
Di dalam perjalanan Davin dan Dira hanya terdiam sampai di rumah, Dira berjalan di belakang Davin, sebelum.masuk kamar Dira melihat Bik Atun sedang mengendong Dewa,
dan Dira menghampirinya untuk mengaja ke kamar tapi bik Atun menyuru Dira u tuk membersikan dirinya,
"Iya Bik ! Terimakasih Dira masuk kamar dulu,
Di dalam Dira melihat Davin duduk di sofa sambil terdiam, dan Dira langsung maduk kamar mandi untuk membersikan badanya lima menit sudah Dira keluar kamar mandi dan keluar kamar mengambil Dewa ke tangan bik Atun,
"Terimakasih Bik ! " ucap Dira sambil mengendong Dewa,
Dira dan Dewa masuk kamar, Dira menaruk Dewa di sampingnya dan Dira tidur di samping Dewa yang sedang tengkurap sambi memainkan air liurnya dan berbunyi, " Au - au,
Davin hanya melihat Dewa yang sedang memainkan air liurnya sambil berbunyi Au - au melihat Davin gemes, Davin mendekati Dewa dan mengendongnya sambil menciumnya dan bicara, " Nak ! Mami kamu lagi senang bisa bertemu mantan pacarnya, dan gilanya lagi Mami kamu tanyak cewek mantanya itu,
Mas ! Kamu cemburu ya, bilang dong ngapain diam aja, apa salahnya nanyak begitu " ucap Dira dengan nada sewot,
__ADS_1
"Ngak salah kok kamu tanyak begitu, tapi bagi aku kenapa kamu tanyak - tanyak, kamu masih suka sama dia, "ucap Davin dengan nada sewot,
"Tapi kamu kenapa kok sewot, kamu cemburu ya, bilang dong ! " jawab Dira dengan nada senyum,
"Kayak orang ganjeng aja, inget kamu udah punya suami dan anak ," ucap Davin ,
Dira hanya diam saja saat mendengarkan Davin berkata ganjeng, hati Dira terasa sakit dan tidur sambil membelakangi Davin dan Dewa,
Melihat Dira membelakangi nya Davin berkata, " Dengering kalau suami bicara itu, jangan dikit - dikit ngambek,
Dengan spontan Davin keluar kamar sambil menutup pintu dengan keras, sampai Dewa menangis mendengar suara pintu,
Dira langsung berbalik arah sambil merangkul Dewa dan berkata, " Eh sayang anak Mami, kamu kaget ya suni - suni,
Dira merangkul Dewa sambil memberikan asi dan tidak lama kemudian Dewa dan Dira tertidur dan tidak terasa asi Dira tumpa,
__ADS_1
Davin masuk dan melihat asi Dira keluar dengan sendirinya Davin memasukkan asinya dan alangkah terkejutnya saat Davin
memegangnya,
"Kenapa kamu pegang - pegang, " ucap Dira dengan nada sewot,
"Tu lihat asi kamu, gr banget, " jawab Davin sambil tidur di pinggir Dewa,
Dan di pagi harinya Davin bangun lebih awal dari Dira, Davin pergi ke dapur mintak tolong di buatkan kopi, Davin masuk ruang kerjanya, lima puluh menit Davin masuk kamar di dalam kamar Davin mendekati Dewa dan di bangunkan dari tidurnya,
Seperti biasa Dira membantu Bik Atun dan Bik Ita di dapur, sambil masak Dira berkata, " Bik Ita kalau udah ngak kerja di sini sering - sering kasih kabar pada Dira ya Bik ! Oh iya Bik suami Bik Ita kerja apa ?
"Itu Non, cuma jadi guru agama di SMP dan ngajar mengaji ," jawab Bik Ita dengan nada semyum,
"Kerjaan sangat mulya Bik, nanti kalau Bibik di rumah Bibik bukak les aja Bik, " ucap Dira,
__ADS_1
"Iya Non, itu cita - cita Bibik dari pada ngangur di rumah sambil jualan, di depan rumah Bibik kan ada koto ," jawab Bik Ita,