JODOH PILIHAN PAPA

JODOH PILIHAN PAPA
Bagian 25 Sah jadi Istri


__ADS_3

Malam selanjutnya, setelah sholat isya kami berada dalam kamar. Dalam rumah ini cuman ada mama dan papa aku dan kak Arsy. Kak Reza sudah kembali ke kota tadi sore begitupun dengan kak Rifal karena besknya mereka akan masuk kantor. Beda dengan kami yang masih ada cuti.


Kurebahkan badanku di atas kasur, kak Arsy masih sibuk merapikan sajadahnya. Selamat malam istriku, Ucapnya sambil tersenyum. Sambil memperbaiki posisi untuk duduk d atas tempat tidur.


Kak, pertanyaan papa tadi pagi itu maksudnya apa yah.? Katanya aman, apa yang aman, dia kira aku marah. Tanyakau tanpa spasi.


Hmmmm.... kenapa kamu jadi polos begitu. Katanya sambil nyengir.


Gak nyambung kan sama pertanyaan aku...


Kak Arsy membangunkan aku dari rebahan tadi. Duduk berhadapan dengan jarak yang sangat dekat. Meletakkan kedua tangannya sambil menatapku begitu dalam. Aku tertunduk malu karenanya.


Sayang liat aku. Panggilnya...


Sayang, iya dia manggil aku sayang. Dulu saat masih pacaran dia pernah memintaku untuk memanggilnya sayang, tapi aku gk terima.


Aku mengangkat kepalaku' dan tersenyum, kulihat tatapan semakin tajam.


Senyum tak lagi asing di mataku.


Kamu beneran mau tau maksud pertanyaan papa tadi pagi.


Aku mengangguk, mengiyakan.


Baring yuk, ucapnya. Kami pun terbaring.


Hadap sini, katanya...


Jelasin maksudnya dulu...


Iya makanya sini, pintanya lagi.


Aku membalikkan badanku'. Kami saling berhadapan menatap tanpa ada kedipan. Tegukan menelan luda terdengar jelas d leher kak Arsy.


Kamu cantik, katanya sambil menyeka rambutku yang berantakan di dahi. Kamu juga ganteng kak, jawabku gombal... wajar saja nanti kalau kita punya anak pasti ganteng dan cantik sama seperti mama & papanya ya kan.


Pertanyaanku membuat menelan kembali salivanya Kamu mau tau maksud papa.? Bertanya lagi, dari tadi aku penasran kak. Bilang saja lansung, kataku mulai kesal.. sini aku bisikin, desisan di telingan buatku geli. Dia berbisik, kamu mau anak berapa.? Sedikasinya, jawabku simple. Kamu mampu.? Iya, kenapa tidak. Jawabku pede. Kak Arsy kembali mencium keningku. Kurasakan tangannya memelukku semakin erat, terima kasih sayang, bisiknya. Terima kasih juga untukmu........balasku"

__ADS_1


.


.


.


.


♡♡♡♡♡♡


Hampir sebulan pernikahan kami, aku tinggal berdua kak Arsy di kota di rumah milik sepeninggalan ibunya. Rumah ini memang miliknya warisan dari ayahnya. Rumah ini cukup sederhana bagi kami berdua... kamar kami di atas, di lantai bawa ada kamar tamu dan kamar Dela adik kak Arsy.


Hari-hari terlewatkan begitu indah bersama suami. Semakin baik dan semakin romantis kak Arsy setelah kami menikah. Pada suatu malam, aku teringat akan masa lalu yang menyakitkan.


Si dokter itu aku tanyakan keberadaannya. Kak Arsy baru menjelasakan ke aku tentang jebakan si dokter. Iya aku baru tahu saat ini tentang masalah itu. Perasaanku lega,


Cincin yang aku kasi dulu kamu taro di mana.? Kak Arsy masih ingat saat kado memberiku cincin sebagai kenang-kenamgan.


Aku takut mesti jawab apa, takut kak Arsy marah kalau tau aku membuang cincin itu. Tapi kakak jangan marah, aku jawab jujur. Cincin itu aku buang, kubawa ke danau bersama kenangan pahit kita dulu. Aku tenggelamkan di sana, jadi sekarang kita menatap masa depan depan bersama. Jawabku gombal sambil memeluknya dari belakang. Saat itu dia duduk di kursi, yang aku peluk lehernya...


Selama beberapa menit dia tidak bersuara, kupikir dia marah. Rasa takut menghantuiku'. Tapi nyatanya tidak, dia bangkit dari duduknya dan mengajak aku tidur, besok harus kerja.. ucapnya...


