JODOH PILIHAN PAPA

JODOH PILIHAN PAPA
Bagian 7 Jumpa Fanz


__ADS_3

Malam telah berganti pagi, aku bangkit dari tempat tidurku menuju kamar mandi. Setelah aku keluar dengan perasaan yang segar. Aku kembali ke kamar dan menyiapkan pakaian untuk kukenakan ke kampus hari ini.


Sebelum aku kekampus, pertama_tama aku harus sarapan dulu dengan nasi goreng buatan kakak iparku. Kakak iparku adalah ahli masak, jadi sarapanku tak pernah ketinggalan. Sementara mama sedang membuatkan susu buat Ayla.


Setelah aku sarapan, aku kembali ke kamarku. Aku segera bersiap_siap berangkat ke kampus. Aku keluar dari kamar dan menghampiri mereka yang lagi asik menonton TV sambil menyantap air panas dan kue_kue. Aku pamit dan mencium tangan mereka satu persatu, terkhusus mama aku cium pipinya, dan aku juga menyempatkan tanganku untuk mencubit Ayla yang lagi baring di pangukan papa, tetapi dia tidak meresponku karena sepertinya dia masih mengantuk.


Aku memasang kaos kakiku dan juga helem lalu aku melangkah keluar seraya mengucapkan salam kepada mereka.


Aku mengendarai motorku begitu pelan dan santai karena aku pikir ini juga masih terlalu pagi.


@@@


Beberapa menit kemudian aku telah sampai kampus. Aku memarkir motorku di tempat biasa. Aku melihat motor Wiwi’ di bagian belakang parkiran. Itu tandanya bahwa Wiwi’ sudah datang.


Hmmmm,, tumbeng banget Wiwi datang lebih awal daripada aku, tidak seperti biasanya dia selalu datang terlambat karena dosen juga selalu terlambat. Aku segera masuk fakultas, dan dari luar aku melihat Wiwi’ sedang duduk di dalam. Aku segera menghampirinya dan mengagetkannya karena dia tidak melihatku sebelumnya.


Tumbeng kamu datang cepat. Kataku ngeledekin.

__ADS_1


Iya donk, aku kan anak rajin. Katanya


Hm, anak rajin, baru hari ini juga kamu datang cepat sudah berani bilang anak rajin... Nyadar bu’. Tambahku ngeledekin.


Wiwi hanya meresponku dengan senyuman, entah apa yang terjadi dengan anak yang satu ini.


Wi’ naik yuk. Kataku memanggil Wiwi’.


Nantilah, jawabnya cuek.


Kalau kamu mau tahu temanin aku di sini. Tambah Wiwi’ yang semakin cuek.


Aku hanya menghela nafas, aku tidak tahu berapa lama Wiwi’ di sini, dan aku juga tidak tahu dia menunggu siapa. Aku hanya duduk di dekat dia tanpa mengobrolkan sesuatu.


Dengan asyiknya aku menonton Youtube di handphoneku, tiba_tiba Wiwi memanggilku. Aku hanya diam dan tidak memberi respon apapun padanya, akhirnya dia mencubit tanganku tanpa mengatakan apa_apa. Aku berteriak karena cubitannya membuatku kaget dan aku pun memukulnya. Pak Arsyad yang lewat di depan kami dengan pakaiannya begitu rapi dengan rambut hitamnya yang mengkilat sepertinya dia keramas sebelum ke kampus. Pak Arsyad tiba_tiba menoleh karena dia kaget mendengar teriakanku lalu bertanya kenapa.? Wiwi’ menjawab bahwa tidak ada apa_apa. Pak Arsyad segera meninggalkan kami sambil dia tersenyum. Wiwi geregetan sambil menggenggam tangganku seraya mengucapkan subhanallah kerennya dosen satu ini. Aku hanya menghela nafasku, Wiwi’ benar_benar ngefanz sama pak Arsyad. Ternyata Wiwi duduk di sini hanya ingin melihat pak Arsyad lewat. OMG, Wiwi benar_benar gila. Kataku dalam hati sambil menggeleng_geleng kepala.


Aku segera menarik tangan Wiwi untuk jalan menaiki anak tangga satu persatu. Wi’ hari ini ruangan kita di lantai empat. Wiwi hanya tersenyum sepertinya dia kelihatan sangat bahagia pagi ini.

__ADS_1


Aku capek melewati anak tangga satu persatu, namun Wiwi tetap semangat berjalan. Sepertinya benar_benar Wiwi menjadikan pak Arsyad sebagai penambah semangatnya .


Setelah menaiki anak tangga yang begitu banyak akhirnya aku sampai di ruangan juga. Aku duduk di bangku bagian depan sedangkan Wiwi di bagian belakang kursiku karena bangku samping kiri kananku sudah terisi.


@@@


Jarum jam di handphoneku telah menunjukkan pukul 11.45, perkuliahan hari ini telah selesai. Jadwalku untuk hari Rabu cuma ada dua mata kuliah berbeda dengan hari Senin, Selasa, Kamis dan Jum’at. Hari ini aku memilih makan siangku di rumah saja, karena aku akan segera pulang. Sementara teman_temanku yang lain pada makan di Cafetaria kampus. Sebelum aku keluar dari dalam ruangan, aku tidak melihat batang hidung si centil ( Wiwi’) entah kemana lagi dia. Aku segera turun dan menuju ke parkiran sendirian. Sebelum aku sampai di parkiran aku melihat Wiwi’ duduk di atas motornya, aku menghampiri dia dan memarahinya karena dia keluar duluan dari ruangan tanpa memanggilku.


Untung saja aku tidak menunggumu di atas ternyata kamu sudah turun duluan. Kataku padanya,


Wiwi’ hanya tersenyum.


Wi’ aku pulang duluan yah, aku lapar...... tambahku


Iya, hati_hati Put.... Jawabnya


Ok, See you beb... Kataku sambil melajukan motorku....

__ADS_1


__ADS_2