan pikiran,
"Siap Dok ! Mulai sekarang aku akan memanjakan dia, " ucap Davin sambil mencium kening Dira,
Dira hanya mencibirkan bibirnya , dan Dokter tersenyum saat melihat bibir Dira, Davin mendorong Dira untuk di bawah ke mobil ,
Satu jam dalam perjalanan Dira hanya diam saja sambil memainkan ponselnya,
"Sayang kamu mau belanja apa biar aku antar , cari makan dulu , " tanyak Davin sambil melirik Dira,
__ADS_1
"Ngak usah , Dira udah kenyang, " jawab Dira sambil memainkan ponselnya,
Sampailah di rumah dengan selamat, Dira di sambut dengan senang hati , langsung saja Davin mengajak Dira masuk ke kamar untuk membersikan badanya dulu, sesudah itu lima brlas menit Dira keluar kamar untuk menemani Mama dan Papa yang ada di ruang keluarga, dan Dira duduk di samping Mama Lisa ,
"Sayang Nak ! Kamu pingin makan apa biar Bik Atun yang buatkan, " tanyak Mama Lisa sambil menyandarkan kepalanya Dira ke bauh nya,
"Dira ngak pingin makan apa - apa Ma ! " jawab Dira dengan nada manja,
"Mami nanti kalau Dewa makan Mami yang suapinya, " ucap Dewa sambil duduk di pangkuan Dira,
Davin masuk kamar langsung merebahkan badanya di atas kasur sambil merentangkan badanya, tiga puluh menit Dira dan Dewa masuk kamar, Dira dan Dewa sangat pelan Pelan agar Davin tidak terbangun,
Satu jam sudah Davin terbangun dari tidurnya melihat Dewa tertidur di pangkuan Dira dengan spontan Davin memindahkan Dewa ke atas kasur dan berkata, " Sayang kamu tidur aja sama Dewa ,
Dira hanya mengangukkan kepalanya sambil berkata, " Mas Davin aja tidur sama Dewa, aku ngak ngantuk ,
__ADS_1
Dengan spontan Davin mengangkat Dira untuk di bawah ke atas kasur , Dira tersenyum sambil berkata, " Ih Mas Davin !
Dan tidak terasa waktu cepat berganti dan Bik Atun telah menyiapakan makanan di atas meja dan Bik Atun memanggil Davin dan Dira untuk makan malam, dan hari ini Davin mengambilkan makanan untuk Dira, Dira hanya tersenyum begitu juga dengan ke dua orang tua Davin,
Di dalam kamar Dira duduk di atas sofa sedangkan Davin duduk di samping Dira yang sedang memainkan leptopnya, Dira melihat ke arah Davin sambil berkata, " Mas aku besok keluar cari kerjaan, Dira di suruh pak Anton ke cafe membawah foto copy ktp, dan besoknya mulai kerja,
Ah ! Kamu yakin akan kerja , gimana nanti kesehatanmu baru kemarin pulang udah kerja, ingat kamu itu masih di suruh Dokter istirahat dulu ngak boleh capek - capek, kalau aku ngak mengijinkan kamu, apa kamu masih berangkat kerja besok ! Yang aku inginkan dari kamu itu cuma temani Dewa dan aku di rumah aja, apa masih kurang uang yang aku berikan tiap bulan,
"Ta ___ tapi Mas ! Mas Davin kemarin di rumah sakit bilang mengijinkan Dira untuk kerja lagi, kenapa sekarang tidak boleh, kamu kok gitu Mas ! " jawab Dira dengan nada sewot,
"Itu kemarin pas di rumah sakit, tidak di rumah Sayang, udah kalau kamu pingin kerja mulai besok ikut aku aja ke kantor , aku ngak ngijini kamu kerja di cafe, cafe itu tempat laki hidung belang, " jawab Davin sambil melihat wajah Dira yang sedikit marah,
"Laki ! Hidung belang kayak kamu, " jawab Dira dengan nada sewot dan bibirnya manyun,
Langsung saja Davin memeluk Dira dengan erat sambil mencium bibirnya yang manyun, Dira mencubit Davin dengan keras sampai sedikit kesakitan sambil berteriak,
__ADS_1