😊😊😊😊😊


Tak terasa sudah bulan ketiga pernikahan kami, kak Arsy tidak paham dengan sikapku yang semakin hari semakin manja. Bahkan aku pernah meminta kak Arsy untuk tidak masuk kantor, tapi dia menolaknya karena jadwal ngajarnya sangat padat dan sudah mendekati musim final. Kak Arsy berjanji akan bawa aku liburan setelah mahasiswa libur juga. Iya, kita baru mau honeymoon karena cuti nikah saat itu tidak cukup untuk liburan kami.


Hari terus berjalan, tingkahku semakin aneh, tiap hari aku selalu pengen makan rujak. Sepulang kantor kak Arsy selalu membeli untukku. Selang beberpa hari kemudian aku sering pusing dan mual", dan aku selalu sendiri di rumah. Suatu hari aku tidak bisa ngapain" lagi. Aku di kamar terbarimg lemas hingga kak Arsy balik. Tumbeng hari itu cuman sebentar di kampus katanya tadi cuman ngasih tugas final. Dia bilang minggu depan kita bisa honeymoon, in syaa Allah minggu ini kelasnya sudah selesai, sambil menyuapi makanan.


Suapan demi suapan, hingga akhirnya aku merasa kenyang. Makan yang banyak sayang, supaya cepat sehat. Minggu depan kita liburan, katanya sambil mengelus elus rambutku'. D rumah aku tidak pernah mengenakan jilbab buat apa kan sudah halal juga.


Hingga minggu selanjutnya, Tiket sudah siap untuk honeymoon. Rencananya mau ke Bali gak usah yang jauh-jauh. H-2 keberangkatan kami, namum aku tak lekas sembuh dari rasa pusing.


Kita kedokter yuk, ajak kak Arsy, gak usah aku gk kenapa". Jawabku sambil membalikkan badan membelakangi kak Arsy....


Supaya kamu cepat sembuh, dan kita bisa honeymoon. Besok aku akan sembuh, jawabku manja. Yaudah kamu istirahat, janji yah besk harus sembuh...Kak Arsy menarik selimut dan memperbaiki balutannya di tubunku, sembari dia memperbaiki posisi baring dan memelukku.


Sejuk, angin menerpa wajahku dengan sangat manja, menejelajah menebus kulit, Pagi ini aku duduk di taman halaman rumah. Mencoba melawan rasa pusing. Pikiran lari kemana-mana. Apakah aku hamil.? masa iyya. Kan belum honeymoon...gumamku..

__ADS_1


Sayang.? Tiba-tiba kak Arsy keluar dengan segelas teh hangat, ini untuk kamu supaya rasa pusingnya hilang.


Kujawabnya dengan senyuman. Indah pagiku melihat wajahnya berseri...


Harusnya aku yang buatkan minum untuknya, tapi kali ini kak Arsy lebih romantis.


Ya Allah, berikan kami waktu lama untuk tetap bersama hingga menua nanti. Jaga suamiku' dari segala marabahaya... Aamiin...


Sayang, di minum tehnya. Ucapnya sambil menatapku...


Thank you husban... jawabku dengan senyuman pula....


Seteguk teh masuk menjelajah di perut, perih rasa pengen mual.


Jangan-jangan dia hamil, gumam kak Arsy. Sambil mengikuti arahku ke dalam rumah. Menyediakan air hangat untukku. Minum dulu supaya enakaan, sambil menyodorkan gelas.


Dek, kamu telat sudah berapa minggu.? Tanyanya (kadang panggil adek, kadang panggil sayang). Hmmmm


Lupa. Jawabku'


Kedokter yukk, siapa tau kamu hamil. ajak kak Arsy


Antara senang dan sedih. Masa iya secepat ini, besk kan baru mau honeymoon. Gumamku', Tidak mungkin kak ini cuma efek pusing makax sering mual, in sya Allah besk sudah baikan, kan mau pergi honeymoon. Jawabku....


Yaudah kamu istirahat. Nanti kakak yang masak buat sarapan. Ujarnya.


Lagi-lagi senyum tak kuasa kuredupkan di wajahku. Tak bisa kujelaskan kebahagiaan ini. Kak Arsy sedang sibuk di dapur sementara aku di sofa depan tv sambil melihat kak Arsy sedang sibuk menata resepnya. Rumah ini kecil, jadi ruang tv berdekatan dengan dapur. Terlihat jelas kak Arsy di sana sedang masak.


Setelah beberpa menit, kak Arsy menghampuriku dengan semangkuk bubur. Supaya lebih romantis semangkuk berdua cukup kan. Bukannya makan sepiring berdua bareng suami itu sunnah. Iya, panen pahala saja kitanya.


Sambil menyuapi, bergantian. Kebayang kan romantisnya. Gelas air minum cuman satu untuk kita berdua.. Semoga ini berkah untuk kita...


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa vote and like😍


__ADS_2