JODOH PILIHAN PAPA

JODOH PILIHAN PAPA
Bagian 19 Karier dan Papa


__ADS_3

@@@


Dengan perputaran bumi yang begitu cepat membuat waktu pun tak terasa, beberapa bulan lalu aku memasukkan berkas di sebuah stasiun radio yang bernama Sahabat Radio Indonesia dan hari ini adalah hari seleksi berkasnya, dan Alhamdulillah berkasku di terima. Selanjutnya tes kemampuan dan kesehatan yang harus aku ikuti.


Aku datang di studio radio di mana tempat aku tes. Sesampai di sana tak satupun orang yang aku kenal. Aku duduk di bagian tengah. Saat namaku di sebut, aku segera menuju ke depan, di mana aku di beri tes yang berbeda dari pendaftar yang lain. Aku merasa di spesialkan walau itu hanya perasaanku saja. Aku di beri tes untuk berbicara di depan layaknya seorang presenter TV, aku merasa sangat percaya dengan diriku bahwa aku bisa karena ini memang cita_citaku dari awal.


Dengan percayanya diriku, aku memulai berbicara layaknya aku sedang di depan camera. Tak satu berita pun yang pernah aku konsep, tetapi dengan percaya diriku aku bisa mengarang berita dalam keadaan mendadak seperti ini.


Setelah aku di suruh berhenti oleh para juri, studio itu sangat ramai dengan tepuk tangan para peserta dan juga crue radio yang lain. Aku merasa sangat bangga, aku memberikan senyuman kepada semua orang yang ada di dalam studio itu sebagai ucapan terimah kasiku atas perhatiannya padaku.


Aku menuju ke kursi tempat dudukku di bagian tengah dan orang_orang di sampingku para memberiku ucapan selamat karena katanya aku berbakat. Aku sangat senang mendapat pujian sekaligus perhatian yang lebih dari yang aku kira.


Setelah acara selesai, aku di panggil oleh salah satu crue dari SRI. Dia mengajakku masuk ke dalam ruang khusus para penyiar dan presenter. Di dalam aku di perkenalkan pada semua penyiar lama dan juga directur utama dari salah satu stasiun TV swasta di Indonesia. Aku tidak menyangka aku seberuntung ini.


Aku di tanya tentang cita_cita dan pendidikan terakhirku, aku memberitahunya bahwa baru beberapa bulan yang lalu aku jadi sarjana pendidikan bahasa inggris. Dia begitu terkagum denganku, dia menawarkanku untuk menjadi presenter TV baru di statiunnya Dengan senang hati aku pun menerimanya, dan mulai minggu depan aku bisa datang di studio.

__ADS_1


Ternyata directur TV swasta ini bekerja sama dengan SRI (Sahabat Radio Indonesia) dan studionya pun bersebelahan.


***


Pekerjaanku saat ini sangat baik menurutku, semua keluargaku memberiku dukungan yang sangat baik. Aku sangat senang dengan pekerjaanku, sekali_kali lagi aku datang menemui anak_anak para pencari ilmu di kampus dan juga di tempat kursusan kak Arfan.


Ini awal dari kesuksesanku, memang menjadi seorang sarjana bahasa Inggris adalah cita_citaku dari kecil tetapi sebenarnya cita_cita utamaku adalah menjadi presenter TV.


Aku sangat enjoy dengan pekerjaanku, semua keluargaku selalu menyaksikanku di TV ketika aku siaran. Papa dan mama di kampung tak pernah melewatkan waktu siaranku, aku selalu menghubungi mereka ketika jadwalku tiba karena terkadang jadwalnya terganti. Begitupun dengan saudara_saudara tercintaku, kak Rifal, kak Reza dan juga kakak iparku. Mereka selalu menyaksikan siaranku, baik mereka di rumah ataupun di kantornya masing_masing dan mereka pun selalu mengirimkan sms ketika aku siaran. Dia begitu bangga melihatku di TV yang tentunya di saksikan oleh banyak orang.


