JODOH PILIHAN PAPA

JODOH PILIHAN PAPA
Dira melepas infusnya


__ADS_3

Tidak terasa waktu pagi telah tiba, seperti biasa Davin bangun untuk mempersiapkan dirinya untuk pergi ke kantor sebelum ke kamarnya Davin mencium Dira dan tidak sengaja Davin merasakan badan Dira terasa panas,


Davin merasa panik saat tau kalau badan Dira panas, Davin duduk di samping Dira sambil mengusap kepalanya dan berkata, " Sayang badan kamu panas,


Dan Davin menghubungi Dokter keluarga lima belas menit Dokter udah sampai dan langsung memeriksa Dira, Dokter Feronika berkata, " Sebaiknya Nona Dira di infus dia hiderasi berat Tuan !


Davin memintak Dokter untuk menginfus di rumah, sambil menginfus Davin bercerita tentang apa yang sedang di alaminya dengan Dira,,


Dan datanglah Mama Lisa, Dokter memeriksa Dira sambil berkata, " Sepertinya Nona sedang hamil ! Apa benar Tuan ?


"Apa hamil ! " teriak Mama Lisa bersamaan dengan Davin,


"Iya sepertinya udah dua minggu, dan kandungan Nona Dira sangat lemah , " jawab Dokter dengan nada senyum,

__ADS_1


Mama Lisa duduk di samping Dira sambil mengelus kepalanya Dira, sedangkan Davin mengantar Dokter ke depan rumah,


Lima menit Dira terbangun dari tidurnya dan melihat infus yang menempel di tangan kanannya, Dira melihat di sekelilingnya sambil berkata, " Ma kenapa Dira, Dira ngak sakit lepas infunnya Dira ngak mau merepotkan Mama,


Dengan spontan Dira melepas infus yang ada di tangannya,


Melihat infus Dira tercopot dengan spontan Davin marah sambil menilpon Dokter Feronika, dan Dokter Feronika kembali ke rumah Davin untuk memasang infusnya,


Mama Lisa membujuk Dira agar mau di pasang infusnya kembali, sebelum terpasang Mama Lisa menyuru Davin untuk keluar kamar,


Dira terus menangis saat Mama Lisa mengetahui kalau Dira sedang hamil, Dira memeluk Mama Lisa sambil berkata, " Ma ! Kenapa di saat Dira hamil Mas Davin selingkuin Dira, Dira pingin pulang, antarkan Dira pulang ke rumah Ibu,


"Iya sayang tapi kamu harus sembuh dulu, kasihan perut kamu, " jawab Mama Lisa dengan nada senyum sambil mengusapin air mata Dira,

__ADS_1


Akhirnya Dira menurutin Mama Lisa, dan Dokter memberikan obat tidur agar hati Dira bisa tenang, sepuluh menit Dira sudah tertidur dengan nyenyak, Davin setia menemani Dira, Davin duduk di samping Dira sambil membukak leptopnya dan sesekali menggelus rambut Dira sambil berkata, " Sayang maafkan aku !


Mendengar suara Davin yang ada di sampingnya Dira pura - pura tertidur, dan lagi - lagi Davin mencium tangan Dira begitu seterusnya,


Sudah tuga puluh menit Mama Lisa membawahkan makan untuk Dira dan membangunkanya untuk makan siang,


"Ngak Ma, Dira ngak lapar, Dira pingin pulang ke rumah Ibu sekarang, " ucap Dira dengan nada sedikit manja,


"Iya - iya nanti kalau udah sehat, akan Mama antar pulang, iya kan Vin ! '' Ucap Mama Lisa sambil melihat ke arah Davin,


Tetap saja Dira ngak mau makan sebelum pulang ke Ibunya, pas jam enam sore Dokter Feronika memeriksa Dira dan Dira memintak untuk melepaskan infusnya,


Dan di hari ini juga Dira ingin pulang ke rumah Ibunya, Pak Mamat yang akan mengantarkan Dira pulang bersama Davin juga Mama Lisa,

__ADS_1


Sebelum berangkat Dira mengemasih sebagian bajunya untuk di bawah, Davin hanya melihat sambil berkata, " Sayang kenapa kok pakai bawah baju ! Emangnya di rumah Ibu berapa lama !


"Seterusnya, aku mau pisah sama kamu Mas ! Aku udah capek mendengar janji - janji kamu, kenapa pas lagi aku hamil aku mengetahui kamu berbuat mesum, aku benci kamu Mas ! Kalau kamu ngak suka sama aku jangan kamu buat aku seperti ini, " ucap Dira sambil menangis,


__ADS_2