
Di sore harinya Davin duduk di teras depan sambil mengendong Dewa, dan datanglah Dira membawah makanan ringan, Dira tersenyum saat melihat kening Davin yang memar Dira memegang kening Davin sambil berkata, " Mas ! Maaf ya Dira ngak sengaja mukul kening Mas Davin, lagian Mas Davin masuk rumah ngak pakai salam, Dira lihat ada bayangan dan Dira ngak mengira kalau itu Mas Davin lagian bukan jam pulang kerja,
"Ngak percaya, mungkin kamu sengaja biar kamu bisa balas dendam masalah kemarin kan aku udah tau, " ucap Davin,
"Mas ! Dira ngak punya pikiran balas dendam sama sekali, kalau Mas Davin punya pikiran begitu awas nanti aku akan memberi balesan yang sangat pedih lihat nanti, " jawab Dira dengan nada sewot sambil berjalan menuju kamar,
Davin berjalan di belakang Dira sambil memanggil - manggil tapi Dira tidak menghiraukanya dan tetap berjalan masuk kamar, Dira merebahkan badanya di atas kasur sambil berkata, "Ternyata kamu punya pemikiran seperti itu,
Dira mendekati Davin dan menggigit di suruh badanya sambil berkata, " Kamu puas, itu kan yang Mas Davin mintak,
"Sayang sakit , ampun - ampun ," teriak Davin,
sambil memintak maaf,
__ADS_1
Davin hanya diam saja tampa membalasnya dan Davin merasakan sakit di sekujur tubuhnya, Davin berdiri di depan kaca sambil melihat badannya yang memar,
"Awas kamu , " ucap Davin dengan singkat,
"Mas ! Jangan aku kira aku ini orangnya pendiam, mulai sekarang aku ngak boleh diam, semangat - semangat ! " teriak Dira sambil loncat - loncat di depannya Davin,
Dengan spontan Davin menarik badanya sambil di tidurkan di samping Dewa dan berkata, " Diam jangan ngelawan, Nak ! Papi buatkan adik ya, kamu diam aja,
"Mas ! Dira belum belum konsultasi sama Dokter, gimana kalau Dira hamil lagi, apa Mas Davin menginginkan sekarang, kalau iya Mas Davin pakai pengaman saja pakai ****** biar aman, " teriak Dira yang berada di bawah badan Davin,
Dira hanya diam saja sambil menikmati sentuhan - sentuhan lembut yang di berikan Davin, dan tiga puluh menit Davin dan Dira sudah mengeluarkan hasratnya yang terpendam beberapa bulan, dan ke duanya melayang di angkasa,
"Sayang kamu mandi dulu biar Dewa sama saya, " ucap Davin,
__ADS_1
"Ngak nanti aja Mas ! Males , Mas Davin aja dulu , " jawab Dira dengan nada manja sambil memeluk Davin,
Lima menit Dira sudah berada di alam bawah mimpi, merasa haus Dewa menangis dan mau tidak mau Davin membangunkan Dira,
"Sayang anak kita haus ni mintak mimik, sayang bangun " ucap Davin sambil mengeluarkan asinya,
Dengan spontan Dira mengeluarkan asinya dan sepuluh menit Dewa sudah tertidur begitu juga dengan Dira,
Sesudah membersikan badanya seoerti biasa Davin membukak leptopnya untuk melihat berkas - berkas kantor dan tidak lupa Davin membuat kopi untuk teman kerja Davin,
Dira terbangun dari tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi , tiga puluh menit ritual Dira udah selesai dan berjalan menuju ke Davin dan duduk di sampingnya sambil berkata, " Mas Davin nanti malam makan apa ? Biar Dira masakin sekarang,
"Ngak usah ! Duduk di sampingku saja aku udah kenyang, " ucap Davin sambil mencium kening Dira,
__ADS_1
"Ah Mas Davin ! " jawab Dira dengan singkat sambil mengalut di bidang Davin ,