
Di sore harinya Davin menghubungi Dira untuk mintak ijin tidak pulang sebelum keperjaan atau masalahnya terselesaikan, dengan berat hati Dira menghiyakan nya,
Dan sebenarnya Davin tidak tega meninggalkan Dira seorang diri di rumah,
Pas jam sepuluh malam masalah sudah terselesaikan, langsung saja Davin pulang tampa menghubungi Dira,
jam tangan menunjukkan pukul satu malam, dengan sengaja Davin mengirim pesan dengan tulisan "SAYANG"
Dan ternyata Dira juga belum tidur melihat pesan Davin dengan spontan Dira langsung menghubungi Davin,
"Kamu pingin apa sayang ! " tanyak Davin di perjalanan pulang,
"Ngak usah Mas ! Udah malam, hati - hati di jalan, " jawab Dira,
Dan tidak sengaja Davin melihat seorang pedangang terambulan yang perna Dira mintak kemarin, Davin membelikanya,
Sampai di rumah, Dira mendengar mobil Davin dengan spontan Dira membukakkan pintu utama, Davin pulang di sambut dengan senang dan Dira memeluk Davin,
"Sayang ! Sebentar aku mau mandi dulu, bau ni , ni aku bawahkan terambulan kemarin kan kamu mintak, " ucap Davin sambil melepaskan pelukan dan memberikan terambulanya,
Dira mengandeng Davin dengan erat sambil mengajaknya tidur, Dira memeluk Davin dengan erat sambil mencium badanya sambil berbicara, " Mas bau kamu itu kok sedap banget, kamu ganti minyak ya Mas ! Jangan mandi aku suka bau kamu,
"Ih sayang ! Badanku lengket semua tadi siang kerjaanku banyak menguras keringat jadi bau ni ! Kenapa dengan hidung kamu, gera sayang, " jawab Davin sambil melepas pelukan Dira dan berjalan menuju kamar mandi,
Dira melempar terambulan dan menyelimuti seluru badanya sampai tidak kelihatan,
Sesudah mandi Davin mengambil terambulan yang jatuh sambil mendekati Dira sambil berkata, " Sayang !
"Sana Mas jangan mendekat, bau kamu Dira jadi pingin mutah, sana jangan dekat - dekat Dira, " ucap Dira sambil menahan mutahnya,
__ADS_1
Davin memeluk Dira dengan spontan Dira lari ke kamar mandi,
Hoek
Hoek
Mendengar suara Dira muntah langsung Davin memijitin leher Dira, dan Dira menyuru Davin untuk menjauh dari Dira karena bau badannya ,
Dira mencari pakian Davin yang habis di pakai, dan mulai hari ini Dira selalu mencium pakian Davin itu, kalau Dira merasa mual dengan spontan Dira mencium pakin Davin,
Dan pada suatu hari Davin pergi ke luar kota untuk beberapa hari, Davin juga tidak tega meninggalkan Dira, dan terpaksa Dira di titipkan kepada Ibunya untuk sementara waktu, Davin selalu memberi kabar satu jam sekali, dan di malam harinya tidak terbiasa Dira tidur seorang diri, Dira selalu di temani Davin,
"Sayang cepat tidur ini udah malam biar aku temani dari sini, " ucap Davin yang berada di sebrang sana,
Seperti biasa Dira tidak bisa tidur, dan Dira teringat kalau Dira membawah baju Davin, Dira mengambil dan memeluk baju itu, tidak terasa Dira sudah berada dalam mimpi, sedangkan ponsel Davin masih menyala untuk menemani Dira tidur, ponsel Dira dan Davin tetap menyala,
Seperti biasa Dira membangunkan Davin untuk sholat subuh, merasa tergangu Davin terbangun dan melihat ponselnya,
"Mas ! Ayo bangun sholat dulu, " ucap Dira,
"Iya - iya sayang sebentar, " jawab Davin di sebrang sama sambil memeluk guling,