Selain dari keluarga besarku, dosen_dosen pun di kampus ikut serta dalam menyaksikanku. Ini merupakan sebuah kebanggaan terbesar bagiku. Selain dari mereka, juga teman_teman seperjuanganku dan junior_juniorku di kampus selalu menyaksikan siaranku.


@@@


Walau sebenarnya aku telah berjanji bahwa setelah aku lulus kuliah aku akan segera menikah dengan kak Arsy, tetapi mungkin Tuhan tidak mengizinkanku untuk bersamanya. Waktu yang mempertemukan kami dan waktu pun yang memisahkan kami. Selama kurang lebih tiga tahun aku menjalin hubungan spesial dengannya namun hubungan itu tidak berlanjut. Doa dan restu dari keluarga besarku telah tercurah, namun Tuhan tidak merestuinya.

__ADS_1


Aku menjelaskan kepada ayah dan keluarga besarku bahwa sekarang aku tidak punya hubungan lagi dengan kak Arsy, dia memutuskan untuk pergi dariku jauh sebelum aku sarjana. Namun aku tidak sempat menceritakan ini kepada kalian.


Kak Rifal, kakak tertuaku merasa heran mendengar perkataanku. Dia bertanya mengapa saat aku wisuda dia masih peduli denganku dengan menyempatkan dirinya untuk datang di acara itu.? Aku bilang itu bukan karena aku tetapi sebagai bentuk kehormatannya kepada kalian. Aku pun memberitahu kepada mereka bahwa sebentar lagi dia akan menikah dengan seorang dokter.


Papa sepertinya tidak percaya dengan perkataanku, dan aku meminta kepada papa untuk menemui kak Arsy untuk meminta kejelasan yang lebih dan aku memberitahu papa bahwa tidak ada paksaan untuk hubunganku dengan kak Arsy, kami sama_sama dewasa biarkan kami jalan dengan sendiri. Jodoh tak akan kemana. Iya kalau memang Tuhan kembali mengizinkan maka dia pun akan kembali denganku, kita tidak boleh memaksa apa yang tidak di kehendaki oleh Tuhan, semua atas izinnya.


***


 


Malam hari aku termenung di atas tempat tidurku. Aku sangat bingung akan rencana papa. Pertanyaan timbul dalam hatiku, mengapa papa sangat menginginkan aku untuk menikah cepat padahal umur aku masih muda. Lagian kak Reza kakak keduaku juga belum menikah.


Hari itu sangatlah indah, pernak pernik pernikahan menghiasi rumahku. Aku melihat diriku sedang duduk di atas kursi memakai gaun warna putih dan tak lama kemudian seorang pria berjalan mengampiriku dengan wajah yang tak asing di mataku. Ini adalah awal kebahagiaan kita. Katanya sambil meraih kedua tanganku lalu menciummya. Suasana pada saat ini sangat indah, ku pandangi orang\_orang di depanku dan tak jauh dari pandanganku, aku melihat senyum dari orang yang tak asing pula di mataku, mereka adalah kedua orangtuaku. Mereka begitu bahagia melihatku duduk di atas kursi besi yang indah.


Tak henti\_hentinya dia memandangiku. Aku pun terhanyut dengan tatapan matanya yang penuh kasih dengan wajahnya yang tampan. Ku gerakkan tanganku untuk menyentuh wajahnya, namun tiba\_tiba aku terkaget dengan suara indah yang membuat gerakan tanganku berhenti. Suara adzan subuh yang begitu merdu membuatku terbangun dari tidurku. Oh ternyata aku mimpi,

__ADS_1


Ku bangkitkan tubuhku dari tempat tidur menuju tempat pengambilan air wudhu lalu aku shalat. Setelah aku shalat, aku seraya berdoa kepada Allah dan meminta jalan yang terbaik untukku. Mimpi yang begitu tidak aku kira, melihat diriku sedang duduk di kursi mewah dengannya.


 


__ADS_2