Tidak seperti biasanya di pagi hari saat Davin makan pagi, perut Davin merasa mual dan tidak nafsu makan, joni melihat Davin dengan muka tersenyum sambil berkata, " Istri yang hamil suami yang mual,
"Iya Jon ! Pagi ini aku pingin yang asam - asam, coba kamu belikan sekarang, ni ada - ada aja perut, ngak bisa di ajak kompromi, dan satu lagi kamu ganti minyak wangi kamu itu bikin perutku mual, " jawab Davin,
Joni mengambil uang dari Davin sambil mengerutkan ke dua alisnya sambi berjalan dan berkata, " Ganti minyak, minyak bekas gorengan,
Lima belas menit Joni datang membawah pesanan Davin, dan perut Davin merasa mual saat mencium bau minyak yang di pakai Joni, Joni terpaksa ganti pakian dan memakai pakian dan tidak memakai minyak,
__ADS_1
Joni duduk di samping Davin dan Davin menganjungka jempolnya dengan nada senyum, Joni juga tersenyum sambil mengeleng - gelengkan kepalanya,
Sudah dua hari Davin ada di luar kota dan hari ini Davin akan pulang, di dalam perjalanan Davin melihat seorang penjual mangga, Davin menyuru Joni untuk berhenti membeli mangga, Joni dan Davin mencicipin mangga itu, Joni mengerutkan mukanya sambil berkata, " Asam !
Tidak dengan Davin, Davin memakanya dengan lahap dan semua mangga di beli Davin,
Sebelum pulang ke rumah Davin menjemput Dira, sampai di rumah, Joni menyuru bik aita dan Bik Atun mengambil mangga yang ada di mobil,
Davin menyuru bik Ita untuk mengupas semua mangga untuk di taruk di dalam kulkas, bik Ita mengupas dan mencicipin manganya dengan spontan mulut bik Ita mengerut sambil berkata, " Ih asam banget, dari mana Den Davin mangga asam kok di bawah pulang mintak di kupas lagi,
Davin mengambil mangga yang ada di kulkas untuk menemani kerjanya, dan Dira mencoba untuk memakanya dengan spontan Dira berteriak karena mangganya rasanya asam,
Melihat Davin memakan mangga, tidak terasa air liur Dira keluar sambil mengeleng - gelengkan kepalanya dan berkata, " Ih kamu Mas bikin aku ileren aja,
Dalam tiga hari mangga yang sangat banyak itu habis dan hari ini Davin membeli mangga lagi, dan minyak wangi untuk pembantunya dan semua karyawan,
Davin memberikan minyak wangi, dan tidak sengaja Davin dan Dira terdengar perbicaraanya bik Atun dan Bik Ita, " Kenapa dengan hidung Den Davinya,
"Iya - ya Bik, masak nyidam, bukan bibik saja, semua karyawan di belikan minyak wangi, ih lama - lama Dira jadi pusing sendiri melihat tingka lakunya Mas Davin, " jawab Dira sambil duduk di pinggir bi Ita yang sedang mengupas mangga,
"Iya namanya Den Davin nyidam, persis kayak Papanya, Tuan Bima juga nyidam mangga pas Nyonya lagi hamil Den Davin, " jawab Bik Atun dengan nada senyum,
Davin pergi ke kantor sambil membawah mangga untuk bekal makan siang, tidak dengan Dira, Dira biasa - biasa saja tanpa menginginkan makanan yang aneh - aneh cukup ada nasi goreng dan telur ceplok setengah matang hanya itu setiap harinya,
Di siang hari ada mobil membawah mangga parkir di depan rumah,
Nom ! Ada orang mencari Den Davin katanya Den Davin pesan mangga, tapi Non mangganya satu mobil penuh, " ucap Pak Mamat dengan nada gugup,
"A ___ apa mangga satu mobil ! Ih ada - ada aja Mas Davin ini, " ucap Dira sambil masuk kamar dan membangunkan Davin dengan marah,
__ADS_1